Diare


source : http://www.diskes.jabarprov.go.id/index.php?mod=pubInformasiPenyakit&idMenuKiri=56&idSelected=1&idInfo=32&page=

DIARE

PENDAHULUAN

Diare akut didefinisikan sebagai suatu kondisi tiba-tiba dimana terdapat kadar air tinggi dalam kotoran (lebih dari jumlah normal 10 mL/kg/hari). Kondisi ini biasanya meningkatkan pergerakan usus, hingga 4 – 20 kali lebih cepat. Jumlah yang banyak cairan dalam kotoran disebabkan oleh gangguan dari usus halus dan usus besar dalam proses penyerapan elektrolit, sari pati makanan, dan cairan. Diare akut pada anak-anak biasanya disebabkan oleh infeksi, tetapi beberapa kondisi lain dapat menyebabkan diare yang kronis. Diare akut bersifat menghilang sendiri, tetapi bahaya yang harus dihindari adalah kekurangan cairan (dehidrasi).
Definisi “gastroenteritis akut” biasanya sering digunakan untuk mendiagnosa “diare akut”, tetapi ini merupakan konsep yang salah, karena pada gastroenteritis, terdapat infeksi pada usus dan lambung, sedangkan pada diare akut hampir tidak pernah terdapat gangguan pada lambung, dan juga pada beberapa penyebab diare tidak terjadi suatu peradangan dari usus.
Berdasarkan episode waktu, diare dapat dibagi menjadi akut dan kronis (terus-menerus) . Diare akut didefinisikan sebagai kondisi akut diare yang berlangsung tidak lebih lama dari 14 hari, diare kronis didefinisikan sebagai diare yang berlangsung lebih dari 14 hari. Perbedaan ini penting karena tidak hanya berdasarkan waktu, tetapi penyebabnya pun berbeda sehingga penatalaksanaanpun akan berbeda.

PROSES TERJADI DIARE

Diare merupakan kondisi terbalik dari fungsi normal penyerapan (absorbsi) dan pembuangan (sekresi) dari elektrolit dan air. Perubahan ini dapat disebabkan oleh gangguan tekanan osmotik pada lumen usus yang menyebabkan air dari dalam sel keluar, dan masuk ke dalam usus. Proses ini paling sering menyebabkan diare, yang terjadi akibat konsumsi bahan-bahan yang tidak dapat diserap(laktulosa). Pada diare jenis ini kotoran akan mengeluarkan bahan-bahan yang tidak dapat diserap, sifat diare biasanya tidak hebat. Diare akan berkurang dengan tidak mengkonsumsi bahan-bahan tersebut.
Pada diare sekresi, sel-sel usus merubah sistem transport menjadi aktif sekresi. Penyebab yang paling sering adalah infeksi bakteri pada usus. Beberapa kondisi yang memungkinkan adalah, setelah bakteri berkembang dalam usus, bakteri akan menginvasi sel-sel epitel, dan menghasilkan racun (entero, cytotoxin). Bakteri juga dapat merangsang untuk dikeluarkannya zat-zat perantara untuk terjadinya peradangan pada usus. Kedua mekanisme tersebut pada akhirnya akan menyebabkan sel menjadi aktif untuk mensekresi cairan ke dalam lumen usus. Gambaran diare sekresi yaitu diare yang hebat, tidak berubah dengan puasa, tidak terdapat gangguan ion dalam kotoran (menandakan bahwa nutrisi tetap di penyerapan dengan baik).

ANGKA KEJADIAN DIARE

Di negara berkembang, angka kejadian diare berkisar antara 3 kali per anak pertahun, pada anak dibawah 5 tahun, tetapi pada beberapa negara melaporkan hingga 6 – 8 kali peranak pertahun. Dalam kondisi ini malnutrisi merupakan akibat lain yang paling sering ditemukan pada anak-anak penderita diare, selain itu akan disertai dengan terhambatnya pertumbuhan anak. Angka kematian yang diakibatkan oleh diare sudah jauh menurun pada dua dekade terakhir, sebagian besar diakibatkan oleh penggunaan cairan elektrolit pengganti yang sudah banyak di pergunakan dan di perjual belikan.
Diare yang disebabkan oleh infeksi virus memiliki angka yang tinggi. Rotavirus dan adenovirus terutama tejradi pada anak kurang dari 2 tahun. Astrovirus dan norovirus biasanya mengenai anak kurang dari 5 tahun. Yersenia enterocolitis paling sering mengenai anak kurang dari 1 tahun, dan Aeromonas sp, paling sering mengenai balita. Penyebab utama dari diare secara mendunia adalah retrovirus, sehingga pengembangan vaksin, dan pentingnya kesehatan tubuh bagi anak, akan mengurangi insidensi ini pada masa yang akan datang.
Pada bayi yang mengalami diare paling sering terjadi dehidrasi dan gangguan penyerapan nutrisi. Usia dan status nutrisi menjadi faktor penting dari penderita untuk menentukan berat dan durasi dari diare. Semakin muda anak dan ketidakmampuan tubuh anak untuk mengkompensasi kehilangan cairan, akan meningkatkan resiko kematian akibat diare.
Kematian yang disebabkan oleh diare secara mendunia masih tinggi, penyebab kematian kedua pada anak-anak, dengan 10,6 juta kematian pertahun (18%) pada anak usia kurang dari 5 tahun.

SEJARAH

Diare akut pada negara berkembang sebagian besar bersifat ringan, sembuh sendiri, dan membaik dalam beberapa hari. Gejala yang timbul bergantung pada penyebab diare dan kondisi pasien. Sebagai contoh rotavirus sering disertai muntah, dan demam. Suatu penelitian di Amerika Serikat pada anak usia 3 – 36 bulan menemukan bahwa angka kejadian diare sangat meningkat pada bulan Januari dan Agustus, dengan angka kejadian keseluruhan insidensi 2,21 episoede perorang pertahun, dengan 90% berupa diare akut

Kapan disebut sebagai diare ?

Diare merupakan peningkatan jumlah disertai hilangnya konsistensi kotoran. Pada anak usia dibawah 2 tahun, dianggap suatu diare apabila jumlah kotoran lebih dari 10 mL/kg. Pada anak lebih dari 2 tahun, diare didefinisikan sebagai volum kotoran perhari lebih dari 200 gr, lebih mudahnya adanya kotoran dengan lebih banyak dari biasanya, dengan konsistensi cairan, lebih dari 4 kali perhari. Tetapi yang harus lebih diperhatikan adalah jumlah dan frekuensi buang kotoran sehari-hari, karena pada anak yang masih menyusui, normal buang kotoran sampai 5 – 6 kali perhari. Kotoran yang mengambang dan disertai dengan bau yang sangat tidak enak bisa dicurigai adanya gangguan penyerapan lemak, yang dapat pula disebabkan oleh infeksi Giardia Lamblia.
Mengetahui karakteristik kotoran pada saat normal dibandingkan pada saat sakit, seperti konsistensi, warna, volume dan frekuensi akan sangat membantu memperkirakan penyebab gangguan ini.

Penyebab apa saja yang dapat menyebabkan diare?

Diare akut dapat disebabkan oleh :
• Infeksi : Enteric infection (keracunan makanan), ekstraintestinal
• Disebabkan oleh obat-obatan : antibiotik, laxative, antasida mengandung Mg, opiat
• Alergi makanan dan intoleransi lainnya : alergi protein susu sapi, susu kedelai, alergi beberapa makanan,
• Kelainan sistem pencernaan : alergi laktulosa
• Kemoterapi atau radiasi
• Kondisi bedah : infeksi usus buntu, jeratan usus
• Defisiensi vitamin : B kompleks, vitamin C
• Terkonsumsi logam berat, racun, atau tanaman bukan untuk konsumsi

Indikasi untuk dilakukan pengawasan oleh tenaga kesehatan pada pasien dengan diare yaitu :
• Usia lebih dari 3 bulan
• Berat badan lebih dari 8 kg
• Riwayat lahir prematur, penyakit kronis, atau bersamaan dengan penyakit lain
• Demam lebih dari 38C pada bayi kurang dari 3 bulan, atau lebih dari 39C pada anak usia 3 – 36 bulan
• Tampak darah pada kotoran
• Diare dengan jumlah yang besar
• Muntah yang terus menerus
• Tanda-tanda dehidrasi, perubahan kondisi mental
• Tindakan rehidrasi awal (melalui mulut) tidak mencukupi atau tidak dapat dilakukan

Komplikasi apa saja yang dapat terjadi ?
1. Dehidrasi.
Dehidrasi merupakan penyebab utama dari kematian dan kerusakan tubuh lainnya. Penatalaksanaan segera apabila ditemukan tanda-tanda dehidrasi yaitu : mengantuk, penurunan kesadaran, ubun-ubun kecil mencekung, mukosa mulut kering, mata terlihat cekung kedalam, tidak ada air mata, kelenturan kulit menurun, pengisian pembuluh jari distal memanjang.
2. Gangguan tumbuh dan malnutrisi
Penurunan jumlah otot dan lemak atau adanya bengkak di kaki-tangan merupakan pertanda adanya gangguan penyerapan karbohidrat, lemak dan protein. Infeksi yang disebabkan oleh Giardia dapat menyebabkan diare dan gangguan penyerapan lemak.
3. Nyeri perut
Nyeri yang tidak jelas dapat terjadi pada kondisi infeksi usus. Apabila nyeri perut semakin bertambah dengan tekanan, atau adanya nyeri perut hebat, harus berhati-hati kemungkinan komplikasi paling berat yaitu kebocoran usus.
4. Kemerahan sekitar anus
Gangguan penyerapan karbohidrat akan menyebabkan bakteri memproduksi asam dari karbohidrat yang tidak terabsorbsi, sehingga apabila kotoran mengenai kulit disekitar anus akan menyebabkan kemerahan dan nyeri. Selain itu terdapat gangguan penyerapan dari asam empedu yang menyebabkan kotoran bertambah asam.

Bagaimana mengetahui dehidrasi

Bagiamana penatalaksanaan dehidrasi?
• Rehidrasi ringan :
Pemberian cairan setiap diare atau muntah :
– Berat badan 10 kg : 120 – 140 mL
• Rehidrasi sedang :
Penggantian cairan yang sebelumnya telah hilang : 50 -100 mL/kg berat badan, selama 3 – 4 jam.
Pemberian cairan setiap diare atau muntah :
– Berat badan 10 kg : 120 – 140 mL
• Rehidrasi berat : Tindakan harus dilakukan dalam pengawasan tenaga kesehatan
Cairan yang diberikan berupa cairan pengganti elektrolit (Oralit, dan sejenis yang bermerk) atau bila tidak dengan menggunakan cairan gula garam = 3 : 1 ( dalam 250 ml air bening diberikan 1 sendok teh gula dan 1/3 sendok teh garam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s