Mempersiapkan Anak untuk ke Dokter


sumber : milissehat.web.id

Ketika seorang anak mengetahui bahwa ia akan pergi ke dokter, banyak anak menjadi takut dan cemas. Apakah mereka akan datang berobat karena sakit atau hanya kunjungan rutin, anak-anak seringkali merasa takut bahkan merasa bersalah. Sebagian besar anak menunjukan perasaan takut dan rasa bersalah ini, sebagian lagi hanya diam dan menyimpannya dalam hati. Anda dapat membantu anak anda mengutarakan ketakutannya dan mengatasinya.
Ketakutan dan Kecemasan yang Sering Muncul pada Kunjungan Medis
Beberapa hal yang menyebabkan anak takut berkunjung ke dokter adalah :
• Takut dipisahkan. Anak-anak merasa takut jika orang tuanya meninggalkannya untuk diperiksa dan menunggu di ruangan lain. Anak-anak di bawah 7 tahun sering merasa khawatir saat dipisahkan dan menjadi sangat takut pada usia diatas 12 atau 13 tahun.
• Nyeri. Anak sangat takut apakah pemeriksaan yang dilakukan padanya akan menyakitkan. Mereka sangat takut dengan suntikan terutama pada anak usia 6 sampai 12 tahun.
• Dokter. Beberapa anak tidak nyaman atau takut dengan dokter atau perilaku dokternya. Perilaku dokter yang cepat, efektif, dan tidak berinteraksi dengan dia dapat diterjemahkan sebagai tekanan, ketidaksukaan atau penolakan terhadapnya.
• Ketidaktahuan. Kekuatiran terhadap sesuatu yang tidak dia ketahui seperti apakah dia akan mati.
Hal lain yang mungkin dicemaskan anak adalah perasaan takut dan bersalah bahwa penyakitnya disebabkan oleh perbuatannya, penyakit adalah hukuman baginya karena lupa mengerjakan sesuatu yang diperintahkan atau melakukan suatu pelanggaran. Mereka juga menganggap bahwa tindakan medis yang dilakukan kepadanya bagian dari hukuman.
Bagaimana Anda Bisa Membantunya?
Anda dapat membantunya dengan mendorongnya untuk menyatakan dan menunjukan kekhawatirannya sehingga Anda dapat menjelaskannya dan tidak menimbulkan salah paham lagi. Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan :
Jelaskan Tujuan Datang ke Dokter
Jika akan melakukan kunjungan rutin, beritahukan kepada anak bahwa pemeriksaan kesehatan memang dilakukan secara rutin, jelaskan bahwa dia tidak sakit dan semua anak sehat juga melakukan hal yang sama. Beritahukan bahwa dokter akan menilai pertumbuhan dan perkembangan, dia akan bertanya beberapa hal dan melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa anak benar-benar sehat. Anak juga boleh bertanya apapun kepada dokter tentang badannya dan kesehatannya. Jelaskan dengan bahasa anak-anak dan tegaskan bahwa anak sehat lainnya juga perlu ke dokter.
Jika kunjungan Anda lakukan pada saat anak sakit, beritahukan bahwa dokter akan memeriksa supaya mengetahui mengapa dia sakit dan akhirnya dapat membantu menyembuhkan penyakitnya. Gunakanlah kata-kata yang tidak mengancam atau menakut-nakuti.
Atasi Perasaan Bersalah
Anak yang sakit kerap kali memiliki perasaan bersalah terhadap penyakitnya. Katakanlah padanya dengan bahasa yang netral, meyakinkan dan tidak menghakimi seperti “kamu sakit bukan karena perbuatanmu yang salah, atau kamu melanggar sesuatu. Anak-anak lain juga banyak yang sakit seperti ini. Justru kita beruntung karena ada dokter yang akan menyembuhkan penyakitmu.”
Jika anda, pasangan anda, keluarga atau teman yang pernah mengalami sakit serupa dengan anak anda, ceritakanlah hal ini. Mengetahui bahwa orang lain juga mengalami hal yang sama akan mengurangi rasa takut dan rasa bersalahnya.
Apabila anak anda mengalami gangguan kesehatan yang cukup aneh dan memalukan bahkan menimbulkan penolakan dari teman-temannya maupun orang dewasa, anda memerlukan usaha yang lebih besar untuk meredakan rasa malu dan perasaan bersalahnya.
Beberapa penyakit seperti kutu rambut, anus gatal karena cacing kremi, mengompol, sering menimbulkan rasa malu pada anak. Sebelum datang ke dokter pastikan lagi anak anda mengerti bahwa penyakit ini bukan kesalahannya dan banyak anak lain juga memiliki penyakit yang sama.
Tentu saja anda perlu menunjukan hubungan sebab akibat apabila anak anda mengalami cedera atau kecelakaan yang disebabkan oleh tindakannya. Anda dapat mengatakan : “mungkin kamu tidak tahu kalau itu berbahaya, sekarang kamu pasti sudah mengerti tindakan itu berbahaya dan tidak akan melakukannya lagi kan”
Jika anak anda berkali-kali melanggar peraturan dan menyebabkan dia cedera, konsultasikan kepada dokter anda, mungkin anak anda perlu bantuan terhadap pola perilakunya.
Dalam kasus apapun, beritahukan bahwa pergi ke dokter bukanlah hukuman. Semua orang pun pergi ke dokter bahkan orang-orang dewasa juga berkunjung ke dokter supaya tetap sehat dan untuk menyelesaikan berbagai masalah kesehatan.
Beritahu Pemeriksaan Rutin Apa Saja yang akan Dilakukan Saat ke Dokter
Anda dapat menggunakan boneka bayi atau beruang untuk menunjukan kepada anak bagaimana dokter akan memeriksanya, bagaimana perawat akan menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan anak. Cara ini juga dapat dilakukan untuk menunjukan jenis pemeriksaan lainnya seperti:
• Pemeriksaan mulut dan tenggorok (bisa diperlihatkan bagaimana dokter akan menekan lidah untuk melihat tenggorok).
• Bagaimana memeriksa mata dan telinga.
• Bagaimana dokter memeriksa punggung dan dada dengan stetoskop.
• Bagaimana dokter menepuk atau menekan perut untuk memeriksa ada apa di dalamnya.
• Bagaimana dokter melihat sebentar saja, alat kelamin untuk memastikan semuanya sehat.
• Dokter juga akan memeriksa kaki dan mengetuk lutut.
Jelaskan pada anak bahwa ada beberapa daerah yang sangat pribadi di tubuhnya (alat kelamin, anus) namun terkadang dokter perlu memeriksa bagian itu. Tegaskan bahwa hanya orang tertentu yang diizinkan untuk memeriksa bagian-bagian pribadi tersebut yaitu dokter, perawat dan Anda.
Beritahukan Pemeriksaan Apa yang Mungkin Terjadi Saat ke Dokter
Pada saat Anda membawa anak yang sakit ke dokter, Anda mungin tidak dapat memprediksikan tindakan atau pemeriksaan yang akan dilakukan oleh dokter.
Pada saat Anda melakukan pendaftaran, Anda bisa menanyakan kepada perawat tindakan apa yang mungkin dilakukan dokter terhadap keluhan anak Anda tersebut. Jelaskan dengan lembut dan dalam bahasa anak-anak pemeriksaan-pemeriksaan medis yang mungkin akan dilakukan dan jelaskan mengapa itu perlu.
Jujurlah pada anak Anda namun bukan dengan cara yang gamblang. Beritahukan bahwa beberapa pemeriksaan mungkin saja membuat dia malu, atau sedikit nyeri dan tidak nyaman, tapi jangan terlalu mendetail.
Yakinkan bahwa dalam pemeriksaan apapun Anda akan selalu menemaninya, bahwa pemeriksaan kesehatan yang dilakukan padanya sangat penting untuk menyembuhkannya atau mencari tahu kenapa dia sakit. Remaja kadang lebih suka diperiksa tanpa bersama orang tuanya atau diperiksa dengan dokter yang berjenis kelamin sama dengannya, hargailah keinginannya ini.
Anak-anak kerap kali dapat mengatasi rasa sakit yang telah diberitahu sebelumnya, dan mereka akan belajar mempercayai anda apabila anda jujur padanya.
Jika anda tidak tahu tentang penyakit dan kondisinya maka berterus teranglah, dan yakinkan anak bahwa Anda dan dia akan bersama menanyakannya ke dokter. Tulislah pertanyaan-pertanyaan dari anak Anda.
Apabila anak anda perlu diambil darah pada saat pemeriksaan, jelaskan ini dengan hati-hati. Beberapa anak sangat kuatir bahwa darahnya akan diambil dan semua darahnya akan diambil. Jelaskan bahwa didalam tubuh anak mengandung sangat banyak darah, dan hanya sedikit darah (1 atau 2 sendok) yang akan diambil untuk pemeriksaan.
Sekali lagi, yakinlah bahwa anak Anda sudah mengerti bahwa kunjungan ke dokter dengan segala ketidaknyamanannya atau rasa nyeri yang mungkin timbul bukanlah hukuman dari perilakunya atau pelanggaran yang dilakukannya.
Libatkan Anak Anda
• Mendapatkan informasi untuk dokter. Apabila situasinya tidak gawat darurat, libatkan anak Anda untuk membuat daftar masalah kesehatan yang dialaminya dan berbagai keluhannya. Anda juga perlu menulis gejala yang Anda lihat meskipun Anda tidak yakin ada hubungannya dengan penyakit anak Anda. Tuliskan juga riwayat penyakit yang pernah diderita anak sebelumnya, riwayat penyakit yang sama di dalam keluarga dekat (kakek,nenek, ayak, ibu, saudara kandung, paman, bibi).
• Menuliskan pertanyaan. Tanyakan anak Anda adakah yang ia ingin tanyakan ke dokter. Anak yang cukup dewasa dapat menulisnya sendiri. Jika gangguan kesehatan ini pernah muncul sebelumnya, tuliskan hal apa saja yang dapat membantu meringankan gejala dan terapi apa saja yang tidak berpengaruh. Anak Anda akan lebih percaya diri dan tenang karena peran aktif Anda terhadap masalah kesehatannya dan mereka akan mencontoh apa yang Anda lakukan. Anda juga akan sangat siap memberikan informasi kepada dokter untuk membantu dokter menegakkan diagnosis yang benar.
Pilihlah Dokter yang Berhubungan Baik Dengan Anak-anak
Dokter adalah rekan terbaik Anda untuk menyelesaikan masalah kesehatan anak anda, sangat penting untuk memilih dokter yang tepat untuk anak anda. Tentu saja anda menginginkan dokter yang pintar dan kompeten, bagaimanapun anda memerlukan dokter yang dapat bergaul baik dengan anak-anak, mengerti sikap anak-anak dan dapat meredakan rasa takut anak anda, ramah kepada anak anda dan tidak meremehkan anak-anak.
Pada saat pemeriksaan fisik, dokter akan melihat, menepuk, memeriksa berbagai bagian tubuh anak anda yang mungkin menimbulkan rasa malu, tidak nyaman untuk anak. Hubungan dokter-pasien yang baik dapat mengurangi perasan tidak nyaman tersebut.
Jika anda menilai dokter anak anda kurang simpati dan tidak komunikatif, jangan ragu untuk mencari dokter lain. Tanyakan kepada teman Anda atau orang tua lainnya tentang dokter yang mungkin sesuai dengan yang Anda inginkan.
Jika anak Anda perlu dirujuk ke dokter yang lebih spesialis mintalah dokter Anda merujuk kepada dokter yang sudah berpengalaman dan ramah serta menyenangkan. Orang dewasapun menginginkan dokter yang semacam ini, oleh karena itu Anda sebagai orang tua harus menjadi pelindung bagi anak anda yang membutuhkn pelayanan kesehatan. (WK)
Diterjemahkan dari :
Preparing Your Child for Visits to the Doctor, Steven Dowshen, MD
http://kidshealth.org/parent/system/doctor/dr_visits.html?tracking=P_RelatedArticle

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s