Episiotomi, Apakah Itu? (Bagian 1)


sumber : cyberjob.cbn.net.id

Mother And Baby

Episiotomi salah satu prosedur persalinan normal. Meski sempat menjadi momok di dunia persalinan, faktanya prosedur ini sangat membantu ibu dan bayi.

Salah satu prosedur persalinan normal adalah episiotomi, yaitu pengguntingan untuk memperbesar jalan lahir bayi. Biasanya dokter atau bidan membuat irisan pada perineum (area antara vagina dan lubang anus) dan badan perineal (segitiga di dalam belahan otot dan jaringan otot yang terdapat dalam dasar rahim).

Teknologi ini dikembangkan di Inggris pada tahun 1970 dan awal 1980-an, di mana saat itu tindakan episiotomi dipakai pada sekitar 50% persalinan, dan dianggap perlu ketimbang pembukaan secara alami. Namun setelah itu ada juga periode ketika episiotomi ditinggalkan dan para ibu memilih melahirkan secara natural. Dengan informasi yang cukup dan ahli penolong persalinan yang tepat, sebenarnya episiotomi tak perlu menjadi momok bagi para ibu.

Kapan episiotomi diperlukan?
Setiap persalinan sangat tergantung pada masing-masing individu. Namun berikut ini ada beberapa alasan umum mengapa Anda membutuhkan tindakan episiotomi.

1. Untuk mempercepat persalinan bila kepala bayi terlalu besar (biasanya berlawanan dengan perineum) dan bayi memperlihatkan tanda-tanda dalam bahaya.

2. Sebelum dilakukan persalinan bantuan dengan forsep atau vakum.

3. Untuk menghindari risiko kerusakan kepala bayi pada persalinan sungsang atau kelahiran prematur.

4. Untuk menghindari upaya yang terlalu keras jika calon ibu mengidap sakit jantung atau tekanan darah tinggi.

5. Untuk membantu persalinan jika ada hambatan yang serius pada tahap kedua persalinan, yang bisa jadi mengharuskan akibat perineum yang keras karena pernah mengalami operasi, baik untuk memperbaiki mulut rahim atau sejenis operasi kandung kemih.

Bisakah menghindari episiotomi?
Banyak bidan menyatakan perineum perempuan Asia lebih lentur, tapi belum diketahui apakah hal itu akibat faktor genetik atau perbedaan gaya hidup. Anda dapat menghindari tindakan episiotomi, sekaligus mengurangi rasa sakit persalinan, dengan beberapa cara berikut:

1. Melakukan latihan mulut rahim, untuk membantu perineum menjadi lebih lentur.

2. Melakukan pemijatan pada bagian perineum dengan menggunakan minyak sayur atau minyak almond.

3. Kemungkinan paling efektif menghindari tindakan episiotomi adalah dengan melakukan proses persalinan yang benar, misal perlahan mengeluarkan kepala bayi sesuai dengan tingkatan pembukaan vagina. Tunggulah refleks menekan secara alamiah yang akan Anda alami. Hindarilah tekanan yang terlalu dipaksakan.

4. Tetap rileks dan dengarkan baik-baik petunjuk yang diberikan dokter. Dokter bisa memperlambat jalannya persalinan, bila memang Anda merasa tak tahan. Dokter juga yang bisa menilai kapan waktu yang tepat untuk meminta Anda melakukan tekanan. Jika Anda mendorong terlalu awal, sebelum perineum terbuka maksimal, Anda akan lebih merasakan sakitnya.

Jika cara di atas gagal Anda lakukan, janganlah menutup pikiran Anda untuk melakukan episiotomi. Jika memang Anda ditawari untuk melakukannya, pastikanlah Anda melakukannya dengan kerelaan. Sikap ini akan sangat membantu Anda nantinya, karena bagaimanapun, prosedur ini harus dilakukan demi keselamatan dan kelancaran persalinan Anda dan bayi Anda sendiri.

Siapa yang kompeten melakukan episiotomi?
Seorang dokter atau bidan dapat melakukan episiotomi. Anda akan diminta mengambil posisi lithotomy (berbaring pada punggung), dengan kaki diangkat pada pijakan kaki. Episiotomi juga bisa dilakukan dengan cara berbaring pada satu sisi, satu kaki diangkat. Sebelumnya area vagina dibersihkan dengan obat antiseptik untuk mencegah infeksi pada luka.

Pemberian anestesi
Jika sebelumnya Anda telah diberi suntikan epidural (anestesi yang membuat mati rasa di bagian bawah tubuh), tindakan anestesi untuk episiotomi bisa dilakukan di bagian daerah yang telah mati rasa tersebut. Meski demikian, jika Anda kerap melahirkan tanpa dibantu penghilang rasa sakit, penggunaan gas, udara, dan pethidine (analgesik yang membuat Anda santai), Anda akan diberikan anestesi lokal untuk menghambat saraf sensitif di area perineal — biasanya diberikan sedikit takaran lignocaine, yang disuntikkan di kulit.

Untuk melindungi kepala bayi, yang mungkin lebih besar dibandingkan area perineum pada saat ini, dokter akan memasukkan dua jari ke dalam vagina saat ia menyuntikkan anestesi. Membutuhkan sekitar 4-5 menit untuk menunggu efek anestesi bekerja.

Pengguntingan
Pemotongan dilakukan menggunakan sepasang gunting khusus episiotomi, atau dengan pisau bedah. Ada dua tipe irisan: midline atau garis tengah, yang potongannya lurus ke bawah dengan anus atau mediolateral, yaitu agak rendah ke sudut. Irisan midline umum di Amerika. Di negara lain irisan mediolateral lebih populer.

Biasanya dokter akan menunggu Anda mengalami kontraksi lebih dulu sebelum melakukan pengguntingan, karena pada saat itu perineum mudah diiris dan perdarahannya segera dihentikan. Kemudian, dokter akan memasukkan dua jari ke dalam vagina untuk melindungi kepala bayi.

Setelah itu bayi akan lahir tepat setelah diberikan episiotomi.
Jika ternyata ada irisan yang rusak, dokter mungkin melakukan tekanan dengan jari pada bagian irisan untuk menahan perdarahan — perineum penuh pembuluh darah sehingga bila terjadi perdarahan adalah normal.
Jika anestesi bekerja dengan semestinya, Anda tak akan merasa sakit. Namun beberapa perempuan merasakan suatu sensasi saat perineum ditarik atau dientakkan. Jika Anda merasa kesakitan, segera katakan pada dokter.

Penjahitan
Saat bayi lahir dan plasentanya keluar, dokter akan menjahit irisan yang dibuatnya. Jahitan umumnya tak menyakitkan. Waktu penyembuhannya berbeda-beda, tergantung jenis irisan dan pengalaman dokter yang melakukannya. Yang perlu diketahui, jahitan ini telah dilakukan dengan hati-hati, karena itu, jangan khawatir bila kering dalam waktu agak lama. Di lain pihak, banyak ibu begitu semangat mendapatkan seorang anak, sehingga mereka bahkan tak ingat telah melakukan episiotomi. b Rahmi Hastari/MB

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Iklan

One thought on “Episiotomi, Apakah Itu? (Bagian 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s