Menjaga Gigi Anak Tetap Sehat

sumber :http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=Tips%20-%20Tips&direktori=tips&filepdf=0&pdf=&html=20060220-a8tyum-tips.htm

Kapankah sebaiknya seorang anak mulai dibawa untuk kunjungan rutin ke dokter gigi? Apakah anak berusia 3 tahun sudah harus mulai menyikat gigi? Pertanyaan semacam itu sering dilontarkan oleh para orang tua. Para orang tua sering merasa ragu-ragu mengenai waktu yang tepat untuk mulai merawat gigi anaknya.

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Mulai Merawat Gigi Anak?

Perawatan gigi yang benar sebaiknya dimulai bahkan sebelum bayi mulai tumbuh gigi pertamanya. Walaupun tidak terlihat, gigi sebenarnya sudah terbentuk sejak trimester kedua masa kehamilan. Pada saat kelahiran, seorang bayi sudah memiliki 20 gigi susu di dalam rahangnya.

Menggosokkan lap yang lembab dengan lembut ke gusi bayi setelah makan dapat mencegah terkumpulnya bakteri-bakteri perusak. Setelah seorang anak memiliki beberapa gigi yang sudah tumbuh, sebaiknya ia mulai diperkenalkan dengan sikat gigi. Gunakan sikat gigi khusus untuk anak yang memiliki bulu sikat yang lembut.

Apakah Gigi Bayi Juga Dapat Mengalami Kerusakan?

Kerusakan gigi dapat terjadi pada bayi bila orang tua memiliki kebiasaan yang kurang baik seperti membiarkan bayi tidur dengan botol susu dimulutnya. Menurut beberapa dokter gigi anak, kebiasaan semacam ini dapat merusak gigi bayi bila dibiarkan terus menerus. Gula yang terdapat pada susu yang menempel terus di gigi bayi selama berjam-jam dapat merusak enamel gigi. Awalnya dapat terjadi perubahan warna pada gigi depan. Lama kelamaan bila dibiarkan dapat timbul lubang gigi. Orang tua juga harus membiasakan waktu minum susu yang teratur karena menghisap botol susu terus menerus sepanjang hari dapat merusak gigi bayi.

Apakah Anak Saya Harus Dibawa Ke Dokter Gigi Tertentu?

Sebaiknya anak diperiksa giginya pada dokter gigi yang khusus merawat anak-anak atau yang biasa disebut dokter gigi anak (pediatric dentist).� Dokter gigi anak dapat merawat berbagai masalah kesehatan gigi yang umumnya dihadapi oleh anak-anak.

Dokter gigi anak bekerja dengan tujuan pencegahan masalah-masalah kesehatan gigi sebelum timbul, dan perawatan melalui pemeriksaan teratur agar gigi dan gusi tetap sehat.

Bagaimana Mencegah Timbulnya Lubang Gigi?

Sebaiknya seorang anak dibawa mengunjungi dokter gigi pada usia satu tahun. Dokter gigi akan menjelaskan bagaimana cara membersihkan gigi yang baik dan benar. Dokter gigi juga akan memeriksa keadaan kesehatan gigi anak. Kunjungan awal seperti itu dapat membantu mengenali masalah-masalah yang mungkin timbul. Selain itu, kunjungan ini dapat membuat anak menjadi terbiasa dan tidak takut terhadap dokter gigi.

Lubang gigi dapat timbul karena makanan yang menempel pada gigi dan tidak segera dibersihkan. Makanan tersebut akan membentuk semacam zat asam yang dapat merusak lapisan-lapisan gigi. Bila lapisan gigi rusak maka akan timbul lubang gigi.

Menyikat gigi sedikitnya dua kali sehari dapat menjaga kesehatan gigi. Anak usia 2 atau 3 tahun sudah mulai dapat menggunakan pasta gigi saat menyikat gigi asalkan dengan diawasi orang tua. Pasta gigi yang diberikan tidak perlu banyak. Pastikan anak meludahkan pasta giginya keluar setelah menyikat gigi.

Apa Yang Harus Saya Lakukan Jika Anak Saya Mengalami Masalah Dengan Giginya?

Jika anak anda mengeluhkan rasa nyeri di giginya segera bawa anak anda ke dokter gigi. Nyeri tersebut dapat merupakan tanda adanya lubang di gigi anak yang membutuhkan perawatan.

Biasakan untuk melakukan kunjungan teratur ke dokter gigi paling tidak setahun sekali seiring dengan pertumbuhan anak. Pembatasan asupan gula dan sikat gigi secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan gigi.

Orang tua mempunyai peranan penting untuk mengajari anak akan kebiasaan untuk selalu menjaga kesehatan gigi.

(fit/kidshealth.org)

Iklan

Informasi Tentang Flu Burung

sumber : http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=Tips%20-%20Tips&direktori=tips&filepdf=0&pdf=&html=20060220-q2ylo7-tips.htm

Apakah flu burung itu?

Flu burung atau yang juga disebut sebagai avian influenza, adalah suatu penyakit pada hewan yang menular yang disebabkan oleh virus yang normalnya hanya menginfeksi unggas, dan sangat jarang pula menginfeksi babi. Semua jenis unggas rentan terhadap infeksi, begitu pula unggas peliharaan.

Penyakit ini pada unggas mempunyai dua bentuk. Bentuk pertama menyebabkan sakit ringan, yang kadang-kadang hanya berupa kerusakan bulu atau penurunan produksi telur. Sedangkan bentuk kedua, yang dikenal sebagai highly pathogenic avian influenza atau flu burung yang sangat patogen, merupakan bentuk yang sangat mengkhawatirkan. Bentuk kedua ini sangat menular dan fatal pada unggas.

Bagaimana sifat-sifat virus tersebut?

Virus flu burung akan mati bila dipanaskan (56 derajat celsius selama 3 jam atau 60 derajat celsius selama 30 menit). Virus ini juga akan mati bila diberi diinfekstan yang mengandung bahan seperti formalin dan iodin.

Virus tersebut dapat bertahan pada suhu dingin di kotoran selama paling tidak tiga bulan. Virus ini juga dapat bertahan di dalam air selama empat hari pada suhu 22 derajat celsius dan lebih dari 30 hari pada suhu 0 derajat celsius. Untuk bentuk yang sangat patogen, penelitian menunjukkan bahwa satu gram kotoran yang tercemar dapat mengandung virus yang cukup untuk menginfeksi sejumlah besar unggas.

Pembatasan pergerakan unggas hidup merupakan salah satu cara yang penting dalam mencegah penyebaran.

Bagaimana flu burung dapat menyebar?

Penyakit ini dapat menyebar dengan mudah dari peternakan ke peternakan. Sejumlah besar virus dapat ditemukan dalam kotoran unggas yang kemudian dapat mencemari tanah disekitarnya. Virus ini juga dapat menyebar secara airborne atau melaui udara dari satu unggas ke unggas lain yang akan menyebabkan infeksi bila virus terhirup. Alat-alat yang tercemar seperti kendaraan, pakan ternak, kandang, atau pakaian terutama sepatu dapat menyebar virus dari satu peternakan ke tempat lain. Virus ini juga dapat menyebar melalui kaki dan tubuh hewan, seperti hewan pengerat, yang akan menjadi vektor mekanik dalam penyebaran penyakit ini. Menurut sedikit penelitian, penyakit ini diduga juga dapat disebarkan melalui lalat.

Kotoram unggas liar yang terinfeksi dapat menularkan virus ini ke unggas peliharaan.

Daging unggas yang dijual di temapt-tempat yang kurang bersih juga dapat berfungsi sebagai sumber infeksi.

Bagaimanakah keadaan saat ini?

Flu burung saat ini merupakan penyakit yang memerlukan perhatian khusus karena adanya resiko terhadap kesehatan manusia.

Suatu jenis virus ini yang dikenal dengan nama H5N1 menyebabkan wabah yang mengkhawatirkan di berbagai negara. H5N1 ini dapat menular tidak hanya dari unggas ke unggas tetapi juga ke manusia.

Sampai saat ini, sebagian besar wabah flu burung pada manusia yang telah dilaporkan akibat infeksi virus H5N1. pada manusia virus ini dapat menyebabkan penyakit influenza berat dengan tingkat kematian yang tinggi.

Apakah penyakit ini dapat menular dari manusia ke manusia?

Sampai saat ini belum ditemukan bukti bahwa penyakit ini dapat menular dari manusia ke manusia.

Apakah infeksi pada manusia sering terjadi?

Infeksi pada manusia sangat jarang ditemui. Sebagian besar kasus infeksi pada manusia berkaitan dengan wabah pada peternakan.

Apakah semua wabah flu burung pada unggas berbahaya bagi manusia?

Tidak. Sampai saat ini hanya jenis virus H5N1 yang diketahui dapat menyebabkan penyakit yang membahayakan pada manusia.

Virus jenis H9N2 dan jenis H7N7 juga pernah dilaporkan menyerang manusia tapi tidak sampai menimbulkan wabah.

Apakah ada vaksin untuk pencegahan?

Tidak. Belum adea vaksin yang da[pat digunakan sebagai pencegahan terhadap flu burung.

Apakah ada obatnya?

Ya. Saat ini ada dua macam obat antivirus yang tersedia� menurut panduan WHO. Obat-obatan tersebut telah digunakan untuk mencegah dan mengobati influenza pada manusia di beberapa negara.

Apakah gejala flu burung pada manusia?

Gejalanya serupa dengan influenza pada umumnya yaitu demam, batuk, nyeri tenggorokan dan nyeri otot. Pada kasus yang berat dapat terjadi infeksi paru (pneumonia) dan gangguan pernafasan akut.

Bagaimana cara menghindari infeksinya?

Hindari kontak dengan unggas yang diduga telah terinfeksi serta hindari pula tempat-tempat yang diduga telah tercemar dengan virus tersebut.

Siapa saja yang mempunyai resiko terinfeksi?

Terutama mereka yang bekerja di peternakan unggas.

Apakah penyakit ini dapat menular melalui makananan berbahan produk unggas?

Tidak. Makanan berbahan produk unggas yang diolah dengan baik aman untuk dikonsumsi.

(cfs/who.int/cdc.gov)