Gizi dan Pertumbuhan


Sumber : http://www.diskes.jabarprov.go.id/?mod=pubArtikel&idMenuKiri=10&idArtikel=139

Penyebab kurang gizi antara lain adalah pola makan yang salah, anak sering sakit, perhatian yang kurang.
Kurang gizi mengakibatkan daya tahan tubuh anak rendah, mudah terkena penyakit dan lebih lanjut lagi dapat menyebabkan kematian.

Apa yang harus diketahui oleh setipa keluarga dan warga masyarakat tentang gizi dan pertumbuhan ?

1. Anak harus tumbuh dengan baik dan mengalami pertambahan berat badan yang cukup. Berat badan anak harus ditimbang setiap bulan dari sejak lahir sampai dengan berusia 2 tahun. Apabila seorang anak tidak mengalami pertambahan berat yang cukup setiap bulannya, berarti ada sesuatu yang tidak benar telah menimpa anak tersebut.
2. Sampai dengan usia 6 bulan seorang anak hanya memerlukan ASI saja. Setelah berusia 6 bulan anak memerlukan makanan tambahan disamping ASI.
3. Anak memerlukan vitamin A untuk mencegah terkena penyakit dan kerusakan penglihatan. Vitamin A dapat diperoleh dari buah-buahan, sayur-mayur, telur, hasil peternakan, makanan yang diperkaya, ASI atau tambahan vitamin A sendiri.
4. Anak memerlukan makanan yang kaya akan zat besi untuk melindungi ketahanan fisik dan mentalnya. Sumber zat gizi besi adalah hati, daging, ikan, telur, dan makanan yang diperkaya zat besi atau vitamin zat besi.
5. Garam beryodium perlu dikonsumsi untuk mencegah anak dari masalah ketidakmampuan belajar dan gangguan perkembangan.
6. Selama sakit, anaka perlu diperhatikan keteraturan makannya. Setelah sembuh, perlu diberi makan satu porsi lebih banyak.

Apabila berat badan anak tidak cukup bertambah dalam setiap bulan, berarti :
– Anak perlu mendapatkan makanan yang lebih banyak dan bergizi
– Anak sakit
– Anak memerlukan perhatian dan perawatan

Anemia – kekurangan zat besi – dapat mengganggu perkembangan fisik dan mental. Beberapa ciri anemia antara lain :
– Pucat pada lidah, telapak tangan dan bibir bagian dalam.
– Kelelahan dan kesulitan bernafas.

Anemia merupakan gangguan gizi.

– Anemia pada bayi dan anak kecil dapat merusak intelektual.
– Anemia pada anak berusia dibawah 2 tahun dapat menyebabkan gangguan keseimbangan sehingga anak menjadi pendiam dan ragu-ragu. Hal ini akan membatasi kemampuan anak untuk bergaul dan memperlambat perkembangan intelektual anak.

Anemia terjadi pada saat kehamlan,
– Dapat meningkatkan kegawatan pendarahan,
– Meningkatkan risiko untuk terkena infeksi pada saat melahirkan dan
– Merupakan penyebab utama kematian ibu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s