Kompak bermain dengan si kecil


SUMBER : http://cyberjob.cbn.net.id/cbprtl/Cyberwoman/pda/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=Cyberwoman|0|0|8|1563

Mother And Baby

Sepertinya tidak ada yang paling menyenangkan kecuali melihat buah hati bermain dengan senangnya. Rasa lelah sepulang bekerja bisa hilang melihat tawa mereka. Namun coba ingat-ingat, kapan terakhir Anda kompak bermain dengan si kecil?

Pertanyaan ini sederhana, tetapi jangan salah, tidak sedikit para profesional yang kehabisan waktu untuk pekerjaan sehingga tidak bisa lagi mengingat kapan terakhir mereka meluangkan saat-saat bersama untuk bermain dengan anak.

Devi Novianti, salah satu manager di perusahaan jasa logistik di Jakarta, mengaku sering merasa bersalah kepada Vina dan Deska, dua buah hatinya yang masih balita. Pasalnya, pekerjaan menuntutnya untuk sering bepergian pada akhir pekan sekalipun.

“Biasanya saya menggantinya dengan mengambil cuti. Kadang-kadang kalau anak terlalu lama ditinggal, kesehariannya juga kita akan merasa dia mengacuhkan kita. Kalau sudah begitu, saya buru-buru ambil cuti untuk engage mereka kembali.”

Tidak tanggung-tanggung, Devi bisa membawa putra-putrinya itu berlibur ke luar kota atau ke luar negeri. Sementara setiap harinya dia berusaha tetap menyambangi kamar anak-anaknya sepulang kerja meski mereka sudah terlelap tidur.

Lain halnya dengan Andy. Semburat wajahnya mengesankan kegembiraan yang meluap. Beda dengan hari-hari biasa selama ini. “Aku senang sekali, bisa bermain dan bercanda bersama ibu, dekat dengan ibu dalam waktu lama,” celoteh anak laki-laki berusia 9 tahun itu.

Rupanya selama ini dia jarang bermain bersama ibunya karena kesibukan orangtuanya. Selama liburan Lebaran kemarin, Andy terus bersama ibunya. Mereka berjalan-jalan ke Monas, melihat diorama dan sejarah bangsa ini, sembari mencatat. Setelah pulang, dia pun menulis tentang kisah perjalanannya hari itu.

Si ibu kaget bercampur senang melihat ulah anak semata wayangnya itu. “Anakku gembira sekali, sampai-sampai dia menulis sebuah cerita menarik,” ungkap Anita, ibu Andy terharu.

Alifah Abdullah, psikolog, menuturkan orangtua hendaknya tetap memiliki waktu khusus untuk bersama anaknya setiap hari meski mereka sibuk bekerja. Yang paling sederhana adalah hendaknya para orangtua tidak membawa pekerjaannya dari kantor ke rumah.

Dia menyarankan meluangkan waktu dengan anak tidak harus dengan mengisi liburan ke luar kota atau ke luar negeri. “Cukup dengan keterampilan atau permainan sederhana yang bisa sekaligus mengasah otak anak yang bisa dilakukan di rumah.”

Permainan seperti melukis, memasak, kegiatan menulis, olahraga, dan role play (bermain peran/pura-pura) bisa dimainkan di rumah. Orangtua yang kreatif tentu bisa mengajak anaknya dengan permainan yang kreatif tanpa harus keluar rumah.

Ekspresif

Selain mendekatkan emosional anak dengan orangtuanya, keterlibatan orangtua dengan bermain bersama anak juga akan merangsang anak untuk lebih ekspresif.

Salah satu ajang bermain yang bisa kompak dilakukan orangtua dan anak sekaligus memiliki bobot tinggi untuk menumbuhkan kreativitas anak adalah menulis. Kegiatan sederhana ini bisa membangun permainan, kreativitas bahkan komunikasi anak dengan orangtuanya.

Menurut Clara Ng, novelis dan penulis buku anak-anak, salah satu cara menggali potensi anak adalah dengan membiarkan si anak menumpahkan segala imajinasinya dalam cerita yang mereka ciptakan.

Orangtua dan lingkungan sekitar bisa menjadi sumber simulasi atau ransangan kepada anak agar mereka mendapatkan beragam informasi yang bias dituangkan ke dalam tulisan.

“Dengan menulis, anak bisa mengekspresikan dirinya dari apa yang ia alami di lingkungan sekitarnya. Hal ini dapat menumbuhkan kecerdasan EQ [emosional] dan SQ [spiritual],” ujar Clara yang memperoleh penghargaan Adikarya Ikapi 2007 untuk bukunya Melukis Cinta dalam serial Sejuta Warna Pelangi.

Menurut penulis buku serial anak-anak ini, anak dapat menuangkan idenya secara bebas dengan menulis karena setiap anak mempunyai potensi untuk bisa menulis, tinggal bagaimana orangtua menggali potensi tersebut dan mengembangkannya.

Dalam acara talkshow Suka Menulis Bisa Menumbuhkan Kreativitas Anak dan Membentuk Karakteristik Anak, Clara mengatakan sebaiknya sejak dini anak sudah dibiasakan menulis atau diajak membaca buku-buku cerita.

Jadi, tidak perlu khawatir untuk berhitung cuti dari pekerjaan kantor. Cukup tinggalkan secarik kertas untuk si kecil menuliskan kegiatan sehari-harinya sebelum Anda berangkat kerja.

Lalu di kantor sebelum pulang, tuliskan cerita singkat untuk si kecil tentang kegiatan Anda hari itu. Sesampainya di rumah, Anda cukup saling bertukar cerita dan biarkan si kecil bertualang dengan imajinasinya tentang kesibukan ayah ibunya. Asyik kan? (yuli.saleh@bisnis.co.id/aprika.hernanda@bisnis.co.id)

Rahmayulis Saleh & Aprika R. Hernanda
Bisnis Indonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s