6 Konsep Penting Motivasi Belajar


Assembling classroom test and assessment »
Motivasi Belajar

Februari 12, 2009 oleh gulit1
sumber :http://gulit1.wordpress.com/2009/02/12/motivasi-belajar/

Pertama
Motivasi belajar adalah proses internal yang mengaktifkan, memandu dan
mempertahankan perilaku dari waktu ke waktu. Individu termotivasi
karena berbagai alasan yang berbeda, dengan intensitas yang berbeda. Sebagai
misal, seorang siswa dapat tinggi motivasinya untuk menghadapi tes ilmu sosial dengantujuan mendapatkan nilai tinggi (motivasiekstrinsik) dan tinggi motivasinya menghadapi tes matematika karena tertarik dengan mata pelajaran tersebut (motivasiintrinsik)

Kedua
Motivasi belajar bergantung pada teori yang menjelaskannya, dapat
merupakan suatu konsekuensi dari penguatan (reinforcement), suatu ukuran
kebutuhan manusia, suatu hasil dari disonan atau ketidakcocokan, suatu atribusi
dari keberhasilan atau kegagalan, atau suatu harapan dari peluang keberhasilan.Ketiga
Motivasi belajar dapat ditingkatkan dengan penekanan tujuan-tujuan
belajar dan pemberdayaan atribusi.

Keempat
Motivasi belajar dapat meningkat apabila guru
membangkitkan minat siswa, memelihara rasa ingin tahu mereka,
menggunakan berbagai macam strategi pengajaran, menyatakan
harapan dengan jelas, dan memberikan umpan balik (feed back) dengan
sering dan segera.

Kelima
Motivasi belajar dapat meningkat pada diri siswa
apabila guru memberikan ganjaran yang
memiliki kontingen, spesifik, dan dapat dipercaya.

Keenam
Motivasi berprestasi dapat didefinisikan sebagai kecendrungan umum untuk
mengupayakankeberhasilan dan memilih kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada
keberhasilan/kegagalan. Siswa dapat termotivasi dengan orientasi ke arah tujuan-tujuan
penampilan. Mereka mengambil mata pelajaran-mata pelajaran yang menantang. Siswa
yang berjuang demi tujuan-tujuan penampilan berusaha untuk mendapatkan
penilaian positip terhadap kompetensi mereka. Mereka berusaha untuk mendapat
nilai baik dengan cara menghindar dari mata pelajaran yang sulit. Guru
dapat membantu siswa dengan mengkomunikasikan bahwa
keberhasilan itu mungkin dicapai. Guru dapat menunggu siswa
menjawab pertanyaan-pertanyaan dan sejauh mungkin menghindari pembedaan
prestasi di antara para siswa yang tidak perlu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s