Pedoman WHO yang Baru Mengenai Preventing Mother-to-Child Transmission


sumber :http://www.kalbe.co.id/health-news/20412/pedoman-who-yang-baru-mengenai-preventing-mother-to-child-transmission.html

Kalbe.co.id – Pedoman baru dari WHO mengenai pencegahan penularan dari ibu-ke-bayi (preventing mother-to-child transmission/PMTCT) berpotensi meningkatkan ketahanan hidup anak dan kesehatan ibu, mengurangi risiko (mother-to-child transmission/MTCT) hingga 5% atau lebih rendah serta secara jelas memberantas infeksi HIV pediatrik.

Pedoman itu memberikan perubahan yang bermakna pada beberapa tindakan di berbagai bidang. Anjuran kunci adalah:

* ART untuk semua ibu hamil yang HIV-positif dengan jumlah CD4 di bawah 350 atau penyakit WHO stadium 3 atau penyakit HIV stadium 4, tidak menunda mulai pengobatan dengan tulang punggung AZT dan 3TC atau tenofovir dan dengan 3TC atau FTC.
* Penyediaan antiretroviral profilaksis yang lebih lama untuk ibu hamil yang HIV-positif yang membutuhkan ART untuk kesehatan ibu.
* Apabila ibu menerima ART untuk kesehatan ibu, bayi harus menerima profilaksis nevirapine selama enam minggu setelah lahir apabila ibunya menyusui, dan profilaksis dengan nevirapine atau AZT selama enam minggu apabila ibu tidak menyusui.
* Untuk pertama kalinya ada cukup bukti bagi WHO untuk mendukung pemberian ART kepada ibu atau bayi selama masa menyusui, dengan anjuran bahwa menyusui dan profilaksis harus dilanjutkan hingga bayi berusia 12 bulan apabila status bayi adalah HIV-negatif atau tidak diketahui.
* Apabila ibu dan bayi adalah HIV-positif, menyusui harus didorong untuk paling sedikit dua tahun hidup, sesuai dengan anjuran bagi populasi umum.

“Dalam pedoman yang baru kami menyampaikan pesan yang jelas bahwa menyusui adalah pilihan yang baik untuk setiap bayi, bahkan bayi yang ibunya HIV-positif, apabila mereka memiliki akses pada antiretroviral (ARV),” kata Daisy Mafubelu, Asisten Direktur WHO bidang Family and Community Health.

Pedoman baru menawarkan petunjuk bagi negara mengenai bagaimana mengurangi MTCT melalui rejimen pengobatan dan pencegahan HIV yang lebih efektif.

Pedoman yang pertama kali diterbitkan pada 2000, dan diperbarui pada 2004 dan 2006, pedoman ART untuk PMTCT menyarankan pemberian rejimen yang sederhana, baku dan efektif dalam skala besar di seluruh rangkaian.

Pedoman 2006 menyoroti pentingnya ART seumur hidup bagi ibu hamil yang HIV-positif untuk kesehatan ibu dan anak. Selain kombinasi ARV profilaksis menggantikan nevirapine takaran tunggal. Pedoman itu menjadi tulang punggung teknik peningkatan PMTCT secara cepat, khususnya di Afrika sub-Sahara tempat lebih dari 90% ibu HIV-positif yang hamil.

Kurang lebih 21% ibu hamil dites HIV pada 2008 dan 45% menerima ARV untuk mencegah MTCT, kurang lebih sepertiganya menerima nevirapine takaran tunggal, pengobatan pencegahan yang paling tidak efektif. Hanya sepertiga ibu yang dites positif dinilai terhadap kriteria memakai ART untuk kesehatannya sendiri.

Dengan kurang lebih 1,4 juta ibu hamil yang hidup dengan HIV di negara berpenghasilan rendah dan menengah pada 2008, jauh lebih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan tes dan konseling HIV serta PMTCT termasuk memadukan layanan tersebut untuk memperkuat program kesehatan ibu dan anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s