Cara Buat Yoghurt

Cara Buat Yoghurt


bahan2nya :
1. biang / stater yogurt (bisa beli diswalayan, plain/tawar) 50ml
2. susu UHT atau susu bubuk 500ml

cara membuatnya :

1.susu UHT dipanaskan (tdk sampai mendidih, hanya pinggirnya saja
terlihat menggelembung), diamkan sesaat, pindahkan kedalam wadah yg
ada tutupnya.
2. masukan stater / biang kedalam susu tadi (gunakan sendok
plastik), aduk hingga rata.
3. tutup wadah calon yogurt tadi hingga rapat, bungkus wadah
tersebut dgn lap.
4. simpan ditempat yg hangat, dhn suhu kurang lebih 38-45derajat
celcius.(ayahku biasanya menggunakan magic jar utk mendapatkan suhu
yg diharapkan, jd wadah yg berisi calon yogurt ditaruh diatas magic
jar yg sedang bekerja, magic jarnya bukan dlm keadaan terbuka, tp
memang ditauh diatas tutup magic jar)
5. dalam waktu 3-4 jam, yogurt sdh jadi, trus simpan di
kulkas.semakin lama disimpan dikulkas akan semakin asam.

note : utk membuat yogurt selanjutnya, stater/biangnya bisa pakai
yogurt hasil buatan sebelumnya, jd bisa menghematkan??
kalau mau pk susu bubuk, berarti susu bubuknya tinggal dilarutkan
terlebih dahulu.

ok, selamat mencoba

Iklan

Khasiat Yoghurt

ANEKA KHASIAT YOGHURT

Selain untuk menjaga kesehatan, yoghurt ternyata dapat mencegah kanker saluran pencernaan.

Keampuhan tersebut dikarenakan yoghurt mengandung bakteri “baik” seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus yang dapat memperbaiki keseimbangan flora di saluran cerna. Jika sejak dini si kecil sudah dibiasakan mengonsumsi yoghurt sehari sekali sebanyak 200 cc, maka keseimbangan saluran cernanya akan terjaga. Dampak menguntungkannya, kuman-kuman penyebab berbagai penyakit seperti tipus dan muntaber tidak akan bisa tumbuh.

Menurut beberapa ahli, yoghurt sebagai makanan variasi mulai bisa dikonsumsi bayi selepas ASI eksklusif, yakni sekitar usia 6 bulan. Tentu saja yoghurt buat bayi bukan sembarang yoghurt, lo. Melainkan yoghurt yang mengandung Bifidobacterium sp. yang menghasilkan asam laktat tipe L (+). Sedangkan asam laktat tipe D (-) yang mengalami metabolisme lebih lambat tidak cocok bagi bayi. Setelah usia setahun barulah anak dapat mengonsumsi semua jenis yoghurt dan menikmati manfaatnya sebagai sumber protein, kalsium, dan fosfor tinggi.

Berikut beberapa manfaat yoghurt yang diuraikan dr. Carmen. M. Siagian, MS, Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Indonesia, Jakarta.

* Membantu penderita lactose intolerance

Jika si kecil selalu diare setiap kali minum susu, bisa jadi ia menderita lactoce intolerence. Penyebabnya adalah defisiensi/kekurangan enzim pencerna laktosa. Sehingga setiap kali minum susu, butiran laktosanya akan tertinggal di permukaan lubang usus halus dan menyerap air dari sekitarnya yang kemudian memunculkan diare.

Dalam yoghurt, laktosa susunya sudah dipecah oleh bakteri “baik” Lactobacillus bulgaricus melalui proses fermentasi, hingga mudah diserap tubuh. Itulah mengapa yoghurt amat disarankan sebagai pengganti susu bagi anak yang tidak mampu mencerna laktosa dengan baik. Dengan minum yoghurt, si anak tidak akan diare.

* Degradasi kolesterol

Penelitian pada beberapa orang yang mengonsumsi yoghurt secara teratur dalam jumlah dan waktu tertentu ternyata menunjukkan jumlah kolesterol dalam serum darahnya menurun. Mekanisme penurunan kolesterol ini bisa terjadi karena bakteri asam laktat yang ada dalam yoghurt dapat mendegradasi kolesterol menjadi coprostanol. Coprostanol ini merupakan zat yang tak dapat diserap oleh usus. Berkat yoghurt, coprostanol dan sisa kolesterol dikeluarkan bersama-sama tinja. Dengan kata lain, jumlah kolesterol yang diserap tubuh pun jadi rendah. Sebuah laporan mengenai hal ini memaparkan bahwa penurunan kolesterol oleh bakteri Lactobacillus dapat mencapai kisaran 27-38 persen.

* Menghambat patogen

Flora usus pengonsumsi yoghurt terbukti sulit ditumbuhi kuman-kuman patogen atau kuman yang dapat menyebabkan penyakit. Dengan terhambatnya pertumbuhan sekaligus matinya mikrobia patogen dalam lambung dan usus halus bisa menghindari munculnya berbagai penyakit akibat infeksi atau intoksikasi mikrobia. Dengan kata lain, mengonsumsi yoghurt secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Dari suatu penelitian dilaporkan bahwa Lactobacillus casei yang digunakan dalam pembuatan yoghurt campuran susu skim dan susu kedelai, terbukti mampu membunuh bakteri E. coli. Bakteri ini merupakan kuman yang terdapat saluran cerna. Meski dalam jumlah kecil, bakteri ini sebetulnya tidak menimbulkan penyakit, namun bila berlebihan tentu dapat memunculkan dampak tak sehat. Sementara dengan adanya Lactobacillus casei, bakteri E coli tidak bisa hidup karena Lactobacillus casei yang merupakan bakteri “baik” menghasilkan suatu zat yang dapat menghambat racun yang diproduksi E coli.

* Menetralisir antibiotik

Mengonsumsi antibiotik secara oral akan mengakibatkan keseimbangan flora di saluran cerna pasien jadi terganggu. Kendati antibiotik memang berfungsi mematikan kuman, namun ia tidak pandang bulu mana kuman yang perlu dibunuh dan mana yang sebetulnya tidak perlu dimusnahkan. Bukankah sebenarnya ada kuman yang harus berada di saluran cerna guna menjaga keseimbangan flora usus? Nah, yoghurt dapat menetralisir efek samping antibiotik ini.

* Antikanker saluran cerna

Kanker saluran cerna banyak terjadi di usus besar. Penyebabnya antara lain terjadinya ketidakseimbangan di saluran cerna, hingga menghasilkan penumpukan berbagai zat yang seharusnya terbuang. Bakteri-bakteri yang berperan dalam yoghurt dapat mengubah zat-zat prekarsinogenik (zat-zat pemicu kanker) yang ada dalam saluran pencernaan, hingga mampu menghambat terjadinya kanker

* Mencegah jantung koroner

Seperti telah kita ketahui, ke dalam yoghurt sudah dimasukkan bakteri “baik” yang tidak menimbulkan penyakit, yakni Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus. Nah, bakteri itulah yang kemudian diberi media berupa susu. Selama proses fermentasi susu dalam pembuatan yoghurt, bakteri Lactobacillus bulgaricus dan streptococcus thermophilus akan tumbuh dan menjadi besar.

Saat itulah kedua jenis bakteri tersebut akan meningkatkan mutu protein yang terkandung dalam asam amino susu. Semisal histidin yang baik bagi pertumbuhan anak. Selain itu, dalam proses fermentasi, kedua jenis bakteri tersebut akan menghasilkan asam folat dan vitamin B kompleks. Berbagai penelitian mengungkap bahwa kedua vitamin ini berguna mencegah munculnya penyakit jantung koroner.
Faras Handayani. Foto: Ferdy/nakita

Beda Yoghurt dan Minuman Lactobacillus

Minuman lactobacillus yang banyak dijual di pasaran dan yoghurt ternyata punya perbedaan. Menurut Carmen, dalam proses pembuatannya, minuman lactobacillus hanya menggunakan satu bakteri yaitu Lactobacillus bulgaricus. Sedangkan prinsip pembuatan yoghurt adalah fermentasi susu dengan menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Kedua macam bakteri tersebut akan menguraikan laktosa (gula susu) menjadi asam laktat dan berbagai komponen aroma dan citarasa. Lactobacillus bulgaricus lebih berperan pada pembentukan aroma, sedangkan Streptococcus thermophilus lebih berperan pada pembentukan cita rasa yoghurt.
Faras

Asal Mula Yoghurt

Yoghurt sebenarnya sudah lama dikenal sebagai minuman tradisional masyarakat daerah Balkan dan Timur Tengah. Namun manfaat yoghurt bagi kesehatan baru mulai populer ketika tahun 1908 seorang peneliti bernama E. Metchnikoff membuat hipotesis yang mengatakan bahwa ada hubungan erat antara umur panjang masyarakat pegunungan di Bulgaria dengan kebiasaan mereka mengonsumsi susu fermentasi.

Kendati data empiris yang ada masih terbatas, hipotesis tersebut dianggap menarik untuk dikaji dan diungkap lebih lanjut. Metchnikoff sendiri akhirnya mendapat penghargaan Nobel dan sejak saat itu produk susu fermentasi terus dikembangkan dan diteliti. Di beberapa negara yoghurt dikenal dengan nama berbeda-beda. Semisal Jugurt (Turki), Zabady (Mesir, Sudan), Dahee (India), Cieddu (Italia), dan Filmjolk (Skandinavia).
I/Faras’

Mengenal Proses Pembuatan Yoghurt

Selain dibuat dari susu segar, yoghurt juga dapat dibuat dari susu skim (susu tanpa lemak) yang dilarutkan dalam air dengan perbandingan tertentu tergantung pada kekentalan produk yang diinginkan. Selain dari susu hewani, belakangan yoghurt juga dapat dibuat dari campuran susu skim dengan susu nabati (susu kacang-kacangan). Sebagai contoh, yoghurt dapat dibuat dari kacang kedelai yang sangat populer dengan sebutan “soyghurt”. Yoghurt juga dapat dibuat dari santan kelapa yang disebut dengan “miyoghurt”.

Saat ini di pasaran dijumpai berbagai jenis yoghurt. Antara lain yoghurt pasteurisasi atau yoghurt yang setelah masa inkubasi selesai dipasteurisasi untuk mematikan bakteri dan memperpanjang usia simpannya. Kedua, yoghurt beku yakni yoghurt yang disimpan pada suhu beku serta dietetik yoghurt, yaitu yoghurt rendah kalori dan rendah laktosa ataupun yang ditambahkan vitamin dan protein. Jenis berikut adalah yoghurt konsentrat yang memiliki total padatan sekitar 24 persen.

Berdasarkan kadar lemaknya, yoghurt dapat dibedakan atas yoghurt berlemak penuh (kadar lemak lebih dari 3%), yoghurt setengah berlemak yang berkadar lemak antara 0,5-3,0% maupun yoghurt berlemak rendah dengan lemak kurang dari 0,5%. Perbedaan kadar lemak tersebut dihitung berdasarkan jenis susu dan campuran bahan yang digunakan dalam proses pembuatannya

10 Alasan Mengonsumsi Yoghurt

Menurut William Sears, MD, dan Martha Sears, RN penulis buku The Family
Nutrition Book; Everything You Need to Know About Feeding Your Children
from Birth Through Adolescence ada 10 alasan mengapa yoghurt baik untuk
dikonsumsi.

1. Mudah dicerna.
Yoghurt lebih mudah dicerna ketimbang susu. Adanya bakteri hidup dan aktif
akan memproduksi enzim laktase, enzim yang jumlahnya kurang pada anak
dengan intoleransi laktosa. Proses pengulturan juga akan memecah laktosa
(gula susu) menjadi glukosa dan galaktosa, sehingga lebih mudah diserap
oleh anak dengan intoleransi laktosa.

2. Baik untuk kesehatan usus
Yoghurt mengandung bakteri baik seperti Lactobacteria, terutama
acidophilus. Bakteri itu meningkatkan bakteri baik pada kolon, Sehingga
akan menurunkan risiko kanker kolon.

3. Membantu proses penyerapan nutrisi
Yoghurt meningkatkan penyerapan kalsium dan vitamin B. Adanya asam laktat
pada yoghurt akan membantu mencerna kalsium susu. Dengan begitu, kalsium
akan lebih mudah diserap.

4. Meningkatkan kekebalan tubuh
Penelitian yang dilakukan terhadap 68 orang yang mengonsumsi yoghurt dua
cangkir per hari menunjukkan hasil yang cukup positif. Mereka ini mempunyai
kadar interferon lebih tinggi. Dalam kamus saku kedokteran Dorland,
interferon adalah famili glikoprotein yang
salah satu pembentukannya dapat dirangsang oleh bakteri, berfungsi sebagai
imunoregulator dan mengeluarkan aktivitas antivirus. Penelitian lain yang
dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa yoghurt mengandung faktor yang
memiliki efek antitumor.

5. Membantu penyembuhan infeksi saluran cerna
Keberadaan virus dan gangguan saluran cerna akan membentuk luka pada
lapisan usus, terutama sel-sel yang memproduksi laktase. Walau hanya
sementara, anak-anak bisa mengalami intoleransi laktosa selama 1-2 bulan
pasca infeksi saluran cerna. Karena mengandung sedikit laktosa dan banyak
enzim laktase, para dokter sering memanfaatkan yoghurt untuk memulihkan
kesehatan alat cerna. Penelitian menunjukkan, yoghurt mempercepat
penyembuhan diare pada anak.

6. Menurunkan infeksi jamur.
Konsumsi satu gelas yoghurt setiap hari akan mengurangi pertumbuhan jamur
pada vagina. Hal ini akan menurunkan risiko terjadinya infeksi jamur pada
vagina.

7. Kaya kalsium
Dalam satu gelas yoghurt rata-rata terkandung sekitar 450 mg kalsium.
Mineral ini sangat bermanfaat bagi kesehatan kolon. Orang yang diet tinggi
kalsium seperti di negara Skandinavia, mempunyai tingkat kejadian kanker
kolorektal lebih rendah dibanding negara lain.

8. Sumber protein.
Satu gelas yoghurt tawar mengandung 10-14 gram protein atau sekitar 20
persen dan kebutuhan protein harian. Proses fermentasi membuat protein yang
ada pada yoghurt lebih mudah dicerna.

9. Menurunkan kadar kolesterol.
Para ahli memperkirakan, bakteri hidup yang ada pada yoghurt mampu
berasimilasi dengan kolesterol. Bisa juga karena yoghurt mengikat asam
empedu, sehingga menimbulkan efek menurunkan kolesterol.

10. Makanan penolong.
Keberadaan protein yang mudah dicerna serta asam laktat yang meningkatkan
penyerapan mineral, membuat yoghurt baik dikonsumsi oleh anak dengan
gangguan penyerapan di saluran cerna.

Copyright @ PT. Kompas Cyber Media

Susu Fermentasi Cocok Untuk Segala Usia

Susu fermentasi seperti yoghurt, kefir, dll. selain dapat mencegah diare, juga berperan aktif pada kesehatan prima sesuai kebutuhan sejak bayi lepas sapih hingga lansia.

Laktosa (gula susu) umumnya susah diurai oleh perut konsumen Indonesia. Meski ketika bayi kaya enzim pengurai laktosa, yakni lactase (B-galaktosidase) sehingga mampu memanfaatkan ASI, namun enzim tersebut akan berkurang tajam sejak masa penyapihan hingga tinggal 10% ketika dewasa.

Karena tidak terurai, butiran laktosa akan tertinggal di muka lubang usus halus dan menyerap banyak air dari sekitarnya sehingga menimbulkan diare. Ada kalanya sebelum keluar, ia tertahan di kolon dan diurai oleh bakteri penghasil gas (CH4, CO2, H2). Akibatnya, perut menjadi kembung sehabis minum susu non-fermentasi lebih segelas besar (300ml) per hari.

Nah, adanya proses fermentasi oleh bakteri penghasil asam laktat (BAL), 30 – 40% laktosa akan terurai menjadi glukosa dan galaktosa yang mudah diserap tubuh. Jika BAL (khususnya spesies Lactobacillus casei, Lactobacillus acidophilus, dan Bifidobacteium sp) tetap hidup dalam saluran pencernaan, peruraian laktosa akan terus berlanjut. Jadi, minum susu fermentasi akan menaikkan nilai toleransi terhadap laktosa.

Protein susu yang dikenal bernilai biologi tinggi (lebih dari 91%), kalau dihitung menggunakan protein referensi telur, akan lebih mudah dimanfaatkan konsumen. Proses pengasaman akan menggumpalkan protein dan mengurangi kecepatan lewat di saluran pencernaan kalau dibandingkan dengan susu non-fermentasi, sehingga susu fermentasi akan lebih mudah dicerna (kecernaan protein naik sampai 93%).

Adanya BAL juga akan mengurangi rantai panjang 8 asam amino esensial, karena 50% materi sel BAL tersusun dari protein. Selain itu, pada susu fermentasi tidak terdapat pembatas atau inhibitor, seperti tanin, tripsin (pada kedelai), dan laktenin.

Bersama karbohidrat, protein susu terfermentasi oleh BAL akan menghasilkan aroma, khususnya odor yang menyenangkan karena adanya senyawa volatil (asetaldelhida, diasetil, etanol, dan aseton).

Proses fabrikasi susu fermentasi juga menaikkan ketersediaan vitamineral (B2, B12, asam folat, fosfor, dan kalsium) yang baik untuk tubuh. Berdasarkan penelitian, kehadiran asam laktat dan laktosa menaikkan serapan mineral kalsium.

Kenaikan keasaman sekitar 1% setara asam laktat merupakan cara memperpanjang umur susu sekaligus memberikan cita rasa enak sebagai penyegar.

Proses fermentasi menaikkan jumlah bakteri asam laktat non-patogen. Bakteri ini selain menghasilkan asam laktat, gula, dan odor, juga menghasilkan metabolit sekunder, yang umumnya bersifat antibiotik. Misalnya, nisi dan lactisin yang dapat membunuh bakteri patogen, seperti shigella, salmonella, dan clostridium. Bahkan, menurut para ahli, nisin dan lactisin mampu mencegah kelebihan kolesterol dan kanker.

Kaya kalsium dan kalori

Wanita hamil perlu kalori tambahan 200 – 300 kkal/hari dari kebutuhan harian 2.000 kkal atau total kebutuhan selama kehamilan berkisar 80.000 kkal. Kebutuhan protein, asam folat, kalsium, fosfor, dan zat besi pun meningkat sampai 50%.

Namun kebutuhan gizi harus dibatasi untuk pertambahan berat antara 6,8 – 18,2 kg. Susu fermentasi merupakan bahan makanan kaya kalsium yang mudah terasimilasi sesuai kebutuhan, kurang kandungan lemak dan berkalori tinggi.

Berdasarkan anjuran ahli, bayi harus memanfaatkan hanya ASI sekurang-kurangnya 6 bulan, syukur-syukur sampai 2 tahun. Susu untuk bayi harus diperkaya dengan zat besi setidaknya sampai usia setahun sambil secara perlahan dikenalkan pangan yang lebih keras temasuk jus buah.

Pemberian terlalu awal susu sapi tanpa dimodifikasi sesuai kebutuhan bayi dapat menimbulkan banyak masalah, seperti anemia kurang zat besi, alergi protein susu atau pertumbuhan penyakit gula tipe I dari diabetes mellitus.

Yoghurt baik sebagai makanan variasi untuk bayi usia di atas 6 bulan. Lebih baik lagi kalau susu fermentasi juga mengandung Bifidobacterium sp. yang menghasilkan asam laktat tipe L (+). Sedangkan asam laktat tipe D (-) yang termetabolis lebih lambat tidak cocok bagi bayi usia di bawah 6 bulan, tapi tidak berefek negatif bagi bayi yang lebih tua.

Anak umur 1 – 3 tahun membutuhkan energi tiap kg berat badan (102 kkal/kg) lebih tinggi daripada orang dewasa (36 -37 kkal/kg). Setelah 3 tahun, kebutuhan energi cenderung menurun.

Sebagai sumber protein, kalsium, dan fosfor tinggi, yoghurt juga baik dikenalkan kepada mereka. Anak-anak dapat diberi ragam produk susu yang akan menyumbangkan 800 mg kalsium/hari.

Pada masa-masa itu, anak sering diare akibat sanitasi yang buruk. Jika terjadi diare yang menyebabkan perubahan aktivitas atau kematian mikroflora saluran pencernaan (bakteri probiotik; Bifidobacterium infantis, Lactobacillus acidophillus), maka akan mengubah sistem enzimatik saluran pencernaan dan menambah gawat simtomatik dan dapat mengarah pada diare berkepanjangan.

Pengobatan diare dengan antibiotik justru sering berefek sekunder, mematikan mikroba probiotik dan anak menjadi tidak tahan susu. WHO menganjurkan pemakaian susu fermentasi bagi anak yang mengalami efek sekunder dari pengobatan menggunakan antibiotik.

Anak 6 – 12 tahun dicirikan oleh pertumbuhan yang relatif lambat dan teratur. Problem kekurangan kalsium sering kali nampak pada golongan umur ini.

Susu dan susu fermentasi merupakan sumber utama kalsium yang mudah diserap, dan menjadi pelindung bagi kekurangan kalsium yang menyebabkan gigi keropos. Sejak anak umur 3 tahun susu menjadi sumber penting kalsium, fosfor, vitamin D, magnesium, dan fluor.

Untuk remaja dan lansia

Anak umur 5 – 7 tahun mencapai 20% ukuran manusia dewasa, dan mengakumulasi 45% dari kalsium organ. Pada usia itu anak perempuan perlu memperoleh kalsium secara optimal untuk pertumbuhan tulang, dan terutama untuk mengimbangi adanya pengeroposan tulang pascamenopause nanti.

Kebutuhan kalsium (Ca) yang terakumulasi ke tulang sampai 500 mg/hari, sehingga dianjurkan mengkonsumsi 1.500 mg Ca/hari. Selain itu kebutuhan riboflavin, B12, magnesium, fosfor, dan zat besi tetap tinggi, dan anak selalu kekurangan. Jadi, mereka perlu ditawarkan susu olahan lain. Sementara itu wanita dewasa membutuhkan kalsium sampai 1.500 mg/hari.

Beberapa penyakit dapat timbul akibat kelebihan berat, misal diabetes mellitus, hipertensi, jantung, dan beberapa tipe kanker. Ppengaturan pangan untuk menyeimbangkan gizi menjadi penting. Pengurangan jumlah lemak total dan asam lemak jenuh, masing-masing 20 – 35% dan 8 – 15% dari kebutuhan energi dianjurkan. Susu fermentasi dapat dipilih sebagai pangan alternatif bagi orang dewasa.

Lain lagi dengan lansia (di atas 60 tahun). Aktivitas metabolik tubuh menurun akibatnya kehilangan massa otot, sehingga kebutuhan kalori berkurang. Keseimbangan Ca bisa juga terganggu.

Karena kurang nafsu minum dan makan, manula cenderung kurang energi, vitamin, air, dan kalsium. Susu dan susu fermentasi dengan kadar air dan kalsium tinggi menjadi pilihan terbaik. (Dr. Ir. Tridjoko Wisnu Murti, DEA, nutrisionis dan teknolog susu Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada)

Yoghurt

sumber : http://web.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_ntrtnhlth_yoghurt.php

Minum Yoghurt, Balita Lebih Sehat

Citarasanya asam segar. Penampilannya kaya variasi. Tak heran bila produk fermentasi susu ini disukai banyak orang, termasuk anak-anak.
Yoghurt adalah produk fermentasi susu yang bersifat semi-padat. Begitu populernya, sehingga penggemar produk ini tersebar di berbagai belahan dunia.

Pakai starter khusus

Yoghurt adalah produk yang masih “hidup”. Kekhasan yoghurt sebagai produk fermentasi memang berasal dari starter khusus yang dipakai, yaitu kultur bakteri asam laktat. Tanpa bakteri ini, yoghurt kurang bermanfaat bagi kesehatan.

Dalam aksinya, bakteri ini akan mengubah laktosa (gula susu) jadi asam laktat. Begitu mencapai jumlah asam laktat tertentu, susu pun menggumpal. Saat ini, penggumpalan susu banyak dilakukan dengan kombinasi 2 bakteri asam laktat, yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Bisa juga, ditambahkan dengan bakteri lainnya. Memang, kalau mau menghasilkan flavor yang unik, ya pandai-pandailah memadukannya.

Yoghurt seperti ini benar-benar tanpa tambahan perasa atau pewarna. Makanya, disebut yoghurt dasar (plain yoghurt).

Tergantung jenis susu

Memang, komposisi zat gizi yoghurt ditentukan oleh bahan baku utamanya, yaitu susu. Umumnya, yoghurt mengandung tidak kurang dari 0,8% asam laktat, 9,5% padatan susu nonlemak, dan 3,0% protein.

Selain susu utuh (whole milk), yoghurt bisa juga dibuat dari susu bubuk, susu skim, atau campuran antara suhu utuh dan susu skim. Dengan begitu, bisa didapat kadar lemak yang diinginkan. Yoghurt bebas lemak tidak boleh mengandung lemak lebih dari 0.5 g/100 g.

Nah, karena terbuat dari susu, mau tidak mau yoghurt (yang tidak ditambah gula) punya komposisi mirip dengan komposisi susu. Itu sebabnya, yoghurt juga sumber protein dan kalsium yang sangat oke. Bahkan, konsumsi yoghurt sebanyak 100 g per hari mampu memberikan sumbangan sekitar 15% dari kebutuhan kalsium dan protein per hari. Makanya, makan yoghurt secara teratur bisa membantu mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis). Juga, karena sebagian besar laktosa (gula susu) telah difermentasi, yoghurt bisa jadi alternatif makanan bagi penderita yang tidak bisa mencerna laktosa (laktosa intoleransi).

Perlu dicatat, standar internasional menentukan yoghurt yang bermutu baik harus mengandung maksimum 10 koliform per gram dan 100 kapang atau khamir per gram. Selain itu, yoghurt tidak boleh mengandung lebih dari 2,0% senyawa pembentuk tekstur (penstabil, pembentuk gel, pengental atau pengemulsi), asam sitrat, pewarna makanan dan pengawet yang diizinkan (khususnya yoghurt dengan tambahan buah, jus buah, ekstrak buah, atau selai).

Diduga bisa memperpanjang usia

Manfaat yoghurt pertama kali diungkap oleh Elie Metchnikoff , ilmuwan Rusia penerima nobel biologi/fisiologi kedokteran tahun 1908. Menurut Metchnikoff, tingginya usia hidup rata-rata warga suku-suku pegunungan di Bulgaria , yakni 87 tahun, ada hubungannya dengan kebiasaan mereka mengonsumsi yoghurt. Bakteri akan masuk dan tinggal di usus, lalu memberi pengaruh positif terhadap keseimbangan mikroflora usus. Caranya? Menurunkan efek racun dari bakteri yang merugikan di usus.

Jadi, yoghurt “hidup” (belum dipanaskan) yang mengandung ‘bakteri baik’ akan berperang dan membunuh ‘bakteri jahat’ yang suka “tebar-tebar” racun di usus. Yang termasuk ‘bakteri baik’ adalah Bifidobacterium, Eubacterium dan Lactobacillus. Sebagai gambaran, diperkirakan ada 100-400 jenis bakteri dalam usus manusia dan membentuk flora usus.

Selain itu, konsumsi yoghurt akan meningkatkan jumlah bakteri baik di usus. Diduga, inilah yang membuat kesehatan prima, plus panjang umur. Cuma itu? Tentu saja tidak. Aktivitas bakteri asam laktat selama fermentasi susu jadi yoghurt ternyata bisa meningkatkan kandungan gizi yoghurt. Khususnya, B1, B2, B3, B6, asam folat, asam pantotenat, dan biotin. Vitamin tersebut berperan penting dalam kesehatan reproduksi dan kekebalan tubuh.

Juga, yoghurt mudah dan cepat dicerna tubuh. Bayangkan saja, lebih dari 90% yoghurt bisa dicerna tubuh dalam waktu 1 jam setelah konsumsi. Bagaimana dengan susu? Dalam waktu yang sama, baru tercerna 30% saja.

*)Penulis adalah Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor .

Oke Banget untuk si Kecil

Umumnya, tekstur unik yoghurt disukai anak-anak. Belum lagi, komposisi protein, lemak, karbohidrat, dan mineralnya cukup seimbang. Sayangnya, yoghurt berasa asam. Makanya, siasati dengan membiasakan si kecil mengonsumsi yoghurt sejak kecil. Atau, tambahkan saja yoghurtnya dengan madu, gula, sirup, buah-buahan, jus atau ekstrak buah, selai, jelly buah, dan serealia.

Yang pasti, kebiasaan mengonsumsi yoghurt sejak kecil akan membuat keseimbangan flora usus balita Anda jadi oke, kesehatan usus terjaga, proses metabolisme lancar, serta kekebalan tubuhnya meningkat.

Jangan Dipanaskan

Idealnya, pada suhu rendah (4-6 o C), yoghurt bisa disimpan selama 35-40 hari. Bisa juga, yoghurt disimpan dalam suhu beku ( freezer ), karena pembekuan tidak secara nyata mempengaruhi kultur bakteri yoghurt. Cuma saja, lelehkan dulu yoghurt beku sebelum dikonsumsi. Caranya? Diletakkan dulu di ruang refrigerasi agar meleleh secara perlahan-lahan. Bakteri yoghurt sangat sensitif terhadap panas. Agar tetap “hidup”, sebaiknya yoghurt tidak dipanaskan.

Pilih Mana?

Yoghurt padat. Bentuknya padat seperti gel. Bisa diberi citarasa atau potongan buah. Potongan buah ditaruh di dasar wadah sebelum fermentasi berlangsung.
Yoghurt aduk. B entuknya halus dan homogen, karena dilakukan pengadukan atau pencampuran. Setelah fermentasi berlangsung, akan ditambahkan aneka potongan buah atau selai, dicampurkan, lalu didinginkan.
Minuman yoghurt. Bentuknya cair , sehingga bisa diminum. Biar kaya rasa, minuman ini bisa ditambah gula, pewarna dan perasa (cokelat dan sebagainya).
Yoghurt “sehat”. Ini yoghurt dengan starter khusus, berupa bakteri probiotik. Bakteri ini bisa bertahan hidup dalam sistem usus manusia dan membuat flora usus seimbang. Makanya, bakteri probiotik baik untuk kesehatan. Catatan penting: beberapa produk yoghurt “sehat” yang dipasarkan telah melalui pemanasan (misalnya pasteurisasi atau sterilisasi) untuk memperpanjang masa simpan. Sayangnya, pemanasan ini membuat bakteri tersebut mati. Akibatnya, yoghurt hanya berperan sebagai minuman berbahan baku susu saja. Makanya, pilih yoghurt “sehat” yang tidak melalui pemanasan.

Kandungan Gizi Yoghurt*)

Komponen

Kandungan (per 100 g yoghurt)

Energi (Kkal)**)

42 – 62

Nilai pH

4.2 – 4.4.

Protein (g)

4.5 – 5.0

Karbohidrat (g)**)

6 – 7

Lemak (g)**)

Kalsium (mg)

130-176

Magnesium (mg)

17

Potassium (mg)

226

*) Canadian Dairy Commission (2002)

**) Nilai ini adalah untuk yoghurt yang tidak diberi tambahan gula

Manfaat Yoghurt

Yoghurt tidak diragukan, sebagai minuman menyehatkan karena berasal dari susu yang merupakan salah satu unsur dalam, empat sehat lima sempurna. Metchinikoff tahun 1910 melaporkan bahwa yoghurt dapat memperpanjang usia hingga 100 tahun bila dikonsumsi setiap hari.

Yoghurt sangat baik dikonsumsi oleh orang yang tidak tahan terhadap gula susu (laktosa) dikenal sebagai penderita lactose intolerance. Prevalensi penderita ini tinggi pada bangsa-bangsa kulit berwarna. Dalam proses fermentasi kadar laktosa susu diturunkan hingga mencapai jumlah yang aman bagi penderita.

Yoghurt mengandung L. bulgaricus yang tahan terhadap pH rendah, bakteri patogen /bakteri pembusukan (putrefactive bacteria) yang menyukai pH netral dapat ditekan pertumbuhan oleh kondisi asam karena adanya asam laktat.

Yoghurt bila dikonsumsi secara teratur akan menyebabkan bakteri L. bulgaricus menetap di dalam usus, selanjutnya akan mendominansi mikroflora usus dan tidak memberi kesempatan bakteri lawan untuk berkembang biak sehingga vitalitas pengkonsumsi yoghurt selalu terjaga.

Yoghurt mudah dicerna oleh tubuh dan langsung diabsorbsi oleh usus. Dalam proses fermentasi laktosa diubah menjadi D-glukosa dan -D-galaktosa. Protein dipecah menjadi asam-amino, lemak menjadi asam lemak sederhana (v-valerolakton, -caprolakton, -caprilakton) hasil fermentasi tersebut dapat langsung diserap oleh usus halus. Vitamin-vitamin yang dihasilkan meningkatkan metabolisme tubuh, bertindak sebagai precussor.

Yoghurt yang asam menetralkan komponen empedu sehingga merubah pH gradient didalam usus halus.

Yoghurt mengandung antioksidan sehingga dapat menghambat pertumbuhan kanker tertentu. Dalam usus besar terdapat bakteri pembusuk penghasil senyawa fenol (skeltol dan indol), yang dapat merusak jaringan dan berperan dalam inisiasi kanker usus. Asam laktat yang terkandung dalam yoghurt mengendalikan aktivitas bakteri penghasil fenol.

Yoghurt juga pernah diteliti dan dilaporkan dapat menghambat terjadinya katarak, retroregresion kanker dan menurunkan kholesterol.

Awalnya terinspirasi dari my teachers colleague. They are from Turkey and very fond of yoghurt (later I found out that the Turks invented the yoghurt yang kemudian menyebar ke negara2 balkan dan seterusnya). Most of their traditional cuisine are made of yoghurt. Mengkonsumsi yoghurt secara teratur dipercaya membuat tubuh sehat dan panjang umur. Dan ternyata gampang loh bikinnya

Di Mandalay nan kecil ini, di salah satu sudut jalan yang dekil, ternyata ada penjual yoghurt yang terkenal disini. Saking lakersnya (laku keras) mereka jualan setiap hari hanya dari jam 10-11 pagi. Kadang suka masih ada sih sampe jam 11.30. Lewat dari jam itu si mbak jualan cantik yang keturunan India udah senyam senyum sambil muter-muter tangan kasih aba2 sold out. Tempat jualannya cuma gerobag dorong gitu. Tapi peralatannya sih keliatan bersih. Orang2 antri beli dan duduk disamping gerobag. Yoghurtnya putih rada padat, lalu dicampur cream, gula pasir dan kelapa kerok, diaduk dan diminum pake es batu. Keliatannya sih yummy in this hottie Mandalay city.

Oke, sekarang mari kita mulai bikin yoghurt sendiri. Pertama-tama, kita butuh culture atau bibitnya. Plain yoghurt bisa dijadikan starter culture untuk membuat yoghurt lagi. Yoghurt rasa buah yang dijual di supermarket biasanya sudah dicampur gula, lemak, essence buah dan pengawet. Tapi ga jelas juga apa ini bsia dijadikan starter culture.

Nah, kebetulan si mbak India ini menjual plain yoghurt dan bener2 jenis yoghurt yang baik karena bentuknya kental rada padat. Yoghurt yang bertekstur kental padat ini nilai gizinya lebih tinggi 4 kali lipat dibanding yoghurt cair.

Bahan
1 liter susu sapi murni (lebih baik yang diperah pagi-pagi buta)

1 sdm plain yoghurt

Cara membuat

Rebus susu tapi jangan sampai mendidih, kira2 sampai 85ºC deh
Tuang kedalam container yang bisa ditutup (tupperware maybe), dinginkan sampai 45ºC (kalau kita celupkan ujung jari tidak terlalu panas sekali)

Campurkan plain yoghurt dan aduk rata.

Tutup wadah dan tempatkan ditempat hangat, diamkan selama 6-8 jam atau bila wadah digoyangkan susu tidak berbentuk cair lagi.
jadi dehhh.
Rasanya asam, boleh ditambah gula atau madu seandainya terlalu asam. Apabila ada lapisan air diatas yoghurt, bukan berarti ga jadi, buang saja airnya.

Selanjutnya yoghurt harus disimpan dengan keadaan tertutup di lemari es.

Yang perlu diingat, yoghurt ini produk fementasi yang sensitive akan tanggal kadaluwarsa dan temperature. Kalo salah treatment or lewat tanggal kadaluwarsa, bakteri jahat jadi lebih banyak dari bakteri baiknya.

Facts and manfaat yoghurt

* Yoghurt lebih baik disantap pagi hari, saat perut dalam keadaan prima untuk menyerap makanan.

* Membantu penyerapan ion-ion calsium lebih baik

* Yoghurt aman untuk penderita lactose intolerant (alergi susu) dan juga penderita maag, karena asam yoghurt adalah asam laktat, lebih lemah dari asam jeruk

* Untuk kecantikan: bisa dipakai untuk lulur, berendam atau masker

* Untuk yang mau diet, yoghurt juga boleh dijadikan salah satu pilihan pengganti makanan tinggi kalori

Yoghurt untuk Memperkokoh Kekebalan Tubuh

Sejumlah makanan sangat berperan dalam memperkuat sistem pertahanan tubuh. Makanan ini mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh sel kekebalan tubuh untuk dijadikan ‘amunisi’ untuk memerangi bibit penyakit.

Salah satu dari makanan yang terbaik adalah yoghurt. Sejumlah penelitian ilmiah membuktikan bahwa mengkonsumsi 200 ml yoghurt per hari mampu mencegah flu dan membantu menurunkan demam lebih cepat.

Yoghurt harus mengandung Lactobacillus bulgaris atau bifidobacteria. Efeknya akan mulai terasa setelah mengkonsumsi selama 4 sampai 5 bulan.

Jadi, jika Anda atau sanak famili Anda rentan terhadap perubahan cuaca, cobalah untuk mengkonsumsi yoghurt mulai sekarang. Konsumsi yoghurt secara teratur selama musim hujan akan membuat Anda kebal akan alergi debu di musim kemarau.

Ingin tubuh Anda lebih kebal terhadap pilek dan flu akibat udara dingin musim hujan? Minumlah secara teratur yoghurt dingin dari lemari es setiap hari selama musim kemarau. Segar kan…?

Satu lagi manfaat, yang bisa Anda anggap sebagai bonus, yoghurt juga terbukti mampu mencegah kanker.

Mengenal Yoghurt, sejarahnya dan khasiatnya

YOGHURT pada awal mula sebenarnya merupakan minuman tradisional dari daerah Balkan dan Timur Tengah, tetapi saat ini minuman yoghurt sudah dikenal oleh banyak bangsa dan berkembang ke seluruh dunia. Di Indonesia pun belakangan ini yoghurt menjadi semakin populer —apalagi dengan ditambahkannya campuran berbagai cita rasa—. Ditinjau dari segi sejarahnya yoghurt merupakan salah satu produk hasil fermentasi susu yang cukup tua dan cukup populer di seluruh dunia. Bentuknya mirip bubur atau es krim tetapi dengan rasa agak asam. Kata ”yoghurt” berasal dari bahasa Turki, yaitu ”jugurt” yang berarti susu asam. Itulah sebabnya sampai saat ini yoghurt sering juga disebut sebagai ”susu asam”. Sejak zaman dahulu yoghurt telah dikenal luas di seluruh dunia, terbukti dari adanya berbagai nama yang digunakan untuk menyebut produk ini. Beberapa di antara nama-nama tersebut adalah sostej (Hongaria), kiselaleka (Balkan), zabady (Mesir dan Sudan), mast (Iran), roba (Irak), mazun (Armenia), tiaourti (Yunani), cieddu (Italia), mezzoradu (Sisilia), tarho (Hongaria), fiili (Finlandia), oxygala (Rumania), dan labneh (Libanon). Di negara-negara tersebut yoghurt dibuat dari susu sapi, susu kambing, susu kerbau, dan susu kuda. Yoghurt sejak dulu digemari di Eropa dan Amerika. Masyarakat Belanda merupakan konsumen yoghurt tertinggi di dunia, kemudian disusul oleh Swiss, Prancis, Jepang dan negara-negara lainnya. Sebagian konsumen menyukai yoghurt dengan kandungan bakteri yang masih hidup, dan sebagian lagi menyukai yoghurt yang sudah dipasteurisasi (bakterinya telah dimatikan). Masyarakat Eropa, Timur Tengah, dan Jepang lebih menyukai yoghurt dengan kandungan mikroba hidup. Mereka percaya, mikroba pada yoghurt dapat membantu proses pencernaan di dalam tubuh. Selain dibuat dari susu segar, yoghurt juga dapat dibuat dari susu skim (susu tanpa lemak) yang dilarutkan dalam air dengan perbandingan tertentu bergantung pada kekentalan produk yang diinginkan. Selain dari susu hewani, belakangan ini yoghurt juga dapat dibuat dari campuran susu skim dengan susu nabati (susu kacang-kacangan). Sebagai contoh, yoghurt dapat dibuat dari kacang kedelai yang sangat populer dengan sebutan ”soyghurt”. Yoghurt juga dapat dibuat dari santan kelapa, yaitu yang disebut dengan ”miyoghurt”. Prinsip pembuatan yoghurt adalah fermentasi susu dengan menggunakan bakteri lactobacillus bulgaricus dan streptococcus thermophilus. Kedua macam bakteri tersebut akan menguraikan laktosa (gula susu) menjadi asam laktat dan berbagai komponen aroma dan citarasa. Lactobacillus bulgaricus lebih berperan pada pembentukan aroma, sedangkan streptococcus thermophilus lebih berperan pada pembentukan cita rasa yoghurt. Yoghurt yang baik mempunyai total asam laktat sekira 0,85-0,95%. Sementara itu, derajat keasaman (pH) yang sebaiknya dicapai oleh yoghurt adalah sekira 4,5.


Macam-macam yoghurt
Saat ini di pasaran dijumpai berbagai jenis yoghurt, antara lain, (1) Yoghurt pasteurisasi, yaitu yoghurt yang setelah masa inkubasi selesai dipasteurisasi untuk mematikan bakteri dan memperpanjang umur simpannya. (2) Yoghurt beku, yaitu yoghurt yang disimpan pada suhu beku. (3) Dietetic yoghurt, yaitu yoghurt rendah kalori, rendah laktosa, atau yang ditambah vitamin dan protein. (4) Yoghurt konsentrat, yaitu yoghurt dengan total padatan sekira 24%. Berdasarkan kadar lemaknya, yoghurt dapat dibedakan atas yoghurt berlemak penuh (kadar lemak lebih dari 3%), yoghurt setengah berlemak (kadar lemak 0,5-3,0%), dan yoghurt berlemak rendah (lemak kurang dari 0,5%). Perbedaan kadar lemak tersebut berdasarkan jenis susu dan campuran bahan yang digunakan dalam pembuatannya. Sejumlah ahli menganggap yoghurt sebagai ”pabrik” bakteri yang dapat memproduksi aneka vitamin yang sangat diperlukan tubuh, yaitu asam folat, asam nikotinat, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, dan vitamin B12. Kandungan mineral pada yoghurt, khususnya kalsium, fosfor, dan kalium, juga meningkat. Sebaliknya, kandungan lemak yoghurt menjadi lebih rendah dibandingkan susu segarnya sehingga cocok diminum oleh mereka yang sedang berdiet rendah kalori.

Khasiat yoghurt
Pada awal abad ke-20, Metchnikoff mengungkapkan, konsumsi yoghurt yang teratur dapat memperpanjang usia. Pernyataan tersebut mengakibatkan peningkatan produksi yoghurt secara komersial di beberapa negara. Menurut Iwasaki (1994) yoghurt dapat diketagorikan sebagai salah satu makanan multifungsional (multifunctional food), yaitu makanan yang berfungsi untuk mengatasi berbagai penyakit sehingga dapat mendongkrak kesehatan dan kebugaran tubuh. Beberapa peneliti telah menunjukkan, mengonsumsi yoghurt dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Yoghurt mengandung suatu faktor yang dapat menghambat sintesis kolesterol sehingga kolesterol menurun dan mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah aterosklerosis penyebab penyakit jantung koroner. Menurut Yaguchi, Goto, dan Okonogi (1992), manfaat minum yoghurt dan susu terfermentasi lainnya adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan pertumbuhan. Hasil penelitian dengan tikus percobaan menunjukkan bakteri yang hidup pada yoghurt terutama Streptococcus thermophilus, memiliki kemampuan untuk meningkatkan pertambahan berat badan tikus, yaitu dengan cara meningkatkan daya cerna dan absorpsi pada saluran pencernaannya.

2. Mengatur saluran pencernaan. Asam laktat dari yoghurt dapat merangsang gerakan peristaltik hampir pada semua bagian dalam saluran pencernaan. Rangsangan gerakan peristaltik tersebut dapat memelihara kesehatan tubuh melalui peningkatan proses pencernaan, penyerapan, pembuangan feses, dan pembuangan bakteri patogen dari saluran pencernaan.

3. Memperbaiki gerakan perut. Suatu penelitian yang dilakukan pada sejumlah lansia menunjukkan, pemberian kultur streptococcus thermophilus dapat meningkatkan gerakan perut dari 4,8 kali dalam 10 hari menjadi 5,7 kali. Gerakan perut ini diperlukan untuk memperlancar proses pengeluaran feses. Pada saat yoghurt melalui saluran pencernaan terjadi peningkatan jumlah bakteri bifidobacterium yang ikut berperan dalam menormalkan gerakan perut.

4. Antikanker. Penelitian pada tikus menunjukkan, penggandaan sel-sel kanker pada tikus yang diberi makan yoghurt lebih terhambat daripada tikus percobaan tanpa yoghurt. Bakteri-bakteri yang berperan dalam fermentasi susu dapat mengubah zat-zat prekarsinogenik yang ada dalam saluran pencernaan sehingga dapat menghambat terjadinya kanker.

5. Menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Asam laktat dapat mengurangi atau membunuh bakteri patogen (bakteri penyebab penyakit) dan menekan produksi senyawa-senyawa berbahaya, seperti amin, fenol, skatol, dan H2S yang diproduksi oleh bakteri patogen. Bakteri penghasil asam laktat juga memproduksi antibiotik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Oleh karena itu, yoghurt mempunyai nilai pengobatan terhadap lambung dan usus yang terluka.

6. Membantu penderita lactose intolerance. Minum susu terfermentasi seperti yoghurt sangat dianjurkan bagi orang mengalami defisiensi enzim. Bakteri asam laktat dapat memfermentasi laktosa yang ada di dalam susu menjadi glukosa dan galaktosa, serta merangsang sekresi enzim laktase di dalam saluran pencernaan.

7. Antidiare. Yoghurt dapat mencegah aktivitas dan pertumbuhan berbagai bakteri patogen penyebab gastrointeritis pemicu penyakit diare. Lactobacillus bulgaricus (salah satu bakteri yang berperan dalam pembentukan yoghurt) dapat memproduksi bulgarican, yaitu antimikroba yang efektif untuk menghambat organisme patogen. (disadur dari berbagai sumber artikel) ***

Istilah “yoghurt” berasal dari bahasa Turki, yang berarti susu asam. Yoghurt didefinisikan sebagai bahan makanan yang berasal dari susu dengan bentuk menyerupai bubur atau es krim, yang rasanya asam. Dari dulu hingga sekarang penggemar berat yoghurt adalah masyarakat masyarakat Eropa dan Amerika, terutama Belanda, Perancis dan Swiss.
Walaupun tidak sepopuler di negara Barat, di Indonesia saat ini yoghurt sudah mulai populer. Produk ini dengan mudah dapat dijumpai di berbagai pasar swalayan dalam berbagai kemasan, warna dan citarasa yang khas.
Yoghurt dibuat melalui proses fermentasi menggunakan campuran bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. Bakteri-bakteri ini menguraikan gula susu (laktosa) menjadi asam laktat. Adanya asam laktat inilah yang menyebabkan yoghurt berasa asam. Proses fermentasi menyebabkan kadar laktosa dalam yoghurt berkurang, sehingga yoghurt aman dikonsumsi oleh yang telah lanjut usia atau yang alergi terhadap susu.
Yoghurt dapat menghasilkan zat-zat gizi yang diperlukan oleh hati sehingga berguna untuk mencegah penyakit kanker.

Selain itu juga yoghurt diyakini baik untuk memperpanjang umur.
Mikroba pada yoghurt bermanfaat untuk membantu proses pencernaan di dalam tubuh, sehingga yoghurt baik sekali di konsumsi bagi mereka yang memiliki masalah perut tidak ‘beres’.
Yoghurt memiliki gizi yang lebih tinggi dibanding susu segar. Kandungan lemaknya pun juga lebih rendah, sehingga cocok bagi mereka yang sedang menjalankan diet rendah kalori
Yoghurt juga dapat membantu proses penyembuhan lambung dan usus yang luka.
Meminum yoghurt secara teratur dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.