Persalinan Darurat di Rumah


sumber :http://cyberwoman.cbn.net.id/cbprtl/Cyberwoman/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=Cyberwoman|0|0|8|432

Untungnya persalinan darurat di tempat-tempat unik hanya terjadi di film atau TV. Tetapi hanya untuk berjaga-jaga bila kebetulan Anda adalah salah satu dari wanita seperti itu, mungkin bijaksana bila Anda dan pasangan mengenal dasar-dasar persalinan darurat di rumah, di perjalanan atau di kantor. Kuncinya tetap tenang, ingat meski Anda tidak tahu apa-apa tentang melahirkan bayi, secara alami tubuh seorang ibu dan anaknya dapat melakukan tugasnya sendiri. Berikut hasil wawancara dengan Dr Deddy Arman Saidi, Sp OG dari RS Hermina, Bekasi.

Persalinan Darurat di Rumah atau di Kantor
1.Hubungi pusat pertolongan darurat terdekat. Minta mereka menghubungi dokter Ibu.
2.Ibu harus mulai menarik nafas pendek dan cepat untuk menghindarinya dari mengejan
3.Selama persiapan dan persalinan, tenangkan dan yakinkan ibu.
4.Bila ada waktu, cuci daerah vagina dan tangan Anda dengan sabun dan air.
5.Bila tidak waktu memindahkan ibu ke tempat tidur, letakkan koran, handuk bersih, atau pakaian yang dilipat di bawah pantatnya untuk meninggikan agar ada ruang untuk bahu bayi.
6.Bila ada waktu tempatkan ibu di meja atau tempat tidur, sedemikian rupa agar pantatnya agak menggantung, tangan berada di bawah paha untuk menjaga paha tetap terangkat. Bila ada letakkan dua kursi untuk mendukung kakinya.
7.Lindungi permukaan persalinan, bila mungkin dengan taplak plastik, gorden plastik dari kamar mandi, koran , handuk, dsb. Sebuah baskom atau panci dapat diletakkan untuk menadahi cairan ketuban dan darah.
8.Ketika puncak kepala bayi mulai muncul, perintahkan ibu menarik nafas cepat dan pendek atau meniup (tidak mendorong), dan berikan tekana lawan dengan hati-hati pada kepala agar ia tidak keluar dengan tiba-tiba. Biarkan kepala muncul secara bertahap – jangan pernah menariknya keluar!. Bila terdapat lingkaran tali umbilikal melilit leher, kaitkan jari padanya dan dengan hati-hati angkat melalui kepala bayi.
9.Bila kepala telah keluar, dengan hati-hati urut bagian sisi hidung ke arah bawah, leher, dan bagian bawah dagu ke arah, atas untuk membantu mengeluarkan lendir dan cairan ketuban dari hidung dan mulut.
10.Selanjutnya pegang kepala dengan dua tangan dan tekan sedikit ke arah bawah (jangan menarik), pada saat bersamaan mintalah ibu mendorong (mengejan) untuk mengeluarkan pundak bagian depan. Ketika lengan bagian atas muncul, angkat kepala dengan hati-hati, perhatikan pundak bagian belakang muncul. Sekali pundak telah keluar, maka bagian lain dari bayi akan keluar dengan mudah.
11.Segera bungkus bayi dengan selimut, handuk, atau apa saja yang cukup bersih. Letakkan bayi pada perut ibunya, atau bila tali pusatnya cukup panjang (tapi jangan menariknya), bisa pada dada ibunya.
12.Jangan mencoba menarik plasenta keluar. Tapi bila ia keluar dengan sendirinya sebelum ambulans tiba, bungkuslah dengan handuk atau koran dan bila mungkin tempatkan di tempat yang lebih tinggi dari letak bayi. Tidak perlu mencoba memotong tali pusat.
13.Usahakan agar ibu dan bayi tetap nyaman dan hangat sampai bantuan tiba.

Persalinan Darurat di Perjalanan
1.Bila Anda berada di mobil Anda sendiri, berhentilah. Carilah bantuan lewat alat komunikasi. Bila tidak nayalakan lampu peringatan bahay atau atau lampu tanda belok. Bila seseorang berhenti untuk memberi pertolongan, minta padanya menelepon atau menghubungi RS atau pertolongan darurat terdekat. Bila Anda berada di taksi, minta supir taksi meminta bantuan lewat radionya.
2.Bila mungkin bantulah ibu tersebut pindah ke tempat duduk belakang. Letakkan mantel, jaket atau selimut di bawahnya. Lanjutkan pertolongan seperti tulisan di atas.
3.Segera setelah persalinan selesai, lanjutkan perjalanan ke RS.

Persalinan Darurat Seorang Diri
1.Tetap tenang. Hubungi pusat pertolongan darurat terdekat, minta mereka menghubungi dokter Anda.
2.Temui tetangga atau orang lain untuk minta tolong, bila mungkin.
3.Mulai menarik nafas pendek dan cepat agar tidak menekan/mengejan.
4.Kalau bisa, cuci tangan dan daerah vagina.
5.Letakkan beberapa handuk bersih, koran, atau kain lebar pada tempat tidur, sofa, atau lantai, dan berbaringlah sambil menunggu pertolongan.
6.Bila meski Anda sudah menarik nafas cepat dan pendek bayi tetap akan lahir sebelum pertolongan tiba, dengan perlahan mulailah mengejan setiap kali Anda merasakan dorongannya. Dan bila ia keluar, tangkaplah dengan tangan Anda.
7.Lanjutkan dengan langkah nomor 9 sampai 13 tulisan di atas.(BOD)

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s