8 Fakta Seputar Bayi


sumber : http://sediadisini.com/pengembangan-diri/sosial/543-delapan-fakta-seputar-bayi

Ada bayi yang sudah bisa mengucapkan kata “mama” saat usia 8 bulan, ada yang sampai umur 2 tahun hanya diam saja. Ada bayi yang sudah menampakkan tanda-tanda depresi saat di playgroup, ada yang tetap riang gembira sepanjang waktu. Ada bayi yang agresif, ada yang tenang menghanyutkan. Mengapa bisa demikian? Inilah 8 fakta seputar bayi.
Kapan bayi mulai belajar bicara?
Sejak bulan ke-6 kehamilan, bayi dalam kandungan sudah mampu mendengar suara di luar perut. Sebab saat itu telinganya telah tumbuh sempurna. Pada fase terakhir kehamilan, bulan ke-8, bayi mampu membedakan bermacam suara. Sebuah studi dari Universitas Würzburg: saat baru lahir bayi-bayi berkomunikasi satu sama lain dengan bahasa ibu. Bayi Indonesia yang diletakkan di samping bayi Brasilia akan ngobrol sesuai bahasa ibu masing-masing. Dengan nada tinggi dan rendah yang persis vokal sang ibunda. Yang mengherankan, mereka saling memahami kendati dilahirkan dari 2 rahim yang beda bahasa.

Haruskah bayi diajak ngobrol?
Ya. Kelihatannya menjanjikan. Ayah, ibu, atau saudara bicara papapipimamamimu. Bayi meniru. Sederhana sekali. Setiap bayi akan berupaya berbicara karena hal ini merupakan hasrat bawaan seperti keinginan untuk berjalan. Bayi yang lahir dari ortu bisu pun akan berupaya untuk bicara. Tidak serta-merta ikut bisu. Sebuah studi menunjukkan bahayanya jika sampai usia 3 tahun bayi tidak ada atau sedikit yang mengajak untuk berbicara. Tidak ada yang akan bisa dilakukan untuk menutup celah kebisuan ini.
Bayi yang dibesarkan dalam lingkungan gorila, seperti Tarzan, akan sulit bicara seperti manusia normal jika dia dewasa kelak. Sehingga sangatlah penting jika orang tua, utamanya ibu, yang mengomentari ini itu ketika sedang sibuk dengan bayinya. Misalnya “kini kita akan mengenakan kaus kakimu, sayang” saat sedang menyelimuti kaki mungil dengan kaus kaki. Atau menyanyikan lagu anak-anak seperti “naik-naik ke puncak gunung” saat sedang menggendong bayi menuju vila tempat peristirahatan. Pokoknya ajak bayi Anda senantiasa berkomunikasi secara verbal ketika Anda sibuk dengan buah hati Anda. Namun kegiatan ini tidak perlu dilakukan 24 jam/hari. Cukup saat sedang bercengkerama dengan dia, misalnya pada waktu mengganti popok.

Mengapa bayi dari ortu yang lincah dan cekatan lebih cerdas?
Anak dari ortu yang doyan ngobrol biasanya lebih cerdas ketimbang anak dari ortu pendiam. Mengapa? Hasil penelitian dari Universitas Chicago menunjukkan, bahwa ortu lincah berbicara dengan disertai gerakan tangan dan mimik wajah. Bayi lebih cepat paham apa yang dimaksud oleh ucapan mamanya jika disertai dengan jurus pantomim. Upayakan selalu gerakan tubuh Anda untuk lebih menjelaskan maksud pembicaraan dengan bayi. Kerlingan mata, untaian senyum, dan lainnya perlu menyertai pembicaraan Anda dengan makhluk mungil yang lucu ini.

Mengapa bayi perempuan belajar lebh cepat ketimbang bayi laki-laki?
Ya, data statistik menunjukkan bahwa bayi perempuan sampai mencapai usia 2 tahun telah belajar dan menguasai rata-rata 120 kata. Bayi laki-laki cuma 90 kata. Sampai usia playgroup bayi perempuan menguasai lebih banyak perbendaharaan kata. Namun bayi laki-laki 3 kali lebih banyak menghabiskan waktu bermain dengan tumpukan kotak kayu. Mengapa koq bisa begitu, masih menjadi penelitian para ahli. Kemungkinan besar ada kaitannya dengan proses hormon, yang membuat otak bayi perempuan lebih cepat matang. Bayi laki-laki memerlukan kombinasi lebih kuat soal kesan akustik dan optik. Dari fakta ini terlihat, betapa wanita sangat cocok di bidang pekerjaan yang berkaitan dengan bahasa dan kata, misalnya penyiar radio atau televisi. Tapi juga tidak menutup kemungkinan bagi pria untuk bekerja di bidang linguistik.

Apakah bayi yang berbicara lebih dini itu lebih cerdas?
Bisa saja namun tidak mutlak. Beberapa riset menunjukkan, betapa bayi yang sudah bisa berbicara lebih dini memang lebih cepat mengutarakan sesuatu. Mereka mampu membuat sang ibu paham akan apa-apa yang ada di benak mereka. Para ilmuwan menyimpulkan, bahwa pengembangan bahasa dan kecerdasan tidak erat berhubungan satu sama lain. Buktinya ada pada bayi yang terkena sindrom William-Beuren. Bayi yang terbelakang secara genetika ini ternyata juga punya kemampuan untuk berbicara, walaupun tidak seperti bayi normal. Para periset berasumsi bahwa semakin dini bayi bisa berbicara, dia ini kian tinggi IQ-nya. Tapi asumsi ini tidak berlaku sebaliknya. Bayi yang baru bisa berbicara pada usia 2 tahun, dia ini juga mampu nantinya menjadi Einstein kecil.

Apakah pesawat tv bagi bayi merupakan guru bahasa yang baik?
Jawabannya singkat dan jelas: tidak. Jika kita sebagai orang dewasa bisa belajar bahasa Inggris dari video buatan Hollywood, tidak demikian dengan bayi. Suara yang keluar dari pesawat tv (termasuk radio) itu bagi bayi cukup menyiksa. Bayangkan, bayi harus menyaring suara mama dari bentakan dan dentuman film action yang sedang kita lihat. Buah hati kita tidak suka dar-der-dor tersebut. Ini berlaku sampai bayi berusia 3 tahun, termasuk acara tv untuk anak-anak. Perbendaharaan kata bayi hanya bertambah melalui kontak langsung. Dari ayah, saudara, kakek, nenek, dan terutama ibu. Adalah yang terbaik jika kita membacakan cerita anak-anak dari buku cerita, daripada membiarkan bayi menonton tv.

Mengapa di playgroup sering diadakan acara menyanyi?
Dari sononya setiap bayi senang musik. Bayi bahkan mampu mengenali melodi yang pernah ia dengar saat dalam kandungan. Bayi yang ketika dalam kandungan sering mendengar alunan musik seriosa (seperti karya Wolfgang Amadeus Mozart) dalam hidupnya kelak akan menjadi manusia damai yang gampang menguasai situasi kehidupan. Bayi yang saat dalam kandungan sering mendengar lagu-lagu keras macam hard-rock cenderung akan jadi manusia kasar yang gampang murka ketika dewasa kelak. Beberapa perguruan tinggi pernah meneliti latar belakang bajingan kambuhan, maling, dan bandit saat balita mereka dan kondisi keluarga pada waktu bayi masih dalam kandungan. Ternyata 98% dari mereka dilahirkan dalam keluarga broken-home dan lingkungan yang keras.

Apakah faktor saat masih bayi berpengaruh pada kehidupannya kelak?
Ya, sangat berpengaruh. Bahkan ketika bayi masih dalam kandungan pun sangat mempengaruhi sikap dan perilakunya seumur hidup. Bayi yang tidak diinginkan kelahirannya akan mengetahui hal tersebut. Lebih-lebih jika ibu yang mengandungnya sebagai penolak utama. Ini akan menjadi luka batin yang luar biasa dalam. Hasil riset beberapa universitas membuktikan, betapa semua terhukum mati mengalami waktu yang sangat berat saat dalam kandungan ibu. Masa kanak-kanak mereka sama saja. Lingkungan keras dan keluarga tidak harmonis adalah latar belakang para terdakwa yang divonis hukuman lebih dari 20 tahun penjara. Memang ada yang bertobat, tapi lebih banyak yang kambuh. Karena itu sangatlah penting bagi ibu untuk mengupayakan lingkungan yang tenang dan menghindari pikiran depresif pada saat kehamilan. Bayi mampu membaca perasaan Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s