Kalsium Bukan Susu

source : http://tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2010/01/28/brk,20100128-222092,id.html

TEMPO Interaktif, Jakarta* – Pria membutuhkan kalsium. Ya, mereka
membutuhkannya walau pria tak diserang menopause yang mengundang segala
osteoporosis atau keropos tulang. Lebih-lebih di usia paruh baya, kaum
lelaki perlu memperhatikan tambahan kalsium. Kalsium dan mineral dapat
membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko diabetes atawa
kencing manis.

Satu lagi manfaat kalsium ditunjukkan hasil penelitian terbaru sejumlah
ilmuwan di Jepang pada Januari lalu, yaitu perannya yang penting dalam
proses penyerapan dan pencernaan makanan. Lidah adalah salah satu bagian
yang mampu “mengendus” tingkat kalsium melalui rasa manis dan tawar yang
masuk ke mulut: rasa manis yang lebih kuat menunjukkan kadar kalsium
yang lebih tinggi; begitu pula sebaliknya.

Satu saran, jangan mudah terpikat iklan yang menyebutkan susu adalah
sumber utama kalsium. Masih banyak sumber kalsium lain selain susu.
“Dari 800 miligram kebutuhan kalsium per hari, hanya 23 miligram yang
terpenuhi dari susu,” kata ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor, Ali
Khomsan.

Karena itu, untuk mendapatkan tulang kuat, tak bisa hanya mengandalkan
susu. Menurut Ali, susu sebagai sumber kalsium utama memang populer di
negara-negara maju. Selain susu murni, ada sejumlah produk turunan yang
mereka konsumsi: keju, es krim, atau yoghurt. Ini berbeda dengan
masyarakat Indonesia, yang tingkat kesadaran minum susunya masih rendah.

Itu sebabnya, masyarakat Indonesia diharapkan mengkonsumsi sumber
kalsium selain susu yang bersumber dari makanan nabati dan hewani.
“Untuk sayuran, pilih yang berwarna hijau tua, seperti brokoli, bayam,
daun singkong, dan daun pepaya,” kata Ali. Sumber kalsium nabati lain
berasal dari kacang-kacangan dan olahannya, seperti kedelai, kacang
merah, dan kacang polong.

Untuk sumber makanan hewani, guru besar ini menyarankan kita menyantap
berbagai macam ikan yang bisa dimakan bersama tulangnya, seperti ikan
teri atau ikan apa pun yang dimasak presto atau duri lunak. Sumber
kalsium lain ada dalam daging (ikan, sapi, udang, dan kambing) serta telur.

Kalsium sebaiknya dikonsumsi sejak dini, karena masing-masing usia
memiliki kebutuhan kalsium tak sama (lihat tabel). Dari situ terlihat
kebutuhan kalsium paling tinggi adalah saat remaja (9-18 tahun) dan
dewasa (19-50 tahun) serta > 51 tahun.

Banyak ilmuwan percaya tulang keropos dapat dicegah dengan cara menjaga
kemampuan tubuh menahan simpanan kalsium. Bukan dengan memperbanyak
asupan kalsium ke dalam tubuh. Caranya? Banyak-banyaklah berolahraga!

DIAH AYU CANDRANINGRUM

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s