Melatih Anak Untuk Bersikap Sportif


sumber : http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=Tips%20-%20Tips&direktori=tips&filepdf=0&pdf=&html=20060220-sqhoey-tips.htm
Apakah Sikap Sportif Itu?

Olahraga, terutama olahraga tim atau kelompok, sangat berguna dalam melatih anak untuk bersikap sportif.

Sikap sportif pada anak dapat dilihat antara lain pada sikapnya yang menghargai dan menghormati yang ditujukan kepada teman satu timnya, lawannya, dan pelatihnya. Mereka belajar mengenai sikap sportif ini dari orang-orang dewasa yang berada di sekitar mereka. Anak-anak yang sering berada pada lingkungan dimana orang dewasa di sekitarnya selalu bersikap sportif akan mengerti secara bertahap bahwa pemenang sesungguhnya dalam suatu olah raga adalah mereka yang tahu untuk selalu bersikap baik dan tetap merasa percaya diri, baik bila mereka menang maupun bila mereka kalah.

Orang tua dapat membantu anak mereka untuk mengerti tentang sikap sportif melalui berbagai cara, baik dengan kata-kata maupun dengan bahasa tubuh. Hal ini dapat dimulai dengan sesuatu yang sederhana seperti membiasakan anak untuk bersalaman dengan lawan sebelum dimulainya pertandingan. Selain itu dapat juga dengan mengakui bila lawan bermain bagus dan menerima kekalahan dengan rasa besar hati. Menunjukkan sikap sportif tidak selalu mudah, memberi ucapan selamat kepada lawan yang menang setelah kalah dalam suatu pertandingan dapat terasa sangat berat bagi anak. Tetapi anak yang dapat berbesar hati dan melakukan hal tersebut akan memetik hasilnya bila mereka dewasa nanti.

Anak yang suka mengejek lawan selama pertandingan cenderung untuk melakukan hal yang sama walaupun mereka berada pada keadaan lain, seperti di dalam kelas. Sebaliknya, anak yang suka bersikap sportif akan selalu bersikap sportif dalam semua aspek kehidupannya.

Pemenangnya Adalah Anak Yang Bersikap Sportif

Pada suatu pertandingan yang dianggap berarti oleh seorang anak, mereka akan sangat terfokus pada kemenangan. Mereka akan melupakan tujuan utama dari suatu pertandingan yaitu untuk bersenang-senang. Tanpa adanya orang tua yang selalu mengingatkan dan memberi contoh baik, mereka juga dapat melupakan sikap yang baik sebelum, selama, dan setelah pertandingan.

Bila seorang anak mempunyai orang tua yang hanya peduli pada kemenangan, maka ia akan menangkap pesan-pesan tersirat bahwa ia boleh melakukan apapun selama pertandingan asalkan mereka menang. Jika orang tua selalu menekan anak untuk selalu bermain lebih baik, atau menyangsikan permainan anak selama bertanding, maka anak akan menangkap pesan tersirat bahwa mereka hanya akan diperhatikan bila mereka menang sehingga anak tersebut akan melakukan segala cara untuk meraih kemenangan.

Orang tua yang menekankan kepada anak untuk selalu bersikap sportif, akan menganggap bahwa kemenangan hanya satu dari beberapa tujuan yang diinginkan untuk anak. Tujuan lain yang juga diinginkan orang tua seperti ini yaitu peningkatan keterampilan anak mereka.

Orang tua yang baik adalah orang tua yang selalu mendorong anak untuk selalu bermain sportif, bersenang-senang selama pertandingan, dan berkonsentrasi pada kerja sama tim serta meningkatkan keterampilan bertanding mereka.

Bantulah Anak Untuk Selalu Bersikap Sportif

Ingatlah selalu prinsip berikut, bahwa sikap lebih berhasil dari pada kata-kata. Hal ini terutama penting dalam mengajarkan anak anda untuk bersikap sportif. Sikap anda selama latihan atau pertandingan anak akan lebih mempengaruhi mereka dari pada segala nasihat yang anda berikan.

Berikut ini adalah beberapa saran untuk membantu anak agar selau bersikap sportif:

* Ingatlah bahwa anda adalah orang tua bukan pelatih. Tunjukkan dorongan, bukan arahan seperti pelatih dari bangku penonton.
* Jangan terlalu keras kepada anak. Jangan bandingkan dia dengan teman satu timnya atau dengan lawan.
* Ucapkan komentar-komentar positif. Jangan berkata tidak sopan kepada pelatih, pemain, atau lawan.
* Berikan tepuk tangan baik bila anak anda yang bermain bagus maupun bila lawan yang bermain bagus.
* Berikan contoh baik dengan sikap anda yang sopan kepada orang tua tim lawan. Ucapkan selamat kepada orang tua tim lawan jika mereka menang.
* Ingatlah bahwa yang bermain adalah anak anda, bukan anda. Jangan paksakan anak untuk berolah raga tertentu karena anda menyukai olah raga tersebut. Biarkan anak anda memilih sendiri olah raga apa yang ingin ia lakukan.

* Ingatlah bahwa ini hanya sebuah permainan. Walaupun bila anak anda kalah, hal ini tidak akan menghancurkan hidup anak anda.
* Tunjukkan kepada anak anda sikap sportif yang dilakukan atlet profesional. Tunjukkan pula bila ada sikap tidak sportif, dan jelaskan bagaimana hal seperti itu dapat mengganggu permainan.
* Terakhir, jangan lupa untuk bersenang-senang. Bahkan bila anak anda bukanlah bintang pertandingan, nikmati saja pertandingan.

(cfs/kidshealth.org)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s