Cranberry Cegah Kekambuhan Infeksi Saluran Kemih pada Anak

Sumber : http://health.detik.com/read/2011/12/02/142659/1781150/1301/cranberry-cegah-kekambuhan-infeksi-saluran-kemih-pada-anak?d8833health


Jakarta, Anak-anak dan orang dewasa yang mengalami infeksi saluran kemih (UTI) berulang biasanya diresepkan antibiotik jangka panjang untuk pencegahannya. Tetapi obat tersebut dapat memiliki efek samping dan dapat menyebabkan bakteri resisten. Penurunan risiko infeksi berkurang jika minum segelas jus cranberry setiap hari.

Sebuah hasil penelitian baru menunjukkan bahwa setelah mengalami infeksi saluran kemih (UTI), anak-anak di Finlandia dapat mengalami penurunan risiko infeksi berulang jika minum segelas jus cranberry setiap hari. Infeksi tersebut dapat merusak ginjal, serta membuat ketidaknyamanan.

“Untuk anak yang memiliki UTI berulang, saya berpikir bahwa studi ini dapat membuktikan bahwa suplementasi dengan jus cranberry dapat mengurangi jumlah kekambuhan,” kata Dr Brett White, seorang dokter spesialis pediatri dan keluarga di Oregon Health and Science University, Portland seperti dilansir dari HealthNews, Jumat (2/12/2011).

Penelitian tersebut telah melibatkan 255 anak usia 1-16 tahun yang dirawat oleh karena UTI di tujuh rumah sakit yang berbeda. Anak-anak tersebut dibagi secara acak menjadi 2 kelompok.

Setengah dari mereka minum secangkir jus cranberry setiap hari selama 6 bulan, sementara separuh lainnya tidak minum jus cranberry sama sekali. Selama tahun berikutnya, anak-anak tersebut masing-masing mendapatkan 20 dari 126 minuman cranberry dan 28 dari 129 minuman non-cranberry. Anak-anak tersebut setidaknya memiliki satu kali kekambuhan ISK.

Di antara anak-anak yang memang memiliki infeksi berulang, yang telah minum jus cranberry sehari sekali memiliki penurunan risiko kekambuhan UTI selama penelitian dan menghabiskan sedikit waktu untuk mengonsumsi antibiotik.

Peserta pada kelompok jus cranberry memiliki 27 infeksi baru dan menghabiskan rata-rata 12 hari selama setahun untuk mengonsumsi obat antibiotik untuk UTI. Dibandingkan dengan 47 infeksi baru pada peserta kelompok non-cranberry diresepkan rata-rata 18 hari mengonsumsi antibiotik.

“Orang tua dari anak-anak dengan UTI berulang harus mempertimbangkan jus cranberry sebagai tindakan pencegahan, namun bukan sebagai pengganti antibiotik jika memang diresepkan antibiotik oleh dokter.

Empat ons cranberry sehari dapat dianggap tindakan pencegahan terhadap UTI berulang yang tidak berlebihan. Jus cranberry terlalu banyak dapat menyebabkan gigi berlubang dan diare,” kata Dr. Nader Shaikh.

“Penelitian sebelumnya telah memeriksa efek dari jus cranberry telah terbukti menurunkan jumlah gejala UTI pada wanita. Ada sesuatu dalam buah cranberry yang khusus dapat mencegah bakteri yang menempel pada dinding lapisan kandung kemih. Kita dapat berasumsi bahwa mungkin akan berlaku untuk populasi lain juga, termasuk anak-anak,” kata Dr. White.

Hasil studi baru juga telah menemukan bahwa, cranberry tidak begitu baik sebagai antibiotik untuk mencegah UTI pada wanita. Ada bukti-bukti yang terbatas mengobati anak-anak dengan obat antibiotik jangka panjang benar-benar dapat menangkal infeksi.

“Tetapi pendekatan pengobatan tersebut mungkin akan meningkatkan risiko bakteri menjadi resisten terhadap obat antibiotik yang telah digunakan,” kata para peneliti.

Infeksi Saluran Kemih

sumber : http://www.medicalera.com/index.php?option=com_myblog&show=infeksi-saluran-kemih-pencegahan-dan-perawatanhtml&blogger=Diana&Itemid=314

Infeksi Saluran Kemih atau UTI, dikarenakan sekumpulan mikroorganisme di saluran kemih dalam jumlah tertentu yang merusak atau mengganggu. Apabila hanya ureter dan kandung kemih dipengaruhi, ini disebut infeksi saluran kemih bagian bawah (lower urinary tract infection). apabila ureter dan ginjal dipengaruhi, disebut infeksi saluran kemih bagian atas (upper urinary tract infection).

Apa yang Menyebabkan Infeksi Saluran Kemih (UTI – Urinary Tract Infection)?

UTI biasanya disebabkan oleh bakteri yang biasanya terdapat pada tumbuhan, pada bagian tubuh yang terbuka dan di dalam pencernaan, sebagai contohnya bakteri Escherichia Coli. Seringnya bakteri memasuki saluran kemih jalan masuk ke ureter. Wanita lebih mudah terkena infeksi saluran kemih karena mereka memiliki ureter yang lebih pendek ke dalam kandung kemih.

Penyakit Chlamydia, Gonorrhea, Syphilis tidak bisa disebut UTI, meskipun infeksi ini seringkali mempengaruhi saluran kemih.

Cacatnya saluran kemih dapat membuat seseorang mudah terjangkit penyakit UTI, seperti penyempitan atau penyumbatan di ureter dan cacat ini akan menyebabkan jumlah air berkurang dari kandung kemih ke ureter. Kerusakan fisik di saluran kemih dapat mempermudah bakteri berkoloni danĀ  membuat infeksi.

Penggunaan kateter atau alat lain di saluran kemih dapat menyebabkan bakteri dan juga menyebabkan kerusakan dan memberikan kesempatan pada bakteri untuk menginfeksi.

Gejala Infeksi Saluran kemih

UTI dapat menjadi akut dengan gejala yang sangat jelas. UTI juga dapat berkembang perlahan dengan gejala yang minim untuk periode waktu yang lama.

Gejala UTI bagian bawah adalah :

  • – Gatal sewaktu buang air kecil.
  • – Sakit dibagian kandung kemih
  • – Sering buang air kecil, meskipun jumlahnya sedikit
  • – Sering buang air kecil sepanjang malam
  • – Demam ringan.
  • – Urine yang keruh dengan bau yang tidak enak.
  • – Keluar nanah dari ureter atau bercampur dengan urin.
  • – Terkadang terdapat darah di urine.

UTI bagian atas sering memiliki gejala yang sama, dan sebagai tambahan gejala-gejala tersebut akan terasa :

  • – Mual dan muntah.
  • – Sakit dibagian punggung dan samping perut, di atas ginjal, dan menurun kea rah kandung kemih.
  • – Merasakan tekanan di bagian perut.
  • – Panas tinggi dan menggigil.
  • – Kondisi fatiq.

Gejala UTI harus selalu dicermati, terutama bila terdapat darah di urin karena hal ini akan mengakibatkan penyakit yang lebih serius.

Komplikasi yang Disebabkan oleh Infeksi Saluran Kemih

Banyak UTI bagian atas dapat menyebar ke jaringan ginjal dam menghancurkan struktur keluaran urin. Proses ini secara bertahap dapat menyebabkan gagal ginjal. Infeksi dapat merusak pertumbuhan jaringan di saluran kemih (sebagai contoh: ureter), yang dapat menyebabkan gangguan dan masalah dengan pengeluaran urin.

Pada pria infeksi dapat menyebar ke prostat dan organ reproduksi dan menghancurkan fungsi system reproduksi..

Apabila wanita hamil mengalami UTI, maka anak yang dilahirkan memiliki kecenderungan lahir dengan berat badan kurang.
Diagnosis dari Infeksi Saluran Kemih

UTI didiagnosis melalui sampel urin. Sampel tersebut dianalisa berdasarkan zat-zat yang dihasilkan oleh penyakit tersebut seperti nitrites, leukocytes atau leukocyte esterase. Kemudian juga diperiksa adanya bakteri.

Saat anak-anak didiagnosa menderita UTI, sangatlah beguna bila dilakukan pemeriksaan aliran urine dan pemeriksaan radiologi dari saluran kemih apakah terdapat keluaran ke arah atas kandung kemih atau bentuk abnormalitas lainnya dalam saluran kemih. Hal ini terkadang terjadi pada orang dewasa yang menderita UTI.

Perawatan Standar dari Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih biasanya dirawat dengan antibiotic seperti: trimethoprim, cephalosporins, nitrofurantoin, atau fluoroquinolone (ciprofloxacin, levofloxacin).
Anak-anak yang didiagnosa mengalami infeksi saluran kemih biasanya diberikan perawatan jangka panjang dengan menggunakan antibiotic dalam dosis yang rendah, akan tetapi penelitian terakhir menunjukan hasil yang meragukani.

Perawatan Alternatif dari Infeksi Saluran Kemih

Walaupun perawatan standar biasanya efektif, hal ini tidak selalu berhasil mengalahkan infeksi saluran kemih yang kronis. Perawatan UTI dengan dosis antibiotic yang rendah untuk mencegah UTI dapat memberikan edek samping dan juga tidak selalu efektif.

Perawatan alternatif dapat berguna sebagai tambahan obat-obatan standar, dan juga berguna untuk mencegah terkena UTI.

Cranberry dan blueberry dapat membantu mencegah UTI dengan menghilangkan bakteri penyebab UTI. Tumbuh-tumbuhan ini dapat dikonsumsi dalam bentuk jus atau pun teh dari buah berry yang dikeringkan, dan juga ditemukan dalam bentuk kapsul.

Gula tipe D-mannose juga dapat membantu menghilangkan bakteri penyebab infeksi dari saluran kemih.

Cranberry, blueberry dan D-mannose membantu dengan menekan bakteri dari dinding bagian dalam saluran kenih dan membuat bakteri sulit melekat di dalam dinding dan menginfeksi jaringan. Jika tidak bakteri akan terbawa oleh urin.

Goldenseal root dan Uva ursi juga memiliki pengaruh memerangi bakteri yang menginfeksi saluran kemih.

Pemulihan yang merubah PH urin menjadi lebih asam atau bersifat alkalis juga memiliki pengaruh terhadap infeksi bakteri. Terlihat bahwa bakteri akan tumbuh subur hanya pada PH tertentu. Suplemen mineral yang terdiri dari citrate akan merubah PH menjadi lebih bersifat alkali. Cranberry memberi urin keasaman dan membantu memerangi bakteri.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa akupuntur dapat membantu menghalangi terjadinya infeksi saluran kemih.

Gaya Hidup Untuk Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Banyak gaya hidup digunakan untuk mencegah atau menyembuhkan UTI.

  • Menggunakan pakaian yang melindungi bagian bawah tubuh dari dingin bermanfaat bagi banyak orang.
  • Minum banyak air membuat bakteri penyebab infeksi akan keluar dengan lebih mudah.
  • Buang air kecil setelah intercourse dan membersihkan bagian luar ureter untuk membersihkan bakteri penyebab infeksi yang ditularkan oleh perilaku seksual sebelum bakteri masuk ke saluran kemih.
  • Menggunakan kondom bila melakukan intercourse di bagian anal dapat menghindarkan infeksi bakteri di bagian rectum yang akan masuk ke ureter pria.
  • Setelah intercourse bagian anal, hindari untuk intercourse bagian vagina apabila belum di cuci bersih.
  • Perhatikan kebersihan organ kewanitaan, dan bersihkan dari bagian depan ke belakang untuk menghindari masuknya bakteri ke saluran kemih setelah buang air kecil.
  • Bilas dengan air hangat tanpa sabun karena dapat menyebabkan iritasi dapat mengurangi rasa sakit selama mengalami UTI dan akan membantu proses penyembuhan.

Hidup Sehat Dengan CRANBERRY

sumber : http://www.foodreview.biz/preview.php?view&id=118
Buah merupakan sumber makanan alami yang paling mudah diperoleh dan disajikan, salah satunya adalah Cranberry (Vaccinium macrocarpon). Buah merupakan sumber makanan alami yang paling mudah diperoleh dan disajikan, salah satunya adalah Cranberry (Vaccinium macrocarpon). Cranberry merupakan buah yang memiliki khasiat cukup banyak. Sejak awal abad ke 21, Cranberry mulai terkenal sebagai produk konsumen yang sangat diminati dikarenakan memiliki kandungan gizi, mineral, vita-min, anti adhesive dan anti-oksidan, oleh karena itu Cranberry mendapat julukan super-fruit.
Cranberry atau tanaman semak pendek hijau ini memiliki panjang sulur 2 meter dan tingginya 5-20 meter. Banyak ditemukan di acidic bogs, terutama dibelahan utara hemisphere seperti Amerika Serikat dan Kanada. Bunganya berwarna pink tua, buahnya adalah buah berry yang pada awalnya berwarna putih dan berubah menjadi merah tua bila sudah matang.

1. Anti bakteri

Sejak dulu ternyata penduduk asli Amerika Utara, Suku Indian menggunakan buah cranberry ini dalam proses pewarnaan alami untuk selimut dan pakaian mereka. Bahkan cranberry juga dipakai untuk merawat luka akibat terkena panah dan juga sebagai penguat rasa untuk daging. Secara tidak langsung, suku Indian menggunakan cranberry sebagai zat anti bakteri atau anti infeksi jauh sebelum ditemukannya antibiotik. Efek anti-microbial dari cranberry berasal dari proanthocyane (condesed tannins) yang dapat melemahkan bakteri. Weizmann Institute of Science menemukan bahwa cranberry dapat menghambat pertumbuhan bakteri H pylori, yaitu bakteri yang menyebabkan bisul pada perut (Federation of European Microbiological Societies 2000;29:295-301).

2. Antioksidan

Buah jenis berry ini me-ngandung vitamin C yang cukup tinggi, mengandung zat kimia pelawan bakteri, serta antioksidan quercetin yang mampu menghambat radikal bebas. Menurut data dari American Journal of Clinical Nutrition 2004, mengkonsumsi antioksidan bukan hanya untuk menyelamatkan kulit saja, tapi juga meningkatkan daya tahan tubuh. pasalnya kulit berada dalam urutan terakhir mendapatkan gizi dari makanan, ditambah lagi dengan keadaan lingkungan dan kehidupan metropolitan yang syarat polusi, dehidrasi karena AC, sinar ultraviolet dan aktifitas kerja yang padat, membuat kita menjadi rentan sekali terkena penyakit.

Cranberry mengandung banyak nutrisi, termasuk proanthocyani, sodium, fosfor, potasium dan Vit. C yang berguna sebagai anti-oksidan serta memiliki fungsi sifat anti adhesive.

3.Mencegah infeksi kandung kemih

Sebuah penelitian menemukan bahwa cranberry mengandung suatu senyawa yang membuatnya sulit bagi bakteri untuk menempel pada organ tubuh, bakteri ini yang terkenal dengan nama E.Coli yang menyebabkan 90% infeksi saluran kemih. Dan senyawa ini hanya ditemukan dalam jus cranberry dan blueberry dan tidak pada jenis jus lain. (Journal of Urology 1984; 131:1013-1016)
Lebih lanjut Fakultas Kedokteran Harvard menemukan bahwa meminum jus cranberry secara teratur, dapat menyebabkan penurunan bakteri yang signifikan pada saluran kemih. Hal ini diduga zat anti adhesive yang terkandung dalam jus cranberry menyebabkan bakteri sulit menempel pada dinding saluran kemih. (Journal Of The American Medical Association 1994; 271:751-754)

4.Melindungi gigi dan gusi

Sebuah penelitian baru menyebutkan bahwa zat anti adhesive yang terkandung dalam cranberries mampu menghalau bakteri yang menempel pada gigi, serta membantu menghilangkan plak, substansi liat dan lengket yang terbentuk dari sisa makanan dan asam yang dapat menyebabkan iritasi gusi. (Journal of The American Dental Association 1998; 129:179-1723).

Hidup Sehat Dengan CRANBERRY

Source : http://www.foodreview.biz/preview.php?view&id=118

Buah merupakan sumber makanan alami yang paling mudah diperoleh dan disajikan, salah satunya adalah Cranberry (Vaccinium macrocarpon). Buah merupakan sumber makanan alami yang paling mudah diperoleh dan disajikan, salah satunya adalah Cranberry (Vaccinium macrocarpon). Cranberry merupakan buah yang memiliki khasiat cukup banyak. Sejak awal abad ke 21, Cranberry mulai terkenal sebagai produk konsumen yang sangat diminati dikarenakan memiliki kandungan gizi, mineral, vita-min, anti adhesive dan anti-oksidan, oleh karena itu Cranberry mendapat julukan super-fruit.
Cranberry atau tanaman semak pendek hijau ini memiliki panjang sulur 2 meter dan tingginya 5-20 meter. Banyak ditemukan di acidic bogs, terutama dibelahan utara hemisphere seperti Amerika Serikat dan Kanada. Bunganya berwarna pink tua, buahnya adalah buah berry yang pada awalnya berwarna putih dan berubah menjadi merah tua bila sudah matang.

1. Anti bakteri

Sejak dulu ternyata penduduk asli Amerika Utara, Suku Indian menggunakan buah cranberry ini dalam proses pewarnaan alami untuk selimut dan pakaian mereka. Bahkan cranberry juga dipakai untuk merawat luka akibat terkena panah dan juga sebagai penguat rasa untuk daging. Secara tidak langsung, suku Indian menggunakan cranberry sebagai zat anti bakteri atau anti infeksi jauh sebelum ditemukannya antibiotik. Efek anti-microbial dari cranberry berasal dari proanthocyane (condesed tannins) yang dapat melemahkan bakteri. Weizmann Institute of Science menemukan bahwa cranberry dapat menghambat pertumbuhan bakteri H pylori, yaitu bakteri yang menyebabkan bisul pada perut (Federation of European Microbiological Societies 2000;29:295-301).

2. Antioksidan

Buah jenis berry ini me-ngandung vitamin C yang cukup tinggi, mengandung zat kimia pelawan bakteri, serta antioksidan quercetin yang mampu menghambat radikal bebas. Menurut data dari American Journal of Clinical Nutrition 2004, mengkonsumsi antioksidan bukan hanya untuk menyelamatkan kulit saja, tapi juga meningkatkan daya tahan tubuh. pasalnya kulit berada dalam urutan terakhir mendapatkan gizi dari makanan, ditambah lagi dengan keadaan lingkungan dan kehidupan metropolitan yang syarat polusi, dehidrasi karena AC, sinar ultraviolet dan aktifitas kerja yang padat, membuat kita menjadi rentan sekali terkena penyakit.

Cranberry mengandung banyak nutrisi, termasuk proanthocyani, sodium, fosfor, potasium dan Vit. C yang berguna sebagai anti-oksidan serta memiliki fungsi sifat anti adhesive.

3.Mencegah infeksi kandung kemih

Sebuah penelitian menemukan bahwa cranberry mengandung suatu senyawa yang membuatnya sulit bagi bakteri untuk menempel pada organ tubuh, bakteri ini yang terkenal dengan nama E.Coli yang menyebabkan 90% infeksi saluran kemih. Dan senyawa ini hanya ditemukan dalam jus cranberry dan blueberry dan tidak pada jenis jus lain. (Journal of Urology 1984; 131:1013-1016)
Lebih lanjut Fakultas Kedokteran Harvard menemukan bahwa meminum jus cranberry secara teratur, dapat menyebabkan penurunan bakteri yang signifikan pada saluran kemih. Hal ini diduga zat anti adhesive yang terkandung dalam jus cranberry menyebabkan bakteri sulit menempel pada dinding saluran kemih. (Journal Of The American Medical Association 1994; 271:751-754)

4.Melindungi gigi dan gusi

Sebuah penelitian baru menyebutkan bahwa zat anti adhesive yang terkandung dalam cranberries mampu menghalau bakteri yang menempel pada gigi, serta membantu menghilangkan plak, substansi liat dan lengket yang terbentuk dari sisa makanan dan asam yang dapat menyebabkan iritasi gusi. (Journal of The American Dental Association 1998; 129:179-1723).