Pola Asuh Jadi Penentu


sumber : http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2010/11/12/ArticleHtmls/12_11_2010_014_002.shtml?Mode=0

KELUARGA adalah lingkungan sosial yang pertama bagi anak-anak, tempat
mereka pertama kali mendapatkan informasi dan bimbingan akan berbagai
hal, termasuk soal kesehatan. Keberhasilan upaya membentuk generasi
sehat turut ditentukan pola asuh orang tua.

“Kalau di dalam lingkungan keluarga hidup sehat tidak diperkenalkan pada
anak, pola hidup keliru akan melekat pada anak,�’ ujar Dewan Pembina
Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi, baru-baru ini di Jakarta.

Menurut Seto, sejak awal orang tua harus menerapkan dan mengenalkan pola
hidup sehat kepada anak-anak, seperti makan bergizi dan teratur,
istirahat cukup, olahraga, menjaga kebersihan badan, dan adanya
kesempatan untuk bermain.

Selain itu, orang tua harus me numbuhkan suasana gembira, menghindari
tekanan atau tindak kekerasan pada anakanak. Hal itu penting untuk
kesehatan jiwa anak.

Hal senada juga disampaikan Ketua Yayasan Masyarakat Sadar Gizi, dr
Tirta Prawita Sari. Menurutnya, dalam mayoritas keluarga ibu menjadi
sosok yang paling dekat dengan anak-anak. Posisi yang demikian
menjadikan ibu sebagai sosok paling pas untuk mengenalkan pola hidup
sehat kepada anak-anak.

�’Ibulah yang merupakan pilar utama dalam mewujudkan keluarga sehat,�’
ujar Tirta dalam sebuah diskusi jelang Hari Kesehatan Nasional 2010 di
Jakarta, beberapa waktu lalu.

Tirta menjelaskan, pola asuh yang baik akan berpengaruh terhadap status
kesehatan bayi, balita, dan anaknya.

Ibu hendaknya mengajar dan membimbing anaknya tentang kebersihan, pola
makan sehataman-seimbang, olahraga rutin, istirahat cukup, dan rekreasi.

Namun, semua itu tidak akan terwujud bila suami (ayah) atau anggota
keluarga yang menjadi penentu kebijakan dalam rumah tangga tidak
menyadari pentingnya peran ibu dalam pengasuhan anak. Artinya, betapa
pun besarnya komitmen ibu dalam pola asuh, jika tidak mendapat dukungan
dari anggota keluarga lain, akan berakhir sia-sia.

�’Dalam batasan tertentu, seorang ibu seharusnya memiliki kewenangan
positif yang cukup luas dalam memberikan kasih sayang, yang kemudian
berujung pada keberhasilan proses pengasuhan anak.�’ Sementara itu,
pemerintah seharusnya menjamin ketersediaan sarana dan prasarana yang
diperlukan seorang ibu untuk mengoptimalkan diri dalam membesarkan anak.

Contohnya, menjamin kebebasan ibu untuk memberikan air susu ibu (ASI).

Penjaminan kebebasan ini sangat penting karena di pundak ibulah generasi
ahli waris masa depan dan penentu kelangsungan hidup bangsa akan
dititipkan. (*/S-3)

Awali dari Kebiasaan Sederhana

KEBIASAAN baik, walau sederhana, akan membawa dampak positif yang besar.
Pun demikian dalam urusan kesehatan keluarga. Kebiasaan-kebiasaan sehat
akan menjauhkan keluarga dari penyakit. Berikut beberapa perilaku
sederhana yang menyehatkan bila diterapkan secara konsisten:

Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.

Mandi teratur dan mencuci tangan sebelum makan, sesudah bepergian, dan
setelah dari kamar mandi/toilet.

Memperbanyak menu sayur dan buah dalam keluarga.

Menghindari menu makanan siap saji, tinggi gula dan tinggi garam.

Menyediakan porsi istirahat cukup bagi anak-anak.

Olahraga rutin.

Cek kesehatan (medical checkup) secara teratur.

Menjalin komunikasi efektif antaranggota keluarga.
Jangan sampai kesibukan kedua orang tua yang bekerja membuat anak lepas
kontrol dan terjerumus pada perilaku yang merugikan kesehatan serta masa
depannya. (*/S-3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s