Batita Oh, Oh, Mabuk di Kendaran

sumber : http://cyberman.cbn.net.id

Ada lho, batita yang nggak kuat melakukan perjalanan jauh karena selalu mabuk di kendaraan. Terapinya bagaimana?

Ada batita yang kuat bepergian ke mana-mana, ada juga yang sensitif. Belum terlalu jauh kendaraan berjalan, misal, dalam perjalanan ke luar kota, dia sudah menunjukan tanda-tanda tidak sehat. Itu, lho, mabuk di kendaraan. Gejalanya, kepala pusing, tubuh dingin dan lemas, berkeringat, perut mual, kembung, pandangan mata berkunang-kunang, gemetar, sakit perut, dan akhirnya muntah-muntah.

Selain membuat repot ayah-ibu, kebiasaan mabuk di jalan pasti membuat anak tersiksa karena dia jadi tidak sehat dan tidak nyaman. Kenikmatan bepergian anggota keluarga lainnya pun terganggu. Bukan Penyakit Menurut Dokter Spesialis Anak Tb. Fauzan Nugraha Sp.A (K) beberapa batita memang sensitif terhadap gangguan mabuk perjalanan. Tapi banyak juga anak yang tidak pernah menunjukkan gejala selama perjalanan biasa ke pasar atau ke kebun binatang, akan menjadi mual selama perjalanan panjang di mobil, pesawat udara, kapal laut, maupun kereta api.

Menurutnya, seringkali keluhan ini bukan disebabkan gangguan kesehatan, melainkan dipicu faktor psikologis. “Misalnya, banyak anak yang sensitif pada bau. Baru mencium bau knalpot mobil atau bensin saja sudah pusing atau mual,” jelas dokter anak di RS Internasional Bintaro ini. Sensitif bau ini, lanjut Fauzan, akhirnya mencetus mabuk.

Faktor lainnya, mungkin perjalanan itu sendiri membuat si kecil tegang karena merupakan pengalaman pertama. Karena tidak terbiasa, anak yang belum akrab dengan lingkungan baru yaitu kendaraan yang ditumpangi, merasa tidak nyaman. Perasaan ini semakin menjadi bila kenyamanan kendaraan tidak menunjang, seperti sirkulasi udara kurang bagus, kendaraan padat, atau pengendara menjalankan kendaraan ugal-ugalan. “Atau, bisa juga pada waktu diajak bepergian kondisi anak sedang kurang fit. Ini menimbulkan rasa tidak enak selama di jalan dan dapat membuatnya mabuk. Trauma ini dapat terus membayangi anak sehingga setiap kali melakukan perjalanan, bayangan tidak enak akan muncul. Akhirnya dia benar-benar merasa tidak enak sehingga mengalami kebiasaan mabuk,” papar Fauzan.

Orangtua, lanjutnya, kerap juga tidak melakukan persiapan cukup saat membawa batita dalam perjalanan jauh. Misalnya tidak memeriksa isi perut anak. ”Dalam kondisi perut kosong anak akan lebih mudah merasa mual karena perutnya mudah terisi udara. Akibatnya selama di perjalanan dia mabuk. Tapi bisa juga sebaliknya, karena terlalu banyak makan perutnya penuh. Ini juga memicu mabuk,” ujar Fauzan, seraya menambahkan, perubahan diet dalam perjalanan, misal, makan siang diganti kentang goreng dan es krim, juga dapat membuat mual.

Agar Tak Mabuk Perjalanan
Di bawah ini sejumlah anjuran bagi orangtua dengan masalah batita yang gampang mabuk di perjalanan:

1. Dapatkan nasehat medis
Bila anak pernah mengalami rasa mual yang parah sebelumnya, bicarakan dengan dokter tentang kemungkinan untuk meminum obat anti mual, tapi hanya lakukan hal ini sebagai usaha terakhir, karena obat-obatan seperti ini kadang memiliki efek samping serius. Jangan gunakan obat yang ditempel pada kulit untuk anak batita.

2. Gunakan gelang laut
Adalah gelang elastis yang berfungsi mengurangi mabuk laut dengan menekan titik akupresur pada bagian dalam pergelangan tangan. Gelang ini telah digunakan para pelaut selama bertahun-tahun, tapi juga berfungsi untuk mencegah mabuk di darat. Selain tidak mahal, mudah digunakan, aman dan nyaman, gelang ini efektif. Biasanya tersedia di toko perlengkapan pelayaran atau berkemah, apotik, toko makanan sehat dan perlengkapan ibu hamil. Jika terlalu longgar pada batita, Anda dapat memperkecilnya dengan beberapa jahitan.

3. Lakukan Diet anti mabuk
Jenis makanan tertentu dapat mencetus mual, sebaliknya ada juga makanan yang mana bahkan dianjurkan untuk menghindari mual (lihat boks)

4. Udara segar dan tempat duduk dekat jendela
Di mobil, udara segar melalui jendela terbuka dapat mengurangi mabuk perjalanan. Di kapal laut berjalan-jalan di geladak dapat membantu. Di pesawat udara pengaturan saluran atau kipas udara di atas kepala adalah hal terbaik yang bisa Anda lakukan. Melihat pemandangan juga dapat meredakan rasa mual atau mabuk, jadi jika mungkin, dudukkan anak dekat jendela dan sekali-sekali ajak dia melihat sesuatu di luar. Duduk di kursi depan memang lebih empuk dan mengurangi guncangan, tapi untuk alasan keamanan, tidak dianjurkan bagi anak di bawah empat tahun.

5. Hindari aktivitas sensitif
Hindarkan anak dari aktivitas membaca buku atau hiburan lain yang membutuhkan ia memusatkan perhatian dalam jarak dekat, karena akan memperparah mabuk perjalanan. Kurangi juga kebanyakan gerak dalam perjalan karena bisa menimbulkan mual.

6. Ajak anak tidur
Jika anak bisa tidur, atau sedikitnya istirahat dengan mata tertutup selama perjalanan, maka kemungkinan untuk mabuk akan jauh berkurang.

7. Alihkan perhatian
Menjauhkan perhatian dari lambung akan membantu keadaan. Gunakan mainan, pita kaset, lagu, pembicaraan, lomba menemukan sesuatu, dsb.

8. Bersiaplah untuk yang terburuk
Batita yang mual umumnya tidak mengenal perasaan ini atau tidak mampu mengutarakannya. Mungkin mereka hanya mengeluh tidak enak, ada juga yang mengeluh sakit tenggorokan atau memegangi tenggorokannya dengan tangan, ada anak yang batuk – reaksi dari mual – ada yang tampak pucat. Tapi bisa juga tidak ada gejala sampai anak muntah.

Hadapi saja dengan tenang. Jika ayah ibu stres atau bereaksi berlebihan, anak bisa takut dan merasa bersalah. Atasi saja mabuknya dengan menyiapkan kantung plastik besar yang bisa diikat di atasnya – tapi jauhkan kantung-kantung ini dari jangkauan anak. Bila Anda di pesawat terbang atau kereta api, gunakan kantung muntah yang disediakan. Siapkan cadangan pakaian bersih, banyak lap, obat gosok, dan pewangi ruangan.

Bila anak muntah saat Anda mengemudikan mobil, berhentilah. Bersihkan sebisa mungkin. Biarkan anak menutup mata dan beristirahat selama beberapa menit sebelum melanjutkan perjalanan. Pengusapan handuk basah pada dahi anak akan membantu, begitu pula udara segar.

Diet Anti-Mabuk Perjalanan

1. Coba cek perut anak sebelum bepergian, apakah ia sudah makan dengan cukup – tidak sedikit tidak banyak. Pastikan ada jeda antara waktu makannya dengan waktu bepergian.

2. Hindari perut kosong, karena rasa mual lebih mungkin muncul jika perut anak tidak terisi. Seringlah memberi makanan ringan pada anak selama perjalanan, yang paling aman adalah roti dari bijian utuh dan biskuit kering.

3. Sebaiknya tidak jajan, karena beberapa virus yang terdapat dalam makanan jajanan dapat menyebabkan perut kembung dan memicu mabuk.

4. Hindari buah dan sari buah asam, misal, jeruk, lemon, nanas, karena sering membuat mual perut anak yang sedang dalam perjalanan. Penuhi kebutuhan vitamin C dengan buah yang tidak terlalu asam, misal, semangka dan apel manis.

5. Pastikan anak menganti cairan yang hilang dengan sering-sering menghisap air atau sari buah yang tidak asam. Anak seberat limabelas kilo butuh cairan kira-kira satu liter. Pada cuaca panas atau perjalanan udara yang dapat menyerap cairan tubuh, atau ketika anak muntah dan diare, kebutuhan cairan bertambah.

6. Hindari minuman bergelembung atau berkarbonat, termasuk soda, karena dapat memperparah mual di lambung.

(Mila/BOD)

Sumber: Tabloid Ibu Anak