Memerangai Kanker


sumber : http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2010/02/04/ArticleHtmls/04_02_2010_122_001.shtml?Mode=1

Hari Kanker Sedunia diperingati hari ini.

Rokok masih menjadi faktor terbesar dalam timbulnya berbagai jenis
kanker. Kanker masih menjadi momok. Kanker masih menjadi penyebab
kematian utama di dunia. Jika tidak ditangani, Badan PBB yang menangani
masalah kesehatan, WHO, memperkirakan 84 juta orang akan meninggal
karena kanker dari 2005 sampai 2015. Pada 2005, menurut WHO, sekitar 7,6
juta orang meninggal karena kanker. Lebih dari 70 persennya terjadi di
negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah.

Di Indonesia, menurut data Kementerian Kesehatan yang dirilis pada 2009,
terjadi peningkatan angka kasus kematian akibat kanker dari 3,4 persen
(1980) menjadi 6 persen (2001). Sekitar 10 persen penderita kanker
adalah manusia dewasa dan kebanyakan perempuan. Dari semua usia, 4,9
persen penderita adalah anak-anak. Kanker payudara, kanker leher rahim,
dan kanker hati menjadi tiga penyebab kematian terbesar.

Mengingat angka-angka penderita itu, tak mengherankan penyakit ini masih
menjadi perhatian penting lembaga tersebut. Pada peringatan Hari Kanker
Sedunia tepat hari ini, WHO meluncurkan tema “Kanker Juga Bisa Dicegah”.
Mereka memfokuskan pada langkah-langkah sederhana untuk mencegah kanker,
seperti tidak menggunakan tembakau, diet sehat dan olahraga teratur,
pembatasan konsumsi alkohol, dan perlindungan terhadap infeksi yang
menyebabkan kanker.

Pencegahan memang menjadi kata kunci untuk mengurangi jumlah korban
selanjutnya. “Perang melawan kanker bertujuan cancer control, yakni
pencegahan dan deteksi dini. Bukan pengobatan,” kata dokter Aru Sudoyo,
spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Bila sudah mengidap kanker, biaya pengobatannya sangat mahal. Aru
menggambarkan, obat-obatan yang sekarang dianggap mutakhir harganya
mencapai Rp 25 juta setiap kali infus dan harus diberikan sampai enam
kali.”Itu belum termasuk biaya menanggulangi efek sampingnya,” tutur
ahli hematologi-onkologi medik yang, ketika dihubungi Tempo kemarin,
sedang mengikuti simposium kanker di Paris.

Ia melihat kemajuan Indonesia dalam memerangi kanker saat ini baru pada
“penyelenggaraan perang” dalam bentuk kecanggihan diagnostik dan
pengobatan kanker itu sendiri yang sudah cukup maju. Obat-obat yang ada
di luar negeri, sekarang ada di Indonesia.”Begitu pula alat diagnostik
yang sebenarnya tidak kalah oleh Singapura,”ujar dokter dari Rumah Sakit
Cipto Mangunkusumo ini.

Menurut Aru, rokok adalah faktor terbesar dalam terjadinya berbagai
jenis kanker. Masalahnya, di Indonesia belum ada political will untuk
membatasi produksi rokok ini. Alasannya, rokok penghasil pajak terbesar,
menyerap banyak tenaga kerja dan sebagainya. Bahkah, ia menambahkan,
kaum muda direkrut menjadi perokok sejak usia amat dini dengan berbagai
acara.

Pembatasan mengkonsumsi rokok di sejumlah tempat dinilai sebagai langkah
kecil yang penting.

Ketua Perhimpunan Spesialis Penyakit Dalam Indonesia itu melanjutkan,
pencegahan itu memerlukan langkah multi dan bersama, seperti sebuah
konser musik. Semua unsur ikut. “Termasuk media massa yang kurang ada
geregetnya karena langkah pencegahan dan informasi bukan berita menarik
perhatian.”

40 Persen Kanker Bisa Dicegah Dari 12 juta orang yang didiagnosis
mengidap kanker di dunia tiap tahunnya, sekitar 40 persennya bisa
dicegah. Demikian kesimpulan para ahli dari International Union Against
Cancer (UICC).

Saat meluncurkan program “Cancer Can be Prevented Too” pada World Cancer
Day hari ini, para ahli mengatakan hal ini bisa dilaku kan dengan
mencegah infeksi dan mengubah gaya hidup.

Ada sembilan infeksi yang bisa dilumpuhkan dengan vaksinasi.
“Tragedinya banyak dari kita tidak melakukannya,” David Hill, Pre siden
UICC.

Kanker jadi penyebab kematian terbesar di dunia dengan jumlah pengidap
yang terus bertambah tiap tahunnya. Demikian laporan World Health
Organization.

Jumlah kematian akibat kanker diperkirakan meningkat 45 persen dari 2007
hingga 2030, sebanyak 7,9 juta sampai 11,5 juta ke matian. REUTERS | UTAMI

Mencegah Kanker Kanker bisa dicegah dengan cara-cara sederhana. Mengubah
sedikit gaya hidup terbukti bisa menghalau banyak jenis kanker.

Tidak merokok atau menghirup asap rokok.

Jangan terlalu lama terpapar sinar matahari tanpa pelindung.

Jaga pola makan seimbang. Perbanyak makan sayur dan buah.

Batasi konsumsi daging merah dan lemak hewani.

Pantang minum alkohol atau batasi konsumsinya.

Rutin berolahraga minimal 30 menit lima hari dalam sepekan.

Pelajari riwayat kesehatan diri sendiri dan keluarga.

Ketahui risiko kanker yang mungkin muncul dari lingkungan kerja.

Setia kepada pasangan dan jaga perilaku seks yang sehat.

Lakukan deteksi dini secara rutin. ABOUT.COM | UTAMI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s