Kolik Infantil


sumber :http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=Tips%20-%20Tips&direktori=tips&filepdf=0&pdf=&html=20060220-4tavnx-tips.htm

Kolik adalah suatu kumpulan gejala pada bayi muda yang terjadi secara self-limitting dan ditandai dengan tangisan proksismal atau terus menerus selama lebih dari 3 jam sehari dalam paling sedikit 4 hari seminggu.

Istilah kolik sering dikaitkan dengan adanya gangguan pada intestinal, tetapi mekanisme spesifik penyebab terjadinya kolik infantil sampai saat ini belum dapat diketahui secara pasti. Diduga kolik infantil merupakan suatu manifestasi dari tidak berhasilnya upaya bayi untuk berkomunikasi dengan orang tua. Kolik dapat terjadi mulai saat bayi lahir sampai bayi berusia 3-4 bulan. Umumnya, bayi yang mengalami kolik tetap mempunyai nafsu makan yang baik serta kenaikan berat badannya normal. Bayi dapat tampak sangat lapar dan sering menghisap susu yang diberikan dengan antusias. Tetapi ia tetap menangis secara paroksismal. Kolik sering kali terjadi pada waktu-waktu tertentu yang teratur, tetapi kadang-kadang pada beberapa bayi dapat terjadi secara terus menerus sepanjang hari. Menangis yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya aerofagia, sehingga perut kembung dan terjadi distensi abdomen.

Sebelum menegakkan diagnosa kolik, kemungkinan akan adanya kelainan patologik lain harus terlebih dahulu disingkirkan dengan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lain yang diperlukan. Bayi yang lapar dapat menangis terus menerus tetapi pertambahan berat badannya dibawah normal. Sedangkan bayi yang kurang tidur akan rewel dan menangis terus menerus. Penyakit lainnya seperti demam atau infeksi lain juga dapat menyebabkan bayi rewel. Melalui anamnesa yang menyeluruh hal ini akan dapat diketahui.

Bila diagnosa kolik sudah dapat ditegakkan, orang tua bayi perlu diyakinkan bahwa kolik terjadi bukan karena pola pengasuhan yang salah. Bayi yang menangis dapat ditenangkan dengan gendongan, ayunan, atau tepukan ringan secara ritmik. Sedangkan bayi yang masih menangis setelah pemberian susu mungkin masih lapar dan perlu diberi susu kembali. Kemungkinan akan adanya intoleransi terhadap susu harus diwaspadai.

Orang tua bayi harus diberi tahu bahwa bayi yang mengalami kolik sebenarnya sehat secara fisik, dan sikap seperti ini umumnya akan menghilang dalam beberapa minggu. Selain itu orang tua juga perlu diberi tahu bahwa tidak ada sequelae jangka panjang akibat kolik.

(cfs/merckmannual/icondata.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s