Zat Besi & Kalsium untuk Pertumbuhan


SUMBER : mother and baby
sumber : http://cyberwoman.cbn.net.id/cbprtl/Cyberwoman/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=Cyberwoman|0|0|8|1200

Proses pertumbuhan tulang seorang anak dimulai dari lahir sampai usia 18 tahun. Namun, pertumbuhan tersebut terkait erat dengan pertambahan tinggi badan anak. Proses tumbuh panjang tercepat terjadi saat anak berusia 0-1 tahun. Lalu setelah 4 tahun, kecepatan pertambahan panjang tersebut akan menurun. Ini berlaku baik pada anak lelaki maupun perempuan.

Ada upaya yang lebih mudah untuk memperbaiki tinggi tubuh si kecil. Yaitu lewat perbaikan nutrisi. Dengan memberikan makanan bergizi seimbang, terutama makanan yang banyak mengandung kalsium dan vitamin D, tulang anak akan tumbuh kuat dan optimal. Otomatis, pertambahan tinggi tubuhnya pun akan menggembirakan.

Ada lagi cara mudah mengoptimalkan pertumbuhan tulang. Yakni berjemur di bawah sinar matahari. Salah satu komponen sinar matahari adalah ultraviolet (UV). Sinar UV inilah yang berperan besar dalam metabolisme vitamin D, yang penting bagi pertumbuhan tulang. Menjemur si kecil di sinar matahari antara waktu terbit hingga pukul 9.00 pagi sangat tepat untuk menguatkan tulang dan mengoptimalkan pertumbuhannya. Paling tidak selama setengah jam.

Pertumbuhan tulang yang optimal memang menuntut makanan yang terbaik sejak anak dilahirkan. Pada saat itu, makanan terbaik untuk pertumbuhan tulang anak adalah air susu ibunya sendiri. ASI terbukti sarat kalsium (Ca), yang amat berguna bagi pertumbuhan tulang yang optimal.

Jika anak sudah bisa menyantap makanan tambahan, bubur misalnya, sebaiknya berbagai makanan yang mengandung kalsium diracik dan dimasukkan ke dalam buburnya. Lebih bagus lagi, bubur dalam air kaldu rebusan kaki ayam.

Meski anak sudah mendapatkan berbagai makanan padat kalsium, pemberian susu ada baiknya tetap dilakukan. Sebab, susu banyak mengandung kalsium yang keberadaannya lebih terjamin, sementara makanan lain mungkin mengalami ‘salah pengolahan’ yang membuat kandungan kalsium berkurang atau hilang.

Selain itu, susu biasanya mudah dicerna anak, sehingga kandungan kalsium kemungkinan besar terserap baik oleh tubuhnya. Jadi, olah makanan untuk si kecil baik-baik. Kalau tak yakin dengan keutuhan kandungan kalsiumnya, beri mereka susu berkalsium.

Selain asupan kalsium, si kecil pun perlu mendapat nutrisi tambahan berupa zat besi. Bayi, terutama pada saat penyapihan akan sangat rentan kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi bisa menimbulkan gangguan penyakit anemia.

Beberapa ahli medis menganjurkan pada para orangtua untuk memeriksa lebih dini, minimal satu kali, sebelum usia anak satu tahun lewat pemeriksaan kadar hemoglobin.

Untuk memenuhi kebutuhan zat besi pada bayi, tidak ada salahnya Anda memberikan makanan yang kaya akan sumber zat besi. Perbanyak konsumsi makanan kaya zat besi terutama sayuran hijau, daging merah, hati, unggas, sereal diperkaya zat besi. Selain itu, ikan, kerang-kerangan, buah kering bisa menjadi pilihan.

Tingkatkan penyerapan zat besi, misalnya mengkonsumsi makanan kaya vitamin C, seperti buah tomat, dan jeruk. Daging merah selain merupakan sumber zat besi, juga dapat meningkatkan penyerapannya.

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s