Q & A ASI Exclusive


ASI Exclusive

Question : Bayi saya (Qanita) berumur 4 bulan. Saya sedang berusaha untuk memberinya ASI ekslusif sampai 6 bulan. Alhamdulillah, selama ini berhasil. Saya mau menanyakan apakah beratnya yang 6 kg (berat lahir 3,1 kg) cukup untuk bayi yang diberi asi esklusif? Karena saya bekerja dan memberinya asi perah. Apakah pemberian asi esklusif ini dapat diperpanjang sampai 6 bulan? Apakah tidak mengganggu proses belajar makannya? Karena kadang-kadang anak menjadi sukar untuk belajar makan, mereka lebih suka menyusu saja. Terima kasih ya bu….
Tuti

Answer : Dear TutiBravo!! selamat atas niat kuatmu dan upaya kerasmuSaya doakan kamu berhasil memberikan ASI eksklusif 6 buloan dandilanjutkan ASInya sampai usia 2 tahun atau lebih ya. Kita semua sudah amat sangat menyadari bahwa ASI is the best dan sampai saat ini tidak ada satu pun susu formula yang bisa menandingi ASI .. ya kan.
Kalau kamu buka milis sehat@yahoogrous.com, banyak sekali ljho ibubekerja yang berhasil memberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan… jadi terus lakukan apa yang kamu lakukan sekarang ini.Suatu misconception bahwasanya jika bayi tidak diberi makanan padat sampai usia 4 bulan maka proses belajar makannya akan terganggu. Coba buka situs WHO dan bulan agustus lalu kan pekan ASI sedunia (WBW … coba deh browse) … Temanya kali ini adalah teruskan ASI sampai usia 2 tahun lebih dan berikan makanan pendamping ASI sejak usia 6 bulan (ada 10 kiat pemberian MPASI)
Kerugian pemberian MPASI sebelum bayi berusia 6 bulan kira2 sbb: 1. Organ pencernaan, ginjal dan persyarafan bayi belum siap 2. Kita memasukkan protein asing (non human protein) ke tubuh bayi sehingga merangsang si bayi untuk melakukan reaksi “penolakan” yaitu semacam reaksi alergi. Artinya… merangsang tercetusnya alergi dan asma 3. Kita potensial mengintroduksi infeksi … kalau ASI kan steril ya selain itu, ASI kan mengandung antibodi. Sudah terbukti bahwa pemberian ASI ekslusif 6 bulan berhasil amat sangat menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat diare, ISPA, dan pneumonia 4. Pemborosan uang … hehehe padahal selain uang tsb belum perlu dikeluarkan juga potensial membawa kerugian seperti dikemukakan di atas
Ok terus saja ya ASI eksklusif, agar kita bisa dan berhasil memberikan yang terbaik untuk anak kita
peluk cium untuk anakmu
wati

Asi eksklusive

Question : Dear Dr. Wati & smart parents,
Sudah lama saya saya menjadi member millis ini, cumaselama ini masih pasif karena belum memiliki bayi.Saya mendapat banyak sekali informasi dari millis ini.Kini saya telah ada sedikit pengalaman yang ingin sayabagi dengan rekan-rekan millis, khususnya yang akanmelahirkan melalui Sectio Caesarea.
Istri saya melahirkan putra pertama kami seminggu yanglalu. Putra kami laki-laki, 2700 gram, 47 cm. Semuladirencanakan istri saya akan melahirkan secara normal,tapi setelah kontraksi 9 jam ternyata tekanan darahistri saya terus meningkat walaupun obat telahdiberikan dan asam urat menjadi sangat tinggi,sehingga diputuskan untuk dilakukan Sectio Caesareaatas indikasi pre-eklampsia.
Semula permintaan saya agar bayi kami LANGSUNGdikenalkan dengan puting ibunya ditolak dengan alasanhygine dan suhu ruang operasi yang tidak memungkinkanbayi berlama-lama di situ. Tapi setelah saya jelaskanmaksud saya dan saya minta agar hal tersebut dilakukan”beberapa detik saja, asal kenal dengan putingibunya”, permintaan itu diluluskan.
Sebelumnya saya telah meminta agar istri dan bayi sayadirawat secara rooming-in. Setelah istri saya keluardari ruang pemulihan (cukup lama karena tekanandarahnya tidak kunjung stabil), saya minta agar bayikami segera digabungkan. Semula permintaan itu kembaliditolak, dengan alasan suhu badan bayi belum stabil,demikian pula tekanan darah istri saya. Prosedur di RStersebut, bayi ex SC baru bisa digabung 24 jam setelahkelahiran, atau paling tidak setelah suhu stabil. Tapisaya kembali minta agar “bayi saya bisa belajarmenyusu beberapa menit saja, setelah itu silakandibawa kembali ke kamar perawatan bayi”. Kembalipermintaan itu diluluskan. Posisi istri saya waktu itutiduran (sedikit miring), dan tentunya proses “belajarmenyusui” tersebut sepenuhnya dibantu oleh perawat.
Pihak RS menawarkan untuk memberikan air gula ataususu formula “jika bayi Bapak rewel atau tidak tenangsedangkan Ibu belum bisa menyusui”, tapi berbekalinformasi dari KLASI tawaran tersebut tidak sayaterima.
Keesokan harinya ketika bayi digabungkan ke kamaristri saya, bayi dapat menyusu dengan baik (walaupunASI belum banyak), dengan istri saya tetap dalamposisi tiduran. Sekarang bayi kami terus mendapat ASIsecara exclusive, lancar dan tidak ada masalah. Terimakasih pada KLASI dan khususnya mbak Luluk yang sayakenal di seminar peluncuran KLASI, sehingga saya bisalebih cerewet dalam mengusahakan apa yang terbaik bagibayi kami.
Satu hal yang saya kurang berhasil adalah mendapatkanimunisasi Hepatitis B secepatnya. Hal ini sudah sayaminta ke DSA yang hadir (DSA yang bisa hadir palingcepat karena keputusan dilakukan SC mendadak), tapihanya dijawab “buat apa, nanti saja”. Ketika sayajelaskan serta mendesak dengan bertanya “Inipermintaan saya, apa ada risiko bagi bayi jikapermintaan ini diluluskan ?” Jawaban ybs hanya “Nantisaja sekalian kontrol”. Bahkan di kesempatan lainketika saya tunjukkan schedul imunisasi dari IDAI, diacuma mengatakan “ada banyak aliran, saya pakai yanglain (dia sebutkan nama seorang profesor, sayang sayalupa). Saya nggak ngerti kenapa IDAI langsung ambilyang itu jadi patokan”. Dalam hal ini saya “kalah” danbayi kami tidak bisa langsung mendapat imunisasihepatitis B.
Demikian pengalaman saya, semoga keberhasilan maupunkegagalannya bisa bermanfaat bagi yang lain. Bravobuat KLASI dan millis SEHAT !
Salam,
Irwanto

Answer 1 : Dear Pak Irwan,
Selamat ya atas kelahiran bayinya. Dan saya benar-benar salut ataspersiapan Bapak dalam menyambut si kecil, khususnya untuk memperjuangkanagar si kecil bisa ASI eks.
Saya belajar dari pengalaman Bapak, bahwa apabila ortu mengerjakan “PR”nya(dalam hal menyambut kelahiran termasuk juga dalam membawa ke dokter), makakita meyakinkan pihak luar agar bayi kita mendapat yang terbaik.
Bravo milis sehat and Bravo KLASI
Junice

Answer 2 : Pak Irwanto,
Saya hanya pengen nyelamatin, atas kelahiran putra pertama dan inginmemberikan apresiasi yg tinggi terhadap perjuangan bapak agar istri BApakbisa memberikan ASI eksklusif. Bravo pak! Mudah2an melalui milis ini lebihbanyak lagi bapak2 yg mengambil peran aktif dalam memperjuangkan ASIeksklusif.
Salam untuk isteri bapak. Happy parenting! It’s a blessing.. They don’tstay babies for very long…so Enjoy!!!
Rosalina

Answer 3 : Dear Pak Irwan,
Selamat atas kelahiran anaknya. Semoga untuk anak yg berikutnya saya dan suami bisa bertindak seperti bapak, jika saya harus SC lagi…. Thanks for your sharing….
Memang milis sehat dan KLASI top buanget deh….
Cheers,
Tera

Asi eksklusif

04/03/2005
Q : Yth Dr. Purnawati….
Selamat pagi Dok,Saya seorang Ibu dari anak yang baru berusia 12 hari. Kebetulan saya adalah wanita pekerja. Saya ingin sekali memberikan ASI kepada anak saya walau saya sedang sibuk bekerja. Saya ingin memberikan ASI ekslusif 6 bulan kepada anak saya, karena saya tidak tega memberikan susu formula kepada anak saya. Mungkin dokter bisa memberikan saya informasi atau tata cara pemberian ASI eklusif ini.
Demikian pertanyaan saya dan saya ucapkan terimakasih atas perhatian dan batuan dari Dokter.
Wassalam-ayu mantik-

A : Caranya? Makan yang baik (coba kamu browse mayo clinic, cari food pyramide dan kamu bisa lihat bagaimana pola makan untuk ibu menyusui
Kedua, sisihkan waktu untuk dirimu sendiri meski hanya untuk sekejap. Upayakan juga untuk tidur saat si kecil tidur.
Ketiga, usahakan sedikitnya seminggu 3 kali olah raga jalan kaki selama 30 menit supaya aliran darah lancar dan produksi ASI meningkat. Prinsip kedua. ASI bekerja atas dasar konsep demand and supply.Kalau permintaan meningkat, produksi pun akan meningkatMakin sering bayimu disusui makin lancar pula produksi ASImu. Hanya 1 dari 1000 perempuan yang tidak bisa menyusui karena produksi asinya tdk mencukupi Prinsip ketiga. Bekerja bukan halangan untuk memberikan ASI eksklusif. Mumpung masih cuti, buat persiapan untuk antisipasi ketika kamu sudah bekerja nanti. Misalnya beli cooler, beli botol-botol plastik untuk menampung ASI, dst dst
Nanti sebelum masuk kantor, bicarakan dengan atasanmu perihal niatmu untuk meneruskan ASI eksklusif dan kamu beritahu bahwa kamu akan mempergunakan hakmu yaitu hak perempuan bekerja yang menyusui untuk memerah ASInya secara berkala. Nah 2 – 3 jam sekali kamu perah ASImuJangan kecil hati bila di kantormu tidak ada ruagan khusus untuk memerah ASI, asal tanganmu bersih dan semua peralatan asi nya steril… di WC pun tidak masalah Keempat. Coba kamu konsultasi ke klinis laktasi di RS St Carolus bagaimana cara memerah dan menyimpan ASI Kamu juga join dengan milis-milis kesehatan anak dan sering-sering berowse mengenai breastfeeding ada webnya khusus juga lho breastfeeding.com.
Kalau kamu mau juga kamu bisa join milis sehat@yahoogroups.com. Disitu banyak dibahas masalah ASI dan ada breast feeding support group untuk para ibu yang menyusui yaitu KLASI. Ok sukses ya, doa sayaPeluk cium untuk bayimu
wati

One thought on “Q & A ASI Exclusive

  1. bayi saya sekarang sudah berusia 4,5 bulan,, alhamdulillah masih minum asi walaupun asi perah,, mo tanya klo pemberian MPASI itu pas bayi masuk usia 6 bulan atau setelah usia 6 bulannya habis masuk ke 7 bulan?.. terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s