8 CARA AGAR ANAK PENUHI JANJI


sumber : http://www.tabloid-nakita.com/

Si kecil perlu tahu kalau janji adalah utang.
Janji terkait dengan dengan komitmen dan komitmen tak bisa dilepaskan dari integritas. Nah integritas ini, kan, merupakan salah satu penentu kesuksesan hidup. Sangat masuk akal, sebab orang yang memiliki integritas tinggi akan selalu dipercaya, diandalkan, dan disukai lingkungan.
Memang, enggak gampang menanamkan integritas pada si prasekolah. Tapi inilah usia yang paling pas untuk memulai. Awali dengan 8 langkah sederhana:
1) Buatlah beberapa aturan, seperti cuci kaki, sikat gigi dan pipis sebelum tidur, kalau habis pipis harus disiram, kapan anak harus bangun, jam berapa anak harus mandi, dan sebagainya. Ini akan memupuk rasa tanggung jawab dan komitmennya.
2) Beri tugas-tugas ringan. Misal, membereskan tempat tidur setiap bangun pagi. Ingat, yang dilihat di sini bukan kualitas pekerjaannya tapi pembiasaannya. Jika itu dilakukan anak setiap hari, maka orangtua harus memberikan rewards, entah dengan pelukan, pujian, atau ciuman. Aktivitas ini secara tidak langsung mengembangkan komitmen dan integritas diri anak.
3) Beri pemahaman logika terbalik. Posisikan ia sebagai korban ingkar janji temannya. Contoh, ada teman berjanji akan meminjamkan game boy, tapi dengan alasan lupa dia tidak kunjung membawakan mainan itu. “Kamu pasti kecewa, kesal, dan marah, karena di hari itu kamu telah membayangkan bisa main game boy. Perasaan kecewa yang sama mungkin dialami temanmu jika kamu ingkar janji.”
4) Tanamkan bahwa setiap orang mesti sungguh-sungguh dengan ucapannya. Saat anak menyanggupi untuk menghabiskan makanan yang dipesannya, maka dia harus menepati apa yang sudah disanggupinya. Kalau tidak, maka makanan itu menjadi mubazir. Jika dia memesan makanan sebanyak itu lagi, orang lain tidak akan percaya bahwa porsi sebanyak itu bisa dihabiskan.
5) Tunjukkan sikap tegas/konsisten agar anak mematuhi komitmennya. Misal, karena anak tidak menepati janji untuk menghabiskan makanan yang sudah dipesannya, orangtua harus tegas untuk melakukan pembatasan. Atau katakan, “Kamu tidak boleh makan di resto karena minggu lalu makananmu tidak dihabiskan.” Hanya saja, ada pengecualian jika kondisi anak memang sedang tidak fit.
6) Jadilah tela-dan. Jangan mengumbar janji pada anak jika tidak dapat memenuhinya. Misal, janji jalan-jalan ke luar kota padahal Anda sendiri belum pasti bisa atau tidak. Ingkar janji orangtua tidak hanya membuat anak kecewa, tapi juga mengajarinya untuk tidak memiliki integritas diri.
7) Beri kesempatan lagi jika anak belum mampu menunjukkan integritasnya. Saat anak lupa akan janjinya, cobalah berkata, “Baiklah, kita ulangi lagi. Se-karang coba kamu kerjakan apa yang kamu sanggupi. Janji adalah utang, kamu harus bisa dipercaya.”
8) Gunakan metode kuis kecil-kecilan tentang kejadian sehari-hari. Misalnya anak diminta berpendapat tentang tokoh-tokoh dari kisah-kisah pendek yang Anda sampaikan; apakah orang itu bisa diper-caya atau tidak.
– “Ayah Budi minta Budi mengambilkan pot berisi bunga dan meletakannya di halaman rumah. Budi menyanggupi, tapi karena keasyikan bermain dia lupa dan tidak mengerjakannya sama sekali.”
– “Sehabis bermain sepeda, Toni selalu memarkirkan sepeda di garasi dan membersihkannya.”
– “Ibu Siti adalah tetangga sebelah Ani. Dia punya anggrek yang menjadi kesayangannya. Pada saat Ibu Siti hendak pulang kampung, dia minta tolong Ani untuk menyirami anggreknya dan Ani pun menyirami pohon itu tiap sore.”
– “Tugas Sinta adalah menutup meja makan sehabis makan malam. Sinta menyanggupi dan melakukannya selama tiga hari, tetapi setelah itu lupa dan harus selalu diingatkan.”
Nah begitulah, ada banyak cara untuk menanamkan kebiasaan tepat janji pada anak. Tidak sulit, kan?
APA HASILNYA?
Ada banyak hasil positif jika anak dilatih berintegritas sejak dini, di antaranya:
* Anak bisa memikul tanggung jawabnya dengan baik.
* Semua pasti ingin berteman dengan orang yang memiliki integritas tinggi; kalau janji ditepati, apa yang diucapkan dilaksanakan, dapat dipercaya dan berempati.
* Anak bisa mengukur, apakah dirinya mampu atau tidak dalam menepati janji. Ia belajar untuk tidak mengobral janji.
* Berbohong akan dijauhinya. Sebaliknya, ia senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan keterbukaan.
Saeful Imam. Ilustrator: Pugoeh

SEJAUH MANA ANDA MENANAMKAN INTEGRITAS?
Hasil kuis berikut ini bisa memberikan gambaran sejauh mana upaya Anda menjadikan si prasekolah manusia yang berintegritas. Pilihlah jawaban yang paling sesuai, tak perlu malu. Selamat mencoba.
1. Anak Anda berjanji akan mengembalikan mainan milik sepupunya yang ia pinjam. Namun, di hari-H dia lupa. Anda:
a. Langsung minta maaf mewakili anak Anda.
b. Mendiktekan kata-kata permintaan maaf untuk diulangi anak di hadapan sepupunya.
c. Mendorong si kecil untuk minta maaf dengan kata-katanya sendiri dan memberikan alasan yang jujur.
2. Setelah selesai bermain, si kecil meninggalkan mainannya begitu saja. Anda:
a. Mengingatkan, “Nak, mainannya dibereskan dong,” tapi tetap saja Anda membereskannya juga karena si kecil tetap ngeloyor.
b. Tidak bilang apa-apa dan menyuruh si Mbak membereskan mainan yang berantakan.
c. Melarang anak pergi sebelum membereskan mainannya.
3. Anda tahu anak TK sudah harus bisa mandi sendiri. Anda:
a. Memberi kesempatan kepada anak untuk mandi sendiri. Anda hanya membantu membersihkan bagian-bagian yang sulit dicapai tangannya.
b. Tetap turun tangan memandikannya karena tidak percaya si prasekolah bisa mandi cepat dan bersih.
c. Membiarkan anak membersihkan bagian perut dan tangannya. Selebihnya Anda yang memandikan.
4. Anda sekeluarga hendak pergi keluar kota. Anak Anda:
a. Memilih mainan yang akan dibawanya. Selanjutnya Anda yang membereskan semua perlengkapannya.
b. Diperbolehkan memilih perlengkapan yang akan dibawanya dan memintanya memasukkan ke tasnya sendiri.
c. Tinggal tahu beres saja. Anda telah memilihkan barang-barang yang harus dibawa. Semua sudah masuk ke dalam tas Anda.
5. Sebelum ikut ke pasar swalayan, si kecil berjanji tidak akan minta dibelikan mainan. Kenyataannya di sana ia merengek-rengek. Anda:
a. Membelikan mainan itu segera supaya ia tidak sampai menangis dan bikin malu.
b. Menegurnya bahwa tadi kan janjinya tidak begitu, kemudian mengabaikan rengekannya.
c. Pura-pura setuju membelikan mainan tersebut tapi kemudian ketika anak sedang lengah, Anda mengembalikannya ke rak.
6. Si kecil tidak mau tidur dan ngotot nonton film kesayangan. Anda:
a. Membiarkannya tidur lebih larut. Toh, jam sekolahnya agak siang
b. Menunggu sebentar, kemudian langsung mematikan teve dan menyuruhnya tidur.
c. Membuat kesepakatan, bahwa ia hanya boleh nonton (molor dari jadwal) selama 10 menit saja. Pada saat yang ditentukan Anda mengingatkan lagi kesepakatan yang sudah dibuat dan minta si kecil mematikan teve.
7. Si kecil memukul temannya. Anda:
a. Meminta dia untuk minta maaf sendiri kepada temannya itu.
b. Memintakan maaf kepada si teman atas kenakalan anak Anda.
c. Menegur anak dan memarahinya di depan si teman

DAFTAR NILAI
No. A B C
1 1 2 3
2 2 1 3
3 3 1 2
4 2 3 1
5 1 3 2
6 1 2 3
7 3 1 2
HASIL
Nilai 17-21
Selamat, Anda sudah memiliki sikap yang tepat dalam mengembangkan integritas anak. Jangan lupa kembangkan aspek empati.
Nilai 12-16
Anda sudah mulai berusaha untuk mengembangkan integritas si kecil, tetapi terkadang Anda masih kurang konsisten untuk melaksanakannya. Mantapkan lagi usaha Anda. Ingin anak Anda berbudi pekerti, bukan?
Nilai 7-11
Sampai saat ini usaha untuk mengembangkan integritas anak masih belum konsisten dijalankan. Bahkan dalam beberapa hal, Anda cenderung tidak percaya pada kemampuannya. Bantuan yang Anda berikan akan ditangkap olehnya bahwa ia boleh bersikap semau-maunya. Doronglah ia untuk menepati janji beserta penjelasannya yang gamblang, biasakan untuk meminta maaf jika salah, dan minta dia melakukan tugas-tugasnya.
Heni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s