Di Balik Genggaman Tangan Mungil


sumber : cyberjob.cbn.net.id

sumber : Mother And Baby Mon

Bayi muda memiliki gerakan refleks. Di antaranya refleks menggenggam. Apa sih fungsi sebenarnya?

Bayi-bayi baru lahir memiliki sejumlah reflek. Salah satunya refleks
menggenggam. Jangan sepelekan reflek ini, karena fefleks menggenggam bayi kuat dan bisa diandalkan. Kalau tak percaya, coba masukkan jari Anda ke telapak tangannya. Secara otomatis bayi akan menggenggam jari Anda kuat-kuat. Saking kuatnya, genggaman itu bahkan mampu mengangkat tubuh bayi bila Anda mencoba mengangkat tubuh bayi.

Dengan refleks menggenggam ini pula kita bisa mengajak bayi bermain. Misal, sentuhkan beberapa jenis benda berpermukaan lembut ke tangannya; boneka, kain flanel, pipi ibu, lonceng kecil. Benda-benda tersebut akan merangsang indra perabanya. Walau masih belum memiliki nilai edukatif tinggi, kegiatan memegang benda-benda mampu menghibur si kecil maupun Anda sendiri.

Bukan cuma jari tangan bayi yang punya refleks menggenggam. Jari kaki juga. Coba Anda sentuh jari-jari kaki bayi. Secara otomatis jari-jari mungil itu akan membengkok ke arah jari Anda. Refleks menggenggam akan menghilang seiring bertambahnya usia bayi, kira-kira usia 2-3 bulan.

Fungsi Mempertahankan Hidup

Gerakan menggenggam sesungguhnya sudah ada pada bayi sejak dia lahir, bahkan sejak di dalam rahim. Coba lihat foto=foto janin di dalam rahim ibu, sebagian besar posisi tangannya sedang mengenggam bukan? Hingga lahir pun bayi cenderung terus menggenggam atau mengepalkan tangannya sampai usianya dua bulan. Setelah dua bulan barulah genggaman tersebut membuka, seiring makin aktifnya bayi ereksplorasi, membuat berbagai gerakan menggunakan jari tangan.

Gerakan menggenggam ternyata mempunyai berbagai fungsi penting. Salah satunya sebagai cara bayi beradaptasi dengan lingkungan. Pada bulan pertama kelahirannya umumnya bayi merasa kedinginan lantaran suhu di dunia luar tidak sehangat di rahim ibu. Karena itulah bayi menggenggamkan tangannya, sebagai mekanisme perlindungan diri dari suhu lebih dingin.

Menggenggamkan tangan bahkan juga berguna untuk mempertahankan hidup. Tapi untuk fungsi mempertahankan hidup ini, gerakan menggenggam juga berkoordinasi dengan reflek lainnya. Bagi ahli medis, kemampuan bayi melakukan refleks menggenggam juga menjadi salah satu kriteria dalam menentukan tingkat kesehatan bayi saat lahir.

Sama seperti refleks lainnya yang dimiliki bayi, reflek menggenggam juga harus dirangsang guna melatih kemampuan motorik halus si kecil. Selain memberikan berbagai mainan yang bisa melatih genggaman tangannya, kita juga bisa bermain “buka-tutup”. Sentuhkan jari kita pada tangan bayi, saat tangannya akan menggenggam, tarik tangan kita. Ini untuk melatih allert atau kewaspadaan bayi. Hastari/Berbagai sumber

Menjaga Kebersihan Genggaman

Hampir sebagian besar posisi tangan bayi baru lahir adalah genggenggam. Karena menggenggam terus, ada kemungkinan kotoran menumpuk di situ. Jangan sampai genggaman tangan terlewat dibersihkan, lho. Kita bisa membuat bayi sukarela membuka genggamannya dengan jalan menekan telapak tangan dengan lembut. Bersihkan telapan tangan dengan waslap yang telah dibasahi air hangat. Angkat daki yang kerap menempel di situ. Ayah-ibu juga dianjurkan tidak selalu membungkus genggamna tangan bayi dengan sarung tangan. Apalagi kalau kita tinggal di iklim tropik. Tangan yang berkeringat dalam sarung tangan, sangat tidak nyaman bagi bayi.

Jangan pula kita lalaikan perawatan tangan standar bagi Si Kecil seperti memotong kuku jarinya. Apalagi pada saat gerakan bayi mulai aktif, dimana dia sering memasukan jari ke mulut, atau meraba wajahnya sendiri. (Rahmi)

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Iklan

One thought on “Di Balik Genggaman Tangan Mungil

  1. Bayi saya berusia 4 bulan.sekarang sudah ga pake sarung tangan.tapi sekarang hobinya tangannya dikulum sampai basah semua.Gmn yah caranya biar dhe dhe saya ga suka ngulum tangan lagi? terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s