Morning Sickness? Banyak Cara Mengatasinya!


SUMBER :http://portal.cbn.net.id/cbprtl/cyberwoman/detail.aspx?x=MotherAndBaby&y=cyberwoman|0|0|8|1191

Mual, muntah, dan perut terasa tidak enak. Itulah masalah klasik yang kerap dikeluhkan para calon ibu di awal-awal kehamilannya. Ada yang derajatnya ringan, ada juga yang berat.

Terlepas dari berat ringannya gejala morning sickness yang Anda alami, yang penting adalah mencari cara untuk mengurangi gejala yang ada. Dengan begitu, aktivitas sehari-hari tidak terganggu, dan Anda pun tetap nyaman melakukan tugas-tugas kantor tanpa banyak masalah.

Dialami Hampir Semua Wanita Hamil

Tak perlu khawatir, gejala morning sickness memang biasa dialami oleh hampir semua wanita hamil. Bahkan, ada kemungkinan 80% Anda akan mengalaminya di bulan-bulan pertama kehamilan. Dari penelitian yang dilakukan di Cornell University, Amerika Serikat, ditemukan bahwa gejala morning sickness ini mencapai puncaknya pada minggu ke-6 hingga ke-18 dari masa kehamilan.

Lalu, mengapa bisa terjadi? Di sinilah faktor hormon amat berperan. Peningkatan kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) dan estrogenlah yang bertanggung jawab atas terjadinya “si morning sickness”. Kedua hormon ini diproduksi oleh plasenta dan janin, yang menyebabkan perut kosong lebih lama. Sehingga akibatnya, ya itu tadi, muncul gejala mual dan muntah. Teori lainnya adalah karena pengaruh hormon progesteron yang dominan selama masa kehamilan. Hormon yang satu ini “melembutkan” otot-otot tubuh, terutama di bagian rahim, untuk mencegah kelahiran prematur. Progesteron juga merilekskan kerja saluran pencernaan sehingga proses pengosongan perut berjalan lebih lambat, dan mengakibatkan meningkatnya asam lambung penyebab munculnya mual.

Biasanya, morning sickness lebih sering terjadi pada kehamilan pertama, pada wanita muda, dan kehamilan bayi kembar. “Mereka yang memang mudah sekali mual, seperti saat naik bis, kapal laut, juga lebih besar kemungkinannya mengalami morning sickness,” papar Sheila Crowe, MD, profesor ahli penyakit dalam dari University of Virginia’s Digestive Health Center of Excellence, Amerika Serikat.

Meski begitu, tingkat keparahan gejala morning sickness berbeda-beda pada setiap wanita. Ada yang hanya berupa mual-mual biasa, ada juga yang sampai muntah-muntah berat sampai tak bisa melakukan apa pun. Gejala yang parah inilah yang dikenal dengan istilah hyperemesis gravidarum, di mana mual dan muntah terjadi sangat sering dan cukup parah.

Cara Meringankannya

Untungnya, gejala morning sickness bisa diatasi. Cara pertama yang bisa dilakukan adalah memperhatikan pola makan. Panduan berikut ini bisa Anda jadikan acuan dalam mengatur pola makan di awal-awal kehamilan:

1. Hindari mengonsumsi makanan berbumbu menyengat, berminyak, dan makanan berat dalam porsi besar.
Caranya: Bagi porsi makan Anda menjadi lima atau enam porsi kecil dalam sehari yang bisa dimakan setiap dua jam sekali. Di pagi hari, saat bangun tidur, makanlah crackers tawar, lalu istirahatlah 20-30 menit baru kemudian mandi dan bersiap-siap berangkat kerja.

2. Pastikan tuhuh mendapatkan cukup asupan cairan.
Caranya: Bawalah botol berisi air putih ke mana pun Anda pergi, dan minumlah beberapa teguk secara teratur sepanjang hari. Cara tersebut membantu cadangan makanan dan air di dalam perut terjaga dengan baik, sehingga mencegah meningkatnya asam lambung yang bisa memperparah rasa mual yang Anda alami. Tapi, jangan minum bersamaan saat makan. Itu akan membuat perut terasa penuh dan mual semakin parah. Lebih balk minumlah air di saat-saat antara waktu makan Anda.

3. Makanlah makanan berkarbohidrat tinggi, batasi makanan dan minuman manis.
Pilihannya: Roti panggang, madu, pisang, kentang panggang, tofu, atau sereal.

4. Minuman yang tepat di pagi hari.
Yang bisa dijadikan alternatif: Jus buah, tapi hindari yang terlalu asam. Jika mengatur pola makan tak cukup membantu, mungkin ada baiknya memperhatikan vitamin atau suplemen zat besi Anda. Sebab, pada sebagian wanita, zat besi justru bisa membuat mual. Bicarakanlah kemungkinan tersebut kepada dokter Anda untuk memastikannya.

Selain itu, tak ada salahnya mencoba cara lain, tentu saja dengan persetujuan dokter Anda. Misalnya, dengan mengonsumsi teh jahe, permen jahe, permen karet rasa menthol, atau teh mint untuk membantu mengurangi mual.

Yang juga perlu diperhatikan, kurangi dulu kegiatan-kegiatan yang cukup menyita tenaga dan memperparah mual serta muntah Anda. Istirahat yang cukup, dan mintalah bantuan orang-orang di rumah untuk membantu mengerjakan tugas-tugas rumah tangga yang biasa Anda kerjakan.

Namun, bukan berarti lalu Anda tak bisa berolahraga. Sebagian wanita hamil bahkan merasa olahraga ringan bisa membantu meringankan gejala yang mereka rasakan. Karena itu, cobalah untuk melakukan olahraga ringan seperti jalan santai ditambah sedikit gerakan-gerakan peregangan atau gerakan yoga sederhana.

Langkah lainnya adalah mengurangi stres. Saat Anda merasa stres, tarik napas dalam-dalam dan berusahalah untuk rileks. Jika ada masalah yang cukup berat, coba berbagi cerita dengan orang yang bisa dipercaya, atau mintalah bantuan tenaga profesional bila memang diperlukan. Nah, mudah bukan mengatasinya?

Wanita yang rajin melakukan aktivitas fisik secara teratur, 35% lebih rendah berisiko terserang pre eklamsia dibanding mereka yang jarang melakukan kegiatan fisik (Penelitian para ahli dari Swedish Medical Center, di Seattle, Amerika Serikat).

Sumber: Majalah Lisa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s