Anak Kecil Bisa Kena Tremor?

Sumber : cyberjob.cbn.net.id
sumber Mother And Baby

Tremor atau gemetaran yang tidak terkontrol, bisa terjadi juga pada anak yang suka main video games. Berbahaya nggak, sih? Umumnya, tremor terjadi pada orang dewasa atau manula, yakni sekitar usia 45 tahun. Yang paling gampang, bisa kita lihat pada orang yang tangannya gemetaran saat memegang mangkuk bakso atau gelas minum. Atau pada orang yang kena penyakit Parkinson, ketika sedang menyandarkan tangannya di kursi. Tapi tremor juga bisa terjadi pada remaja, anak-anak, bahkan pada bayi.

Tremor merupakan kontraksi otot yang tidak terkontrol atau tidak disengaja, yang diwujudkan dalam bentuk gerakan bolak-balik berulang-ulang. Apakah itu terjadi pada kepala, lengan, pinggang, bagian wajah, pita suara, atau bagian tubuh lain. Tapi paling sering tremor terjadi pada tangan.

Menurut Dr. Rachmat Sentika, Sp.A., tremor terjadi akibat adanya gangguan pada saraf pusat di bagian tepi. Jadi bukan karena adanya kelainan pada fungsi otak, melainkan gangguan pada proses transfer saraf dari tulang belakang yang berurusan dengan organ tubuh yang mengalami tremor. Pada orang yang normal, tutur Racmhat, pesan sensoris dari organ tubuh tertentu disampaikan dulu ke saraf pusat. Setelah diolah, baru kemudian pesan itu disampaikan kembali ke organ tersebut dalam bentuk aktivitas motoris (gerakan). “Tapi pada orang yang mengalami tremor, sebelum sampai ke saraf pusat, pesan sensoris itu di-by pass oleh radiks, dan langsung diwujudkan dalam bentuk gerakan.”

Umumnya tremor tidak berakibat fatal, kok. Cuma kalau dibiarkan, tremor bisa berlanjut dan tambah parah, bisa menyebabkan hilangnya fungsi bagian tubuh yang terkena, dan timbulnya perasaan malu.

Meski jarang diamati, tremor sebenarnya gejala yang normal dan bisa dialami semua orang. Tremor tidak memandang jenis kelamin -laki-laki dan perempuan peluangnya sama- serta ras. Tremor yang normal sering disebut tremor fisiologis dan bisa terlihat ketika kita misalnya merentangkan tangan. Jenis tremor ini juga dapat dipacu bila kita mengalami situasi khusus seperti cemas atau lelah.

Jika digolongkan menurut posisi atau perilaku seperti apa yang bisa menyebabkan tremor, jenis tremor bisa bermacam-macam (lihat boks).

Akibat Gangguan Tiroid

Ada orang yang lahir dengan kecenderungan mengalami tremor. Tremor yang dimulai di daerah lengan atas saat masa remaja, misalnya, sebagian disebabkan oleh keturunan. Dan sekali terjadi, biasanya akan terjadi terus.

Menurut Rachmat, selain karena keturunan, ada hal-hal lain yang bisa menyebabkan tremor. Pertama, karena refleks. “Ini bisa terjadi pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan,” papar dokter anak di RS Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini. Refleks ini merupakan hal yang normal dan bisa hilang setelah anak makin besar.

Kedua, tremor yang disebut picks, yang terjadi karena kebiasaan. Ini ditunjukkan oleh anak atau orang dewasa sebagai reaksi atas keadaan emosional yang ia alami. Tremor ini bisa terjadi di bagian tertentu wajah, seperti alis, hidung, sudut mata, dsb. Karena tremor ini timbul akibat kebiasaan si penderita, tremor ini sulit sekali dihilangkan.

Ketiga, tremor akibat suatu penyakit. Orang yang mengalami gangguan kelenjar tiroid, misalnya hipertirodisme, akan sering mengalami tremor. “Tremor ini bisa hilang jika penyakit yang menjadi penyebabnya ditangani lebih dulu,” papar dokter yang juga berpraktek di RS Internasional Bintaro ini. Untungnya, jarang sekali anak yang terkena, karena gangguan tiroid ini biasanya baru muncul pada orang dewasa.

Pada anak yang suka main video games, play station, atau game-game lain yang membutuhkan koordinasi gerakan tangan yang cepat, bisa saja mengalami tremor. Hal ini sama juga seperti yang dialami oleh pengemudi mobil atau orang yang menangani mesin-mesin yang bergetar.

Penyebabnya, bisa karena refleks atau kebiasaan. “Yang jelas, karena ada by pass dari proses sensoris-saraf pusat-motoris tadi,” papar Rachmat. Karena tremor ini cuma timbul pada anak yang melakukan sesuatu secara intens dan berulang-ulang, yang paling mudah adalah sedikti demi sedikit mengurangi kebiasaan si anak tersebut. Jika frekuensi bermain video games itu dikurangi, sampai akhirnya dihilangkan, tremor pun cenderung akan menghilang. Untuk kasus seperti ini, kata Rachmat, umumnya tidak memerlukan pengobatan atau penanganan khusus.

Namun jika sampai membuat si anak mengalami gangguan dalam memegang gelas atau menulis, penanganan yang lebih serius haru dilakukan. Sejumlah obat dapat digunakan untuk mengurangi gejala tremor ini, meski obat-obatan itu membawa efek samping juga.

Jenis-jenis Tremor

Tremor bisa juga digolongkan berdasarkan posisi atau perilaku yang dipengaruhi oleh tremor itu.
1. Tremor istirahat

Dikenal juga sebagai tremor statis, timbul ketika otot tidak digunakan, atau ketika tangan sedang istirahat di atas sebuah benda. Tremor ini paling banyak terjadi pada penderita penyakit Parkinson.
2. Tremor postur

Terjadi ketika penderita sedang mencoba mempertahankan posisi tubuh tertentu, misalnya merentangkan tangan. Tremor postur ini mencakup banyak sub-jenis.
3. Tremor kinetik

Dikenal juga sebagai tremor tindakan. Ini terjadi kertika penderita berusaha melakukan gerakan yang disengaja. Misalnya ketika tangan hendak menyentuh suatu benda tertentu.
4. Tremor histeris

Biasanya terjadi baik pada orang dewasa maupun muda. Tremor ini cenderung menghilang ketika penderita tidak lagi berfokus pada bagian tubuh yang mengalami tremor itu.
5. Tremor aktivitas khusus

Terjadi ketika penderita berusaha melakukan aktivitas tertentu. Misalnya menulis, berbicara, atau mengangkat benda. Termasuk di dalamnya tremor orthostatic, yang cuma terjadi pada kaki. Yakni, kaki tidak bisa tahan berdiri meski hanya beberapa detik saja. Tapi tremor ini hilang jika kaki itu digunakan untuk berjalan atau duduk.
TG

Sumber: Tabloid Ibu Anak