MEMAHAMI TANGISAN BAYI


sumber : http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=01003&rubrik=bayi

*T**ak usah panik jika bayi menangis. Anda dapat mengatasinya dengan mudah
jika tahu sebabnya. Jangan pula berpikir, ia anak yang rewel. Menangis
adalah cara si kecil berkomunikasi dengan Anda.*

* *

Setiap bayi pasti menangis dan beberapa di antara mereka lebih sering
menangis dibanding yang lain. Anak cengeng? Bukan! Yang jelas, menangis
adalah cara ia berkomunikasi dengan Anda. Khususnya selama 12 bulan pertama
kehidupannya. Lewat tangis, ia memberitahukan kebutuhan-kebutuhannya kepada
Anda seperti rasa lapar, lelah, pedih, dan keadaan tubuh yang tak
menyenangkan lainnya, serta untuk memenuhi keinginan diperhatikan.

Pada umumnya bayi sering menangis pada minggu-minggu pertama kehidupan, baik
siang maupun malam. Ini karena bayi yang baru lahir masih berada dalam fase
penyesuaian dari dalam kandungan ke dunia luar. Jadi, jika ia sering
menangis, “Tak usah cemas! Sering atau jarangnya bayi yang baru lahir
menangis, salah satu faktornya adalah keturunan. Mungkin waktu kecil, ibu
atau ayahnya juga begitu, rewel,” kata *Dr. Najib Advani SpA. MMed. Paed.*,
dokter anak di Sub. Bag, Kardiologi Anak FKUI-RSCM ini.

Banyak-sedikitnya tangisan, menurut Elizabeth B. Hurlock dalam bukunya yang
dialih-bahasakan, *Perkembangan Anak II,* berbeda-beda menurut cepat dan
memadainya pemenuhan kebutuhan dan keinginan mereka. Jika dipenuhi dengan
segera, bayi kemudian hanya akan menangis karena merasa sakit dan tertekan.
Setelah umur dua minggu, ada sebagian bayi yang menangis berlebihan. Dalam
kebanyakan kasus dilaporkan, orangtua bayi tersebut tak cepat memperhatikan
tangis bayinya dan tak konsisten menanggapinya.

Jumlah tangisan juga bervariasi menurut “saat harinya”, bertepatan dengan
saat jadwal bayi. Misalnya, bayi paling sering menangis sebelum saatnya
diberi makan dan sebelum waktunya tidur malam. Ketika bayi dapat
menyesuaikan diri dengan jadwal waktu makan dan tidur, tangisan pada
saat-saat tersebut berkurang.

Jangan hentikan tangisnya dengan cara mengangkatnya setiap kali ia rewel
atau menangis. Carilah apa yang salah dan jika tak terlalu serius, segera
alihkan perhatiannya. Menurut Dr. Najib, secara garis besar bayi menangis
dibagi dua kelompok. Pertama, bayi menangis tanpa penyakit, seperti lapar,
haus, perasaan tidak enak atau tidak nyaman (kepanasan, kedinginan, popok
basah, suara berisik, dan lainnya), tumbuh gigi, saat buang air kecil,
kesepian, lelah, atau kolik. Kedua, bayi menangis karena ada sesuatu
penyakit seperti infeksi, radang tenggorokan, radang telinga, hernia,
sumbatan usus, autisma, dan sebagainya.

Jika bayi menangis karena penyakit, periksakan ia ke dokter. Tapi jika
tidak, Anda dapat membantu menenangkannya. Berikut jenis-jenis penyebab
serta penanganan tangis bayi sesuai usianya.

* *

*ARTI TANGISAN BAYI 0-3 BULAN*

Pada umumnya, para ibu mengartikan tangis bayi sebagai tanda lapar.
Ingatlah, menangis tak selalu berarti lapar. Arti tangis berbeda-beda,
masing-masing merupakan tanda komunikasi yang jelas sebagai ungkapan pesan
kepada Anda tentang apa yang ia butuhkan. Gerakan tubuh yang menyertai
tangis dapat membantu Anda lebih memahaminya. Makin keras dan makin lama
tangis, makin kuat kebutuhannya.

** “Saya lapar.”*

Tangis lapar biasanya berpola. Ia menangis, lalu stop untuk bernafas,
menangis lagi, lalu stop untuk bernafas. Biasanya diselingi gerakan
mengisap. Jika sangat lapar, tangisnya lebih keras dan terus-menerus.

Jika ia masih menangis saat disusui ASI, coba lihat hidungnya. Ada
kemungkinan bibir atasnya menutupi hidung dan ia sulit bernafas, sehingga
menangis.

** “Saya bosan.”*

Tangis bosan biasanya pendek, diikuti keheningan, lalu tangis pendek lagi.
Tangisnya akan berlanjut jika Anda tak segera mendekatinya dan mengajaknya
bermain.

** “Saya lelah.”*

Tangis lelah berupa rengekan. Ia mungkin akan menggosok-gosok wajahnya dan
memutar kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Sebuah usapan atau gerakan
berirama cukup menenangkan ia dan bisa membuatnya tidur.

** “Saya kesepian.”*

Beberapa bayi butuh perhatian lebih dibanding bayi lainnya dan mulai merasa
kesepian ketika ia ditinggalkan sendiri untuk waktu lama. Tangis kesepian
berupa rengekan setiap menit dan kadang diikuti air mata. Emongan yang lama
membuatnya senang.

** “Saya tak nyaman.”*

Biasanya suara tangis melengking dan jelas, nafas agak tersendat, tapi lalu
nafasnya menjadi cepat diikuti tangis lain. Mungkin lengannya terjepit,
pantatnya kotor, tertusuk peniti, atau mungkin ia kedinginan/kepanasan.

** “Saya kolik.”*

Bayi sering menangis karena kolik atau kejang/kram usus. Hingga kini belum
diketahui penyebab kolik. Ada dugaan, sistem pencernaan bayi belum sempurna
sehingga timbul gangguan pencernaan. Kolik dialami pada 3 bulan pertama
kehidupan dan biasanya terjadi sore hari menjelang malam.

Tangis kolik sangat keras disertai jeritan dan episodik: suatu saat timbul,
suatu saat hilang, tapi hanya satu atau dua menit, lalu menangis lagi.
Biasanya diikuti gerakan tangan ke arah perut, badan mengencang, dan kadang
disertai buang angin. Menggosok perutnya dengan minyak telon dapat membantu
menenangkannya.

** “Saya sakit.”*

Rasa sakit diungkapkan dengan tangis melengking, keras, diselingi rintihan
serta rengekan. Tangis bayi yang perutnya mulas, lebih melengking dan lebih
ribut. Hubungi dokter anak Anda jika ia menunjukkan gejala-gejala sakit
tertentu.

*ARTI TANGISAN BAYI 4-12 BULAN*

Mulai usia 3-4 bulan, Anda akan melihat perubahan nyata pada si kecil.
Tangisnya mulai berkurang karena ia sekarang mulai tahu apa yang ada di
sekelilingnya. Ia mau mendengarkan dan tertarik terhadap segala sesuatu di
sekelilingnya.

** “Saya lapar.”*

Rasa lapar masih nyata menyebabkan ia menangis. Ia mulai mengkonsumsi
makanan padat. Ia pun lebih aktif dibanding sebelumnya dan karenanya cepat
lelah. Bayi yang aktif, kebutuhan makannya lebih banyak. Makanan kecil dan
minuman dapat memulihkan energinya.

** “Saya tumbuh gigi.*

Biasanya bayi mulai tumbuh gigi usia 6 bulan ke atas. Biasanya tangisnya
muncul di sore hari, kuat seperti tangis sakit karena ada rasa nyeri.

** “Saya cemas.”*

Mulai usia 7 atau 8 bulan, kebanyakan bayi menangis karena cemas, terutama
saat ia “kehilangan” Anda. Baginya, Anda adalah dasar dari rasa amannya. Ia
akan tenang “menjelajahi dunia” selama Anda berada dalam pandangannya. Jika
Anda meninggalkannya atau ia tak melihat Anda, meski Anda ada di dekatnya,
ia akan menangis.

** “Saya ingin diperhatikan.”*

Lewat usia 6 bulan, ia mulai mempelajari, menangis ialah suatu alat untuk
memperoleh perhatian. Bayi usia 7 atau 8 bulan cukup menyadari, dengan
menangis, Anda akan segera berlari mendekatinya. Lebih baik Anda tak
buru-buru menggendongnya, tapi hiburlah atau ajak main.

** “Saya sakit.”*

Rasa sakit yang ia alami lebih karena benturan-benturan pada fisiknya saat
ia bergerak aktif. Meski tidak luka, tetap memungkinkan ia menangis. Mungkin
lebih karena rasa kaget. Mengalihkan perhatiannya dapat menolong ia
melupakan sakitnya dengan cepat.

**”Saya sangat lelah.”*

Lelah berlebihan ditunjukkan oleh rengekan, lekas marah, dan akhirnya
menangis. Menjelang akhir tahun pertamanya, ia mempunyai kehidupan yang
penuh dengan pengalaman baru, yang membuatnya kehabisan energi sebelum ia
kehilangan semangat. Ia butuh pertolongan Anda untuk membuatnya cukup rileks
seperti tidur.

**”Saya marah.”*

Mulai usia 9 bulan, dalam dirinya mulai berkembang konsep, “Saya ingin.” dan
kemarahan merupakan caranya untuk menunjukkan rasa frustrasinya ketika
sesuatu tak diperoleh sesuai keinginannya. Seolah ia dibuat jengkel oleh
batasan-batasan, beberapa di antaranya merupakan rintangan fisik seperti
kursi tinggi dan kursi dorong, yang terasa menghalanginya saat ia ingin
berkembang lebih leluasa.

Ia juga terhalang oleh kemampuan komunikasinya yang masih baru. Karena tak
bisa mengungkapkan keinginannya dengan kata-kata, ia akan menggenggam erat
kepalan tangannya dan pipinya memerah, untuk menunjukkan pada Anda bahwa ia
tak puas dengan situasi yang ada.

*Julie Erikania.Foto:Dok.Nakita*

*
*

*Menghentikan Tangis*

Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menentramkan bayi Anda.
Pilihlah sesuai kebutuhannya.

**Gendong.*
Gendong ia dalam posisi tegak lurus dengan perut menempel di dada Anda,
tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut. Bawa ia berjalan-jalan mengelilingi
ruangan atau ke ruangan lain. Bisa juga dengan cara meletakkannya di kereta
bayi dan dorong perlahan-lahan dengan hati-hati. Jika kondisi Anda tak
memungkinkan untuk menggendongnya sambil berjalan, letakkan ia di lengan,
sementara Anda duduk di kursi goyang. Goyangan yang lembut akan
menenangkannya.

** Usap atau tepuk-tepuk lembut.*
Beberapa bayi dapat ditenangkan hanya oleh sentuhan Anda, tanpa harus
menggendongnya. Ia bisa tenang hanya karena ditepuk-tepuk pantatnya atau
diusap-usap punggungnya, sambil Anda bersenandung lembut.

** Beri sesuatu untuk diisap*.
Hampir setiap bayi menjadi tenang dengan mengisap. Beri ia mainan khusus
untuk digigit atau bimbing ia menemukan jari-jemarinya untuk dimasukkan ke
mulutnya. Bisa juga Anda menggunakan jari kelingking Anda yang sudah
dibersihkan untuk ia isap.

** Alihkan perhatiannya.*
Anda dapat mengalihkan perhatiannya dengan memperlihatkan sesuatu yang
menarik sehingga ia lupa pada tangisnya. Gambar-gambar warna-warni atau
mainan aneka bentuk dan warna akan mempesonanya. Cermin juga bisa digunakan.
Ia akan senang melihat wajahnya sendiri.

** Tunggu amarahnya mereda.*
Anda tak selalu dapat menenangkan bayi yang frustrasi. Bahkan jika ia tak
senang duduk di kursinya, Anda tak dapat memecahkan masalah dengan
memindahkan dan mengangkatnya. Ketika tak ada hasilnya, cobalah untuk
rileks. Jangan terpaku untuk menghentikan tangisnya jika Anda menemukan tak
ada hal serius atau sesuatu yang salah. Tunggu saja sampai kemarahannya
reda. Setelah amarahnya reda, beri kata-kata yang menyejukkan dan buat ia
asyik dengan mainan penuh warna. Rangkulan dan gendongan juga bisa
menentramkannya. Kasih sayang Anda bukan hanya mengerem kemarahannya, tapi
juga akan membantu si kecil mengembangkan rasa aman dan perasaan baik.
Ketika ia besar, ia akan belajar berdasarkan ini untuk menenangkan diri
begitu ia marah, dan ia akan belajar untuk dapat mengendalikan diri atau
menjaga tetap tenang tanpa kemarahan meledak-ledak.

*Julie*

*
*

*Jika Tangisnya Tak Kunjung Berhenti*

Jika ia tak berhenti menangis, boleh jadi karena Anda sangat cemas dan
gugup. Ingatlah, ketegangan Anda akan menular padanya. Ia dapat merasakannya
dari otot-otot lengan Anda yang mengeras saat Anda menggendongnya, maupun
dari raut wajah Anda yang menunjukkan kecemasan.

Nah, ketika ia melihat sinyal-sinyal tersebut, ia tahu ada yang salah dan
ini akan membuatnya merasa lebih buruk. Tangisnya menjadi lebih keras
sebagai hasil dari kecemasan Anda. Di pihak lain, Anda pun semakin bertambah
cemas. Jadi, bersikap rileks dan lakukan cara-cara berikut:
*1.* Katakan pada diri Anda untuk percaya diri. Suatu tangisan bayi bukan
refleksi dari ketidakmampuan Anda sebagai orangtua. Cobalah untuk tak
melemahkan rasa percaya diri Anda.
*2.* Bersikap realistis. Bayi Anda akan banyak menangis pada banyak
kesempatan, tak apa-apa. Anda perlu merancang standar yang realistis untuk
diri sendiri.
*3.* Jika Anda tak tahu lagi harus bagaimana menenangkannya, tinggalkan si
kecil di boksnya. Minta suami Anda untuk mengambil alih.
*4.* Bicarakan dengan suami. Berurusan dengan tangis bayi memang bisa
menyulitkan. Katakan padanya, bagaimana cemasnya Anda. Berbagi perasaan
dengan suami akan membantu membuat diri Anda lebih tenang.
*5*. Terima pertolongan ketika ditawarkan. Sebuah pelepasan dari
“tanggungjawab” akan mengurangi kecemasan Anda. Anda akan merasa lebih enak
setelah satu atau dua jam kemudian.
*6.* Ingatlah, segalanya pasti akan menjadi mudah. Penelitian membuktikan,
tangisan bayi akan berkurang tingkatannya mulai usia 4 bulan. Nanti ia akan
lebih mudah dikendalikan.
*7.* Jika Anda mencurigai tangisan si kecil disebabkan penyakit tertentu,
segera periksakan ke dokter anak.

*Julie*

Iklan

2 thoughts on “MEMAHAMI TANGISAN BAYI

  1. artikelnya sangat menarik, saya dan istri jadi lebih bisa memahami mengenai masalah yg ada pada bayi, dn mudah2an pada saat bayi saya lahir nanti, saya dan istri dapat lebih bisa memahami cara mengusrus bayi kami dengan baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s