Pengobatan Dokter Indonesia Harus Didasarkan Bukti Ilmiah


sumber : http://health.detik.com/read/2011/04/19/121659/1620554/763/pengobatan-dokter-indonesia-harus-didasarkan-bukti-ilmiah?l991101755

Pengobatan Dokter Indonesia Harus Didasarkan Bukti Ilmiah

*AN Uyung Pramudiarja* – detikHealth

*Jakarta,* Sebagai profesi yang memiliki otonomi, dokter bebas menentukan
sendiri jenis terapi maupun obat yang akan diberikan pada pasien. Meski
begitu, setiap pilihan harus didasarkan pada bukti ilmiah sesuai
konsep *evidence
based medicine*.

Untuk menyeragamkan pengetahuan para dokter tentang perkembangan ilmu
pengetahuan di bidang medis, seluruh fakultas kedokteran dan rumah sakit
se-Indonesia membentuk sebuah jaringan riset ilmiah. Jaringan ini dinamakan
*Indonesian Clinical Epidemology and Evidence Based Medicine* (ICE-EBM)
Network.

“Muaranya nanti adalah setiap dokter mengetahui manajemen diagnosis yang
benar,” ungkap Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
(Balitbangkes), Dr Trihono, MSc dalam peresmian yang dilakukan di Gedung
Kementerian Kesehatan, Selasa (19/4/2011).

Manajemen diagnosis yang benar yang dimaksud Trihono adalah berdasarkan
bukti ilmiah paling mutakhir, bukan keputusan subyektif masing-masing
dokter. Otonomi yang dimiliki oleh setiap dokter memungkinkan adanya
perbedaan manajemen diagnosis dan terapi antara dokter yang satu dengan yang
lain.

Trihono mengakui, perbedaan standar pengobatan sangat mungkin terjadi
mengingat kualitas dokter di Indonesia sangat beragam. Dari sekian banyak
rumah sakit dan fakultas kedokteran di Indonesia, tidak semuanya memiliki
akses yang baik untuk memutakhirkan pengetahuan para dokternya.

Sementara itu, *Vice President* ICE-EBM Network Prof Iwan Dwiprahasto
mengatakan setiap dokter perlu mengetahui perkembangan terkini di bidang
kedokteran. Hingga kini, masih ada dokter menerapkan teori-teori yang benar
di masa lalu namun sudah tidak relevan pada masa kini.

“Pengetahuan terus berkembang. Dulu dokter tahunya kalau demam dikompres air
dingin, sekarang justru dengan air hangat. Juga soal diagnosis, dulu untuk
mendiagnosis typus dokter cukup memakai metode WIDAL tapi sekarang sudah
tidak sesuai,” ungkap Prof Iwan.

Dengan terbentuknya ICE-EBM Network yang rencananya hari ini akan diresmikan
oleh Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Prof Iwan berharap
pertemuan-pertemuan maupun riset ilmiah di seluruh fakultas kedokteran dan
rumah sakit bisa lebih terkoordinir. Dengan demikian, pengetahuan para
dokter bisa lebih diseragamkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s