Hapatitis Virus Pada Anak


sumber : http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/Cybermed/detail.aspx?x=Health+News&y=Cybermed|0|0|5|569

Hepatitis Virus A
Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A (VHA) sampai saat ini masih merupakan masalah di negara berkembang maupun di negara maju. Prevalensinya sangat beragam, tergantung keadaan sosial ekonomi dan higiene perorangan. Dengan perbaikan kedua faktor diatas, ternyata terjadi penurunan prevalensi pada usia dini, tetapi beralih ke usia lanjut dengan manifestasi klinis yang lebih berat.

Transmisi utama VHA adalah melalui jalur fekal oral. Jadi VHA dapat ditularkan melalui makanan-minuman yang tidak terjamin kebersihannya. VHA pada anak biasanya tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menjadi sumber penularan bagi orang dewasa yang ada disekitarnya. Komplikasi yang dapat terjadi tetapi jarang dijumpai pada anak adalah prolonged cholestasis, relaps atau fulminan.

Penyakit karena virus hepatitis A ini tidak akan menjadi kronik atau menimbulkan penderita karier. Diagnosa ditegakkan dengan tanda dan gejala khas, beserta pemeriksaan fungsi hati dan serologis.

Angka kematian karena VHA sangat rendah, tergantung usia dan komplikasi fulminan yang terjadi.

Dengan kemajuan pengetahuan dalam bidang virologi molekuler, vaksin HVA sudah dapat dibuat dan dapat dipergunakan untuk menurunkan prevalensi HVA.

Hepatitis Virus B
Indonesia merupakan negara dengan endemisitas hepatitis B yang sangat tinggi. Hal ini berhubungan dengan transmisi virus secara vertikal maupun horizontal pada bayi dan anak di Indonesia yang juga sangat tinggi. Transmisi utama VHB terjadi melalui jalur parenteral (lewat darah). Di Asia pola transmisi yang paling banyak berperan adalah transmisi perinatan dan transmisi karena kontak erat antar anggota keluarga.

Transmisi dari ibu ke bayi (vertikal) dapat terjadi pada saat intra uterin (dalam kandungan), saat lahir dan setelah lahir. Transmisi horizontal dapat terjadi melalui kontak erat antar anggota keluarga. Bayi atau anak yang terinfeksi VHB pada usia dini, selain menjadi sumber infeksi, juga akan mengalami risiko kronisitas yang tinggi. Risiko kronisitas ini dikaitkan dengan belum matangnya respon imun bayi, adanya HbeAg ibu yang masuk ke sirkulasi bayi dan adanya IgG anti HBC ibu yang menutupi ekspresi HbcAg pada permukaan sel hati bayi. Sirosis dengan komplikasi hipertensi pembuluh darah portal dan Hepatoma merupakan risiko yang harus ditanggung bayi/anak dengan hepatitis kronis. Untuk itu perlu dilakukan pencegahan dengan imunisasi sedini mungkin.

Hepatitis B pada anak-anak umumnya tidak menimbulkan gejala atau dengan gejala ringan saja. Walaupun demikian, seperti telah diuraikan diatas, HBV pada anak beresiko menimbulkan kronisitas.

Hepatitis Virus C
Hepatitis C merupakan penyakit dengan gejala klinis yang sangat bervariasi dan tidak spesifik, cenderung mengakibatkan hepatitis kronis, sirosis, gagal hati dan hepatoma. Sebagian besar kasus hepatitis C akan berlanjut menjadi kronis.

VHC dapat ditularkan melalui beberapa cara, antara lain melalui parenteral, kontak personal, transmisi seksual dan transmisi perinatal. Hampir setiap anak yang mendapat transfusi darah atau produk darah yang mengandung anti-VHC, akan terinfeksi VHC. Resiko makin meningkat apabila mendapat transfusi berulang dari donor yang multipel (leukimia, thalasemia) atau mendapat produk darah yang diperoleh dari beberapa donor sekaligus. Meskipun infeksi VHC merupakan penyebab utama hepatitis akibat trasnfusi, cukup banyak penderita hepatitis C yang ternyata tidak pernah memperoleh tranfusi darah. Transmisi perinatal dilaporkan sangat jarang dang tidak seperti pada VHB.

Gejala klinis HVC sangat bervariasi dan tidak spesifik. Pada anak umumnya HVC asimtomatik dan hanya sebagian kecil akan mengalami kuning.

Gejala hepatitis C akan menjadi lebih berat bila terjadi bersama dengan VHB. (Adi)

Sumber: Majalah HealthToday

One thought on “Hapatitis Virus Pada Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s