Wanita Korban kekerasan lahirkan bayi tidak sehat


sumber : http://www.motherandbaby.co.id/index.php?mod=vcontent&tokenid=1651cf0d2f737d7adeab84d339dbabd3

Penelitian dari dr. Kajsa Asling-Monemi dan rekan-rekan di Uppsala University, Swedia, menemukan bahwa wanita hamil yang sebelumnya pernah mengalami tindakan kekerasan dalam hidupnya, akan melahirkan bayi dengan berat badan dibawah normal. Riset dilakukan terhadap 4.436 wanita hamil, dimana 50% diantaranya pernah mengalami kekerasan dari keliuarga saat mereka kecil, 14%-nya mengalami kekerasan fisik saat remaja seperti ditampar atau didorong, 8% lainnya mengalami kekerasan fisik saat hamil, seperti dicekik, dipukul, ditendang, dan diseret, dan 28% sisanya mengalami kekerasan seksual saat hamil.

Saat anak-anak mereka lahir, 42% dari seluruh bayi yang dilahirkan oleh sampel (wanita yang mengalami kekerasan) mengalami kekurangan berat badan. Dan dari jumlah tersebut 67% diantaranya hanya memiliki berat badan maksimal 2.701 gram (sekitar 6 pon). Sementara 33% lainnya justru mengalami hal yang lebih parah, sebab bobot badan maksimal mereka hanya 2.500 gram (5,5 pon).

Selain kekurangan berat badan, bayi yang dilahirkan dari wanita yang pernah mendapatkan kekerasan dalam hidupnya, mengalami gangguan pada proses tumbuh kembangnya atau yang dikenal dengan istilah stunting. Gangguan ini dimuali saat si kecil berusia 2 tahun. Dan dari penelitian terhadap 4.436 wanita hamil yang pernah merasakan kekerasan fisik maupun mental, 45% diantaranya gangguan pertumbuhan ini. Sedangkan 13% persen sisanya mengalami kekurangan gizi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s