Asma (Pemicu dan Penanganan)


SUMBER : http://www.sehatgroup.web.id/?p=551

Asma adalah kondisi yang disebabkan oleh penyempitan saluran pernapasan kecil (bronchi) di paru-paru yang terjadi karena dinding saluran mengalami pembengkakan dan peradangan. Udara menjadi lebih sulit untuk lewat dan hal ini menyebabkan terjadinya mengi (wheezing), batuk, serta masalah lain dalam pernapasan. Mengi akan dialami 1 dari 4 anak selama masa kanak-kanaknya. Dengan penanganan yang tepat, hampir semua anak dengan asma dapat ikut serta dalam aktivitas olah raga dan menjalani hidup yang aktif.
Gejala

Beberapa gejala asma yang paling umum adalah:

Batuk. Batuk umumnya terjadi di malam hari, dini hari, saat cuaca dingin, dan saat beraktivitas fisik.
Mengi (napas yang terdengar seperti bunyi peluit)
Kesulitan bernapas

Gejala asma akan berlangsung selama 2-3 hari, atau bahkan lebih. Setelah serangan asma membaik, anak akan membutuhkan pereda serangan (reliever) 3-4 kali per hari hingga batuk dan mengi menghilang.
Pemicu

Penyebab asma seringkali tidak diketahui. Asma umum ditemui menurun dalam keluarga. Dan asma dapat berhubungan dengan kondisi lain seperti eksim (eczema) dan alergi. Beberapa pemicu serangan asma adalah sebagai berikut:

Flu. Pemicu asma paling umum adalah infeksi saluran napas yang disebabkan virus. Infeksi virus umum terjadi pada anak-anak sekitar 6-8 kali dalam setahun. Jika seorang anak rentan terhadap asma, ia akan mengalami mengi dan batuk-batuk pada waktu-waktu tersebut. Virus tidak dapat dibunuh dengan antibiotik, karena itu antibiotik tidak dibutuhkan pada serangan asma ini.
Aktivitas fisik
Perubahan cuaca
Asap rokok
Kutu yang ditemukan pada debu rumah
Serbuk sari bunga
Hewan peliharaan

Serangan asma dapat dicegah dengan menghindari pemicunya. Karena itu, jika pemicu diketahui, pemicu tersebut sedapat mungkin harus dihindari.
Penanganan

Pada sebagian besar anak, asma dapat dikontrol dengan obat yang tepat. Dua tipe obat yang digunakan pada anak-anak adalah:

Pereda serangan (reliever). Jenis obat ini bekerja cepat dan bermanfaat dalam serangan akut. Contohnya adalah Ventolin. Jenis obat ini disebut bronchodilator (broncho-: saluran napas, dilator: yang membuat lebar). Sesuai namanya, obat ini melebarkan saluran napas yang sempit sehingga udara lebih mudah lewat. Obat ini memberi efek optimal dengan inhalasi (dihirup melalui hidung). Pada serangan akut, anak akan membutuhkan Ventolin setiap 2-4 jam. Jika anak Anda membutuhkan lebih dari dosis tersebut, Anda harus menghubungi dokter anak Anda.
Prednisolone. Obat ini adalah sejenis steroid yang mengurangi pembengkakan dan peradangan dinding saluran napas, dan membantu membuat saluran napas lebih reaktif terhadap bronchodilator. Prednisolone memebutuhkan 6-8 jam untuk mulai bekerja. Jenis obat ini diberikan dalam bentuk sirup atau tablet selama 2-4 hari. Penggunaan jangka pendek ini tidak akan menyebabkan terjadinya efek samping prednisolone atau steroid secara umum.
Pencegah serangan (preventer). Tidak setiap anak dengan asma membutuhkan jenis obat ini. Pencegah serangan juga dikonsumsi dengan cara inhalasi dan harus dikonsumsi setiap hari. Anak dengan asma yang membutuhkan pencegah serangan perlu melakukan kunjungan rutin ke dokter untuk penilaian apakah jenis obat yang diberikan bekerja dan penyesuaian dosis.

Penanganan di antara serangan

Sebagian besar anak dengan asma yang mengalami mengi saat sedang terinfeksi virus tidak membutuhkan terapi apapun di antara serangan
Jika anak mengalami batuk atau mengi lebih dari sekali seminggu di malam hari atau saat beraktivitas fisik, anak tersebut mungkin membutuhkan obat pencegah serangan (preventer)
Inhalasi adalah cara terbaik untuk menggunakan sebagian besar obat asma. Untuk mengoptimalkan penyerapan obat, spacer bekerja sama baiknya dengan pompa nebulisasi (nebuliser pump) dan jauh lebih murah.
Perawatan di Rumah

Jika anak Anda menderita asma, akan sangat bijaksana untuk meminta dokter anak Anda menuliskan Panduan Penanganan Asma (Asthma Action Plan). Panduan ini akan membantu Anda mencegah serangan asma dan menangani serangan asma di rumah. Pastikan bahwa panduan ini diletakkan di tempat yang mudah terlihat. Selain itu, pastikan bahwa anak Anda selalu membawa obat asmanya ke manapun ia pergi. Dan pastikan bahwa orang yang mengasuh anak Anda tahu bahwa anak Anda menderita asma dan tahu apa yang harus dilakukan jika serangan terjadi.
Panduan 4 langkah:

Dudukkan anak Anda dan tetap tenang.
Segera kocok reliever puffer dan berikan 4 semprotan melalui spacer. Berikan semprotan tersebut satu persatu dan perintahkan anak Anda untuk menarik napas 4 kali dari spacer setelah tiap semprotan.
Tunggu 4 menit, jika tidak ada perbaikan, ulangi langkah 2.
Jika tetap tidak ada perbaikan setelah 4 menit kedua, segera hubungi ambulans. Katakan bahwa anak Anda mengalami serangan asma akut. Sementara menunggu ambulans, terus ulangi langkah 2 dan 3.

Beberapa Pertanyaan Umum

T: Haruskah saya membangunkan anak saya yang sedang tidur untuk mengkonsumsi obat?
J: Umumnya tidak, jika Anda tidak mendengar batuk atau mengi, maka biarkan anak Anda tidur.

T: Kapankah saya harus membawa anak ke dokter?
J: Jika Anda khawatir akan keadaan anak Anda, atau jika obat yang diberikan di rumah tidak bekerja.

T: Kapankah saya harus membawa anak saya ke Unit Gawat Darurat?
J: Jika anak Anda sulit bernapas atau sulit berbicara.

T: Seberapa banyak aktivitas fisik yang dapat dilakukan anak saya?
J: Jika asma anak Anda terkontrol, tidak diperlukan batasan untuk aktivitas fisiknya.

T: Akankah anak saya sembuh dari asmanya?
J: Banyak anak membaik seiring dengan meningkatnya usia. Diskusikan hal in ilebih lanjut dengan dokter Anda.

T: Apa yang memicu serangan asma?
J: Pemicu paling umum adalah infeksi virus. Sebagian besar anak mengalami hal ini 6-8 kali per tahun.
Sumber

Crying – excessive (0-6 months). Available from http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003023.htm
Colic and Crying. Available from http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000978.htm
Colic: Learning How to Deal with Your Baby’s Crying. Available from http://familydoctor.org/036.xml
Your Colicky Baby. Available from http://kidshealth.org/PageManager.jsp?dn=KidsHealth&lic=1&article_set=21354&cat_id=20049&
Sondergaard C, Henriksen TB, Obel C, Wisborg K. Smoking during Pregnancy and Infantile Colic. PEDIATRICS Vol. 108 No. 2 August 2001, pp. 342-346. Available from http://pediatrics.aappublications.org/cgi/content/full/108/2/342
Soy Protein-based Formulas: Recommendations for Use in Infant Feeding. PEDIATRICS Vol. 101 No. 1 January 1998, pp. 148-153. Available from http://aappolicy.aappublications.org/cgi/content/full/pediatrics;101/1/148
Taubman B. Parental counseling compared with elimination of cow’s milk or soy milk protein for the treatment of infant colic syndrome: a randomized trial. Pediatrics Volume 81, Issue 6, pp. 756-761, 06/01/1988 .
The Use and Misuse of Fruit Juice in Pediatrics. PEDIATRICS Vol. 107 No. 5 May 2001, pp. 1210-1213. Available from http://aappolicy.aappublications.org/cgi/content/full/pediatrics;107/5/1210

(NIH)

One thought on “Asma (Pemicu dan Penanganan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s