Infeksi Saluran Kemih


sumber : http://www.medicalera.com/index.php?option=com_myblog&show=infeksi-saluran-kemih-pencegahan-dan-perawatanhtml&blogger=Diana&Itemid=314

Infeksi Saluran Kemih atau UTI, dikarenakan sekumpulan mikroorganisme di saluran kemih dalam jumlah tertentu yang merusak atau mengganggu. Apabila hanya ureter dan kandung kemih dipengaruhi, ini disebut infeksi saluran kemih bagian bawah (lower urinary tract infection). apabila ureter dan ginjal dipengaruhi, disebut infeksi saluran kemih bagian atas (upper urinary tract infection).

Apa yang Menyebabkan Infeksi Saluran Kemih (UTI – Urinary Tract Infection)?

UTI biasanya disebabkan oleh bakteri yang biasanya terdapat pada tumbuhan, pada bagian tubuh yang terbuka dan di dalam pencernaan, sebagai contohnya bakteri Escherichia Coli. Seringnya bakteri memasuki saluran kemih jalan masuk ke ureter. Wanita lebih mudah terkena infeksi saluran kemih karena mereka memiliki ureter yang lebih pendek ke dalam kandung kemih.

Penyakit Chlamydia, Gonorrhea, Syphilis tidak bisa disebut UTI, meskipun infeksi ini seringkali mempengaruhi saluran kemih.

Cacatnya saluran kemih dapat membuat seseorang mudah terjangkit penyakit UTI, seperti penyempitan atau penyumbatan di ureter dan cacat ini akan menyebabkan jumlah air berkurang dari kandung kemih ke ureter. Kerusakan fisik di saluran kemih dapat mempermudah bakteri berkoloni dan  membuat infeksi.

Penggunaan kateter atau alat lain di saluran kemih dapat menyebabkan bakteri dan juga menyebabkan kerusakan dan memberikan kesempatan pada bakteri untuk menginfeksi.

Gejala Infeksi Saluran kemih

UTI dapat menjadi akut dengan gejala yang sangat jelas. UTI juga dapat berkembang perlahan dengan gejala yang minim untuk periode waktu yang lama.

Gejala UTI bagian bawah adalah :

  • – Gatal sewaktu buang air kecil.
  • – Sakit dibagian kandung kemih
  • – Sering buang air kecil, meskipun jumlahnya sedikit
  • – Sering buang air kecil sepanjang malam
  • – Demam ringan.
  • – Urine yang keruh dengan bau yang tidak enak.
  • – Keluar nanah dari ureter atau bercampur dengan urin.
  • – Terkadang terdapat darah di urine.

UTI bagian atas sering memiliki gejala yang sama, dan sebagai tambahan gejala-gejala tersebut akan terasa :

  • – Mual dan muntah.
  • – Sakit dibagian punggung dan samping perut, di atas ginjal, dan menurun kea rah kandung kemih.
  • – Merasakan tekanan di bagian perut.
  • – Panas tinggi dan menggigil.
  • – Kondisi fatiq.

Gejala UTI harus selalu dicermati, terutama bila terdapat darah di urin karena hal ini akan mengakibatkan penyakit yang lebih serius.

Komplikasi yang Disebabkan oleh Infeksi Saluran Kemih

Banyak UTI bagian atas dapat menyebar ke jaringan ginjal dam menghancurkan struktur keluaran urin. Proses ini secara bertahap dapat menyebabkan gagal ginjal. Infeksi dapat merusak pertumbuhan jaringan di saluran kemih (sebagai contoh: ureter), yang dapat menyebabkan gangguan dan masalah dengan pengeluaran urin.

Pada pria infeksi dapat menyebar ke prostat dan organ reproduksi dan menghancurkan fungsi system reproduksi..

Apabila wanita hamil mengalami UTI, maka anak yang dilahirkan memiliki kecenderungan lahir dengan berat badan kurang.
Diagnosis dari Infeksi Saluran Kemih

UTI didiagnosis melalui sampel urin. Sampel tersebut dianalisa berdasarkan zat-zat yang dihasilkan oleh penyakit tersebut seperti nitrites, leukocytes atau leukocyte esterase. Kemudian juga diperiksa adanya bakteri.

Saat anak-anak didiagnosa menderita UTI, sangatlah beguna bila dilakukan pemeriksaan aliran urine dan pemeriksaan radiologi dari saluran kemih apakah terdapat keluaran ke arah atas kandung kemih atau bentuk abnormalitas lainnya dalam saluran kemih. Hal ini terkadang terjadi pada orang dewasa yang menderita UTI.

Perawatan Standar dari Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih biasanya dirawat dengan antibiotic seperti: trimethoprim, cephalosporins, nitrofurantoin, atau fluoroquinolone (ciprofloxacin, levofloxacin).
Anak-anak yang didiagnosa mengalami infeksi saluran kemih biasanya diberikan perawatan jangka panjang dengan menggunakan antibiotic dalam dosis yang rendah, akan tetapi penelitian terakhir menunjukan hasil yang meragukani.

Perawatan Alternatif dari Infeksi Saluran Kemih

Walaupun perawatan standar biasanya efektif, hal ini tidak selalu berhasil mengalahkan infeksi saluran kemih yang kronis. Perawatan UTI dengan dosis antibiotic yang rendah untuk mencegah UTI dapat memberikan edek samping dan juga tidak selalu efektif.

Perawatan alternatif dapat berguna sebagai tambahan obat-obatan standar, dan juga berguna untuk mencegah terkena UTI.

Cranberry dan blueberry dapat membantu mencegah UTI dengan menghilangkan bakteri penyebab UTI. Tumbuh-tumbuhan ini dapat dikonsumsi dalam bentuk jus atau pun teh dari buah berry yang dikeringkan, dan juga ditemukan dalam bentuk kapsul.

Gula tipe D-mannose juga dapat membantu menghilangkan bakteri penyebab infeksi dari saluran kemih.

Cranberry, blueberry dan D-mannose membantu dengan menekan bakteri dari dinding bagian dalam saluran kenih dan membuat bakteri sulit melekat di dalam dinding dan menginfeksi jaringan. Jika tidak bakteri akan terbawa oleh urin.

Goldenseal root dan Uva ursi juga memiliki pengaruh memerangi bakteri yang menginfeksi saluran kemih.

Pemulihan yang merubah PH urin menjadi lebih asam atau bersifat alkalis juga memiliki pengaruh terhadap infeksi bakteri. Terlihat bahwa bakteri akan tumbuh subur hanya pada PH tertentu. Suplemen mineral yang terdiri dari citrate akan merubah PH menjadi lebih bersifat alkali. Cranberry memberi urin keasaman dan membantu memerangi bakteri.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa akupuntur dapat membantu menghalangi terjadinya infeksi saluran kemih.

Gaya Hidup Untuk Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Banyak gaya hidup digunakan untuk mencegah atau menyembuhkan UTI.

  • Menggunakan pakaian yang melindungi bagian bawah tubuh dari dingin bermanfaat bagi banyak orang.
  • Minum banyak air membuat bakteri penyebab infeksi akan keluar dengan lebih mudah.
  • Buang air kecil setelah intercourse dan membersihkan bagian luar ureter untuk membersihkan bakteri penyebab infeksi yang ditularkan oleh perilaku seksual sebelum bakteri masuk ke saluran kemih.
  • Menggunakan kondom bila melakukan intercourse di bagian anal dapat menghindarkan infeksi bakteri di bagian rectum yang akan masuk ke ureter pria.
  • Setelah intercourse bagian anal, hindari untuk intercourse bagian vagina apabila belum di cuci bersih.
  • Perhatikan kebersihan organ kewanitaan, dan bersihkan dari bagian depan ke belakang untuk menghindari masuknya bakteri ke saluran kemih setelah buang air kecil.
  • Bilas dengan air hangat tanpa sabun karena dapat menyebabkan iritasi dapat mengurangi rasa sakit selama mengalami UTI dan akan membantu proses penyembuhan.

2 thoughts on “Infeksi Saluran Kemih

  1. Berdasarkan hasil medical cek up pramita saya dinyatakan positif infeksi saluran kemih, ada bakter + 1 tanggal 15 juli 2010, sebenarnya sekitar tahun 1996 saya dinyatakan radang saluran kemih tapi karena saya tak merasakan gejala saya tenang tapi setelah tgl 15 juli itu saya khawatir, kalau buang air kecil saya tidak sakit tapi kalau kecapekan pinggangnya sakit saat buang air kadang ada darah sedikit kira-kira bahaya tidak ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s