Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI (2)


sumber : sehatgroup.web.id (milis sehat)
Lanjutkan Pemberian ASI Selama 2 Tahun atau Lebih, Sesering dan Selama Anda dan Bayi Anda Menginginkannya

Meneruskan pemberian ASI sangat penting bagi nutrisi dan pertumbuhan anak setelah 6 bulan pertama. ASI tetap menjadi makanan ideal untuk bayi dan balita berusia lebih dari 6 bulan karena alasan-alasan berikut ini :
ASI adalah makanan berkualitas tinggi.

ASI adalah makanan bernutrisi dan berenergi tinggi, yang mudah dicerna. ASI memiliki kandungan yang dapat membantu penyerapan nutrisi..
Secara rata-rata, bayi berusia 6-8 bulan yang diberikan ASI mendapatkan 70% energinya dari ASI, jumlah ini berkurang menjadi sekitar 55% pada usia 9-11 bulan, dan 40% pada usia 12-23 bulan.
ASI juga merupakan penyedia utama protein, mineral, asam lemak esensial dan faktor-faktor pelindung lainnya. ASI menyediakan lebih banyak kalori dan nutrisi per ml daripada makanan lainnya, dan jauh lebih lembut daripada sereal, beras bayi ataupun puree (makanan yang dihaluskan-red) sayuran yang biasanya menjadi makanan padat pertama untuk bayi-bayi yang lebih besar.
Bila perut bayi diisi dengan makanan yang kandungan nutrisinya buruk, makan asupan ASI-nya juga akan berkurang dan secara keseluruhan cara makan dan kesehatannya akan menurun. Kontribusi yang diberikan ASI sering kali terlupakan karena terlalu tingginya antusiasme untuk mulai memberikan makanan tambahan. Tantangannya adalah bagaimana cara memberikan makanan lain yang dapat menjadi tambahan bagi nutrisi yang sudah diberikan oleh ASI, bukan menggantikannya.
ASI tetap kaya nutrisi saat anak > 1 thn

Penelitian yang dilakukan pakar-pakar laktasi di WHO mengungkapkan bahwa pemberian ASI di saat anak > 1 tahun tetap memberikan nutrisi yang tidak ternilai harganya.
Pemberian ASI pada batita memberikan:
 31% kebutuhan energi anak;
 38% kebutuhan protein anak;
 45% kebutuhan Vitamin A anak;
 95% kebutuhan Vitamin C anak;
Sumber: WHO/CDR/93.
Bahkan menurut penelitian Goldman, dkk, kandungan zat imun dalam ASI makin tinggi seiring dengan bertambahnya usia anak.
Bayi yang masih mendapatkan ASI tidak akan pernah kelaparan

ASI yang diberikan kapan saja saat bayi menginginkannya (on demand) akan mengatur asupan makanan pada bayi; bila mereka lapar mereka akan mencari puting susu, menangis atau minta untuk diberi ASI. Bila pemberian ASI tanpa jadwal ini dilanjutkan bersamaan dengan pemberian makanan tambahan, bayi masih dapat mengatur berapa banyaknya asupan makanan mereka. Bila mereka tidak menyukai satu makanan tertentu, atau bila makanan yang diberikan tidak cukup, mereka bisa lebih banyak minum ASI.
ASI meyediakan faktor pelindung

ASI memiliki ± 50 faktor kekebalan yang telah diketahui, dan mungkin masih banyak lagi yang belum diketahui. Faktor anti infeksi yang terdapat di dalam ASI menyediakan perlindungan terhadap penyakit dan bila penyakit itu terjadi pemberian ASI dapat membuat penyakit tersebut menjadi tidak terlalu parah. Perlindungan ini terus berlangsung setelah 6 bulan karena memberikan makanan dan minuman lain akan membuat bayi terpapar pada berbagai jenis infeksi dan bakteri patogen yang terdapat di dalam makanan pada saat sistem kekebalan tubuh si anak sendiri masih dalam proses pematangan. Perlindungan yang sama masih tetap tersedia meskipun pemberian ASI berkurang hingga beberapa kali saja dalam sehari.
ASI membantu kesembuhan dari suatu penyakit

Bayi yang sedang sakit seringkali menolak untuk makan, akan tetapi biasanya mereka mau disusui ASI. Para ibu dapat memberikan respon terhadap serangan penyakit dengan memberikan ASI yang bersifat menenangkan, menyembuhkan dan penuh nutrisi. Faktor pertumbuhan dalam ASI mempercepat perbaikan pada organ usus setelah diare. (Bila bayi terlalu sakit mereka biasanya tidak mau menghisap ASI maka mereka perlu dibawa ke pusat kesehatan sesegera mungkin).
Pertalian khusus antara ibu dan anak terus berlangsung

ASI dapat membangun hubungan emosi antara ibu dan bayi yang terasa sangat nikmat dan berharga di atas usia 6 bulan. (WM/DS/PP)

3 thoughts on “Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI (2)

  1. saat kelahiran putra pertama saya YOSAFAT JONAS VERREL PRATISENA (skrng 4 bln) saya sangat bahagia sekali,karena ini kehamilan saya yang ke-2,sedangkan kehamilan saya yang pertama pada saat masuk 4 bulan saya keguguran…Puji Tuhan sampai sekarang ASIsaya sangat berlimpah,tapi yang membuat saya sedih sampai saat ini jonas tidak mau nenen langsung,alias ASI harus saya peras dulu dan diminum melalui botol (dot). Hal ini dikarenakan pada saat melahirkan (dengan operasi sc) ASI tidak langsung keluar dan baru hari ke3 keluar,maka dr pihak rumah sakit pun memberikan sufor dengan botol (dot),hal ini berkelanjutan sampai 1minggu di rumah karena ASi belum keluar banyak,baru setelah itu ASI saya lancar dan sudah tidak perlu sufor lg, tp Jonas nggak mau nenen langsung dan malah rewel…yang ingin saya tanyakan apakah manfaat ASI yg diberikan secara tidak langsung (diperas) akan berkurang? (perlu diketahui bahwa Jonas (4 bln) skrng BB nya 10kg..apakah putra saya akan mengalami obesitas? mohon di berikan jawaban atas pertanyaan saya ini,sebelumnya trimakasih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s