20 Tips Untuk Mencegah Kesalahan Pengobatan Pada Anak-anak


sumber : milissehat.web.id

Kesalahan dalam layanan medis (medical errors) merupakan salah satu penyebab kematian dan kesakitan di Amerika Serikat. Jumlah kemungkinan kejadian efek obat yang tidak diinginkan pada anak tiga kali lebih tinggi dan tertinggi pada bayi di perawatan intensif.
Apakah Medical Errors itu?
Kesalahan dalam layanan kesehatan terjadi saat sesuatu yang direncakan dalam pelayanan kesehatan tidak berjalan semestinya atau perencanaan yang salah dari awalnya. Pada tahun 1999, Institute of Medicine memperkirakan sekitar 44.000-98.000 orang meninggal di rumah sakit US setiap tahunnya karena kesalahan dalam layanan kesehatan.
Kesalahan dapat terjadi di sistem layanan kesehatan manapun:
• Rumah sakit
• Klinik
• Klinik bedah rawat jalan
• Praktik dokter
• Apotik
• Rumah pasien
Kesalahan dapat meliputi :
• Pengobatan
• Pembedahan
• Diagnosis
• Peralatan
• Laporan laboratorium
Kesalahan dalam layanan kesehatan bisa disebabkan sistem kesehatan yang kompleks, atau saat dokter dan pasien mengalami kesulitan dalam komunikasi. Studi dari Badan Penelitian Kesehatan di US (AHRQ) menemukan bahwa dokter seringkali tidak cukup membantu dalam memberikan pasien informasi untuk mengambil keputusan. Pasien yang tidak dilibatkan atau diinformasikan akan lebih jarang untuk menerima pilihan pengobatan dan menjalankan terapi tersebut.
Apa yang Anda dapat lakukan?
Yang utama adalah ikut serta secara aktif dalam layanan kesehatan anak Anda
1.jadilah anggota aktif dalam tim kesehatan anak Anda
Hal ini berarti ikut serta dalam penentuan keputusan menganai layanan kesehatan anak Anda. Penelitian menunjukkan orang tua yang lebih terlibat aktif dalam layanan kesehatan anak mereka cenderung mendapatkan hasil yang lebih baik. Ikuti tatalaksana yang berdasarkan bukti medis tebaru.
Obat-obatan
2. Pastikan dokter anak Anda mengetahui semua obat yang anak Anda minum dan berat badan anak Anda. Termasuk obat bebas dan resep, suplemen diit termasuk vitamin dan bahan alami.
Bawa semua obat-obatan anak Anda dan diskusikan dengan dokter Anda. Dengan mengetahui riwayat pengobatan anak Anda dan berat badannya akan membantu dokter dalam merawat anak Anda, sehingga mendapat layanan yag lebih baik.
3. Pastikan dokter anak Anda mengetahui riwayat alergi dan reaksi anak terhadap obat-obatan
Hal ini dapat mencegah anak Anda mendapat obat-obatan yang dapat membahayakannya.
4. Bila dokter anak Anda menuliskan resep maka pastikan Anda dapat membacanya
Jika Anda tidak dapat membaca tulisan tangan dokter Anda maka apoteker Anda mungkin juga tidak bisa membacanya. Minta kepada dokter anak Anda untuk menulis dengan huruf cetak mengenai obat yang diberikan.
5. Saat Anda membeli obat di apotik, tanyakan kepada apoteker apakah obat ini betul yang diresepkan dokter untuk anak Anda
Studi dari Massachusetts College of Pharmacy menemukan 88% kesalahan dalam pengobatan termasuk obat yang salah atau dosis obat yang salah.
6. Tanyakan informasi mengenai obat anak Anda dalam bahasa/istilah yang Anda pahami- baik saat obat diresepkan dan saat Anda menerima obat tersebut di apotik.
• Apa nama obat tersebut?
• Tujuan pemberian obat tersebut?
• Apakah dosis obat ini sesuai dengan berat anak saya?
• Berapa sering anak saya meminum obat ini dan untuk berapa lama?
• Apa efek samping yang mungkin terjadi dan apa yang saya lakukan bila hal tersebut muncul?
• Apakah obat ini aman bila anak saya menggunakan obat lain atau suplemen diit?
• Makanan, minuman atau aktivitas apa yang anak saya harus hindari selama menggunakan obat ini?
• Kapan seharusnya saya melihat adanya perbaikan kondisi anak saya?
7. Tanyakan jika Anda memiliki pertanyaan mengenai petunjuk penggunaan pada label obat anak Anda.
Label obat seringkali sulit dipahami. Contoh : tanyakan apakah “ empat kali sehari” berarti meminum obat setiap 6 jam atau sesuai waktu bangun tidur biasa.
8. Tanyakan kepada apoteker cara terbaik untuk mengukur dosis obat (alat yang digunakan), dan menggunakan sendok/alat pengukur dosis.
Penelitian menunjukkan banyak orang yang tidak mengerti cara penggunaan alat takar obat cair. Sebagai contoh : banyak yang menggunakan sendok teh, yang sebetulnya tidak mencakup seluruh jumlah sendok teh tersebut. Alat takar khusus seperti suntikan (tanpa jarum) membantu untuk menakar dosis yang tepat. Informasi mengenai penggunaan alat takar akan sangat membantu.
9. Minta informasi tertulis mengenai efek samping yang dapat disebabkan oleh obat-obatan anak Anda.
Jika Anda mengetahui apa yang akan terjadi maka Anda akan lebih baik dalam mempersiapkan jika hal tersebut terjadi. Dengan begitu maka Anda dapat langsung melaporkan segera dan mendapat pertolongan jika efek samping menjadi lebih buruk. Studi menunjukkan informasi mengenai obat-obatan dapat membantu orang mengenali efek samping obat. Jika anak Anda mengalami efek samping obat segera beritahukan dokter dan apoteker.
Rawat Inap Rumah Sakit
10. Jika Anda memiliki pilihan, pilih rumah sakit yang sudah melakukan banyak tindakan seperti yang anak Anda butuhkan.
Penelitian menunjukkan bahwa pasien cenderung mendapat hasil yang lebih baik jika mereka ditangani di rumah sakit yang sudah berpengalaman dengan hal serupa. Cari tahu tindakan medis yang sudah pernah dilakukan di rumah sakit tersebut. Saat anak Anda di rumah sakit pastikan anak Anda selalu menggunakan gelang identitas pasien.
11. Jika anak Anda berada di rumah sakit, minta tenaga kesehatan yang berhubungan langsung dengan anak Anda untuk cuci tangan.
Cuci tangan adalah cara penting untuk mencegah penyebaran infeksi di rumah sakit. Studi menemukan saat pasien meminta dokter mereka untuk mencuci tangan maka dokter mencuci tangan lebih sering dan menggunakan sabun lebih sering.
12. Saat anak Anda pulang dari rumah sakit, tanyakan kepada dokter apa rencana terapi yang akan Anda lakukan di rumah.
Hal ini termasuk mempelajari obat-obatan anak Anda, dan mencari tahu kapan anak Anda dapat kembali kepada rutinitas normal. Penelitian menunjukkan bahwa dokter berpikir bahwa pasien telah mengerti lebih banyak daripada yang sebenarnya pasien mengerti mengenai apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan saat di rumah.
Pembedahan
13. Jika anak Anda akan menjalani pembedahan, pastikan bahwa Anda, dokter anak Anda dan dokter bedah semua setuju dan jelas apa yang akan dilakukan.
Melakukan salah pembedahan merupakan kejadian yang jarang terjadi tetapi bisa terjadi. Kesalahan lokasi pembedahan 100% bisa dicegah. Saat ini Ikatan dokter Bedah Ortopedi Amerika meminta dokter untuk menandai daerah operasi sebelum tindakan dilakukan.
Langkah-langkah lain yang dapat Anda lakukan
14. Tanyakan jika Anda memiliki pertanyaan atau perhatian
Anda memiliki hak untuk bertanya kepada siapapun yang terlibat dalam perawatan kesehatan anak Anda.
15. Pastikan Anda mengetahui siapa dokter yang bertanggung jawab dalam perawatan anak Anda.
Hal ini sangat penting jika anak Anda mengalami beberapa gangguan kesehatan dan dirawat di rumah sakit.
16. Pastikan semua dokter yang merawat anak Anda mengetahui informasi kesehatan yang penting mengenai anak Anda.
Jangan berpendapat setiap dokter mengetahui semua mengenai anak Anda. Jangan takut untuk berbicara.
17. Minta anggota keluarga atau teman untuk hadir menemani Anda dan mendukung Anda. Pilih seseorang yang dapat membantu dan berbicara untuk Anda jika Anda tidak bisa.
18. Tanyakan alasan setiap tes atau prosedur media yang dilakukan
Hal yang sangat baik untuk mengetahui mengapa sebuah tes atau terapi diperlukan dan bagaimana hal tersebut akan menolong. Apakah anak Anda akan membaik bila hal tersebut tidak dilakukan?
19. jika anak Anda menjalani tes maka tanyakan kapan hasilnya bisa diperoleh.
Jika Anda tidak mendapat informasi dari dokter atau laboratorium maka tanyakan mengenai hasil tindakan tersebut.
20. Pelajari mengenai kondisi anak dan terapi yang dijalani dengan bertanya kepada dokter dan perawat dan menggunakan informasi lain yang dapat dipercaya.
Tanyakan kepada dokter Anda apakah terapi anak Anda berdasarkan bukti ilmiah terbaru.
(YSK)
Diterjemahkan dari :
20 Tips to Help Prevent Medical Errors in Children. Patient Fact Sheet. AHRQ Publication No. 02-P034, September 2002. Agency for Healthcare Research and Quality, Rockville, MD. http://www.ahrq.gov/consumer/20tipkid.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s