Disiplin Pada Rentang Usia Tertentu


sumber : http://beingmom.org

•  Usia hampir satu tahun
Si kecil anda yang baru belajar berjalan dan bicara sudah dapat mengerti arti perkataan tidak. Namun, keterbatasan kemampuannya dan keinginannya yang semakin besar untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya, seringkali menjadi sumber kemarahan anda. Ingatlah bahwa bersikap lembut terhadap si kecil di usia ini tidak akan memanjakannya atau menyebabkannya memiliki masalah perilaku dikemudian hari.

Pahami ketidakmampuannya memahami penyebab kemarahan anda. Instinngnya memungkinkan si kecil mengetahui bahwa yang dilakukannya  susu yang ditumpahkannya ke baju anda, tas yang dibongkarnya  dapat memicu kemarahan anda. Tetapi ia belum memahami penyebab kemarahan anda. Teriakan atau hukuman secara fisik, akan diartikannya sebagai hilangnya rasa sayang anda kepadanya. Sebelum ia dapat mengerti penyebab kemarahan anda, ia tidak memperoleh pelajaran apapun dari hukuman yang anda berikan. Kelak, jika hal ini sudah berada dalam jangkauan pemahamannya, ia akan dapat belajar tanpa perlu dihukum.
Pahami keterbatasan kemampuan ingatannya. Seandainya si kecil anda menarik asbak dari meja kopi dan memecahkannya. Anda mungkin akan berpikir bahwa anda pantas memarahinya karena anda telah berulang kali melarangnya menyentuh asbak dan seharusnya ia lebih berhati-hati. Tapi pikirkanlah kembali. Ia menyentuh asbak itu karena benda itu tergeletak disana : keingintahuannya menyebabkan ia ingin menyelidiki benda itu, tetapi ingatan serta pemahamannya belum cukup baik untuk œmengingatkannya bahwa benda itu adalah benda terlarang. Ia memecahkannya karena ia belum memiliki kemampuan untuk memperlakukan barang dengan hati-hati. Jadi, apakah kejadian ini sepenuhnya merupakan kesalahannya ? Lebih baik anda menyimpan barang pecah belah kesayangan anda di luar jangkauannya.
Pahami perbedaan persepsinya dengan anda. Seandainya si kecil anda menumpahkan makanannya ke lantai yang baru saja dibersihkan. Anda berkata bahwa “ia seharusnya tahu”. Betulkah ? Beberapa menit yang lalu anda membantunya menumpahkan balok-balok mainannya ke lantai. Apakah anda berpikir bahwa ia telah memiliki persepsi yang sama dengan anda, tentang perbedaan antara makanan dan mainan ? Tentu saja tidak. Pada usia ini, ia belum memiliki persepsi yang sama dengan anda. Jadi berusahalah untuk erempati” terhadap keterbatasannya.
•  Usia 1 hingga 2-1/2 tahun
Selama masa-masa ini, si kecil anda “berhenti” menjadi bayi. Bila anda tetap memperlakukannya sebagai bayi, ia akan melawan anda untuk meraih kemandiriannya karena ia harus mendapatkannya. Tetapi ia juga belum sepenuhnya dapat mengerti arti disiplin dan kerjasama. Pada masa ini, cara terbaik adalah dengan mengarahkannya agar ia memiliki keinginan yang sama dengan anda.
Cara ini bukan saja mendatangkan hasil jangka pendek, tetapi juga memiliki implikasi jangka panjang yang penting. Anak yang diarahkan dengan cara ini, yang belum dapat membedakan antara benar dan salah (dan karenanya belum dapat memilih untuk bersikap baik) akan tumbuh dewasa. Akan ada masanya ia mengingat instruksi anda dan melihat hasil dari tindakannya, mengerti arti perkataan anda, mengenali perasaan anda.
Ketika saat itu tiba, anak akan dapat memilih untuk bertindak baik atau buruk dengan suatu tujuan. Pilihannya akan tergantung pada perasaannya terhadap orang dewasa yang dirasakan istimewa dan berpengaruh baginya. Bila ia mencapai masa ini dengan perasaan bahwa anda selalu mencintainya, berada dipihaknya, seringkali ia akan memilih untuk menyenangkan anda dan bersikap sesuai harapan anda. Tetapi bila ia berperasaan bahwa anda otoriter, tak dapat dimengerti, tak berpihak kepadanya, ia akan memutuskan untuk tidak berusaha menyenangkan anda, tidak mempedulikan perasaan anda, karena anda terlalu sering melawannya, serta tidak membalas kasih sayang yang ia tunjukkan pada anda.
Ubah tugas menjadi permainan atau tantangan. Seandainya ia membiarkan balok-balok mainannya tersebar di seluruh lantai kamar, dan anda ingin ia merapikannya. Bila anda menyuruhnya mengumpulkan balok-balok tersebut, ia akan menolak. Bila anda berkeras, akan terjadi pertempuran dengannya dan anda tidak dapat memenangkannya. Anda dapat berteriak, menghukum, tapi tak satupun yang dapat membuatnya mengumpulkan balok-balok itu. Tetapi jika anda mengatakan,Pasti kamu tak bisa mengumpulkan balok-balokmu secepat Mama membereskan buku-buku ini, anda telah merubah sebuah tugas menjadi permainan, sebuah tantangan. Sekarang ia akan melakukannya, karena ia menginginkannya. Ia mengumpulkan balok-balok itu bukan untuk Mama, atau untuk menjadi anak baik. Ia melakukannya karena anda membuatnya ingin melakukannya. Arahkan si kecil anda bukan dengan memberikannya perintah, melainkan dengan membuatnya bertindak seperti yang anda inginkan, karena tidak satupun hal yang dapat membuatkan bertindak sebaliknya (apa ada anak yang tidak ingin membuktikan dirinya bisa seperti atau lebih hebat dari Mama ?)
Minta ia ikut bertanggungjawab pada kesalahannya. Seorang bayi akan menjatuhkan mangkuk buburnya untuk memenuhi rasa keingintahuannya, bukan karena ingin membuat anda kesal. Tapi, anak usia 1-2 tahun telah memiliki kemampuan untuk sengaja menumpahkan makanan agar orangtuanya membersihkan untuknya. Titik balik ini terjadi saat si kecil memiliki kemampuan untuk mengetahui saat ia melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukannya, dan kemampuan ini muncul kira-kira saat ulang tahunnya yang pertama. Jika ia melihat pada anda setelah ia menumpahkan makanan, anda akan tahu saat itu telah tiba. Katakan kepadanya,Wah, kamu menumpahkan makanan. Ayo, bersihkan sama-sama dan minta ia untuk membantu anda memunguti makanan yang berceceran. Setelah itu, dudukkan ia kembali ke kursinya, berikan makanan pengganti atau akhiri acara makan.
•  Usia 2- 4 tahun
Anda belum dapat mengharapkan si kecil untuk dapat mengontrol dirinya sendiri setiap waktu, sebaik atau sesering apapun anda menjelaskan hal itu kepadanya. Daripada terlalu sering mengatakan tidak kepadanya, akan lebih baik tunjukkan apa yang seharusnya dilakukan.
Gunakan kalimat positif. Si 2 tahun akan lebih merespon instruksi positif ketimbang instruksi negatif. Jadi, daripada berteriak. Jangan bermain bola di dalam rumah, anda dapat mengatakan,Ayo main bola di halaman. Untuk si 3- 4 tahun, anda dapat membantunya meletakkan koran di bawah prakaryanya ketimbang berteriak melarangnya mengotori lantai dengan perekat. Bila si kecil hendak melakukan sesuatu yang berbahaya, katakan padanya anda tidak memperbolehkannya dengan kalimat positif. Mama tidak memperbolehkanmu bermain di jalan karena Mama ingin menjagamu dari bahaya. Bila anda perlu bergerak cepat menghindarkannya dari bahaya, gunakan peringatan singkat seperti : Stop! atau Bahaya!.
Tawarkan pilihan. Bila ia menginginkan permen sebelum waktu makan siang, tawarkan buah anggur atau apel sebagai pengganti. Seringkali si 2 tahun memilih alternatif ke dua hanya karena hal itulah yang terakhir didengarnya. Pastikan pilihan anda menjadi alternatif ke dua yang anda katakan padanya. Untuk si 3-4 tahun, anda dapat memintanya untuk memilih permen yang akan dimakan setelah ia menghabiskan makan siangnya.
Alihkan perhatian. Bila ia menunjuk sesuatu yang menarik perhatiannya, alihkan kepada benda lain sambil pelan-pelan arahkan ia menjauhi benda yang semula ditunjuknya. Si 2 tahun akan dengan cepat bereaksi dan teralihkan perhatiannya kepada benda yang anda tunjukkan. Kepada si 3-4 tahun, anda dapat mengatakan,ita tidak dapat bermain dengan boneka keramik ini, tetapi kita bisa mainan masak-masakan di sana itu.
Hindari situasi yang mengharuskan anda melarangnya. Daripada terus menerus melarangnya mendekati benda pecah belah kesayangan anda, letakkan benda-benda tersebut di luar jangkauannya. Si 3- 4 tahun akan memerlukan tempat khusus untuk bermain dengan bebas. Misalnya di pekarangan, atau relakan tembok khusus yang dapat dicoret dan digambari. Pada usia ini, acara berbelanja dengan anda dapat menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan baginya dan ia bisa diharapkan untuk berperilaku baik dengan sedikit persiapan. Batasi waktunya selama 1-2 jam, dan lebih baik anda pergi saat toko masih sepi.
Mintalah bantuannya. Anak terlahir dengan sifat dasar ingin membantu dan kooperatif. Manfaatkanlah hal ini. Libatkan si kecil dalam tugas sehari-hari seperti mencuci sayuran, mengatur meja dan memberi makan kucing. Anda akan mengajarkan si kecil arti membantu, yang sangat penting baginya di kemudian hari. Walau saat ini tampaknya membantu bukanlah bagian dari kedisiplinan, namun jika anda mengajarkan si kecil untuk siap membantu dan bersikap kooperatif, anda dapat memintanya kelak jika anda membutuhkan. Katakanlah, si kecil selalu rewel setiap anda menyuruhnya duduk di carseat saat hendak bepergian. Mintalah ia untuk menjadi “boss seatbelt dan memeriksa apakah setiap orang sudah mengenakan seatbelt. Maka dengan sendirinya ia harus mau duduk di carseat dan menjadi contoh yang baik sebelum ia dapat memeriksa orang lain.
Abaikan sedikit ketidakpatuhan. Walaupun anda menginginkan si kecil belajar mengenai disiplin, jangan halangi keinginannya untuk bereksplorasi. Bila ia tidak dalam kondisi yang membahayakan, dan anda tidak harus berkata tidak, biarkan ia melakukannya. Jika si 2 tahun anda tiba-tiba bermain di genangan air dalam perjalanan pulang dari taman bermain, apakah hal ini berbahaya baginya ? Jika si 3 -4 tahun anda ia ingin tidur dengan mengenakan baju peri yang baru anda belikan untuknya, mengapa tidak ?
Katakan dengan tegas. Tentu saja, dalam kondisi dimana ia diharapkan untuk berperilaku sesuai harapan anda, tegaskan hal ini kepadanya. Katakan dengan tegas (tetapi tenang), dengan mimik muka serius,jangan sentuh pisau itu !. Ini lebih baik daripada,Tidak, jangan sayang yang akan membuatnya bingung dalam menerima pesan yang ingin anda sampaikan. Bila ia berperilaku sesuai yang anda harapkan, berikan ia senyuman, pelukan yang diikuti dengan perkataan seperti,Bagus, kamu mendengarkan perkataan Mama.

Sumber : disarikan dan diterjemahkan secara bebas dari http://www.babycenter.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s