Berjalan Lebih Cepat Bisa Buat Anda Panjang Umur

SUMBER : http://www.wolipop.com/read/2011/09/05/165159/1716013/1135/berjalan-lebih-cepat-bisa-buat-anda-panjang-umur

Jakarta – Umur hanya Tuhan yang tahu, namun manusia bisa berusaha menjalani gaya hidup sehat untuk memperoleh umur panjang. Banyak cara untuk memperoleh umur panjang seperti; berteman di kantor, berjemur, hobi belanja, hingga bercinta!

Baru-baru ini, sebuah penelitian menemukan bahwa ada cara sederhana untuk memperpanjang umur Anda, yakni dengan cara menambah kecepatan langkah saat berjaan kaki. University of Pittsburgh mengumpulkan data dari 35.000 peserta survei yang semuanya wanita berusia 65 tahun ke atas.

Dikutip dari situs Oprah, mereka yang berjalan lebih cepat 0.1 meter/detik, terhubung dengan penurunan risiko kematian sebesar 12%. Sedangkan mereka yang berusia 75 hingga 84 tahun, 92% dari mereka yang suka berjalan cepat (1.4 meter/detik atau lebih cepat), hidup 10 tahun lebih lama ketimbang mereka yang lebih lambat (35% wanita berjalan lambat = 0.4 meter/detik).

“Alasan mengapa kecepatan bisa mempengaruhi vitalitas seseorang adalah banyak organ dan sistem tubuh bekerja saat kita bergerak lebih cepat: jantung, paru-paru, otot, sendi, tulang dan otak,” ujar Stephanie Studenski, MD, penulis dari studi tersebut.

Ia berspekulasi bahwa suatu saat nanti, kecepatan bergerak akan menjadi tolok ukur dari para dokter untuk mengetahui tingkat kesehatan pasiennya. Berjalan lambat bisa menjadi indikasi masalah kesehatan. Dari kecepatan berjalan juga bisa diatur tekanan darah, diet hingga fitnes yang ideal.

4 Kebiasaan yang Bisa Memperpanjang Umur

SUMBER : http://www.wolipop.com/read/2011/09/10/123737/1719458/1135/4-kebiasaan-yang-bisa-memperpanjang-umur

Jakarta – Umur manusia memang di tangan Tuhan. Namun menurut penelitian, beberapa kebiasaan baik ini bisa meningkatkan kesehatan tubuh dan memperpanjang umur Anda dari segi medis. Apa saja kebiasaan baik tersebut? Berikut ini jawabannya, seperti dikutip dari Aol Health.

1. Bersihkan Gigi dengan Dental Floss
Menyikat gigi minimal dua kali sehari bisa mencegah gigi dari keropos, gigi berlubang dan pembentukan plak. Ditambah dengan dental floss, Anda punya kemungkinan hidup enam tahun lebih lama. Dalam buku ‘YOU: The Owner’s Manual’, Dr Michael Roizen dan Dr Mehmet C. Oz menulis, flossing dan menyikat gigi setiap hari, ditambah dengan rajin mengecek kesehatan gigi ke dokter secara rutin, bisa membuat Anda hidup lebih lama.

Saat membersihkan sela-sela gigi dengan benang, berarti Anda menyingkirkan bakteri yang bisa menyebabkan peradangan pada gusi. Peradangan pada gusi bisa menghantarkan virus dan bakteri ke jantung, sehingga berpotensi menimbulkan penyakit jantung.

Dalam bukunya ‘The Real Age Makeover’, Roizen juga menemukan studi dari Emory University yang mengungkapkan bahwa orang yang menderita radang gusi dan periodontitis (peradangan atau infeksi pada jaringan penyangga gigi) memiliki angka kematian 23 – 46 persen lebih tinggi dibandingkan mereka dengan gusi sehat.

2. Minum Teh
Minum teh bisa membantu Anda hidup lebih lama, menurut penelitian yang dilakukan hampir di hampir seluruh dunia. Dalam penelitian tersebut, 2.000 wanita China yang minum teh hijau secara rutin (ditambah diet makanan jamur) bisa mengurangi risiko kanker hingga 90 persen. Sementara itu, penelitian 40.000 wanita dan pria Jepang yang minum teh hijau lima cangkir sehari menurunkan kemungkinan mereka terkena stroke dan penyakit jantung.

Teh mengandung kafein dan antioksidan yang punya tingkat kemampuan tinggi melawan kanker. Lebih dari 15 tahun, para peneliti mengamati kebiasaan minum 60 ribu wanita Swedia berusia 40 – 76. Beberapa di antaranya minum sedikitnya dua cangkir teh per hari, sementara lainnya minum teh kurang dari satu cangkir per bulan.

Hasilnya, wanita yang minum teh setiap hari, risiko terkena kanker ovarium lebih rendah 46 persen dibandingkan yang tidak. Para ahli menyarankan minum minimal dua cangkir teh seduh per hari.

3. Konsumsi Vitamin D
Mengonsumsi vitamin D per hari dan Anda mungkin bisa membuat umur lebih panjang. Studi yang dilakukan pada 2007 terhadap 57 ribu orang dewasa di Eropa, Amerika Serikat dan Inggris menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi vitamin D, risiko kematiannya berkurang tujuh persen.

Vitamin D diketahui punya beberapa manfaat bagi kesehatan, antara lain memperkuat sistem imun dan tulang. Vitamin D juga menurunkan risiko diabetes, kanker, tekanan darah tinggi dan penyakit ginjal.

Anda bisa mendapat asupan vitamin D dari sinar matahari (antara pukul 7 – 9 pagi) atau minum tablet/pil vitamin D. Vitamin D juga bisa Anda dapatkan dari ikan mackerel, yogurt, jus jeruk, telur dan keju swiss. Disarankan mengonsumsi vitamin D minimal 400 mg, atau 800 mg bagi usia di atas 70 tahun.

4. Sering Kumpul Bersama Teman
Menghabiskan waktu santai, atau bersenang-senang bersama teman bisa mengurangi risiko kematian mendadak hingga setengahnya, meurut penelitian dari Brigham Young University. “Kurang bersosialisasi, sama tidak sehatnya dengan mengonsumsi 15 batang rokok per hari,” ungkap ketua penelitian, Julianne Holt-Lustad.

Studi yang mengumpulkan informasi dari lebih 300 ribu pastisipan dalam 148 penelitian, menemukan bahwa hubungan pertemanan yang kuat membawa pengaruh sangat positif terhadap kesehatan. Teman bisa menjadi tempat untuk berbagi rasa. Berkumpul bersama teman juga membuat suasana hati senang dan bisa mengusir stres serta kepenatan.

(hst/hst)