Stop Menjadi Hyperparents!


SUMBER : http://cyberjob.cbn.net.id/cbprtl/Cyberwoman/pda/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=Cyberwoman|0|0|8|1559

Mother And Baby

Menjadi orangtua memang tidaklah mudah. Diperlukan penanganan ekstra hati-hati agar si kecil tumbuh menjadi anak sesuai yang Anda harapkan. Namun seringkali cara orangtua mendidik anak terlalu berlebihan dan terlihat seperti hyperparents. Disebut hyperparents ketika orangtua mencoba mendidik anaknya sedini mungkin, bahkan sejak masih dalam kandungan. Biasanya, mereka akan menstimulasi anaknya dengan musik, seni dan daftar bacaan pustaka, sebelum si kecil dapat bergerak.

Mereka cenderung terobsesi dengan segalanya dan memaksa anak untuk menguasai sesuatu dengan cepat. Terkadang mereka juga overprotective, terlalu menguasai dan memberikan kontrol yang berlebihan terhadap anak-anaknya. Padahal cara ini dapat membuat si kecil merasa tertekan.

Cobalah untuk melakukan pendekatan yang berbeda dengan anak-anak Anda. Beberapa cara berikut mungkin dapat membantu Anda lebih relaks, dan membantu si kecil merasa leluasa serta lebih mampu mengeksplorasi dan mempelajari dirinya sendiri. Sehingga tercipta hubungan ibu dan anak yang lebih baik dan bahagia.

* Saat Anda dalam keadaan marah, raih dan peluklah si kecil. Dari pada Anda memarahi atau memukulnya, akan lebih baik jika Anda menunjukannya dengan cinta. Cara ini sekaligus mengajarkan dan memperkenalkan si kecil akan kasih sayang.

* Perlakukan mereka dengan kebaikan dan cobalah menghargainya. Tampaknya mungkin sederhana, tapi tahukah Anda betapa sedikitnya rasa penghargaan yang Anda berikan padanya, hanya karena Anda menganggap mereka masih anak-anak.

* Jangan bebankan harapan terlalu besar padanya. Seringkali orangtua memiliki harapan yang terlalu tinggi pada anak-anaknya, entah dalam hal akademis, olahraga atau mengharapkannya menjadi anak yang menguasai bidang tertentu meskipun bukan itu yang diinginkannya. Terkadang orang tua juga menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang memiliki sifat tertentu dan berusaha untuk mengarahkannya menjadi anak yang lembut, baik, selalu ceria, rajin dan tekun. Jangan paksakan kehendak ini padanya. Terimalah dia seperti apa adanya.

* Biarkan dia bermain dan mengeksplorasi dirinya. Berhentilah menjadi seseorang yang overprotective. Biarkan mereka menikmati masa anak-anaknya, dengan bermain sepeda, berlarian atau mengeksplorasi alam. Tentu saja Anda harus tetap mengajarinya tentang bahaya dan keselamatan, tapi tanpa harus membatasi kebebasannya diusia anak-anak.

* Daripada mengatakan kata ”tidak”, lebih baik Anda mengucapkan kata “ya” atau versi lainnya dari ya. Umumnya orangtua sering kali mengatakan tidak saat menolak keinginan si kecil. Berhentilah terlalu mengontrol si kecil dan berikan sedikit kebebasan padanya. Tapi ini bukan berarti Anda harus selalu berkata ya setiap saat, karena terkadang kata penolakan juga diperlukan. Namun setidaknya carilah kata-kata yang lebih halus dalam pengucapannya. Misalnya, Anda bisa mengatakan, “ Ya, kita bisa melakukan itu … tapi mungkin nanti, kalau ibu sudah menyelesaikan pekerjaan rumah.”

* Jangan terlalu memaksanya belajar secara berlebihan dan jangan halangi keinginannya. Para orang tua selalu berusaha mengajarkan berbagai-macam pengetahuan pada anak-anaknya. Tapi yang perlu Anda ketahui, anak-anak akan belajar secara alami meskipun tanpa orang tua. Jadi berhentilah menghalangi jalannya dan jangan memaksa mereka belajar tentang apa yang menurut Anda harus dipelajari. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mendorong dan merangsangnya untuk bisa mengekplorasi dirinya. Buatlah mereka menyukai sesuatu hal. Ketika mereka mulai menyukainya, dengan sendirinya mereka akan belajar mencari tahu.

* Cobalah melihat sesuatu hal dari sudut pandang si kecil. Jika Anda marah akan sesuatu, itu karena Anda hanya melihatnya berdasarkan perspektif Anda. Sementara anak memiliki sudut pandang yang berbeda akan sesuatu hal, dan jika Anda dapat memahami pandangannya itu, maka Anda bisa meredam emosi pada si kecil. Bahkan Anda akan membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik .

* Jika si kecil mulai berulah, cobalah untuk mencari tahu mengapa dia melakukan itu dan segera temukan solusinya. Sering kali mereka berulah hanya karena ingin mendapatkan kebebasan, mencari perhatian, atau karena ingin disayang.

* Jangan pernah mengubah si kecil. Anda tidak perlu membentuknya menjadi sosok anak yang sempurna, karena dia telah sempurna dengan segala yang ada pada dirinya.

* Dan sekarang, cobalah untuk relaks. Nikmati setiap waktu yang ada dengan si kecil, karena mereka tidak akan selamanya berada di sisi Anda. Anda tidak akan percaya seberapa cepat masa anak-anak datang dan pergi. Rayakanlah saat ini dengan mereka dan jadikan setiap moment menjadi lebih berarti. Anda pasti tidak akan pernah menyesali moment bahagia itu!

Sumber: conectique.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s