Ibu Penuh Cinta, Anak Tumbuh Sehat

sumber : http://health.kompas.com/read/2011/09/28/08434695/Ibu.Penuh.Cinta.Anak.Tumbuh.Sehat

Kompas.com – Bukan rahasia jika anak-anak yang berasal dari keluarga
miskin lebih rentan menderita penyakit di usia dewasa. Tidak sedikit
pula literatur yang menyatakan anak-anak dari keluarga dengan status
ekonomi rendah lebih sering menderita penyakit flu dan jantung.

Anak yang berasal dari orangtua yang berpendidikan rendah juga lebih
beresiko menderita sindom metabolik, kumpulan gejala penyakit kronik,
seperti hipertensi, gula darah tinggi, serta lemak perut.

Kendati begitu, dampak dari keterbatasan ekonomi bagi kesehatan itu bisa
ditangkal jika anak-anak tersebut memiliki ibu yang mengasuh penuh
perhatian.

Dalam studi yang dilakukan tim dari Universitas British Columbia,
psikolog Gregory Miller menganalisa data 1.200 orang dewasa yang pada
masa kecilnya berasal dari keluarga miskin. Para peneliti kemudian
melakukan survei pada responden untuk mengetahui kadar perhatian ibu mereka.

Para peneliti menemukan, meski dari keluarga miskin namun anak-anak yang
diasuh oleh ibu yang memberi perhatian penuh pada kebutuhan emosional
anak dan memiliki ikatan yang kuat dengan anaknya, akan tumbuh menjadi
anak yang sehat.

Dalam laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science,
para peneliti menyebutkan stres yang dialami anak berpengaruh pada
tumbuh kembangnya dan secara permanen mempengaruhi kemampuan tubuh anak
melawan infeksi.

Karena itu ibu yang penuh perhatian dan mengasuh anaknya dengan baik
akan meningkatkan kesehatan anak di masa depan. “Risiko penyakit yang
dihadapi anak-anak dari keluarga miskin itu bisa dikurangi jika
orangtuanya memberi perhatian pada tumbuh kembang anak,” kata Miller.

Miller menyarankan, untuk menumbuhkan anak yang sehat, orangtua dan guru
di sekolah harus bisa mengajarkan cara pengendalian stres, memberikan
contoh yang baik dalam mengelola emosi dan memberikan rasa aman pada anak.

Membuat Kartu Riwayat Kesehatan Anak

sumber :http://cyberwoman.cbn.net.id/cbprtl/Cyberwoman/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=Cyberwoman|0|0|8|433

Mother And Baby Wed, 05 Mar 2003 09:11:00 WIB

Riwayat kesehatan si kecil sangat penting bagi pemantauan kesehatan dan tumbuh kembangnya. Buku riwayat kesehatan bisa kita buat sendiri, lho.

Memantau dan mengetahui riwayat kesehatan si kecil sangat diperlukan apabila terjadi sesuatu pada kesehatan maupun perkembangannya. Dalam buku ini kita catat segala sesuatu yang pernah dialami si kecil, yang menyangkut riwayat kelahirannya, tes kesehatan yang pernah dia jalani berikut hasilnya, catatan medis, imunisasi, pengobatan, dll. Apabila Anda mengajak si kecil berkunjung ke rumah sakit, jangan lupa membawa serta buku ini.

Dengan sebuah Buku Riwayat Kesehatan yang komplit, selain orangtua dapat memantau dan mengetahui riwayat kesehatan buah hati, dokter anak atau dokter keluarga juga akan sangat terbantu dalam memantau dan menjaga kesehatan anak. Karena itu jaga dan simpanlah buku ini di tempat yang mudah diingat dan dijangkau, terutama jika harus melakukan konsultasi dengan dokter melalui telepon. selain itu buatlah dua buah copinya, satu untuk dipegang pasangan Anda atau pengasuh anak, satu lagi disimpna untuk cadangan jika hilang.

Departemen Kesehatan RI sebenarnya pernah mengeluarkan buku Kesehatan Ibu dan Anak. Dalam buku ini selain orangtua bisa menuliskan riwayat kesehatan ibu hamil beserta si kecil yang lahir kemudian, juga terdapat beberapa petunjuk praktis masalah kesehatan keluarga dan anak-anak yang sering terjadi, berikut cara mengatasinya.

Namun jika Anda tidak mendapatkan buku ini, sebenarnya bisa membuat buku riwayat kesehatan sendiri, kok. Gunakan buku tulis biasa untuk membuat daftar riwayat kesehatan, agar tidak tercerai berai. Isilah buku riwayat ini lengkap dan jelas dengan tulisan mudah dibaca. Kalau perlu, gunakan pensil agar informasi di dalamnya bisa dengan mudah diperbaharui.

Berikut ini beberapa contoh keterangan yang harus terdapat dalam sebuah Buku Riwayat Kesehatan yang Anda buat sendiri:

1. Informasi Pribadi yang Penting tentang Anak Terdiri dari uraian:

– Nama
– Usia
– Data berat tubuh, tinggi tubuh, dan lingkra kepala
– Penyakit kronis atau cacat, bila ada
– Alergi, jika ada
– Suntikan tetanus terakhir yang diberikan
– Obat-obatan apa yang biasa diminum

2. Catatan Riwayat imunisasi Buatlah kolom-kolom yang terdiri dari:

– Usia
– Tanggal
– Imunisasi
– Reaksi, jika ada

3. Catatan Penyakit Terdiri dari uraian sebagai berikut:

– Tanggal
– Diagnosa
– Lama penyakit
– Gejala-gejala
– Perawatan di rumah
– Dokter yang dihubungi
– Perawatan medis
– Obat-obatan
– Berapa lama diberikan
– Reaksi terhadap obat, jika ada
– Komplikasi, jika ada

4. Pemeriksaan Berkala (dilakukan pada usia 12 bulan, 18 bulan, 36 bulan, atau sewaktu-waktu jika terdapat gangguan kesehatan).Uraikan secara rinci apa saja yang terjadi saat si kecil berkunjung ke dokter:

– Usia
– Tanggal
– Nama Dokter yang memeriksa serta rumah sakitnya
– Pertanyaan yang diajukan
– Apa yang Anda pelajari
– Berat tubuh anak
– Tinggi badan
– Lingkar kepala
(Rahmi/Toddler Years)

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Anak Tinggal dengan Perokok, Berisiko Emfisema

sumber :http://www.motherandbaby.co.id/index.php?mod=vcontent&tokenid=15d4e891d784977cacbfcbb00c48f133

Anak-anak yang sering berinteraksi di sekitar perokok, terutama saat di rumah, akan menghadapi risiko emfisema yang lebih tinggi ketika dewasa kelak, meskipun ia tidak merokok. Menurut penelitian dari seorang asisten profesor epidemiologi di Universitas Columbia, jurusan Kesehatan Masyarakat, Gina Lovasi, hal tersebut disebabkan oleh belum benar-benar pulihnya kondisi paru-paru mereka akibat paparan asap rokok yang dihirupnya selama hidupnya. Peneliti memperoleh kesimpulan setelah melakukan CT scan terhadap 1.781 orang dewasa non-perokok dari 6 komunitas di Amerika Serikat yang menderita Emfisema. Hasil yang diperoleh bahwa sekitar lebih dari setengah dari mereka dibesarkan di rumah dengan sedikitnya satu perokok.

Gina Lovasi menjelaskan emfisema merupakan sejenis radang paru-paru yang disebabkan pembengkakan pada bagian saluran udara (alveolus) sehingga terjadi penyempitan aliran udara dari dan menuju paru-paru, sehingga paru-paru menjadi kaku dan kehilangan elastisitasnya. Gejala yang dirasakan antara lain batuk kering hingga mengalami sesak nafas. Paparan asap rokok ini tidak sepenuhnya hilang dari paru-paru anak. Ketika, dewasa, paparan asap rokok ini merupakan cikal bakal penyakit emfisema.

“Kami dapat mendeteksi perbedaan antara peserta yang tinggal dengan 1 atau lebih banyak perokok saat anak-anak dan mereka yang sama sekali tidak tinggal seorang perokok di rumahnya,” jelasnya. Lebih jauh ia mengatakan bahwa beberapa dideteksi sebagai efek berbahaya dari asap tembakau jangka pendek dan dapat bertahan selama beberapa dekade.

Penelitian yang diterbitkan American Journal of Epidemiology ini juga mengatakan paparan asap rokok pada masa kanak-kanak lebih memiliki efek pengaruh kuat ketimbang ibu yang sedang hamil dan terpapar asap rokok.

Manfaat Vitamin A dan Tanda-Tanda Kekurangan Vitamin A.

sumber :http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=Tips%20-%20Tips&direktori=tips&filepdf=0&pdf=&html=20060220-sytjk0-tips.htm

Agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal dibutuhkan antara lain vitamin. Vitamin-vitamin ini selain dapat diperoleh dari makanan dapat juga diperoleh melalui suplemen-suplemen yang mengandung vitamin. Salah satu jenis vitamin yang dibutuhkan adalah vitamin A atau yang disebut juga retinol. Vitamin A berfungsi antara lain menjaga kelembaban dan kejernihan selaput lendir, memungkinkan mata dapat melihat dengan baik dalam keadaan kurang cahaya (sore atau senja hari), serta pada ibu nifas akan meningkatkan mutu vitamin A dalam ASI, sehingga bayi akan mendapatkan vitamin A yang cukup dari ASI.

Vitamin A dapat diperoleh pada minyak hati ikan, kuning telur, mentega, krim dan margarin yang telah diperkaya dengan vitamin A. Sedangkan provitamin A dapat diperoleh dari sayur-sayuran berdaun hijau gelap dan buah-buahan berwarna kuning atau merah serta minyak kelapa.

Akibat dari kekurangan vitamin A ini bermacam-macam antara lain terhambatnya pertumbuhan, gangguan pada kemampuan mata dalam menerima cahaya,� kelainan-kelainan pada mata seperti xerosis dan xerophthalmia, serta meningkatnya kemungkinan menderita penyakit infeksi. Bahkan pada anak yang mengalami kekurangan vitamin A berat angka kematian meningkat sampai 50%.

Kekurangan vitamin A terjadi terutama karena kurangnya asupan vitamin A yang diperoleh dari makanan sehari-hari. Pada anak yang mengalami kekurangan energi dan protein, kekurangan vitamin A terjadi selain karena kurangnya asupan vitamin A itu sendiri juga karena penyimpanan dan transpor vitamin A pada tubuh yang terganggu.

Tanda-tanda khas pada mata karena kekurangan vitamin A dimulai dari rabun senja (XN) dimana penglihatan penderita akan menurun pada senja hari bahkan tidak dapat melihat dilingkungan yang kurang cahaya. Pada tahap ini penglihatan akan membaik dalam waktu 2-4 hari dengan pemberian kapsul vitamin A yang benar. Bila dibiarkan dapat berkembang menjadi xerosis konjungtiva (X1A). Selaput lendir atau bagian putih bola mata tampak kering, berkeriput, dan berubah warna menjadi kecoklatan dengan permukaan terlihat kasar dan kusam. Xerosis konjungtiva akan membaik dalam 2-3 hari dan kelainan pada mata akan menghilang dalam waktu 2 minggu dengan pemberian kapsul vitamin A yang benar. Bila tidak ditangani akan tampak bercak putih seperti busa sabun atau keju yang disebut bercak Bitot (X1B) terutama di daerah celah mata sisi luar. Pada keadaan berat akan tampak kekeringan pada seluruh permukaan konjungtiva atau bagian putih mata, serta konjungtiva tampak menebal, berlipat-lipat dan berkerut-kerut. Bila tidak segera diberi vitamin A, dapat terjadi kebutaan dalam waktu yang sangat cepat. Tetapi dengan pemberian kapsul vitamin A yang benar dan dengan pengobatan yang benar bercak Bitot akan membaik dalam 2-3 hari dan kelainan pada mata akan menghilang dalam 2 minggu. Tahap selanjutnya bila tidak ditangani akan terjadi xerosis kornea (X2) dimana kekeringan akan berlanjut sampai kornea atau bagian hitam mata. Kornea tampak suram dan kering dan permukaannya tampak kasar. Keadaan umum anak biasanya buruk dan mengalami gizi buruk, menderita penyakit campak, ISPA, diare. Pemberian kapsul vitamin A dan pengobatan akan menyebabkan keadaan kornea membaik setelah 2-5 hari dan kelainan mata sembuh setelah 2-3 minggu. Bila tahap ini berlanjut terus dan tidak segera diobati akan terjadi keratomalasia (X3A) atau kornea melunak seperti bubur dan ulserasi kornea (X3B) atau perlukaan. Selain itu keadaan umum penderita sangat buruk. Pada tahap ini kornea dapat pecah. Kebutaan yang terjadi bila sudah mencapai tahap ini tidak bisa disembuhkan. Selanjutnya akan terjadi jaringan parut pada kornea yang disebut xeroftalmia scars (XS) sehingga kornea mata tampak menjadi putih atau bola mata tampak mengempis.

Kelompok umur yang terutama mudah mengalami kekurangan vitamin A adalah kelompok bayi usia 6-11 bulan dan kelompok anak balita usia 12-59 bulan (1-5 tahun). Sedangkan yang lebih beresiko menderita kekurangan vitamin A adalah bayi berat lahir rendah kurang dari 2,5 kg, anak yang tidak mendapat ASI eksklusif dan tidak diberi ASI sampai usia 2 tahun, anak yang tidak mendapat makanan pendamping ASI yang cukup, baik mutu maupun jumlahnya, anak kurang gizi atau di bawah garis merah pada KMS, anak yang menderita penyakit infeksi (campak, diare, TBC, pneumonia) dan kecacingan, anak dari keluarga miskin, anak yang tinggal di dareah dengan sumber vitamin A yang kurang, anak yang tidak pernah mendapat kapsul vitamin A dan imunisasi di Posyandu maupun Puskesmas, serta anak yang kurang/jarang makan makanan sumber vitamin A.

Memperhatikan akibat kekurangan vitamin A seperti yang telah disebutkan di atas maka untuk mencegah terjadinya kekurangan vitamin A di Posyandu atau Puskesmas pada setiap bulan Februari dan Agustus seluruh bayi usia 6-11 bulan, harus mendapat 1 kapsul vitamin A biru dan seluruh anak balita usia 12-59 bulan mendapat kapsul vitamin A warna merah. Sedangkan untuk ibu nifas sampai 30 hari setelah melahirkan mendapat 1 kapsul vitamin A warna merah.

Untuk mengobati anak dengan gejala buta senja (XN) hingga xerosis kornea (X2), dimana penglihatan masih dapat disembuhkan, diberikan kapsul vitamin A pada hari pertama pengobatan sebanyak � (50.000 SI) kapsul biru untuk bayi berusia kurang atau sama dengan 5 bulan, 1 kapsul biru (100.000 SI) untuk bayi berusia 6 sampai 11 bulan� atau 1 kapsul merah (200.000 SI) untuk anak 12-59 bulan. Pada hari kedua diberikan 1 kapsul vitamin A sesuai umur dan dua minggu kemudian diberi lagi 1 kapsul vitamin A juga sesuai umur.

Penggunaan Tas Punggung Yang Aman Untuk Anak Anda

sumber :http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=Tips%20-%20Tips&direktori=tips&filepdf=0&pdf=&html=20060220-z0re3n-tips.htm

Penggunaan Tas Punggung Yang Aman Untuk Anak Anda
Menurut beberapa penelitian, penggunaan tas punggung yang tidak benar dapat menyebabkan nyeri punggung. Selain cedera saat berolah raga, postur duduk yang salah, dan kurangnya aktivitas, penggunaan tas punggung dengan beban melebihi 15% dari berat badan anak dapat menyebabkan nyeri punggung.

Tetapi anda tidak perlu khawatir karena tas punggung masih tetap dapat digunakan oleh anak anda sepanjang penggunaannya sesuai dengan yang dianjurkan.

Manfaat Tas Punggung
Tas punggung sebenarnya merupakan jenis tas yang praktis bila digunakan dengan benar. Banyak jenis tas punggung yang memiliki sejumlah kantong yang dapat membantu anak-anak untuk mengatur barang-barang bawaannya selain buku. Dibandingkan dengan jenis tas jinjing atau tas dengan satu tali atau selempang, tas punggung merupakan jenis tas yang lebih baik karena beban pada tas punggung ditahan oleh otot-otot terkuat tubuh, yaitu otot-otot punggung dan perut. Oleh karena itu, beban tersebut akan disebarkan secara merata ke seluruh tubuh anak sehingga memperkecil resiko terjadinya cedera bahu atau leher.

Masalah Apa Saja Yang Dapat Disebabkan Tas Punggung?
Tulang belakang manusia tersusun dari 33 tulang punggung, dan diantara tulang-tulang punggung tersebut terdapat suatu lempengan yang bekerja sebagai peredam kejut alami.

Bila beban yang ditopang oleh punggung terlalu besar karena isi tas punggung yang terlalu berat, punggung anak akan tertarik ke belakang sehingga anak akan cenderung membungkukkan kepala dan badannya ke depan untuk menahan berat tas punggungnya tersebut. Hal ini akan menyebabkan otot-otot leher dan punggung menegang sehingga meningkatkan kelelahan dan resiko terjadinya cedera.

Bila hal ini terjadi terus menerus maka lama kelamaan anak akan menderita nyeri bahu, leher, dan punggung. Sebagian besar dokter dan ahli terapi fisik menyarankan agar anak tidak membawa beban menggunakan tas jenis apapun yang beratnya melebihi 10% sampai 15% berat badan anak.

Begitu pula dengan penggunaan tas punggung yang tidak benar. Membawa tas punggung dengan hanya satu bahu saja akan menyebabkan tubuh anak condong ke satu sisi untuk menahan beban tas punggungnya pada sisi lain di bahunya. Akibatnya anak akan mengalami nyeri punggung atas dan bawah serta kelelahan pada bahu dan leher. Selain itu, tali atau selempang tas yang terlalu tipis dan kecil akan menekan bahu yang dapat mengganggu perderan darah dan sistem saraf sehingga anak dapat mengalami kelelahan dan kesemutan pada lengan dan tangannya.

Anak perempuan mempunyai resiko lebih besar untuk mengalami cedera karena ukuran tubuh mereka yang lebih kecil. Hal ini juga telah dibuktikan oleh suatu penelitian dimana anak perempuan memang mengalami nyeri punggung lebih sering dari pada anak laki-laki.

Perhatikan anak anda, apakah ia tampak kesulitan saat mengangkat atau menurunkan tas punggungnya, apakah ia mengeluhkan tentang nyeri punggung, apakah ia tampak membungkuk jika memanggul tas punggungnya, atau apakah ia mengeluh tentang rasa kesemutan atau lelah pada tangan atau kakinya.

Meggunakan Tas Punggung Dengan Aman
Biasakan anak untuk menggunakan tas punggung dengan benar. Tetapi sebelumnya periksa dengan cermat tas punggung yang akan anda belikan untuk anak anda.

Tas punggung yang aman antara lain memenuhi kriteria berikut:

� Mempunyai dua selempang dengan bantalan yang lebar dan nyaman untuk bagian bahu.

� Mempunyai pengikat pada bagian pinggang atau dada untuk penyebaran beban yang merata ke seluruh tubuh.

� Mempunyai banyak kantong sehingga beban tidak terpusat di satu titik.

� Lebarnya tidak melebihi lebar tubuh anak.

Jenis tas yang diselempangkan pada bahu atau dada yang hanya mempunyai satu selempang kurang efektif dalam menyebarkan beban tas bila dibandingkan dengan jenis tas punggung yang mempunya dua tali atau selempang.

Kunci utama untuk mencegah terjadinya cedera adalah dengan membatasi beban yang boleh dibawa oleh anak. Sebagian besar dokter merekomendasikan agar anak tidak membawa tas dengan berat melebihi 15% berat badannya apapun jenis tasnya.

Pastikan anak anda tidak membawa benda-benda tidak penting yang dapat menambah beban tasnya seperti mainan. Ajari anak untuk mengatur barang-barang di dalam tas sehingga anak dapat memanfaatkan tasnya dengan efektif. Barang-barang yang lebih berat sebaiknya diletakkan dekat dengan tubuh.

Cedera juga dapat dihindari dengan mengangkat tas secara benar. Beri tahu anak untuk mengangkat tasnya dengan menekuk lututnya atau berjongkok kemudian mengangkat tasnya dengan kedua tangan seraya berdiri bukan dengan cara membungkuk lalu kemudian menegakkan tubuh.

(cfs/kidshealth.org)

10 Benda Paling Kotor yang Sering Dipegang

source : detikHealth

Tanpa disadari, banyak benda di sekitar kita yang berpotensi menjadi
sarang bakteri dan tempat berpindahnya virus, bakteri dan penyakit.
Diantara semua benda yang sering dipegang, ada 10 benda paling kotor
yang cukup membahayakan kesehatan meski sebenarnya tampak bersih.

Seperti dikutip dari Health, Selasa (2/2/2010), berikut ini 10 benda paling kotor yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

1. Uang
semua
orang suka uang, tapi pastinya tidak akan ada yang suka dengan bakteri
di dalamnya. Menurut Dr Darlington dari the Health Commissioner of New
York, sekitar 135.000 bakteri ada pada uang, terutama uang kertas.

2. Tombol lampu
Biasanya
orang terakhir atau pertama masuk di ruangan adalah yang paling sering
bersentuhan dengan tombol lampu. Bakteri sangat senang hidup di area
yang banyak disentuh oleh banyak orang itu. Menurut ahli sanitasi,
dalam setiap inci tombol lampu ada sekitar 217 bakteri yang bisa
berpindah dari tangank e tangan.

3. Keyboard komputer
Sebuah
studi di Inggris pernah menyebutkan bahwa bakteri yang ada di keyboard
komputer lebih banyak daripada bakteri yang ada di toilet. Untuk itu
sebaiknya bersihkan keyboard secara rutin dengan alat khusus pembersih
keyboard atau bisa juga dengan menggunakan lap basah.

4. Handphone/ponsel
Ponsel
adalah barang yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Akibat
tidak lepas itu, maka ponsel dijadikan tempat favorit bagi ribuan
bakteri untuk menetap. Bakteri suka menempel pada ponsel karena
temperaturnya yang hangat dan cocok untuk pertumbuhannya. Untuk
menghindarinya, saat ini sudah ada pelapis anti mikroba untuk ponsel
yang bisa melindungi ponsel dari bakteri dan mengurangi risiko bakteri
menempel di wajah dan tangan Anda.

5. Tempat duduk toilet
Meski
terlihat bersih dan licin, tapi permukaan tempat duduk toilet yang
terbuat dari porselin sangat berpotensi sebagai tempat berpindahnya
virus, bakteri dan penyakit-penyakit tertentu. Data statistik
menunjukkan, terdapat 295 bakteri dalam setiap inci permukaan tempat
duduk toiletnya.

6. Kereta belanja
Berbelanja
menggunakan kerete belanja memang lebih mudah dan mengasyikkan, tapi
menurut peneliti dari University of Arizona, kereta belanja mengandung
bakteri, air liur, dan bahan-bahan menjijikkan lainnya yang lebih
banyak daripada eskalator, telepon umum bahkan kamar mandi umum.

7. Remote control
Seberapa
sering Anda menumpahkan makanan pada remote control dan tidak
membersihkannya? Lewat remote control, bakteri MRSA, SARS dan bakteri
lainnya bisa masuk ke dalam tubuh. Jangan biarkan remote control
menjadi ancaman saat Anda sedang asyik menonton TV.

8. Bak mandi
Bak
mandi adalah bagian dalam rumah yang sering terlupakan. Ketika ada
seseorang dalam keluarga yang terkena penyakit infeksi staphylococcus,
infeksi saluran kemih, pneumonia, septicemia atau penyakit kulit, baru
disadari bahwa bak mandi adalah sarangnya bakteri.

Percaya atau
tidak, bakteri yang tergenang di dalam bak mandi lebih berbahaya
daripada bakteri yang ada di dalam lubang toilet. Membersihkan bak
mandi seminggu sekali bisa mengurangi risko penyakit yang tidak
diinginkan.

9. Wastafel dapur
Dapur adalah
tempat paling kotor diantara semua bagian rumah lainnya, apalagi bagian
wastafelnya. Ada sekitar 500.000 bakteri yang terdapat pada setiap inci
wastafel. Untuk mengatasinya, cobalah membersihkan wastafel dengan
setengah cangkir baking soda dan setengah cangkir cuka. Setelah itu,
jangan lupa siram dengan air untuk mendapatkan wastafel yang bersih dan
higienis.

10. Spons untuk mencuci
Alat untuk
mencuci piring ini adalah barang yang sangat nyaman dijadikan tempat
berkembangnya bekteri karena memiliki kelembaban yang tinggi dan
pori-pori yang kecil. Salah satu cara ampuh untuk menghilangkan bakteri
dari barang ini adalah dengan memanaskannya dalam microwave selama 60
detik.

Penemuan ini tentu saja bukan untuk menakut-nakuti orang
tapi sekedar mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan termasuk
benda-benda kecil yang kerap kita anggap remeh.

(fah/ir)

9 Cara Membuat Si Kecil Makan Lebih Sehat

sumber : KOMPAS.com

KOMPAS.com – Jika sejak kecil buah hati Anda sudah mengenal makanan yang kurang sehat, seperti junk food, snack MSG, atau minuman berkarbonasi, tak heran jika ia agak sulit untuk mau mengkonsumsi makanan sehat. Sayuran, buah-buahan, atau makanan sehat lainnya agak sulit untuk dikonsumsi anak-anak. Namun, jika tak dibiasakan, lama-kelamaan si kecil bisa menderita obesitas. Berikut adalah cara yang bisa Anda lakukan untuk membujuk anak untuk mengkonsumsi makanan sehat.

1. Persediaan di lemari
Persediaan yang Anda miliki di lemari penyimpanan makanan akan memengaruhi pola makan si kecil. Hindari camilan tinggi lemak, asin, dan manis dari daftar belanjaan Anda. Alih-alih, pilih makanan seperti buah-buahan dan sayuran untuk disimpan. Khususnya makanan yang mudah dibawa dan dimakan, seperti apel, pisang, dan wortel kecil. Makanan lain yang sehat, seperti yogurt tanpa lemak, selai kacang alami, biskuit whole-grain, dan susu rendah lemak.

2. Ajak seisi keluarga untuk berpartisipasi
Ajak agar si kecil berpartisipasi dalam mengambil barang belanjaan. Misal, dengan memberikan masing-masing daftar belanjaan makanan sehat yang memang akan Anda beli. Anak tak boleh memasukkan makanan yang tak tercantum di daftar ke dalam kereta belanja. Mereka akan terbiasa terekspos dengan makanan sehat dengan sendirinya.

3. Asupan kalsium
Anak-anak butuh kalsium, apalagi yang sedang dalam masa pertumbuhan. Anda harus lebih cerdas dalam menjalankan taktik. Misalnya, tambahkan keju rendah lemak tinggi kalsium ke dalam omelet sarapannya, atau lelehan keju tinggi kalsium di atas rotinya. Pandai-pandai untuk berkreasi agar kebutuhan vitamin si kecil terpenuhi dan sehat.

4. Celup-celup
Celup-celup sayuran dan buah bikin acara makan jadi lebih menyenangkan. Coba hidangkan potongan buah apel beserta yogurt vanila rendah lemak. Agar si kecil juga mengenal, bahwa makanan sehat pun enak rasanya. Plus, supaya ia tak lagi takut untuk mencoba makanan selain makanan yang biasa ia makan di meja makan atau di kantin.

5. Jadi panutan
Jadilah panutan dan ajari anak-anak untuk menyeimbangkan pilihan ketika sedang makan di luar. Tambahkan salad hijau dalam pesanan dan pesan saus yang rendah lemak. Pilih mustar ketimbang mayones pada olesan sandwich. Pilih makanan yang dikukus ketimbang gorengan.

6. Perbanyak serat
Ketika anak-anak sudah mengenal makanan junk food yang asin dan banyak lemak, sulit untuk membuat mereka menyukai makanan yang kaya serat. Padahal, serat ketika dikombinasikan dengan air yang banyak bisa mencegah konstipasi. Makanan berserat yang amat baik memiliki 5 gram atau lebih serat per saji. Sementara makanan yang dinilai cukup baik memiliki sajian antara 2,5 hingga 4,9 gram per saji. Beberapa makanan yang memiliki kandungan serat baik, antara lain, kentang manis panggang dimakan dengan kulit yang sudah dibersihkan, dan keripik gandum (flake).

7. Sajikan porsi kecil
Untuk memastikan bahwa si kecil tidak makan terlalu banyak, pastikan ia hanya mendapatkan makanan dengan sajian yang secukupnya. Cegah agar si kecil tidak mengkonsumsi terlalu banyak camilan, pisahkan camilan untuknya dalam porsi kecil. Misal, siapkan 1 tempat makan khusus untuknya yang berisi camilan yang boleh ia makan. Ini berguna untuk menghindarkannya mengkonsumsi makanan berlebihan, sekaligus mengkontrolnya mengambil makanan di luar porsinya.

8. Tambahkan makanan sehat
Jangan lupa untuk menghidangkan buah-buahan di rumah. Selain rendah kalori, buah juga kaya vitamin dan mineral. Mengkonsumsi buah sebelum makan bisa mengenyangkan sebelum makan besar. Hasilnya, perut terasa lebih penuh sebelum makan, sehingga bisa mengurangi masuknya kalori.

9. Ukur-ukur
Ajari anak Anda berapa banyak porsi yang masuk akal. Contoh, sajian nasi yang cukup kira-kira sebesar sendok scoop es krim. Untuk membuat si kecil terbiasa melihat perkiraannya, biarkan si kecil mengambil nasi dengan scoop es krim dari mangkuk nasi untuk makan malam nanti. Ukuran makan daging yang cukup untuk anak-anak sekitar sebesar tumpukan kartu remi. Jadi, bawa perbandingannya saat akan makan nanti.