Balita Terlalu Banyak Minum Susu

sumber : sehatgroup.web.id / milissehat.web.id
04/10/2004
Q : Anak saya 21 bl,saya bingung dengan anak saya yang susah sekali makan, untuk 4 sendok makan itu sudah bagus untuk anak saya, dan dia lebih suka susu kedelai, dalam satu hari bisa 10 botol, saya sudah coba kurangi susunya, tapi sama saja porsi makannya tidak berubah bahkan susah sekali, yang paling dia suka hanya chips kentang, apakah anak saya akan ketergantungan susu sampai dia besar?Saya sangat butuh jawabanya bu….Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.
Iin

A : Dear IInThanks buat emailnyaUsia se anakmu memang sedang “susah-susah”nya. Mereka mau menunjukkan independensinya dalam berbagai bentuk termasuk perihal pola makanDi lain pihak, di atas usia 1 tahun, susu bukan lagi makanan inti. Susu hanya merupakan asupan kalsium padahal kamu bisa dapat kalisum dari makanan sehari-hari.
Kalau terlalu banyak susu, otomatis anak tak mau makan; anaknya gemuk tetapi biasanya kadar Hbnya agak rendah alias anemis karena bagaimanapun susu tersebut tak lagi mencukupi kebutuhannya. Kalau boleh saya sarankan, tidak ada cara lain selain mengurangi susunya menjadi 500 – 750 ml saja sehari.
Kedua, tentunya dia akan merasa lapar tetapi memaksa minta susu. Katakan dengan tegas tanpa marah, bahwa kamu tidak bisa memberikan susu. Saya selalu tekankan kepada para orang tua, bahwa, anak-anak merupakan individu yang sangat cerdas. Di satu sisi, dia akan bertahan dengan keinginannya sampai suatu saat kalau ia melihat ibunya konsisten dan tegas, ia pun akan menyerah. Kedua, anak sangat cerdas sehingga, tubuh dan otaknya tidak akan membiarkan ia diserang kelaparan hebat, pasti dia akan mengkonsumsi makanannya. Nah oleh karena itu, sambil dibatasi susunya, kamu sediakan snacks sehat di piring-piring kecil yang sewaktu-waktu akan dia ambil ketika rasa laparnya tidak tertahankan. Ok selamat mencoba

Dr.wati

Serba-serbi penyebab anak susah makan & tips praktis mengatasinya

sumber : milis sehat
(Ditulis bebas & dirangkum dari berbagai sumber oleh Luluk Lely Soraya I)

Problema sulit makan ini dialami anak di usia balita. Umumnya mulai
ditemui pada usia anak 1-4 th. Banyak hal yang menyebabkan anak susah
makan. Karena bagi anak, saat makan itu bukan hanya pemenuhan gizi tetapi
juga saat penuh tantangan, rasa ingin tahu, berlatih, belajar, dsb.

Berikut sekilas bahasan penyebab anak susah makan & tips singkat
mengatasinya :

1. Bosan dengan menu makan ataupun penyajian makanan.

Menu makan saat bayi (> 6 bl) yg itu-itu saja akan membuat anak bosan dan
malas makan. Belum lagi cara penyajian makanan yg campur aduk antara lauk
pauk spt makanan diblender jadi satu. Sama spt orang dewasa, kalau kita
makan dg menu yg sama tiap hari dan disajikan dg campur aduk, pasti akan
malas makan.
Begitu juga dg pengenalan makanan kasar.

Tips : Tentu saja variasikan menu makan anak. Jika perlu buat
menu makan anak min. selama 1 minggu utk mempermudah ibu mengatur variasi
makanan. Jadi tergantung pinter-pinter-nya ibu memberikan makanan
bervariasi. Spt kalau anak gak mau nasi, kan bisa diganti dg roti, makaroni,
pasta, bakmi, dsb.
Penyajian makanan yg menarik juga penting sekali. Jangan campur adukkan
makanan. Pisahkan nasi dg lauk pauknya. Hias dg aneka warna & bentuk. Jika
perlu cetak makanan dg cetakan kue yg lucu.

2. Memakan cemilan padat kalori menjelang jam makan, sehingga
anak tidak merasa lapar. Seperti permen, minuman ringan, coklat, hingga
snack ber-MSG, dsb. Akibatnya ketika jam makan tiba anak sudah
kekenyangan.

Tips : Atur makanan selingan atau cemilan jauh sebelum waktu
makan tiba. Beri juga cemilan yang sehat spt potongan buah, sayur kukus,
keju, yoghurt, es krim, cake buatan ibu, dsb.

3. Minum susu terlalu banyak

Susu di banyak keluarga dianggap sebagai makanan ¡¨dewa¡¨ yang bisa
menggantikan makanan utama spt nasi, sayur & lauk pauknya
Orangtua cenderung kurang sabar memberikan makanan kasar.
Atau orang tua sering takut anaknya kelaparan, sehingga makanan diganti
dengan susu..Akhirnya, daripada perut si anak tidak kemasukan makanan,
diberikan saja susu berlebihan. Padahal setelah anak berusia 1th, kehadiran
susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Secara gizi, susu hanya
untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja. Kan kalsium dan fosfor ini
dengan mudah kita dapatkan dalam ikan-ikanan, sayur & buah.

Tips : Kurangi susu ! Di atas usia 1 tahun kebutuhan susu hanya 2
gelas sehari. Mulailah melatih anak dg berbagai jenis makanan. Ubah pola
pikir orangtua.

4. Terpengaruh kebiasaan orang tuanya.

Anak suka meniru apa yang dilakukan oleh anggota keluarga lainnya,
terutama orang tuanya. Banyak perilaku yg dilakukan ortunya yg mempengaruhi
perilaku makan anak. Mis. anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang
malas makan (ex. diet), akan mengembangkan perilaku malas makan juga.

Perilaku lainnya, sering kita jumpai orang tua masih menyuapi anak yang
sudah kelas V SD. Akibatnya anak gak terlatih untuk bisa makan sendiri.

Perilaku makan yang kurang pas juga spt kebiasaan ortu ketika menenangkan
anak yg sedang rewel dengan cara membelikan jajanan yang padat kalori
(permen, minuman ringan, coklat, dsb.).
Akibatnya anak kekenyangan & malas makan.

Tips :
Perhatikan & ubah kebiasaan & perilaku orang tua kapanpun, termasuk
perilaku makan. Ingat, anak merekam, belajar & menerapkan semua hal yg ia
dapat dari lingk sekitarnya, terutama ortunya. Biarkan anak mencoba memakan
makanan sendiri sejak dini, tanpa disuapi. Gak perlu takut berantakan.
Feeding is about learning.

5. Munculnya sikap negativistik „» fase normal yg dilewati tiap anak.

Pada usia >2 th, anak sering ¡¨membangkang¡¨/ tidak mau patuh. Saat makan
tiba, anak terkadang bilang ¡¨gak mau¡¨, makanannya suka dilepeh atau
dilempar, dsb. Ini disebut sikap negativistik.
Sikap negativistik merupakan fase normal yg dilalui tiap anak usia balita.

Sikap ini juga suatu bagian dari tahapan perkembangannya untuk menunjukkan
keinginan untuk “independent”. Jadi batita umumnya ditandai dengan “AKU”,
artinya segala sesuatunya harus berasal dari AKU bukan dari orang lain;
intinya “power”.

Nah banyak ortu yg gak memahami hal ini, sehingga lantaran khawatir
kecukupan gizi anak tidak terpenuhi, orang tua biasanya makin keras
memaksa anaknya makan. Ada ortu yg mengancam anaknya bahkan memukul. Cara2
tsb harus dihindari.

Justru semakin anak pd usia ini dipaksa, justru akan makin melawan
(sebagai wujud negativistiknya). Realisasinya apalagi kalau bukan
penolakan terhadap makanan. Bisa dimaklumi kalau ada orang yang sampai
dewasa emoh makan nasi atau sama sekali tak menyentuh daging. Bisa jadi
sewaktu masih kecil yang bersangkutan sempat mengalami trauma akibat
perlakuan orang tuanya yang selalu memberinya makan secara paksa.

Tips : Pahami kondisi anak dg baik. Jadilah ortu yg otoritatif. Artinya
bersikap tidak memaksa, tetapi juga tidak membiarkan begitu saja. Bina
komunikasi yg baik dg anak. Bersabarlah menghadapi anak. Kan rumah adalah
¡¨madrasah¡¨ pertama & utama bagi anak.

5. Anak sedang sakit / sedih
Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan krn anak sedang sakit atau
sedang sedih. Kalau semula anak terlihat aktif, riang dan “cerewet”, maka di
kala sakit ia lebih suka diam dan terlihat malas-malasan.

Tips : Kembali pada konsep bina komunikasi yg baik. Jangan paksakan anak
kalau gak mau makan. Beri makanan ringan yg padat kalori, spt makaroni
skutel, dsb.

Yg jelas dan perlu diingat baik2 oleh tiap ortu adalah
Seberapapun anak gak mau / susah makan, ia tidak akan membiarkan dirinya
kelaparan ! Selama mentalnya sehat.
Artinya, begitu ia kelaparan, maka ia akan makan.

Tetap kreatif mengolah & menyajikan makanan, bina komunikasi yg baik,
terus belajar menjadi ortu & memahami kondisi anak, dan bersabar.

9 Cara Membuat Si Kecil Makan Lebih Sehat

sumber : http://www.dechacare.com/9-Cara-Membuat-Si-Kecil-Makan-Lebih-Sehat-I629.html

Jika sejak kecil buah hati Anda sudah mengenal makanan yang kurang sehat, seperti junk food, snack MSG, atau minuman berkarbonasi, tak heran jika ia agak sulit untuk mau mengkonsumsi makanan sehat. Sayuran, buah-buahan, atau makanan sehat lainnya agak sulit untuk dikonsumsi anak-anak. Namun, jika tak dibiasakan, lama-kelamaan si kecil bisa menderita obesitas. Berikut adalah cara yang bisa Anda lakukan untuk membujuk anak untuk mengkonsumsi makanan sehat.

1. Persediaan di lemari
Persediaan yang Anda miliki di lemari penyimpanan makanan akan memengaruhi pola makan si kecil. Hindari camilan tinggi lemak, asin, dan manis dari daftar belanjaan Anda. Alih-alih, pilih makanan seperti buah-buahan dan sayuran untuk disimpan. Khususnya makanan yang mudah dibawa dan dimakan, seperti apel, pisang, dan wortel kecil. Makanan lain yang sehat, seperti yogurt tanpa lemak, selai kacang alami, biskuit whole-grain, dan susu rendah lemak.

2. Ajak seisi keluarga untuk berpartisipasi
Ajak agar si kecil berpartisipasi dalam mengambil barang belanjaan. Misal, dengan memberikan masing-masing daftar belanjaan makanan sehat yang memang akan Anda beli. Anak tak boleh memasukkan makanan yang tak tercantum di daftar ke dalam kereta belanja. Mereka akan terbiasa terekspos dengan makanan sehat dengan sendirinya.

3. Asupan kalsium
Anak-anak butuh kalsium, apalagi yang sedang dalam masa pertumbuhan. Anda harus lebih cerdas dalam menjalankan taktik. Misalnya, tambahkan keju rendah lemak tinggi kalsium ke dalam omelet sarapannya, atau lelehan keju tinggi kalsium di atas rotinya. Pandai-pandai untuk berkreasi agar kebutuhan vitamin si kecil terpenuhi dan sehat.

4. Celup-celup
Celup-celup sayuran dan buah bikin acara makan jadi lebih menyenangkan. Coba hidangkan potongan buah apel beserta yogurt vanila rendah lemak. Agar si kecil juga mengenal, bahwa makanan sehat pun enak rasanya. Plus, supaya ia tak lagi takut untuk mencoba makanan selain makanan yang biasa ia makan di meja makan atau di kantin.

5. Jadi panutan
Jadilah panutan dan ajari anak-anak untuk menyeimbangkan pilihan ketika sedang makan di luar. Tambahkan salad hijau dalam pesanan dan pesan saus yang rendah lemak. Pilih mustar ketimbang mayones pada olesan sandwich. Pilih makanan yang dikukus ketimbang gorengan.

6. Perbanyak serat
Ketika anak-anak sudah mengenal makanan junk food yang asin dan banyak lemak, sulit untuk membuat mereka menyukai makanan yang kaya serat. Padahal, serat ketika dikombinasikan dengan air yang banyak bisa mencegah konstipasi. Makanan berserat yang amat baik memiliki 5 gram atau lebih serat per saji. Sementara makanan yang dinilai cukup baik memiliki sajian antara 2,5 hingga 4,9 gram per saji. Beberapa makanan yang memiliki kandungan serat baik, antara lain, kentang manis panggang dimakan dengan kulit yang sudah dibersihkan, dan keripik gandum (flake).

7. Sajikan porsi kecil
Untuk memastikan bahwa si kecil tidak makan terlalu banyak, pastikan ia hanya mendapatkan makanan dengan sajian yang secukupnya. Cegah agar si kecil tidak mengkonsumsi terlalu banyak camilan, pisahkan camilan untuknya dalam porsi kecil. Misal, siapkan 1 tempat makan khusus untuknya yang berisi camilan yang boleh ia makan. Ini berguna untuk menghindarkannya mengkonsumsi makanan berlebihan, sekaligus mengkontrolnya mengambil makanan di luar porsinya.

8. Tambahkan makanan sehat
Jangan lupa untuk menghidangkan buah-buahan di rumah. Selain rendah kalori, buah juga kaya vitamin dan mineral. Mengkonsumsi buah sebelum makan bisa mengenyangkan sebelum makan besar. Hasilnya, perut terasa lebih penuh sebelum makan, sehingga bisa mengurangi masuknya kalori.

9. Ukur-ukur
Ajari anak Anda berapa banyak porsi yang masuk akal. Contoh, sajian nasi yang cukup kira-kira sebesar sendok scoop es krim. Untuk membuat si kecil terbiasa melihat perkiraannya, biarkan si kecil mengambil nasi dengan scoop es krim dari mangkuk nasi untuk makan malam nanti. Ukuran makan daging yang cukup untuk anak-anak sekitar sebesar tumpukan kartu remi. Jadi, bawa perbandingannya saat akan makan nanti.

Kalau Nggak Disembur, ya Diemut

sumber : http://cyberman.cbn.net.id
sumber : Mother And Baby

Acara memberi makan bayi jadi mengesalkan karena belakangan ini Si Kecil malas-malasan menelan setiap suapan. Kalau tidak disembur, ya diemut. Mengatasinya?

Menjelang genap satu tahun, Bobby punya “hobi” baru. Si Gembul yang tadinya doyan makan dan mudah sekali disuapi, kini sering memuntahkan setiap suapan dengan jalan menyemburkan makanan dari dalam mulutnya. Ini hampir tiap hari terjadi, padahal ibunya sudah berusaha membangkitkan selera makan bayinya dengan sajian bervariasi, lho.

“Lho, Bening anakku juga gitu. Cuma makanannya bukan disembur,
tapi diemut. Jadi tetap saja makannya susah, dua jam baru habis semangkuk,” keluh ibu muda lainnya, juga baru punya satu anak bayi.

Bagi ibu yang biasanya tidak punya masalah dalam memberi makan bayinya, saat anak punya kebiasaan baru, menyemburkan atau mengemut makanan, tentu membuat ibu cemas. Biasanya kehawatiran yang muncul adalah ketakutan nutrisi bayi tidak tercukupi. Habis, makanan susah masuknya…

Mekanisme Diet

Menurut Dr. Sri Enggar Sp. A (K) Spesialis Penyakit dan Konsultan Masalah Anak, sesungguhnya ibu tidak perlu terlalu khawatir menghadapi perilaku bayi seperti Bobby atau Bening. Katanya, hampir setiap bayi mengalami fase “sembur dan emut” seperti itu, kok. Perilaku bayi memuntahkan atau menyemburkan makanan bukan karena bayi kehilangan selera makan. Yang lebih mungkin terjadi adalah bayi sedang menempatkan diri dalam diet pemeliharaan tubuh. “Karena, jika bayi makan seperti yang ia lakukan di usia kurang dari satu tahun pertama hidupnya, ia akan mengalami kenaikan berat badan dengan kecepatan sama. Jika ini terjadi, tidak lama lagi bayi Anda
akan lebih mirip bola ketimbang bayi,” ungkap Enggar, seraya tersenyum.

Sebagian besar bayi mengalami kenaikan Berat Badan (BB) tiga kali
BB lahir ketika ia berusia satu tahun. Misal, jika saat lahir bayi ber-BB empat kilogram, maka di akhir usia setahun BB-nya mencapai duabelas kilogram (3 X 4 kilogram). Pada tahun kedua bayi hanya menambahkan kira-kira seperempat dari berat lahirnya. Jadi, bayi yang lahir dengan BB empat kilo, pada tahun kedua hanya akan menambah BB-nya 1 kilogram (1/4 X 4 kilogram). Tak heran bila pertumbuhan BB bayi pada tahun kedua lambat. “Jadi menurunnya selera makan bayi saat ini adalah cara tubuh bayi menjamin adanya penurunan kenaikan berat
badan,” ujar Enggar.

Nah, setiap bayi memiliki perilaku berbeda-beda dalam fase
ini. Ada bayi yang sama sekali tak mau membuka mulutnya saat
disuapi. Ada yang mau memasukan makanan ke dalam mulut tetapi
memuntahkan/menyemburkanya kemudian – sebetulnya tidak semua makanan dimuntahkan, karena pasti ada yang masuk. Ada juga bayi yang berusaha mengurangi jatah makannya dengan mengemut makanan lama-lama di mulut, sampai ibu atau pengasuh bosan, sehingga bayi tidak perlu menghabiskan seluruh isi piring, sebab “menyerah” pada suapan kelima atau tujuh – “Yang penting sudah banyak yang masuk,” alasan ibu.

“Semua harus dihadapi orangtua dengan sabar, dan tidak perlu negative thinking atau sampai mencekoki bayi makanan segala, karena kalau itu yang terjadi malah tidak sehat karena dapat membuat bayi trauma,” saran Enggar.

Selain faktor mekanisme diet, ada juga faktor lain yang dapat memicu perilaku bayi tersebut. Salah satunya adalah bertambahnya minat bayi terhadap dunia di sekitarnya. Saat ini jadwal makan justru terasa “sangat mengganggu” bayi, lantaran ia sebenarnya ingin terus bergerak, bukannya duduk manis untuk makan. Ada begitu banyak hal yang dapat dilakukan dan dapat dilihat, sehingga jadwal makan hanyalah menyita waktu. “Selain itu, di usia bayi menuju batita kemandirian bayi mulai tumbuh. Ini mempengaruhi reaksinya pada makanan yang disantapnya. Bayi yang sedang dalam proses berkembang menjadi batita memutuskan dialah yang menjadi tuan di meja makan, bukan orangtua atau pengasuhnya. Karena itu bayi mulai memilih makanan yang ingin dikonsumsi,” tutur Enggar.

Dokter yang pratik di RSCM Jakarta ini melanjutkan, bisa saja kemarin bayi semangat manyantap bubur beras merah, tapi hari ini menolak mati-matian memakannya. Dalam keadaan ini sebaiknya orangtua mengikuti kemauan bayi dulu. Pastikan saja bayi mendapat makanan pengganti, misal, snacking bergizi dan susu. Toh, kebiasaan ini akan berlalu juga.

Atau Memang Ada Masalah?

Jika orangtua meragukan penolakan bayi terhadap makanan karena sebab psikologis di atas, Enggar tidak menyalahkan, memang ada juga kemungkinan bayi mengalami masalah atau gangguan fisik yang mempengaruhi minat makan. “Yang paling sering terjadi adalah karena tumbuh gigi, ” kata Enggar, terutama saat gigi geraham bayi tumbuh menembus gusi.

Jika ini penyebabnya, kebiasaan bayi memuntahkan atau menyembur makanan akan disertai mood mudah marah, suka menggigit jari, mulut mengeluarkan ludah berlebihan, kadang disertai demam. “Pertumbuhan ini memang membuat rasa tidak enak pada bayi sehingga ia menolak makan. Sebaiknya periksakan kondisi ini pada dokter saat imunisasi bayi,” saran Enggar.

Bayi yang sedang tidak enak badan seperti batuk-pilek juga bisanya melakukan aksi serupa. Sedang bila Anda mengkhawatirkan sebab lain yang lebih serius, misal, bayi mengalami problem susah menelan, sebaiknya mintalah pemeriksaan pada dokter, meski Enggar menyatakan hal ini kecil kemungkinannya, terutama jika dulunya bayi tidak pernah berulah demikian. “Satu hal yang saya tekankan, orangtua jangan menjadi emosi mengahadapi ulah bayi ini. Bila Anda tetap ingin ada makanan yang masuk ke mulut bayi lakukan trik-triknya. Jangan melakukan pemaksaan karena hanya akan menimbulkan problem makan yang kronis.”

Trik Tangkal Sembur

1. Ganti makanannya
Beberapa makanan tampak dramatis saat disemburkan dari mulut bayi, misal, bubur, sereal, yoghurt. Tapi coba ganti dengan makanan berbentuk irisan kasar khusus untuk tumbuh gigi, seperti irisan wortel, pisang, ubi rebus, atau roti. Efek “seru” saat makanan disemburkan yang hilang, akan mengurangi setengah motivasi anak menyemburkan makanan.

2. Beri kesempatan anak makan sendiri
Dengan makan sendiri anak akan terlalu sibuk untuk menyembur dan mengemut karena tugas barunya makan sendiri sangat menarik hatinya.

3. Biarkan Sendirian
Jika tidak ada “penonton” anak tidak akan mendapatkan kepuasan dari “pertunjukannya”, dan akan merasa enggan meakukannya. Letakkan makanan di hadapannya, dan sibukkan diri Anda. Jika Anda mendengar suara semburannya, jangan menoleh.

Hentikan Acara Makan
Dengan wajah dingin, beri anak peringatan tegas, “Jangan menyemburkan makanan”. Jika ia mengulang perbuatannya, ulangi peringatan. Jika ia mengulang lagi hingga tiga kali, segera singkirkan makanan. Anak akan segera mengetahui maksud Anda.

(Mila Meiliasari)

Feeding Your Toddler

source : http://www.keepkidshealthy.com/toddler/feeding_your_toddler.html

Feeding toddlers can be challenging. They are often picky eaters, are hesitant to try new foods, and in general, don’t seem to eat very much.
To begin planning your toddler’s diet, it can help to begin with the idea that toddlers need a lot less to eat than you think. Remember that children aren’t growing as fast as they were during their first year of life and so have lower energy needs (the amount of calories per kg of their body weight) and smaller appetites. So if your child is active, healthy, and growing and developing normally, then he is likely getting plenty to eat.
It can also help to avoid common mistakes, such as:
• drinking more than 16-24 ounces of milk each day.
• drinking more than 4-6 ounces of juice each day.
• letting your child fill up on sweets and snacks.
• forcing your child to eat when he isn’t hungry.
• giving servings that are too big. The average toddler serving is going to be about 1/4 of an adult serving size. Don’t go by the serving size listed on nutrition labels, as these are mainly for older children and adults.
Toddler Food Pyramid
Well, there isn’t a toddler food pyramid. The Kids’ Food Pyramid is for children aged 2-6 years, but you can still use it to guide what your younger toddler eats, including 6 servings of grains, 3 servings of vegetables, 2 servings of fruits, 2 servings from the milk/dairy group, 2 servings from the meat and protein group, and a limited amount of fats and sweets. Just remember that the serving sizes will be smaller for younger toddlers and are equal to about 1/4 an adult’s serving size.
The Basics of a Toddler’s Diet
Although you shouldn’t usually count calories, knowing how many calories your toddler needs can help when planning his diet and can also help reassure you that your child is getting enough to eat.
The average toddler needs about 1300 calories each day. Bigger kids will need a little more and smaller kids a little less. A good rule of thumb is that your toddler will need 40 calories each day for each inch of his height.
If he is following AAP recommendations as to how much milk and juice he drinks, that will take care of:
• 300-455 calories (about 19 calories per ounce) from whole cow’s milk (or a similar amount from breastmilk if you are breastfeeding your toddler 2-3 times a day) if he is drinking 16-24 ounces a day. Remember to not give low fat milk until your child is 2-3 years old and don’t overdo it on milk. If he gets up to 48 ounces of milk a day, then he is getting over 900 calories a day just from milk, which is almost 70% of the number of calories he needs all day
• 60-90 calories (about 15 calories per ounce) from juice. Don’t overdo it on juice either. If your child is drinking 2-3 10 ounce sippie cups of juice, that is giving him 300-450 extra calories.
• A common problem scenerio we see in kids who don’t eat much, is a toddler who drinks 4 cups of milk and 3 cups of juice each day. That can add up to 1350 calories, which is probably more than he needs all day, so it is not surprising that this child wouldn’t be hungry for other foods.
So you now have only another 550-950 calories to get in him, divided between three meals and two snacks. That usually isn’t very hard if you look at the number of calories in foods kids usually eat (although you should be choosing more healthy alternatives for many of these foods):
• american cheese (one slice) = 45 calories
• apple (1/2 small apple) = 40 calories
• banana (1/2) = 50 calories
• beef, ground ( ounces) = 85 calories
• bologna (1 slice) = 90 calories
• bread (1/2 – 1 slice) = 20-40 calories
• breakfast cereal (1/4-1/2 cup) = 40-80 calories
• chicken nuggets (3 – 6 pieces) = 105-210 calories
• eggs (1/2 – 1 egg) = 35-70 calories
• french fries (7 – 15 steak fries) = 60 – 120 calories
• french fries (8 – 17 Funky Fries) = 150-300 calories
• fruit cocktail, canned (1/4 ounce) = 50 calories
• Grahm Crackers (1 – 2 sheets) = 60-120 calories
• grape jelly (1 tablespoon) = 50 calories
• hot dog (1/2 – 1 hotdog) = 60-120 calories
• ice cream (1/2 cup) = 135 calories
• Macaroni & Cheese (2 1/2 ounces) = 260 calories
• mozzarella cheese (1 ounce) = 80 calories
• pancakes (1) = 60 calories
• peanut butter (1 tablespoon smooth and thinly spread) = 95 calories
• pizza, cheese (1/2 – 1 slice) = 140-290 calories
• Pop Tart (1/2 – 1 pastry) = 1-200 calories
• popsicle (1) = 70 calories
• pudding (1/2 cup) = 110 calories
• vegetables (1 tablespoon per year of age) = 25 calories/tablespoon
• yogurt (1/3 cup) = 50 calories
A sample breakfast, with 1/2 cup (4 ouces) of cereal, 1/4 cup of milk and 4 ounces of orange juice would give about 230 calories. If you instead gave a slice of bread with 1 tablespoon of peanut butter and jelly and 4 ouces of orange juice, your toddler would get over 250 calories.
For lunch, consider a 1/2 sandwich (one slice of bread), with 1 slice of lean luncheon meat (90 calories) and cheese (45 calories) . Or a tuna fish sandwich (add 1/2 tablespoon of mayo to the tuna to get 50 extra calories). Or a sliced and quartered hot dog. And water, juice or milk.
Dinner might include 1-2 ounces of chicken (75-100 calories) or beef (120-165 calories), 2-3 tablespoons of vegetables (50-75 calories), some whole wheat bread (40 calories) and 1/2 cup of milk (76 calories).
Plus, your child will likely need a couple of small snacks mid-morning and in the early afternoon. These might include 1/2 cup of milk (76 calories) or juice (60 calories), 2-3 tablespoons of fruit (50-75 calories), or a slice of cheese (45 calories). Alternatives might include some jello, pudding, or yogurt.
This sample diet outlined above will give your child well over 1000 calories. In reality, he may not eat 3 full meals each day though. Many toddlers just eat one good meal a day and it is usually still fine. If he eats a good breakfast (250 calories), a small lunch and dinner (100 calories each), has a couple of snacks (150 calories each), 16 ounces of milk (300 calories), and 6 ounces of juice (90 calories), then he is still getting almost 1200 calories.
If you (or your Pediatrician) doesn’t think that your child is getting enough calories, there are ways to boost the amount of calories he eats in small quantaties of foods. See our guide to boosting calories for more information.
Here are some more sample toddler diets:
• AAP: Sample One Day Menu
• Sample Meal Ideas for Toddlers
• Quick and Healthy Breakfasts for Kids
• Vegan Toddler Food Guide
Don’t Worry About –
The only real time that you should worry is if your child isn’t gaining weight well or isn’t very active. An overly restricted diet with too much milk and juice might also be a problem.
Things that you shouldn’t worry about include a toddler that:
• doesn’t seem like he eats a lot. Remember that as long as he is gaining weight and is active and healthy, then he is likely getting enough calories.
• only eats a few kinds of food each day, such as peanut butter and jelly sandwiches, hot dogs, or chicken nuggets and french fries.
• won’t try any new foods. You can keep trying to introduce new foods by putting a very small amount (like 1/2-1 tablespoon) on his plate and don’t force him to try or finish it. Many kids won’t try a new food until they have been offered it 10 or more times.
• doesn’t eat a balanced diet each day. Most kids don’t. As long as his diet seems balanced over a week or two, he is likely getting enough variety. If he really isn’t, talk to your Pediatrician about the need for a vitamin supplement.
• doesn’t finish everything on his plate. The idea that children should sit at the table until they ‘clean’ their plate is out of fashion. Instead, children should be taught to recognize when they are full and then stop eating. If your toddler isn’t finishing what you offer, learn to offer smaller portions.
• doesn’t eat what you prepare for him. Try to avoid making elaborate meals for your toddler or offering foods with a lot of spices or sauces. Instead, keep things simple. While you shouldn’t have to prepare a separate meal for your toddler every day, don’t be surprised if he doesn’t want to eat ‘adult’ foods.
• is overweight. Okay, you should be a little concerned if your child is overweight, even at this age. However, instead of restricting calories, you may just want to provide a healthy diet and encourge regular physical activity. Be sure to watch your serving and portion sizes (offer toddler size portions) and don’t offer too much milk, juice, or high calorie snacks.

20 tips for picky eaters

source : http://www.mayoclinic.com/health/childrens-health/HQ01107

Children’s nutrition: 20 tips for picky eaters
Is your child a picky eater? Use these practical tips to avoid mealtime battles.
By Mayo Clinic staff

Your preschooler has refused to eat anything other than peanut butter sandwiches for the past two days, and your toddler would rather play than eat anything at all. Sound familiar?

If children’s nutrition is a sore topic in your household, you’re not alone. Many parents are distressed by what their children eat — or don’t eat. However, most kids get plenty of variety and nutrition in their diets over the course of a week. Until your child’s food preferences mature, prevent mealtime battles one bite at a time.

1. Respect your child’s hunger — or lack thereof. Young children tend to eat only when they’re hungry. If your child isn’t hungry, don’t force a meal or snack.
2. Stay calm. If your child senses that you’re unhappy with his or her eating habits, it may become a battle of wills. Threats and punishments only reinforce the power struggle.
3. Keep an eye on the clock. Nix juice and snacks for at least one hour before meals. If your child comes to the table hungry, he or she may be more motivated to eat.
4. Don’t expect too much. After age 2, slower growth often reduces a child’s appetite. A few bites may be all it takes for your child to feel full.
5. Limit liquid calories. Low-fat or fat-free dairy products and 100 percent fruit juice can be important parts of a healthy diet — but if your child fills up on milk or juice, he or she may have no room for meals or snacks.
6. Start small. Offer several foods in small portions. Let your child choose what he or she eats.
7. Boycott the clean plate club. Don’t force your child to clean his or her plate. This may only ignite — or reinforce — a power struggle over food. Instead, allow your child to stop eating when he or she is full.
8. Leave taste out of it. Talk about a food’s color, shape, aroma and texture — not whether it tastes good.
9. Be patient with new foods. Young children often touch or smell new foods, and may even put tiny bits in their mouths and then take them back out again. Your child may need repeated exposure to a new food before he or she takes the first bite.
10. Eat breakfast for dinner. Who says cereal or pancakes are only for breakfast? The distinction between breakfast, lunch and dinner foods may be lost on your child.
11. Make it fun. Serve broccoli and other veggies with a favorite dip or sauce. Cut foods into various shapes with cookie cutters.
12. Recruit your child’s help. At the grocery store, ask your child to help you select fruits, vegetables and other healthy foods. Don’t buy anything that you don’t want your child to eat. At home, encourage your child to help you rinse veggies, stir batter or set the table.
13. Set a good example. If you eat a variety of healthy foods, your child is more likely to follow suit.
14. Be sneaky. Add chopped broccoli or green peppers to spaghetti sauce, top cereal with fruit slices, or mix grated zucchini and carrots into casseroles and soups.
15. Keep it separate. If your child isn’t a fan of various ingredients thrown together, you might “unmix” the food. Place sandwich fixings outside the bread, or serve the ingredients of a salad, casserole or stir-fry separately.
16. Stick to the routine. Serve meals and snacks at about the same times every day. If the kitchen is closed at other times, your child may be more likely to eat what’s served for meals and snacks.
17. Minimize distractions. Turn off the television during meals, and don’t allow books or toys at the table.
18. Don’t offer dessert as a reward. Withholding dessert sends the message that dessert is the best food, which may only increase your child’s desire for sweets. You might select one or two nights a week as dessert nights, and skip dessert the rest of the week. Or redefine dessert as fruit, yogurt or other healthy choices.
19. Expect some food preferences to stick. As kids mature, they tend to become less picky about food. Still, everyone has food preferences. Don’t expect your child to like everything.
20. Know when to seek help. If your child is energetic and growing, he or she is probably doing fine. Consult your child’s doctor if you’re concerned that picky eating is compromising your child’s growth and development or if certain foods seem to make your child ill.

Your child’s eating habits won’t likely change overnight. But the small steps you take each day can help promote a lifetime of healthy eating

Food Pyramid — How much is a serving?

source :http://www.goaskalice.columbia.edu/0715.html

Alice,

Is there a chart that lists how much of various foods constitute a “serving” under the new Food Pyramid guidelines?

— Trying to eat healthy

Dear Trying to Eat Healthy,

Knowing what and how much to eat can feel overwhelming. In recognition of the fact that more Americans are overweight and obese than ever before, the U.S. Department of Agriculture (USDA)/U.S. Department of Health and Human Services recently rebuilt the pyramid — the food guide pyramid, that is. This new pyramid now goes by “MyPyramid” and makes suggestions based on age, gender, and activity level. It no longer recommends amounts of food in terms of serving size, but rather suggests portions according to actual weights and amounts of specific foods. You can learn more about how to apply the new food guide pyramid recommendations to your lifestyle at http://www.MyPyramid.gov.

Even though there is no single chart that details how much of a particular food a serving constitutes, you can click on each food group’s heading (see below) for more information on common portion sizes. Also, here’s a basic breakdown of the new guidelines:

Breads, Cereals, Rice, and Pasta
One serving equals 1 slice of bread; 1/2 cup of cooked rice, pasta, or cereal; or 1 ounce of cold cereal. All of these serving sizes are known as “ounce equivalents” in MyPyramid-speak.

As a general rule of thumb,
1 serving size/ounce equivalent of bread = plastic CD case
2 servings/ounce equivalents of cooked brown rice = a tennis ball

Vegetables
Unlike the Breads, Cereals, Rice, and Pasta group described above, cup size matters when it comes to vegetables. That is, vegetables servings are measured in cups rather than ounces. One serving equals 1/2 cup of raw or cooked vegetables or vegetable juice or 1 cup of leafy raw vegetables.

1 serving size = 1/2 cup of broccoli = a light bulb
1 serving size = 1/2 cup of potato = a computer mouse

Fruits
Like the vegetable group, cup size matters here, too. One serving equals 1 cup of fruit or 100 percent fruit juice, or 1/2 cup of dried fruit. Because fruits come in so many different shapes and sizes, it’s hard to say how many pieces of fruit count as a serving.

Generally, 1 serving size of whole fruit = 1 tennis ball
1 serving size of cut fruit = 7 cotton balls

Milk, Yogurt, and Cheese
One serving equals 1 cup of milk or yogurt, 1.5 to 2 ounces of cheese, and even 1.5 cups of ice cream. Choose low-fat options from this group whenever possible.

1 serving size of cheese = 2 9-volt batteries

Meat, Poultry, Fish, Dry Beans, Eggs, and Nuts
Like the Bread, Cereals, Rice, and Pasta group, serving sizes are also measured in ounce equivalents. One serving or ounce equivalent equals 1 ounce of cooked lean meat, poultry, or fish; 1/4 cup dried beans, after cooking; 1 egg; 1 tablespoon of peanut butter; or 1/2 ounce of nuts or seeds.

3 servings/ounce equivalents of fish = 1 checkbook
3 servings/ounce equivalents of meat or poultry = 1 deck of cards
2 servings/ounce equivalents of peanut butter = 1 roll of 35 mm film or 1 ping-pong ball

Oils
MyPyramid.gov measures serving sizes in teaspoons.

1 serving/teaspoon of margarine and spreads = 1 dice
2 serving/teaspoons of salad dressing = 1 thumb tip

Because these oils are found in many of the foods we eat, there may not be a need to add this group to your diet. For example, half of a medium avocado or 2 tablespoons of peanut butter provide 3 and 4 teaspoons or servings of oil respectively, while also counting towards your vegetable or nuts allowance.

Remember, also, that most portions in the U.S. are oversized and contain several servings of the recommended categories. Ideally you want most of your food to be whole grains, plenty of fruits and vegetables, low-fat calcium fortified foods (such as milk and cottage cheese), and lean sources of protein (such as fish, turkey, and chicken).

If you’re hungry for more information on dietary recommendations, check out the Dietary Guidelines for Americans 2005 and the American Dietetic Association’s Food and Nutrition Information web site. At Columbia, you can make an appointment with a registered dietitian or nutritionist to discuss your concerns and get more individualized information by calling Primary Care Health Services at x4-2284 or logging-in through Open Communicator.

Alice