Melatih Organ Pencernaan Anak


sumber :http://portal.cbn.net.id/cbprtl/common/stofriend.aspx?x=MotherAndBaby&y=cyberwoman|0|0|8|852

Mother & Baby Thu, 11 Nov 2004 11:09:00 WIB

Organ pencernaan adalah salah satu organ terpenting di tubuh wmanusia, terutama anak anak. Seperti halnya organ tubuh yang lain, organ pencernaan juga harus dirawat dan dilatih agar bisa bekerja optimal.

MULUT SEBAGAI PINTU MASUK
Rongga mulut adalah pintu gerbang masuknya makanan ke dalam tubuh. Makanan yang dikunyah di mulut kemudian akan di teruskan ke dalam lambung untuk dicerna dan zat-zat gizi dapat diserap oleh tubuh. Agar kerja lambung tidak terlalu berat, makanan yang masuk harus benar-benar halus. Karena itu fungsi gigi dalam proses pencernaan sangatlah penting. Gigi harus mampu menghancurkan makanan sedemikian rupa sebelum makanan mencapai lambung.

Gigi sudah dibentuk sejak dalam kandungan untuk gigi sulung sedangkan gigi tetap dimulai pembentukannya sejak anak dilahirkan. Pembentukan gigi memerlukan zat-zat seperti kalsium, fosfor fluor dan mineral lainnya. Jika mengalami kekurangan mineral pembentuk gigi, anak Anda berisiko memiliki gigi yang abnormal, seperti bentuk dan warna gigi tidak sempurna bahkan gigi rapuh.

Agar anak Anda mempunyai gigi yang sehat dan baik maka pasokan mineral pembentuk gigi harus diperhatikan. Jika gigi telah erupsi (keluar) maka pembersihan secara rutin harus dilakukan. Gigi tetap yang akan dipunyai oleh anak akan berada di bawah gigi sulung yang duluan tumbuh. Kerusakan pada gigi sulung akan berpengaruh juga pada gigi tetapnya.

MAKAN SEBAGAI PROSES KOMUNIKASI
Aktivitas memberi makan anak adalah proses komunikasi antara Anda dengan si buah hati. Anda harus mengamati ekspresi muka anak Anda saat memberi ia makan. Apakah ia suka akan rasanya2 Apakah ia bisa menelannya?

Sering kali orang tua tidak tahu mengapa anak tidak bisa mengunyah makanannya. Orang tua beranggapan kalau gigi sudah lengkap berarti dia sudah bisa mengunyah. Padahal proses mengunyah bukan hanya masalah prasarana tapi juga masalah mental psikologinya juga. Ada anak yang giginya sudah lengkap tapi belum mengunyah makanannya, dia hanya mau mengemut makanan tersebut. Memberi makan anak bukan hanya memberi asupan nutrisi saja tapi juga merupakan proses melatih kebiasaan dan refleks makan mulai dari merasakan sampai menelannya.

Anda juga harus berkomunikasi dengan anak soal selera, waktu dan jumlah makanannya. Anda bisa mengamati ini dari raut muka dan gerak-geriknya. Ada anak-anak yang hanya cocok dengan merek makanan atau susu tertentu tapi dengan merek lain dia akan muntah atau mencret. Hal ini terjadi karena tiap individu berbeda, zat kimia yang ada di tubuhnya tentu berbeda pula. Ada anak yang hanya bisa menerima zat A, zat lain tidak bisa. Siapa yang harus tahu tentang hal ini2 Tentu Anda sebagai orang tuanya.

Waktu makan juga begitu. Anak Anda akan memberi tahu Anda saat ia lapar. la akan menangis, mengisap jari, gelisah atau ciri lain yang spesifik ditunjukkan oleh anak Anda. Jika ia telah meminta baru beri mereka makan. Begitu juga dengan jumlahnya. Jika anak Anda masih minta makan, berarti dia belum kenyang. Jangan hentikan proses pemberian makan. Jika sudah kenyang ia akan berhenti sendiri dan kemudian akan tidur.

Jika Anda memaksa anak Anda makan, akibatnya bisa fatal. Ada yang disebut feeding trauma. Trauma ini berdampak besac Feeding trauma bisa mengakibatkan pertumbuhan anak tidak optimal, anak menjadi rentan sakit, EQ-nya menjadi tidak baik, stres, dan akibat sampingan lainnya.

TANTANGAN BAGI SISTEM PENCERNAAN ANAK
Sistem pencernaan anak yang masih tumbuh dan belum sempurna membutuhkan tantangan agar ia bisa tumbuh dengan sempurna. Kesalahan pemberian makanan bisa berefek sebaliknya.

Sebelum anak Anda berusia 4 bulan, makanan yang boleh diberikan padanya hanya susu (ASI yang paling baik). Soalnya enzim-enzim pencernaan anak belum sempurna sehingga ia belum bisa mengolah makanan lain. Susu adalah makanan yang tidak pelu dicerna dan mampu mencukupi kebutuhan gizi anak.

Setelah anak Anda berusia 4 bulan, enzim-enzim yang bisa menghancurkan karbohidrat, protein, dan lemak sudah ada sehingga Anda sudah bisa mulai memperkenalkan makanan padat pada anak. Pada masa ini, makanan yang bisa diberikan disebut makanan padat pertama (first solid food/. Makanan padat pertama ini terdiri dari susu dan tepung. Anda bisa mendapatkan banyak produk ini di pasaran. Anda. juga bisa membuat makanan padat ini tapi selain memakan waktu dan tenaga, juga tidak sebagus buatan pabrik.

Makanan padat pertama buatan pabrik ini biasanya memiliki tambahan zat yang sangat diperlukan anak. Misalnya untuk anak-anak Indonesia yang umumnya mengalami kekurangan zat besi, produk makanan padat pertama yang ada di pasaran telah ditambahkan zat besi. Untuk memulai pemberian makanan padat pertama ini sebaiknya Anda mengawalinya dengan makanan tanpa rasa (plain), baru setelah itu Anda bisa mencoba berbagai rasa. Pilihlah makanan yang rasanya disukai anak Anda.

Kemudian, pada saat anak Anda berusia 6 bulan, berikan makanan padat kedua (second solid food). Isi dari makanan padat kedua ini adalah serealia/padi-padian, serat tumbuhan (sayur) dan serat hewan (daging/ikan). Hal ini karena pada saat anak berusia 6 bulan, enzim-enzim yang bisa mengolah serat sudah terbentuk.

MASALAH PEMBUANGAN Pengeluaran makanan dari tubuh
masih termasuk kerja organ pencernaan. Asupan cairan harus cukup agar anak Anda tidak mengalami sembelit. Usus akan menyerap racun yang berada dalam kotoran yang lama tidak dikeluarkan.

Masalah sembelit atau susah buang air besar umumnya disebabkan karena anak Anda kurang cairan. Di Indonesia yang tingkat penguapannyd tinggi, minum adalah hal yang sangat penting. Selain kurang cairan, sembelit juga dipengaruhi kebiasaan anak menahan BAB. Untuk mencegahnya, anak harus menjalani toilet training agar ia terbiasa buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) dengan baik dan benar.
Toilet training bisa dilakukan dengan menggendong anak ke toilet atau dengan menyediakan pispot yang lucu dan menarik. Anda juga harus memperhatikan waktu anak Anda biasa BAB. Ajak ia ke kamar mandi saat ia tampak ingin BAB.

Setelah anak Anda agak besar, mereka harus diajari cara membersihkan diri seusai buang hajat. Cebok yang benar penting, terutama bagi anak perempuan. Jika anak perempuan tidak cebok dengan benar, kotoran bisa masuk ke dalam vaginanya. Dampaknya antara lain, mengganggu kesuburannya saat ia dewasa.

(Konsultasi: Dr. Adi Tagor, Sp.A, DPH, spesialis anak dari RS Pondok Indah)

Sumber: Tabloid Ibu Anak

One thought on “Melatih Organ Pencernaan Anak

  1. anak saya usianya 20 bln. sdh 2 hari ini belum BAB, biasanya setiap hari selalu BAB bahkan bis sampai 2 kali. Apa ya yg menyebabkan anak saya belum BAB? karena sebagai ibu saya takut kalau anak belum BAB setiap harinya. Bahaya kah kalau sampai 2 hari belum BAB? Apa yang saya lakukan agar anak saya BAB nya lancar kembali. Mohon penjelasannya. Terimakasih sebelumnya.(Mama shasha)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s