Ayo, Nak, Dengarkan Mama!


SUMBER :http://www.motherandbaby.co.id/index.php?mod=vcontent&tokenid=7eabe3a1649ffa2b3ff8c02ebfd5659f

Sudah dicap cerewet, masih saja si kecil tidak menurut. Tenang, ada seninya agar ia mau mendengarkan Anda. Berbicara dengan anak balita kadang-kadang bisa menguras tenaga Anda. Si kecil tampak seperti anak yang keras kepala, padahal itu disebabkan karena rentang perhatiannya masih sempit, kemampuan berbahasanya belum sempurna sehingga ia mungkin kurang paham dengan permintaan Anda. Ditambah lagi, di usia ini kemauannya sekeras baja.
Jangan putuskan untuk menyerah dulu. Karena mau tidak mau, Anda memang harus berbicara atau bahkan melarangnya melakukan sesuatu yang mungkin membahayakan diri si kecil. Sekarang, tarik napas yang panjang dan lakukan tip dari M&B berikut.

Negosiasi, Jangan Mendikte
Seorang anak balita sudah mulai punya harga diri dan mulai menunjukkan egonya, maka ia juga tidak suka bila diperintah. Namun ia juga belum bisa memutuskan mana yang terbaik untuk dirinya. Oleh sebab itu, bantuan Anda masih tetap diperlukan.

“Jika Anda ingin agar si kecil mendengarkan Anda, buatlah pilihan yang mempersempit pilhannya,” kata Clare Geleard, kepala perusahaan nirlaba I Can, yang membantu anak-anak yang memilki masalah berkomunikasi di Inggris. “Jika si kecil ingin minum, bantulah ia dengan memberikan dua pilihan. Tanyakan: ‘Ade mau minum air putih atau sari buah?’ Pilihan tersebut tidak hanya memudahkannya, namun juga membantu kemampuan berbicara, karena Anda ‘memaksanya’ mengeluarkan suara untuk memilih.”
Namun Anda sebaiknya berhati-hati dengan pilihan kata Anda. Jangan membuatnya bingung dengan memberikan pilihan yang bias, dengan mengucapkan kalimat seperti, “Kamu maunya apa?”. Dengan pertanyaan seperti itu, bisa-bisa si kecil baru akan menjawab setengah jam kemudian.

Panggillah Namanya
“Menyapa dengan nama merupakan senjata yang sangat ampuh untuk menarik perhatian siapa pun. Termasuk juga balita Anda,” jelas Clare. “Memanggil nama si kecil adalah cara terbaik untuk mendapatkan perhatiannya,” tambahnya. “Ketika si kecil mulai mengacuhkan Anda, coba dekati dirinya. Tatap matanya dan panggil namanya dengan nada yang tegas dan berwibawa. Bukan dengan nada marah. Dijamin pasti perhatiannya akan teralih kepada Anda,” kata Clare lagi.

Tatap Langsung Matanya
“Jika Anda ingin hasil pembicaraan Anda dengan si kecil efektif, sebaiknya Anda menurunkan tinggi Anda hingga sejajar dengannya. Dengan demikian Anda dapat menatap matanya,” saran Clare. “Cara lain yang terbukti ampuh adalah dengan menyentuhnya. Sambil berbicara, Anda bisa memegang pundaknya atau menggenggam tangannya. Sentuhan ini akan membuatnya menoleh kepada Anda dan otomatis ia akan mendengarkan Anda,” tambah Clare.

Pujilah Si Kecil
Suatu saat, tingkah laku si kecil memang seakan tidak terkendali. Baru saja ia berada di samping Anda, tiba-tiba saja ia merebut mainan adiknya, lalu membantingnya karena bosan. Tentu sulit bagi Anda untuk menahan emosi di saat-saat seperti ini.

Namun semakin kencang suara Anda memarahinya, semakin si kecil merajalela. Di telinganya, suara Anda hanya merupakan bunyi bising yang tak perlu didengar. Ya, dia sedang membentengi dirinya. Tak heran jika Anda seperti berbicara dengan tembok.

“Daripada melarang ini itu, coba pancing keluar ‘malaikat’ di dalam diri si kecil dengan memberinya pujian,” kata Clare. “Gunakan kata-kata seperti ‘Bagus’ atau ‘Nah, itu baru anak yang baik’, katakanlah sambil menatap matanya diikuti dengan senyum yang lebar. Pujian merupakan hadiah yang sangat berarti bagi anak Anda. Jika ia senang, tentu ia akan mendengarkan Anda.”

Ketika si kecil menjadi sangat nakal, yang ia inginkan sebetulnya adalah perhatian Anda. Jadi, amati betul-betul tingkah laku liarnya itu, pasti ada hal baik yang ia lakukan, misalnya mengembalikan mainan kembali ke tempatnya, atau mematikan televisi ketika sudah malam. Saat itulah beri ia pujian. Dukunglah ucapan Anda dengan bahasa tubuh. Misalnya dengan mengacungkan jempol ketika Anda memuji tingkah lakunya. Dengan mendapatkan apa yang ia cari, upayanya mencari perhatian Anda perlahan-lahan akan ia hentikan.

Luangkan Waktu untuk Mendengarkannya
Balita Anda adalah seorang peniru ulung. Ia akan meniru apa yang Anda lakukan. Maka jika si kecil mulai mengacuhkan Anda, coba ingat baik-baik, apakah Anda pernah melakukan hal yang sama kepadanya?

“Jika Anda mengharapkan si kecil mendengarkan apa yang Anda katakan, tentu Anda juga harus mendengarkan apa yang ingin si kecil katakan. Memang itulah aturan utama dalam berkomunikasi,” kata Clare menjelaskan. “Memang sulit untuk menghentikan pekerjaan, seperti membersihkan rumah atau memasak, hanya untuk meladeni si kecil. Namun coba Anda luangkan dua menit saja, itu sudah sangat berarti bagi si kecil. Bahkan mungkin ia tidak akan mengganggu Anda lagi sepanjang hari itu,” sambung Clare.

Usahakan untuk tidak mengatakan: “Jangan sekarang, ya, sayang.” Hal itu akan melukai hatinya. Bila Anda memberikan lima menit saja, si kecil sudah cukup puas dan Anda tak perlu menghadapi “unjuk rasa” darinya yang akan membuat Anda jadi bertambah pusing.

Sederhanakan Kalimat Anda
“Balita Anda masih sulit memahami kalimat yang kompleks, seperti: ‘Bereskan mainannya, ya. Mobil-mobilan diletakkan di dalam lemari dan buku-buku dikembalikan ke laci’. Ia belum sanggup mengingat semuanya. Jika Anda melakukan hal itu, bukan tidak mungkin si kecil akhirnya malah tidak melakukan apa-apa,” kata Clare. “Jangan harap si kecil melakukan semuanya sekaligus. Lebih baik cobalah mengatakan dengan kalimat yang lebih sederhana, dan biarkan si kecil melakukan pekerjaannya satu-satu,” tambahnya.

Memang diperlukan kesabaran ketika Anda mengajarkan sesuatu kepada si kecil. Namun kesabaran itu akan memberikan hasil yang lebih baik ketimbang Anda memaksakan si kecil untuk mendengarkan permintaan sekaligus.

Ciptakan Suasana yang Kondusif
Karena rentang perhatian si kecil masih sempit, maka akan sulit berkomunikasi dengannya jika ada banyak hal di sekitarnya yang menarik perhatiannya. Misalnya saja tayangan kartun favoritnya di televisi.
“Boleh saja si kecil nonton televisi, tapi ketika ia dikelilingi oleh sesuatu yang lebih menarik perhatiannya, ia akan mengabaikan yang lainnya. Meskipun yang lainnya itu mungkin lebih penting,” kata Clare
Jadi jika suatu saat si kecil tidak mengacuhkan Anda lagi, coba matikan dulu televisinya. Anda akan terkejut dengan perbedaan yang dihasilkan, karena perhatiannya segera beralih kepada Anda.
Jika, komunikasi Anda si kecil belum lancar, coba rangsang kemampuannya berbicara, dengan melakukan kegiatan seperti:

* Membacakan dongeng
Cukup dengan meluangkan waktu selama 10 menit untuk membacakan dongeng, sudah sangat berpengaruh pada penambahan kosa kata si kecil.
* Bermain bersama
Inilah kesempatan Anda untuk menanyakan banyak hal dan memancingnya untuk bercerita.
* Menonton televisi
Anda jelas harus mendampinginya dalam memilih tontonan yang baik untuk perkembangannya.
* Bernyanyi bersama
Lirik lagu yang Anda nyanyikan berulang-ulang akan melatih daya ingatnya plus menambah kosa katanya.

Iklan

2 thoughts on “Ayo, Nak, Dengarkan Mama!

  1. Ping-balik: Campak (Morbili) « keperawatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s