SUSU UHT, BERNILAI GIZI LEBIH


sumber : http://news.indosiar.com/news_read.htm?id=49546

indosiar.com – Banyak orang tua yang mengaku merasa kebingungan dengan
banyaknya jenis susu yang beredar di pasaran. Susu-susu itu “mengklaim”,
sebagai yang paling lengkap kandungan nutrisinya apalagi jika susu tersebut
dikatakan ditambah dengan zat penting untuk perkembangan otak.

Susu adalah minuman yang sangat menyehatkan dengan kandungan gizinya yang
terhitung lengkap. Karena itu susu dianjurkan bagi semua kalangan. Untuk
perkembangan sosok anak, minum susu merupakan salah satu sumber kalsium.
Karena itu membiasakan minum susu, adalah hal yang penting. Bagi balita
berusia 0 bulan hingga 2 tahun, minum Air Susu Ibu (ASI) adalah yang paling
baik. Jika tidak bisa hingga 2 tahun, minimal bayi minum ASI ekslusif hingga
6 bulan, tanpa makanan pendamping lainnya.

Setelah berumur 1 tahun keatas, anak dapat diberikan susu lain yaitu susu
pasteurisasi, susu kental manis, susu bubuk, susu sterilisasi konvensional,
dan susu Ultra High Temperature (UHT). Susu pasteurisasi merupakan susu yang
diberi perlakuan panas sekitar 72 – 75 derajat Celcius selama 15 detik yang
bertujuan untuk membunuh bakteri patogen. Susu pasteurisasi harus disimpan
pada suhu rendah (5 – 6 derajat celcius) dan memiliki umur simpan hanya
sekitar 14 hari.

Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing atau sapi yang sehat
dan bersih. Susu diperoleh dengan cara pemerahan yang benar dan kandungan
alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat
perlakuan apapun.

Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan zat
lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya
pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer.
Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang baik
dan benar. Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu susu
bubuk berlemak (full cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak (partly
skim milk powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk prowder).

Sedangkan susu UHT merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan dengan
suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derajat celcius) selama
2-5 detik. Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh
mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu pemanasan
yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta
untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti
susu segarnya.

Dari berbagai susu tersebut, yang paling disarankan adalah susu UHT. Karena
berdasarkan beberapa penelitian, menyebutkan susu yang diproses secara UHT
dapat mempertahankan nilai gizi lebih baik daripada proses pengolahan
lainnya. Indikatornya adalah prosentase kerusakan lisin atau asam amino
pembatas.

Seiring dengan kemajuan teknologi, susu UHT kemudian dikemas menggunakan
enam lapis kertas, plastik polyethylene, dan alumunium foil yang mampu
melindungi susu dari udara luar, cahaya, kelembaban, aroma luar, dan
bakteri. Susu UHT dalam kemasan aseptik ini tahan disimpan dalam suhu kamar
sampai 10 bulan, tanpa bahan pengawet. Dengan kemasan tersebut, susu
terhindar dari bakteri perusak minuman dan tetap segar serta aman untuk
dikonsumsi.

Susu UHT juga merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari seluruh
mikroba (patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora sehingga
potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak ada.
Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu sensori
(warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi, relatif tidak
berubah.

Bagi anak, berikan susu UHT dengan rasa plain. Karena lebih sedikit gula
serta zat artificial didalam susu tersebut. Apabila kemasan susu UHT telah
dibuka, maka susu tersebut harus disimpan pada kulkas karena susu UHT harus
dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di atas 50 derjat Celcius),
sebab dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel akibat kerusakan protein.

Harga susu UHT memang sedikit lebih mahal dari susu bubuk, namun demi
kualitas anak, tidak perlu keraguan untuk membelinya. Hal ini diperlukan
karena berdasarkan survei perusahaan riset global Canadean (2004), konsumsi
susu sapi segar di Indonesia termasuk paling rendah di Asia.

Dan menurut catatan Prof. Ali Khomsan, guru besar ilmu pangan dan gizi IPB,
meski tingkat konsumsi susu di Indonesia naik sebesar 4,68 l/kapita/tahun
menjadi 6,5 l/kapita/tahun (2000) namun masih tertinggal dibanding tingkat
konsumsi susu di Malaysia yang mencapai 20 l/kapita/tahun dan butuh waktu
600 tahun untuk mencapai tingkat konsumsi susu di Amerika Serikat yang
mencapai 100 l/kapita/tahun.(berbagai sumber/Idh)

Iklan

3 thoughts on “SUSU UHT, BERNILAI GIZI LEBIH

  1. Anak sy,Azzam (1thn) sudah mulai sy beri susu uht.tp msh dicombain sama procal dr wyeth.keluarga banyak yg bingung knp bayi dikasih uht.tp sy yakin uht lebih baik dr formula setelah sy cari referensi2 yg tepat.

  2. susu UHT yg recomended apa yah.. baik dari segi mutu dan harga. soalnya byk merek susu UHT ddgn harga variatif. .trus apa susu uht ini perlu di simpan di kulkas?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s