Sakit Kepala Pada Anak-Anak

source :http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=Tips%20-%20Tips&direktori=tips&filepdf=0&pdf=&html=20060220-9xujaw-tips.htm

Anak anda mengeluh soal sakit kepala dan anda kadang-kadang merasa bingung apakah keluhan anak anda benar-benar serius atau tidak. Bagaimana anda mengetahui apa sebenarnya penyebab keluhannya tersebut? Apakah keluhannya tersebut benar-benar mengkhawatirkan? Sakit kepala apakah yang dialami oleh anak anda dan bagaimanakah langkah yang sebaiknya anda lalukan

Kapan Anda Sebaiknya Mewaspadai Keluhan Sakit Kepala Anak?

Bila anda menganggap anak anda terlalu sering mengeluh soal sakit kepala atau anda tidak mengetahui penyebab sakit kepala anak anda maka anda harus mewaspadai keluhannya tersebut. Sering kali, sebenarnya anda mengetahui penyebab sakit kepala pada anak anda seperti sakit kepala karena kurang istirahat (tidur) atau karena kepalanya baru saja terbentur sesuatu saat bermain. Tetapi bila anak anda mengalami sakit kepala yang penyebabnya tidak jelas atau sakit kepala yang terjadi berulang-ulang dan singkat maka anda harus segera waspada. Yang menjadi pertanyaan adalah, berapa lamakah yang dimaksud dengan �singkat� tersebut?

Menurut beberapa ahli jika anak anda yang berusia 6 tahunan mengeluhkan soal sakit kepala yang tidak jelas penyebabnya, sebanyak paling tidak sekali sebulan, dalam beberapa bulan, maka sebaiknya anda segera mengunjungi dokter. Sedangkan bila hal ini terjadi pada anak remaja anda maka anda tidak perlu terlalu khawatir.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ada tidaknya gejala lain yang menyertai sakit kepala. Gejala lain misalnya keadaan kesehatan anak saat itu. Gejala-gejala yang harus diwaspadai oleh orang tua bila anaknya mengeluhkan soal sakit kepala antara lain:

– menurunnya tingkat kesadaran anak
– muntah
– perubahan penglihatan
– rasa tidak enak badan
– rasa lemas
– demam atau tanda-tanda lain infeksi

Anak Dan Keluhan Sakit Kepalanya

Umumnya, anak mengalami jenis sakit kepala yang sama seperti jenis sakit kepala yang sering dialami oleh orang dewasa. Infeksi pada tubuh dapat menyebabkan terjadinya sakit kepala; begitu pula obat-obatan golongan tertentu yang ia konsumsi juga dapat menyebabkan sakit kepala.

Ada berbagai hal paling mungkin yang dapat menyebabkan terjadinya sakit kepala. Pada anak-anak kecil, lubang pada gigi, infeksi telinga dan infeksi pada sinus atau yang biasa disebut dengan sinusitis (infeksi pada rongga dalam tengkorak) dapat menyebabkan suatu perasaan nyeri yang sering dikeluhkan sebagai sakit kepala oleh anak. Anak-anak juga dapat mengalami migrain dan sakit kepala karena ketegangan otot (tension headache).

Rasa berdenyut-denyut pada sakit kepala karena migrain dapat dikeluhkan anak-anak bahkan pada usia sangat muda. Jika anda memiliki seorang bayi atau balita, kemungkinannya sangat kecil anda akan dapat mengetahui bila ia sedang mengalami migrain karena anak seusia ini belum dapat menggambarkan sakit kepalanya kepada anda.

Pada anak-anak yang lebih tua dan remaja, sakit kepala karena migrain umumnya mudah dikenali karena ia sudah dapat menggambarkan sakit kepalanya tersebut. Ia dapat mengalami migrain dengan atau tanpa aura. Aura adalah suatu gejala yang umumnya timbul sebelum nyeri dirasakan. Biasanya merupakan suatu gejala visual dimana ia merasa seperti melihat cahaya terang yang kemudian diikuti dengan melihat titik hitam ditengah lapangan pandangnya.

Penanganan Sakit Kepala Anak

Penanganan sederhana dapat anda lakukan di rumah. Mintalah anak untuk berbaring di ruangan yang sejuk dan gelap serta berilah anak anda obat sakit kepala semacam parasetamol.

Bila anda membawa anak anda mengunjungi dokter, dokter umumnya akan menanyakan tentang riwayat penyakitnya itu untuk membantu dokter dalam menentukan jenis penyakit serta perawatan yang dibutuhkan. Oleh karena itu, ingat-ingatlah hal-hal penting yang berkaitan dengan keluhan sakit kepala anak anda. Pertanyaan yang sering diajukan antara lain tentang beratnya dan kekerapan keluhan sakit kepala anak anda, begitu pula tentang pola keluhan sakit kepalanya. Dokter juga akan menanyakan apa yang dapat menyebabkan sakit kepalanya bertambah berat atau bertambah ringan. Jawaban-jawaban yang diberikan akan membantu memastikan dokter dalam menentukan penyakit anak, terutama bila anak mengalami sakit kepala karena migrain. Sakit kepala karena migrain sendiri biasanya disebabkan oleh hal-hal seperti stres, kurang istirahat (tidur), atau makanan dan minuman tertentu.

Dokter umumnya juga akan memeriksa keseluruhan fisik anak anda. Gangguan pada bagian tubuh tertentu dapat menyebabkan sakit kepala.

Umumnya sakit kepala yang paling sering dialami oleh anak-anak adalah sakit kepala karena migrain dan sakit kepala karena ketegangan otot. Bila sakit kepalanya merupakan sakit kepala karena migrain maka dokter akan menjelaskan apa-apa saja yang dapat memicu terjadinya migrain tersebut dan kemudian meresepkan obat-obatan golongan analgesik (penghilang nyeri).

Sedangkan bila anak anda mengalami sakit kepala kronik maka biasanya dokter akan memberikan resep obat yang dapat mecegah terjadinya sakit kepala.

Anak yang mengalami sakit kepala karena ketegangan otot biasanya menggambarkan sakit kepalanya itu sebagai suatu rasa nyeri yang menekan di kepala. Sakit kepala jenis ini dapat diobati dengan obat-obatan seperti parasetamol.

Hal penting yang harus diingat adalah anda sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum anda memberikan obat-obatan tertentu untuk mengatasi sakit kepala anak anda. Dokter akan membantu obat apa yang cocok diberikan untuk anak anda. Biasanya relaksasi dan pengurangan stres dapat membantu mengatasi sakit kepala anak.

(cfs/kidshealth.or

Iklan

Menjadi Orang Tua Yang Lebih Baik

source : http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=Tips%20-%20Tips&direktori=tips&filepdf=0&pdf=&html=20060220-jtuq51-tips.htm

Menjadi orang tua merupakan hal yang sangat menyenangkan, tetapi menjadi orang tua juga merupakan hal yang mudah. Berikut ini beberapa langkah yang dapat anda coba untuk menjadi orang tua yang lebih baik bagi anak anda:

1. Cobalah untuk meningkatkan rasa percaya diri anak anda

Anak-anak mulai mengembangkan rasa percaya dirinya sejak mereka masih bayi. Mereka mengembangkannya sesuai dengan contoh-contoh perilaku yang anda berikan. Nada suara anda, bahasa tubuh anda, dan setiap ekspresi-ekspresi yang anda tunjukkan akan mereka olah secara sederhana. Semua kata-kata dan sikap anda akan mempengaruhi perkembangan rasa percaya dirinya lebih besar dari pada pengaruh hal-hal lain. Karenanya, pujian yang diberikan untuk anak bila ia berhasil dalam melakukan sesuatu walaupun hanya merupakan hal-hal kecil akan membuat ia bangga. Mengijinkannya untuk melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain akan membuatnya merasa mampu untuk mandiri. Sebaliknya, terlalu sering melarang anak untuk mengerjakan sesuatu akan membuatnya merasa tidak mampu dan kurang percaya diri.

Hindari mengucapkan kata-kata seperti �kau ceroboh sekali� atau �kau lebih ceroboh dari pada adikmu�. Komentar semacam ini dapat melukai perasaan anak anda. Berpikirlah sebelum anda mengucapkan sesuatu yang sekiranya dapat menyakiti anak. Biarkan mereka tahu bahwa setiap orang dapat membuat kesalahan dan kesalahan yang ia buat tidak akan menyebabkan anda tidak lagi mencintainya.

2. Perhatikan sikap baik yang ditunjukkan oleh anak anda

Mungkin anda mengkritik anak anda lebih sering dari pada memujinya. Coba anda rasakan bagaimana bila anda sering dikritik oleh bos anda? Demikianlah yang akan dirasakan oleh anak anda.

Langkah yang cukup berguna dalam menjadi orang tua yang lebih baik adalah dengan memperhatikan sikap baik yang ditunjukkan oleh anak anda. Ungkapkan perhatian anda tersebut dalam kata-kata seperti �kau mau sikat gigi tanpa perlu diminta, itu bagus sekali�. Ucapan-ucapan semacam ini akan lebih mendorong mereka untuk bersikap baik dari pada kata-kata keras seperti perintah. Jangan ragu-ragu untuk memuji anak bila ia bersikap baik. Anak anda akan selalu bersikap seperti ini tanpa harus disuruh lagi.

3. Beri batasan-batasan yang konsisten agar anak disiplin

Disiplin sangat diperlukan agar anak dapat tumbuh dengan perilaku yang baik serta memiliki pengendalian diri. Tetapkan aturan-aturan di rumah yang dapat membantu anak memahami arti disiplin, seperti aturan menonton TV setelah menyelesaikan PR. Bila anak tidak mematuhi aturan beri hukuman kepada anak. Ingatlah bahwa hukuman yang diberikan harus bersifat membangun dan konsisten.

4. Sediakan waktu anda untuk anak

Ingatlah bahwa anak selalu ingin berada dekat dengan orang tuanya. Karena itu, sediakan sejumlah waktu anda untuk beraktivitas dengan anak. Waktu yang anda berikan tersebut tidak perlu berlebihan melainkan harus berkualitas.

Bangunlah lebih pagi agar anda dapat makan pagi bersama anak serta tanyakan kegiatan sekolah mereka hari itu. Anak-anak yang kurang perhatian dari orang tuanya cenderung untuk bersikap buruk karena mereka menganggap perilaku mereka tidak diperhatikan oleh orang tuanya.

5. Jadikan diri anda panutan yang baik

Anak kecil belajar bagaimana berperilaku dengan mengamati perilaku anda. Semakin muda usia anak anda maka semakin mudah ia menirukan perilaku anda tanpa berpikir panjang. Ingatlah bahwa anak anda selalu mengamati perilaku anda. bersikaplah sebagaimana anda ingin anak anda bersikap. Tunjukkan sikap hormat, ramah, jujur, dan penuh tenggang rasa. Jangan bersikap egois. Lakukan hal-hal kecil untuk orang lain tanpa mengaharapkan imbalan. Yang penting adalah perlakukan anak anda sebagaimana anda ingin diperlakukan oleh orang lain.

6. Komunikasi merupakan hal yang penting

Anda tidak bisa mengharapkan anak anda akan patuh begitu saja bila anda memintanya untuk melakukan sesuatu. Anak-anak perlu penjelasan mengenai aturan, perintah ataupun harapan-harapan anda. Beri alasan dan penjelasan setiap kali anda memberikan nasihat atau aturan.

Jika anda menghadapi masalah dengan anak anda, ajak ia untuk ikut memecahkannya bersama-sama. Anak-anak yang diajak berdiskusi akan merasa lebih termotivasi untuk melaksanakan langkah-langkah pemecahan yang anda tetapkan.

7. Jadilah orang tua yang �fleksibel�

Jika anda sering kali dikecewakan oleh perilaku anak anda mungkin karena anda berharap terlalu tinggi dari anak anda.

Lingkungan sekitar anak akan memberi pengaruh kepada anak. Jika anda terus menerus berkata tidak kepada anak anda yang berusia 2 tahun, coba ubahlah lingkungan sekitar anak sehingga lebih sedikit hal-hal yang sekiranya dapat menyebabkan anda berkata tidak.

Dengan semakin dewasanya anak anda maka anda juga perlu untuk mengubah sikap anda terhadapnya.

8. Tunjukkan kepada anak bahwa anda akan selalu mencintainya apapun yang terjadi

Sebagi orang tua, anda bertanggung jawab dalam membimbing anak anda. Yang penting adalah cara anda membimbingnya. Jangan terlalu menyalahkan, mengkritik, atau mencari-cari kesalahan anak. Ini dapat menurunkan rasa percaya dirinya dan membuatnya merasa marah dan sedih. Sebaliknya, berusahalah untuk selalu menunjukkan rasa sayang anda walaupun anda sedang menghukumnya. Pastikan ia tahu bahwa walaupun ia telah berbuat kesalahan, anda akan tetap mencintainya.

9. Hati-hati akan harapan-harapan anda terhadap anak anda

Ingatlah bahwa anda bukan seorang yang sempurna. Kenalilah kekuatan dan kelemahan anda. Begitu pula dengan anak anda, ia juga bukan manusia yang sempurna. Jangan berharap hal-hal yang tidak realistis kepada anak anda. Dalam bersikap sebagai orang tua, usahakan untuk lebih memfokuskan diri pada area tertentu yang sekiranya memerlukan perhatian khusus.

(cfs/kidshealth.org)

Kemampuan Bicara Dan Bahasa Anak Anda

source : http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=Tips%20-%20Tips&direktori=tips&filepdf=0&pdf=&html=20060220-sp0jtv-tips.htm

Anak anda berusia 2 tahun dan masih belum lancar berbicara. Ia dapat mengucapkan beberapa patah kata, tetapi bila dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya, anak anda tampak lambat berbicara. Sedangkan kakaknya dulu sudah dapat mengucapkan satu kalimat lengkap saat seusianya. Karena anda mengira ini bukan hal penting, anda tidak terlalu mengkhawatirkannya. Ada anak yang cepat belajar dan ada pula anak yang kurang cepat belajar, demikian pikir anda.

Sikap seperti diatas tersebut sering ditemui pada orang tua yang anaknya terlambat berbicara. Orang tua semacam ini umumnya tidak terlalu peduli kecuali anak mereka juga memperhatikan bahwa anak mereka juga lambat dalam hal lain. Mereka kadang-kadang terlalu menganggap ringan hal seperti ini.

Jangan Menunggu Untuk Memeriksakan Anak Anda

Anak yang berusia 12 sampai 18 bulan seharusnya segera dibawa ke tangan profesional untuk diperiksa jika orang tua menduga adanya gangguan kemampuan untuk berkomunikasi. Orang tua juga seharusnya segera memeriksakan anaknya jika anaknya tidak memberikan respons terhadap suara. Pemeriksaan dini sangat penting bila memang ternyata ada masalah. Sedangkan bila ternyata tidak ada masalah, kekhawatiran orang tua setidaknya dapat dikurangi.

Hasil pemeriksaan dapat bermacam-macam. Mungkin seorang anak yang dianggap terlambat berbicara oleh orang tuanya sebenarnya tidak mengalami masalah apa-apa tetapi orang tuanya saja yang terlalu khawatir akan anaknya. Dalam hal ini orang tua perlu diberi informasi mengenai tahap-tahap perkembangan seorang anak agar orang tua lebih mengerti. Sebaliknya, jika memang anak memang dinyatakan terlambat berbicara oleh seorang profesional, maka orang tua dapat membantu anaknya dalam mengembangkan keterampilan berbahasa. Jika memang ada gangguan bicara, bahasa, pendengaran, atau perkembangan, pertolongan yang diberikan sejak dini akan membantu anak agar terhindar dari masalah belajar di masa depannya.

Ada perbedaan antara bicara dan bahasa. Bicara adalah pengucapan; yang menunjukkan keterampilan seseorang mengucapkan suara dalam suatu kata. Bahasa berarti menyatakan dan menerima informasi dalam suatu cara tertentu. Bahasa merupakan salah satu cara berkomunikasi. Seorang anak yang mengalami gangguan berbahasa mungkin saja dapat mengucapkan suatu kata dengan jelas tetapi ia tidak dapat menyusun dua kata dengan baik. Sebaliknya, ucapan seorang anak mungkin sedikit sulit untuk dimengerti, tetapi ia dapat menyusun kata-kata yang benar untuk menyatakan keinginannya. Masalah bicara dan bahasa sebenarnya berbeda tetapi kedua masalah ini sering kali tumpang tindih.

Apa Penyebab Keterlambatan Bicara Atau Bahasa?

Ada banyak alasan� terjadinya keterlambatan perkembangan berbicara dan berbahasa. Keterlambatan berbicara yang terjadi pada seorang anak yang perkembangannya dalam bidang lain normal jarang disebabkan oleh kelainan fisik, seperti kelainan lidah atau langit-langit mulut.

Tetapi, gangguan pendengaran umumnya berkaitan dengan keterlambatan berbicara. Jika seorang anak mengalami gangguan pendengaran, maka ia akan mengalami kesulitan dalam memahami, menirukan, dan menggunakan bahasa. Infeksi telinga, khususnya infeksi kronik, dapat mempengaruhi kemampuan mendengar. Ini merupakan alasan mengapa perawatan dini harus segera diberikan kepada seorang anak atau bayi yang mengalami infeksi telinga. Infeksi telinga dapat disembuhkan dengan baik jika pertolongan segera diberikan dan tidak akan menyebabkan terjadinya gangguan berbicara.

Sejumlah anak yang mengalami keterlambatan berbicara mungkin mengalami masalah motorik oral, artinya ada gangguan dalam pengolahan atau penyampaian sinyal dari pusat bicara di otak. Seorang anak seperti ini akan mengalami kesulitan dalam mengendalikan bibir, lidah, dan rahangnya untuk mengucapkan suatu kata. Gangguan bicaranya tersebut dapat disertai dengan gangguan motorik oral lainnya seperti gangguan saat makan. Gangguan berbicara sering kali menunjukkan adanya gangguan perkembangan lain yang lebih luas.

Apa Yang Sebaiknya Dilakukan Oleh Orang Tua?

Orang tua yang mengetahui penyebab keterlambatan dapat membantu perkembangan berbicara anaknya. Sebagaimana diketahui, perkembangan berbicara merupakan kombinasi antara kemampuan alami anak dan pengasuhan orang tua. Seorang anak mempunyai kemampuan alami didalam dirinya dalam hal berbicara dan berbahasa. Selain itu, lingkungan sekitarnya juga mempengaruhi kemampuan berbicara dan berbahasa seorang anak. Jika rangsangan untuk berbicara dan berbahasa dirasakan kurang oleh anak maka tentu saja keterampilan bicara dan bahasanya tidak akan terasah.

Orang tua sebaiknya mulai berkomunikasi dengan anaknya bahkan sejak anaknya masih bayi, yang dapat dilakukan dengan membacakan buku cerita. Anda tidak perlu membacakan seluruh isi buku; bahkan bayi usia 18 sampai 24 bulan mungkin tidak akan mau berlama-lama diam mendengarkan cerita anda.� Cobalah untuk membacakan buku yang cukup ringan untuk seorang bayi. Olahlah suara anda saat membacakan cerita agar bayi anda memberikan respons. Atur pula nada berbicara anda agar terdengar berirama dan menyenangkan bagi bayi.

Evaluasi Perkembangan Bicara Dan Bahasa

Anda harus segera memeriksakan anak anda jika:

– Anak anda yang berusia 2 atau 3 tahun hanya dapat menirukan pembicaraan atau sikap tetapi tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan spontan.

– Ia hanya dapat mengucapkan suara atau kata tertentu berulang-ulang.

– Suaranya terdengar �aneh� sehingga kata-katanya sulit dimengerti.

– Ia tidak dapat mengucapkan kata-kata untuk menyampaikan keinginannya.

– Ia tidak dapat melakukan perintah sederhana.

Evaluasi yang dilakukan umumnya meliputi evaluasi terhadap keterampilan berbicara dan berbahasa seorang anak sesuai dengan perkembangannya. Ia akan diuji dan diamati oleh seorang ahli agar diketahui tingkat perkembangannya. Keteranpilannya dalam mengerti dan mengekspresikan sesuatu, pendengarannya, dan keadaan motorik oralnya akan dipelajari.

Bila ia dinyatakan memerlukan terapi bicara, maka anda sebagai orang tua sebaiknya ikut terlibat.

Tahap Perkembangan

Tahap perkembangan umum seorang anak:

– Sebelum 12 bulan

Orang tua sebaiknya mengamati anaknya apakah ia dapat menggunakan suaranya untuk berhubungan dengan lingkungannya. Pada usia ini, anak umumnya tertarik dengan suar-suara. Seorang bayi yang hanya melihat dengan penuh perhatian tetapi tidak memberikan respons pada suara menunjukkan adanya gangguan pendengaran.

– Usia 12 sampai 15 bulan

Anak pada usia ini mulai menunjukkan kemampuan berbicaranya dengan mulai menggumamkan suara-suara dan mengucapkan satu atau dua patah kata dengan jelas. Biasanya kata-kata awalnya berupa kata benda. Anak usia ini juga sudah mulai dapat memahami dan menuruti perintah sederhana dari anda seperti �ambilkan mainan�.

– Usia 18 sampai 24 bulan

Anak usia ini mempunyai sekitar 50 kata dalam perbendaharaan katanya dan saat ia mulai mencapai usia 2 tahun akan mulai dapat menyusun kata-kata, seperti �ayah tidur� atau �kucing lompat�. Pada usia ini, anak mulai dapat mengerti tentang konsep, seprti konsep ruang yaitu diluar, didalam, disamping, dan sebagainya.

– Usia 2 sampai 3 tahun

Umumnya anak usia ini mengalami perkembangan pesat dalam kemampuan berbicaranya. Perbendaharaan katanya sangat meningkat dan ia mulai dapat menyusun kalimat dengan 3 atau lebih kata-kata. Kemampuan pemahaman seorang anak juga akan meningkat, ia akan mulai mengerti perintah seperti �letakkan di atas meja� atau �letakkan di bawah tempat tidur�. Ia juga mulai mengerti konsep deskriptif seperti besar dan kecil dan indentifikasi warna.

(cfs/kidshealth.org)

Gagap Pada Anak, Tips Untuk Orang Tua

sumber :http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=Tips%20-%20Tips&direktori=tips&filepdf=0&pdf=&html=20060220-oxj72z-tips.htm

Apakah gagap itu? Gagap adalah suatu gangguan kelancaran berbicara. Anak usia 2 sampai 5 tahun sering mengulang-ulang kata-kata atau bahkan seluruh kalimat yang diucapkan kepadanya. Ia kadang-kadang juga mengucapkan ungkapan-ungkapan seperti �ee� atau �mm�� saat ia berbicara. Hal ini dianggap normal bila terjadi pada anak yang masih belajar berbicara.

Anak pada golongan usia tersebut masih mempelajari cara berbicara, mengembangkan kendali terhadap otot-otot berbicaranya, mempelajari kata-kata baru, menyusun kata-kata dalam suatu kalimat, dan mempelajari bagaimana cara bertanya serta mempelajari �akibat� dari kata-kata yang mereka ucapkan. Oleh karena itu, anak pada golongan usia tersebut umumnya masih mengalami gangguan kelancaran berbicara.

Apakah Penyebab Gagap?

Banyak orang tua yang merasa bahwa gagap disebabkan oleh cara mendidik anak atau pola pengasuhan orang tua yang salah. Tetapi menurut para ahli, gagap tidak disebabkan oleh perilaku orang tua. Kenyataannya, penyebab gagap sampai saat ini belum dapat dijelaskan secara pasti. Gagap merupakan suatu keadaan yang sangat rumit dan banyak berkaitan dengan hal-hal lain.

Anak laki-laki lebih banyak mengalami gagap dari pada anak perempuan dengan perbandingan tiga banding satu. Hal ini berkaitan dengan faktor-faktor lingkungan, seperti stres.

Tanda-Tanda Awal

Umumnya tanda-tanda awal kegagapan terlihat pada usia dua tahun atau pada saat anak mulai belajar merangkai kata-kata menjadi suatu kalimat. Sering kali orang tua merasa jengkel dengan kegagapan anak, tetapi hal ini merupakan hal yang umum ditemui saat anak masih dalam tahap perkembangan berbicara. Kesabaran merupakan sikap terpenting yang harus dimiliki oleh orang tua selama anak berada dalam tahap ini. Seorang anak mungkin mengalami gangguan kelancaran berbicara selama beberapa minggu atau bulan dengan gejala yang hilang timbul. Sebagian besar anak akan lancar berbicara dan tidak akan gagap lagi bila kegagapannya itu dimulai pada usia kurang dari 5 tahun.

Anak Usia Sekolah

Saat anak mulai memasuki usia sekolah, kemampuan dan keterampilan berbicaranya akan semakin terasah. Umumnya anak akan semakin lanca berbicara dan ia sudah tidak gagap lagi. Jika ia masih gagap, umumnya pada usia tersebut ia sudah mulai merasa malu akan hal tersebut. Anak seperti ini membutuhkan latihan khusus untuk membantunya dalam berkomunikasi.

Bantuan Yang Diperlukan

Seorang anak sebaiknya mulai mendapat bantuan� khusus bila:

– orang tua mulai merasa khawatir akan kelancaran berbicara anaknya

– anak terlalu sering mengulang kata-kata atau bahkan seluruh kalimat

– pengulangan suara-suara seperti �aa� semakin sering diucapkannya

– anak tampak kesulitan saat akan berbicara

– gangguan kelancaran berbicaranya semakin berat

– mimik muka anak tampak tegang saat berbicara

– suara anak terdengar tegang saat mengucapkan kata-kata bernada tinggi

– anak sering menghindari keadaan dimana ia harus berbicara

Jika ada tanda-tanda diatas yang tampak saat anak berbicara maka sebaiknya orang tua mulai menghubungi dokter atau ahli terapi bicara. Semakin dini bantuan yang diberikan kepada seorang anak maka semakin baik pula hasil yang akan diperoleh.

Apa Yang Dapat Dilakukan Oleh Orang Tua?

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menciptakan suatu suasana yang membantu bagi seorang anak:

– Jangan menyuruh anak untuk selalu berbicara dengan tata bahasa yang benar. Biarkan anak untuk berbicara dengan nyaman dan menyenangkan.

– Manfaatkan waktu makan bersama untuk melatih kelancaran berbicara anak. Hindari hal-hal lain yang mungkin mengganggu seperti televisi atau radio.

– Jangan selalu mengkritik anak dengan ucapan seperti pelan-pelan saja atau semacamnya. Komentar semacam ini, walaupun diucapkan dengan niat baik, hanya akan membuat anak merasa semakin tertekan.

– Ijinkan anak untuk berhenti berbicara jika ia merasa tidak nyaman.

– Jangan menyuruh anak untuk mengulangi kata-katanya.

– Jangan selalu menyuruh anak untuk berhati-hati dalam berbicara.

– Ciptakan suasana yang tenang di rumah.

– Berbicaralah dengan pelan dan jelas kepada anak.

– Tataplah mata anak bila berbicara dengannya. Jangan melihat kearah lain dan jangan pula menunjukkan kekecewaan anda didepan anak.

– Biarkan anak berbicara dan mengucapkan kalimatnya sampai selesai.

– Yang paling penting adalah: seringlah berlatih! Jadilah contoh yang baik bagi anak dengan selalu berbicara dengan jelas.

(cfs/kidshealth.org)

Kejang Pada Anak

sumber : http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=Tips%20-%20Tips&direktori=tips&filepdf=0&pdf=&html=20060220-r9k8mu-tips.htm

Kejang disebabkan oleh pelepasan hantaran listrik yang abnormal di otak. Gejala-gejala yang timbul dapat bermacam-macam tergantung pada bagian otak yang terpengaruh, tetapi umumnya kejang berkaitan dengan suatu sensasi aneh, kekakuan otot yang tidak terkendali, dan hilangnya kesadaran.

Kejang dapat terjadi akibat adanya kelainan medis. Rendahnya kadar gula darah, infeksi, cedera kepala, keracunan, atau overdosis obat-obatan dapat menyebabkan kejang. Selain itu, kejang juga dapat disebabkan oleh tumor otak atau kelainan saraf lainnya. Kurangnya oksigen ke otak juga dapat menyebabkan kejang. Pada beberapa kasus, penyebab kejang mungkin tidak diketahui. Kejang yang terjadi berulang mungkin merupakan suatu indikasi akan adanya suatu kondisi kronik yang dikenal sebagai epilepsi.

Kejang demam merupakan kejang yang cukup sering dijumpai pada anak-anak yang berusia dibawah 5 tahun. Kejang demam dapat timbul bila seorang anak mengalami demam tinggi, biasanya suhu tubuh meningkat dengan cepat mencapai 39 derajat Celsius atau lebih. Walaupun hal ini sangat mengkhawatirkan bagi orang tua, kejang seperti ini umumnya terjadi singkat dan jarang menimbulkan masalah, kecuali bila demam yang terjadi berkaitan dengan infeksi serius seperti meningitis. Anak yang mengalami kejang demam tidak mempunyai kecenderungan untuk mengalami epilepsi.

Apa Yang harus Dilakukan

Anak yang mengalami kejang harus dibaringkan di tempat yang aman agar tidak ada kemungkinan jatuh. Jauhkan benda-benda disekitarnya agar tidak mengganggu. Longgarkan pakaiannya di sekitar kepala dan leher.Hati-hati bila memasukkan benda-benda di antara gigi anak karena benda tersebut dapat masuk dan membuntu jalan nafas anak. Jangan menahan gerakan-gerakan anak seperti memegangi tangan atau kakinya. Segera miringkan anak apabila kejang telah berhenti.

Selain itu segera hubungi dokter terutama bila:

– anak tampak kesulitan bernafas
– anak tampak berwarna kebiruan
– anak mengalami cedera pada kepalanya
– anak tampak sakit
– anak memiliki suatu penyakit bawaan yang mungkin membahayakan seperti kelainan jantung
– anak sebelumnya dicurigai telah menelan zat-zat tertentu yang dapat menyebabkan keracunan

Jika anak tampak bernafas dengan normal dan kejang hanya terjadi beberapa menit saja, anda dapat menghubungi dokter setelah kejang selesai. Jika seorang anak baru sekali mengalami kejang, segera hubungi dokter bila hal ini terjadi. Sedangkan bila seorang anak sebelumnya pernah mengalami kejang, hubingi dokter bila kejang terjadi lebih dari 5 menit, atau bila kejang yang timbul lain dari kejang yang biasanya timbul.

Umumnya setelah kejang, anak akan tidur dengan nyenyak. Periode ini merupakan suatu periode yang dikenal sebagai periode postictal. Hal ini merupakan hal yang normal, dan sebaiknya anak tidak usah berusaha dibangunkan. Jangan memberikan makan atau minum kepada anak bila anak belum benar-benar terbangun dan sadar.

Bila anak memang dinyatakan mengalami kejang demam oleh dokter, umumnya dokter akan menyarankan agar anak diberi obat penurun panas bila anak demam agar demam dapat terkendali sehingga kejang dapat dicegah. Selain itu, dokter juga akan menyarankan untuk mengkompres anak dengan kain basah untuk membantu mendinginkan anak.

(cfs/kidshealth.org)

Diare

sumber : http://milissehat.web.id/

APA ITU DIARE

Diare atau gastroenteritis (GE) adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan feses bayi encer dan/atau berair, dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari, dan kadang disertai muntah. Muntah dapat berlangsung singkat, namun diare bisa berlanjut sampai sepuluh hari.Pada banyak kasus, pengobatan tidak diperlukan. Bayi usia sampai enam bulan dengan diare dapat terlihat sangat sakit, akibat terlalu banyak cairan yang dikeluarkannya.

JENIS DIARE

Penatalaksanaan diare bergantung pada jenis klinis penyakitnya, yang dengan mudah ditentukan saat anak pertama kali sakit. Pemeriksaan laboratorium tidak diperlukan. Empat jenis klinis diare antara lain:

a. Diare akut bercampur air (termasuk kolera) yang berlangsung selama beberapa jam/hari: bahaya utamanya adalah dehidrasi, juga penurunan berat badan jika tidak diberikan makan/minum

b. Diare akut bercampur darah (disentri): bahaya utama adalah kerusakan usus halus (intestinum), sepsis (infeksi bakteri dalam darah) dan malnutrisi (kurang gizi), dan komplikasi lain termasuk dehidrasi.

c. Diare persisten (berlangsung selama 14 hari atau lebih lama): bahaya utama adalah malnutrisi (kurang gizi) dan infeksi serius di luar usus halus, dehidrasi juga bisa terjadi.

d. Diare dengan malnutrisi berat (marasmus atau kwashiorkor): bahaya utama adalah infeksi sistemik (menyeluruh) berat, dehidrasi, gagal jantung, serta defisiensi (kekurangan) vitamin dan mineral.
MENGAPA DIARE BERBAHAYA?

Diare menyebabkan kehilangan garam (natrium) dan air secara cepat, yang sangat penting untuk hidup. Jika air dan garam tidak digantikan cepat, tubuh akan mengalami dehidrasi. Kematian terjadi jika kehilangan sampai 10% cairan tubuh. Diare berat dapat menyebabkan kematian.

PENATALAKSANAAN

Anak dengan diare ringan dapat dirawat di rumah. Penatalaksanaan yang utama adalah menjaga agar asupan cairannya tercukupi, yaitu dengan memastikan anak tetap minum. Cairan ini dibutuhkan untuk menggantikan cairan yang hilang lewat muntah ataupun diare. Cairan sangat penting untuk diberikan, bahkan bila diare bertambah buruk.

Jangan berikan obat yang dapat mengurangi muntah atau diare. Obat-obatan itu tidak berguna dan berbahaya.

Berikan sedikit cairan namun sering. Berikan cairan semulut penuh setiap 15 menit sekali, hal ini baik diberikan untuk anak anda yang sering muntah.

HAL PENTING YANG HARUS DIINGAT

* Bayi dan anak kecil mudah mengalami dehidrasi, oleh karena itu mereka butuh cairan yang diberikan sedikit namun sering.
* Bayi berusia di bawah enam bulan dengan diare perlu diperiksa oleh dokter setelah 6-12 jam penanganan diare.
* Beri minum setiap kali bayi muntah. Tetap berikan ASI untuk bayi yang masih menyusui. Bagi bayi yang minum susu formula, susu tetap diberikan sampai lebih dari 12-24 jam.
* Berikan anak yang lebih besar satu cangkir (150-200 ml) cairan untuk setiap muntah banyak atau diare.
* Teruskan pemberian makanan jika anak anda masih mau makan. Jangan sampai anak tidak mendapat asupan makanan sama sekali dalam 24 jam.
* Bayi atau anak anda sangat infeksius, jadi cuci tangan sampai bersih dengan sabun dan air hangat, khususnya sebelum memberi makan dan sesudah mengganti popok atau celana.
* Pisahkan anak atau bayi yang terkena diare dari anak atau bayi lain sebisa mungkin, sampai diare berhenti.

TANDA-TANDA DEHIDRASI

Derajat dehidrasi dinilai dari tanda dan gejala yang menggambarkan kehilangan cairan tubuh.

Pada tahap awal, yang ada hanya mulut kering dan rasa haus. Seiring meningkatnya dehidrasi, muncul tanda-tanda seperti: meningkatnya rasa haus, gelisah, elastisitas (turgor) kulit berkurang, membran mukosa kering, mata tampak cekung, ubun-ubun mencekung (pada bayi), dan tidak adanya air mata sekalipun menangis keras.

Dehidrasi minimal atau tanpa dehidrasi (kehilangan 9% cairan tubuh)

* Status mental: lesu, sampai tidak sadar
* Rasa haus: minum sangat sedikit, sampai tidak bisa minum
* Denyut nadi: meningkat, sampai melemah pada keadaan berat
* Kualitas kecukupan isi nadi: lemah, sampai tidak teraba
* Pernapasan: dalam
* Mata: sangat cekung
* Air mata: tidak ada
* Mulut dan lidah: pecah-pecah
* Elastisitas kulit: kembali setelah 2 detik
* Pengisian kapiler darah: memanjang (lama), minimal
* Suhu lengan dan tungkai: dingin, biru
* Produksi urin: minimal (sangat sedikit)

PENANGANAN DI RUMAH

a. Pemberian makanan bayi

Jika ibu menyusui, ASI terus diberikan dan diberikan lebih sering. Bayi dengan susu formula boleh diberikan cairan rehidrasi oral selama 12 jam pertama, setelah itu dilanjutkan dengan pemberian susu formula lebih sedikit dari jumlah yang biasa diberikan, namun diberikan lebih sering.

b. Cairan Rehidrasi Oral (CRO)/Clear fluid

Anak dengan diare harus terus minum CRO atau clear fluid. CRO yang kita kenal bisanya oralit (dalam bentuk kantung sachet dengan atau tanpa rasa tambahan) atau CRO khusus anak (yang tersedia dalam kemasan botol plastik dengan aneka rasa). Cairan tersebut dapat dibeli di apotek atau toko obat, tapi bila tidak tersedia dapat diberikan CRO lain seperti yang disebutkan di bawah ini. Untuk bayi hingga usia sembilan bulan, pembuatan CRO harus menggunakan air mendidih yang telah didinginkan.

MAKANAN

Anak awalnya akan menolak bila diberi makan. Hal ini bukan masalah selama CRO tetap diberikan. Anak dapat diberikan makanan apa saja yang mereka suka, dan berikan setiap kali mereka ingin makan, dan jenis makanan tidak dibatasi. Anak tidak boleh berhenti makan lebih dari 24 jam.

KE RUMAH SAKIT BILA

* Anak tidak mau minum dan tetap muntah dan diare.
* Anak dengan diare yang sangat banyak (8-10 kali atau 2-3 kali diare dalam jumlah yang banyak), atau diare berlangsung lebih dari sepuluh hari.
* Anak muntah terus-menerus dan tidak bisa menerima asupan cairan.
* Anak dengan gejala dehidrasi yaitu TIDAK/JARANG KENCING, PUCAT, BERAT BADAN TURUN, KAKI DAN TANGAN DINGIN, MATA CEKUNG, ATAU SUSAH BANGUN.
* Anak dengan sakit perut hebat.

atau

* Orangtua khawatir dengan alasan apapun.

DIARE DAN MENYUSUI

Meningkatkan upaya menyusui dengan ASI pada bayi sampai usia 6 bulan dapat menyelamatkan kurang-lebih 1,5 juta bayi setiap tahunnya. Sampai dengan 55% kematian pada bayi akibat penyakit diare dan infeksi saluran napas akut terjadi akibat upaya menyusui yang tidak tepat. Upaya menyusui optimal bagi kesehatan anak dan pertumbuhannya adalah memberikan ASI dalam beberapa jam setelah melahirkan, ASI eksklusif selama enam bulan, memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) pada waktunya dengan makanan yang tepat, serta meneruskan memberikan ASI sampai umur dua tahun atau lebih.

Selama enam bulan pertama, bayi harus diberikan ASI eksklusif. Hal ini berarti bahwa bayi yang sehat hanya menerima ASI, dan tidak ada cairan lain termasuk air putih, teh, jus, dan susu formula. Bayi yang diberikan ASI secara eksklusif lebih jarang mengalami diare atau mengalami kematian akibatnya, dibandingkan bayi yang tdak mendapatkan ASI, atau mendapatkan ASI tidak eksklusif. Memberikan ASI juga melindungi bayi dari risiko alergi, dan infeksi lain seperti penumonia.

Jika tidak memungkinkan memberikan ASI, susu sapi atau susu formula sebaiknya diberikan menggunakan cangkir. Hal ini mungkin sekalipun terhadap bayi kecil. Botol susu jangan digunakan karena sukar dibersihkan dan dengan mudah membawa organisme yang menyebabkan diare.

Risiko lain juga terjadi pada bayi yang mulai mendapatkan MPASI. Hal ini dikarenakan potensi kuman yang terdapat dalam makanan, dan kehilangan perlindungan dari ASI yang memiliki potensi anti infeksi. Untuk itu perlu mempersiapkan makanan bergizi, dan higienis dalam penyajiannya.
Farian Sakinah (Ian) dan Arifianto (Apin)/NIH

Dikutip dari guideline Royal Children Hospital Australia:

http://www.rch.org.au/kidsinfo/factsheet.cfm?doc_id=5353

Dan referensi dari WHO, juga http://www.guideline.gov
Untuk berbagai informasi penting mengenai diare dari WHO (Badan Kesehatan Dunia), dapatkan di:

http://www.rehydrate.org
http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/rr5216a1.htm
http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/rr5216a1.htm#tab1

Informasi lainnya;
http://www.med.umich.edu/1libr/pa/pa_diarrhbr_hhg.htm

Apakah Alergi Obat Itu?

sumber :http://milissehat.web.id/?p=396

Saat ini kita sering mendengar seseorang mengalami alergi karena obat. BIla seseorang muntah-muntah setelah minum obat? Mulut menjadi kering setelah minum obat apakah termasuk alergi obat? Bila seseorang mengalami kemerahan pada kulit setelah minum obat tertentu apakah orang tersebut bisa dipastikan mengalami alergi obat atau efek samping obat? Seringkali kita langsung melabel alergi obat saat seseorang mengalami keadaan yang tidak sesuai atau tidak diharapkan setelah minum obat tertentu.

Adverse drug reaction

Adverse drug reaction (ADR) adalah keadaan/kondisi tidak sesuai harapan/tujuan yang muncul setelah pemberian obat dalam dosis yang sesuai, cara yang sesuai dengan tujuan pengobatan. Efek yang tidak diinginkan (ADR) ini dapat disebabkan respon sistem kekebalan tubuh kita dapat juga muncul bukan karena sistem kekebalan tubuh kita. Kemudian ADR yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh dibagi menjadi 4 yang kita sebut tipe-tipe hipersensitifitas menurut Gell dan Coombs:

* Tipe I, yang diperantarai IgE yang menempel kepada sel mast kemudian sel mast melepaskan histamin dan bahan-bahan peradangan yang menyebabkan gejala urtikaria, angioedema, penyempitan saluran napas (bronkospasme), gatal-gatal, muntah, diare, anafilaksis. Timbul dalam jangka waktu menit-jam setelah pemaparan obat.
* Tipe II, sitotoksik; antibodi IgG dan IgM spesifik menuju sel yang dilapisi oleh protein yang dianggap alergen/benda asing untuk menghancurkannya; yang memberikan gejala anemia, kekurangan kadar sel darah putih dan kekurangan trombosit. Durasi waktu bervariasi.
* Tipe III, kompleks imun; penumpukan kompleks antibodi-obat yang merangsang pengaktifan komplemen sehingga memicu reaksi peradangan. Gejala yang timbul serum sickness, demam, ruam, nyeri sendi, pembesaran kelenjar getah bening, urtikaria, glomerulonefritis, peradangan pembuluh darah (vaskulitis). Timbul 1-3 minggu setelah paparan obat
* Tipe IV, reaksi tipe lambat. Bagian obat dipaparkan kepada sel T yang menyebabkan pelepasan bahan-bahan peradangan. Bentuk berupa alergi dermatitis kontak. Timbul 2-7 hari setelah paparan obat.

Alergi obat adalah reaksi hipersensitifitas yang diperantarai oleh IgE. Jadi yang dinyatakan sebagai alergi obat yang sejati adalah reaksi hipersensitifitas tipe I.

ADR juga dapat timbul melalui jalur yang tidak diperantarai oleh sistem kekebalan tubuh, yaitu :

* Dapat diperkirakan :
o Efek samping obat : mulut kering karena antihistamin
o Efek lanjutan karena pemakaian obat : infeksi jamur karena antibiotik jangka panjang
o Toksisitas obat : kerusakan hati karena metotreksat
o Interaksi obat : kejang karena teofilin yang dikonsumsi bersama eritromisin
o Overdosis : kejang karena pemakaian lidokain berlebihan
* Tidak dapat diperkirakan :
o Pseudoalergi : reaksi menyerupai anafilaksis setelah penyuntikan bahan kontras radioaktif
o Idiosinkrasi : anemia hemolitik pada pasien dengan defisiensi G6PD setelah minum primakuin
o Intoleransi : telinga berdenging setelah minum aspirin walau dosis rendah

Mengenali hipersensitifitas terhadap obat

Setiap gejala yang menyerupai alergi seperti urtikaria,anafilaksis dan asma harus dipikirkan kemungkinan hipersensitifitas obat. Gejala lain seperti serum sickness (kemerahan pada pinggir tangan, jari tangan , ibu jari, telapak kaki), ruam pada kulit, demam, hepatitis, sindrom menyerupai lupus, interstitial nefritis akut, infiltrate paru dengan eosinofilia juga harus dipikirkan kemungkinan hipersensitifitas obat.

Yang utama adalah riwayat pemakaian obat harus dicatat secara lengkap, meliputi :

* Jenis obat, baik obat resep, obat bebas, vitamin, mineral, suplemen
* Waktu paparan obat
* Rute obat : apakah oral, injeksi ke otot atau injeksi ke dalam pembuluh darah atau obat oles/topikal. Pemberian topikal, injeksi dalam otot dan melalui pembuluh darah memberikan kemungkinan hipersensitifitas obat, sementara pemberian melalui mulut lebih rendah kemungkinannya
* Riwayat gejala yang muncul pada paparan obat sebelumnya

Pemeriksaan fisik harus melihat apakah ada tanda kegawatan dari ADR :

* Urtikaria dengan edema laring (sulit bernapas, suara napas kasar), wheezing (ngik-ngik), hipotensi (tekanan darah sistolik rendah <100mgHg)

Dan tanda dari reaksi ADR yang serius seperti :

* Demam, luka pada membran mukosa (selaput bening mata, mulut, vagina, anus, penis), pembesaran kelenjar getah bening, pembengkakan dan nyeri sendi atau pemeriksaan paru yang tidak normal

ADR yang serius meliputi sindrom stevens Johnson dan toksik epidermal nekrolisis. Keadaan ini merupakan ADR yang diperantarai imunologis tetapi bukan bagian dari tipe hipersensitifitas tipe I-IV.

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan untuk menunjang diagnosis hipersensitifitas atau alergi obat dapat dilakukan berupa :

* Dicurigai reaksi hipersensitifitas tipe I : tes alergi kulit, RAST, serum triptase
* Dicurigai reaksi hipersensitifitas tipe II: coomb tes direk dan indirek
* Dicurigai reaksi hipersensitifitas tipe III: Laju endap darah, CRP, kadar komplemen (C3,C4), anti nuclear antibodi, antihiston antibodi
* Dicurigai reaksi hipersensitifitas tipe IV : uji tempel pada kulit (patch test)

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan dari gejala klinis, riwayat paparan obat dan dibantu dengan pemeriksaan penunjang. Bila diagnosis hipersensitifitas obat sudah ditegakkan maka penghentian obat adalah langkah utama. Obat alternativ yang tidak memiliki struktur yang serupa dengan obat penyebab hipersensitifitas harus diusahakan. Selain penghentian obat, tatalaksana adalah suportif. Pemberian kortikosteroid, antihistamin dan bronkodilator diberikan sesuai gejala yang timbul. Jika reaksi hipersensitifitas berat maka dapat dipertimbangkan pemberian epinefrin.

Pada keadaan SSJ dan TEN maka diperlukan perawatan intensif untuk mencegah infeksi dan komplikasi yang timbul.

Pencegahan

Obat yang diketahui menyebabkan hipersensitifitas harus dicatat dan tidak boleh diberikan kembali. Obat tersebut harus diinformasikan kepada tenaga kesehatan, kalau diperlukan dapat dibuat keterangan pada pasien (gelang, kalung tanda alergi/hipersensitif).

Pemberian oabt-obatan sedianya berdasarkan indikasi, karena dengan pemberian obat sesuai indikasi dalam dosis yang tepat saja tetap memiliki kemungkinan menimbulkan ADR. Bila tidak memerlukan obat maka jangan menggunakan obat karena obat tetap bahan kimia yang dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

(YSK)

Sumber

Riedl Marc A., Casillas Adrian M. Adverse Drug Reactions: Types and Treatment Options, Am Fam Physician 2003;68:1781-90.

Blume, JonathanE., helm, Thomas N., Carnisa. Drug eruptions. Emedicine dermatology

Vervloet, Daniel., Durham, Stephen., ABC of allergies: Adverse reactions to drugs. BMJ 1998;316:1511-1514