Trauma Kepala Ringan


source: http://www.idai.or.id/tips/detil.asp?q=102

Penulis: Irawan Mangunatmadja

Jatuh adalah satu kejadian yang sering terjadi pada anak baik di dalam
maupun di luar rumah. Orangtua tentunya sangat khawatir akan akibat yang
terjadi, banyak pertanyaan yang timbul pada saat orangtua mengetahui
anaknya jatuh, terutama bila kepla terbentur lantai. Beberapa pertanyaan
yang timbul adalah: apa yang harus orangtua lakukan, haruskah segera
dibawa ke Rumah Sakit. apakah perlu di lakukan pemeriksaan CT Scan
kepala, apa yang harus diperhatikan setelah jatuh, apakah akan
berpengaruh di kemudian hari, bagaimanakah mencegah anak jatuh?

Trauma kepala dengan luka di sekitar kepala, tidak selalu
menimbulkan kegawatan. Sebaliknya benjolan di daerah samping kepala
akibat jatuh ternyata dapat menimbulkan kegawatan. Oleh karenanya,
diperlukan pengetahuan yang benar tentang trauma kepala ringan. Menurut
American Academy of Pediatrics (1999) trauma kepala ringan didefinisikan
sebagai trauma kepala dengan status mental dan neurologis pada
pemeriksaan awal normal, dan tidak adanya fraktur tulang kepala pada
pemeriksaan fisis. Pada keadaan ini dapat disertai kehilangan kesadaran
< 1 menit, kejang singkat setelah trauma, muntah, sakit kepala dan lesu.

Problem anak jatuh

Tidak semua orangtua mengetahui apa yang harus dilakukan saat melihat
anaknya jatuh. Sebenarnya informasi yang perlu diketahui tentang anak
jatuh adalah:

* Posisi anak jatuh, bagian yang terbentur lantai: muka, kepala,
atau bagian tubuh lainnya
* Apakah anak pingsan, berapa lama – Adakah benjolan di daerah
kepala
* Adakah patah tulang: leher, bahu, lengan, atau tungkai
* Adakah sakit kepala atau muntah

Untuk mengetahui akibat jatuh, orangtua seharusnya perlu melakukan
pemeriksaan:

* Yakinkan apakah anak sadar atau tidak: panggil namanya,
goyangkan badannya.
* Rabalah seluruh bagian kepalanya dengan sedikit penekanan,
sehingga memastikan adakah benjolan (hematom), nyeri, atau
"dekok" (fraktur kompresi) di kepala.
* Bila ubun-ubun belum menutup, rabalah ubun-ubun apakah membonjol
atau tidak. Ubun-ubun membonjol tanda adanya peningkatan tekanan
dalam otak, dapat terjadi karena edema otak atau perdarahan.
* Gerakkan kepala, dan tangan kakinya untuk memastikan tidak ada
patah tulang leher, bahu, tulang belakang atau ekstremitas.
* Perhatikan dengan teliti: mata, kelopak mata, raut wajah atau
senyumnya adakah perubahan?.
* Pastikan penglihatannya tidak terganggu.

Pada anak jatuh terutama dengan kepala terbentur lantai, beberapa
keadaan darurat dapat terjadi:

* Anak tidak sadar, dapat disebabkan perdarahan dalam rongga
kepala (perdarahan epidural, subdural), atau akibat pembengkakan
(edema) otak, terkenanya pusat kesadaran saat kepala terbentur.
* Benjolan (hematom) di kepala terutama bila terdapat di daerah
samping kepala (temporal), karena fraktur/retak tulang di daerah
tersebut dapat merobek pembuluh darah di dinding tulang kepala.
* Terbenturnya kepala bagian belakang (oksipital) dengan keras
dapat menyebabkan pembengkakan otak sehingga penglihatan menjadi
terganggu atau buta dalam beberapa hari.
* Terbenturnya bagian depan kepala (frontal) dapat menyebabkan
hematom di pelipis awalnya. Kadang hematom ini akan turun
sehingga kedua kelopak mata atas menjadi bengkak.
* Kekakuan di leher dapat disebabkan perdarahan subdural yang pada
pemeriksaan funduskopi didapatkan papil edema atau perdarahan
subhialoid.
* Keluar cairan atau darah dari hidung dan lubang telinga.

Bawalah segera anak ke rumah sakit bila didapatkan kelainan di atas.
Tetapi bila tidak, anak dapat diobsevasi di rumah. Pengawasan dilakukan
dengan melakukan pemeriksaan setiap 2 -3 jam perhari sampai 3 hari
setelah anak jatuh. Selama observasi anak tidak diberikan obat muntah,
karena dapat menghilangkan gejala muntah yang bertambah.

Bawalah anak segera ke rumah sakit bila selama observasi didapatkan:

* Anak menjadi tidak sadar atau tidur terus.
* Anak menjadi delirium, bingung, dan iritabel.
* Kejang/kelumpuhan pada wajah atau ekstremitas.
* Sakit kepala atau muntah yang menetap atau semakin bertambah.
* Adanya kekakuan di leher.
* Timbul benjolan di kepala terutama pada daerah samping kepala
(temporal).

Di rumah sakit perlu dilakukan pemeriksaan CT Scan kepala untuk
melihat adakah fraktur tulang kepala atau perdarahan otak. Rontgen
kepala saat ini tidak dianjurkan lagi. Pemeriksaan kepala dilakukan atas
indikasi bila dicurigai adanya perdarahan otak dan tidak harus segera
setelah jatuh. Ini disebabkan perdarahan otak dapat berlangsung sedikit
demi sedikit. Anak yang mengalami perdarahan otak ringan umumnya tidak
akan mengalami gangguan perkembangan di kemudian hari.

Pencegahan

Pencegahan sebaiknya dilakukan untuk menghindari anak jatuh atau
terbentur kepalanya. Pencegahan dapat dilakukan:

* Pada bayi <6 bulan, apabila sudah dapat berguling, taruhlah
kasur di samping tempat tidur.
* Bila bayi sudah dapat berdiri berikan pelindung di tempat
tidurnya.
* Bila anak sudah dapat berlari awasi dengan ketat, jangan sampai
menarik taplak meja atau pintu rak lemari.
* Hindari pemakaian baby walker tanpa pengawasan.
* Jangan biarkan air seni berserakan di lantai.
* Kakak jangan nakal terhadap adik, misalnya: main dorong dorongan

Kesimpulan

Dari uraian di atas, beberapa hal penting pada kedaruratan anak jatuh
terutama bila kepala terbentur lantai:

* Lakukan tindakan pencegahan anak agar tidak jatuh.
* Periksalah dengan teliti bila anak jatuh, terutama bila kepala
terbentur lantai.
* Observasi klinis anak jatuh di lakukan selama 3 hari setelah
anak jatuh.
* Bawalah ke rumah sakit bila dicurigai adanya perdarahan otak.
* Pemeriksaan CT Scan kepala dilakukan sesuai indikasi, tidak
selalu dilakukan segera setelah anak jatuh.

Daftar Pustaka

1. AAP. Pediatrics 1999;104:1407-15.
2. Palchak MJ. Am Emerg Med 2003;42:492-506.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s