Bayi Rewel


SUMBER : cyberjob.cbn.net.id

Mother And Baby

Bayi selalu ingin merasa nyaman. Bila tidak, ia jadi rewel bahkan mengamuk. Bagaimana supaya ia tetap nyaman dalam berbagai situasi?

Ada bayi yang memiliki pembawaan ‘rewel’. Bila situasi tidak nyaman sedikit saja, ia pasti menangis atau mengamuk. Sebaliknya, ada juga bayi yang amat sangat tenang. Biasanya, ia baru menangis bila kondisinya sudah benar-benar ‘menyakitkan’.

Menurut psikolog pendidikan anak Universitas Indonesia Dra. Ike Anggraika, M.Si., perbedaan pembawaan bayi sangat tergantung banyak hal. Mulai pengaruh yang diterima bayi saat dalam kandungan hingga trauma yang diperoleh saat lahir. Ibu hamil yang sering mendapatkan tekanan, Ike mencontohkan, kemungkinan akan melahirkan bayi yang rewel.

Bayi yang mendapat trauma lahir (misalnya menjalani proses kelahiran yang mengakibatkan luka serius), bayi yang lahir dengan kelainan (misalnya kelainan jantung atau penyakit bawaan) kemungkinan juga akan berpembawaan sedikit rewel. “Tapi tidak selalu begitu. Sebab tidak jarang bayi yang lahir normal dan sempurna pun rewel. Mungkin ini pengaruh keturunan atau sifat bawaan dari orangtuanya,” ungkap Ike.

Atasi Kerewelan dengan Benar

Tangisan atau amukan bayi rewel acap membuat kita, para orangtua, kebingungan. Apalagi bila kita sudah mencoba menangani tapi bayi tetap rewel. Bingung bercampur lelah dan khawatir, akhirnya membuat kita panik. Padahal, kepanikan hanya akan membuat bayi bertambah rewel.

Untuk itulah penanganan yang tepat diperlukan. Selama ini, menurut Ike, setiap orangtua mempunyai cara khusus untuk mengatasi kerewelan bayi mereka. Ada yang mencoba menenangkan dengan menempatkan bayi di ayunan. Ada yang menenangkan dengan memutar alunan musik merdu. Ada yang menimang-nimang sambil membawa bayi pergi dari ruangan tempat menangis sembari mencari udara yang lebih segar.

Sayangnya, lanjut Ike, tidak jarang orangtua menangani kerewelan bayi dengan cara yang kurang tepat. Maksudnya, cara-cara yang dilakukan kurang mendidik. Contohnya, ada bayi asyik menggigit-gigit ikat pinggang ayahnya. Ia menangis karena tiba-tiba ibunya melarangnya. Bayi itu terus menangis, seolah meminta ikat pinggang tersebut. Tak berhasil membujuknya, akhirnya si ibu menyerah dan memberikan lagi ikat pinggang kepada bayinya untuk digigit-gigit.

“Tindakan ibu tadi keliru. Sebab ikat pinggang bukanlah sesuatu yang aman untuk digigit bayi. Selain itu, ia tak menunjukkan konsistensi dalam sikap, padahal ia tengah mendidik bayinya. Ibu tadi juga tidak mencoba mengalihkan perhatian bayi kepada hal lain, sehingga bayi merasa direbut ‘kenyamanannya’ tanpa mendapatkan ganti yang sebanding,” terang Ike. Selain itu, cara menangani kerewelan yang tidak benar menyebabkan bayi tumbuh menjadi anak yang sulit dikendalikan.

Melakukan tindakan yang benar adalah kunci menangani kerewelan bayi. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan bila bayi Anda rewel dalam berbagai kondisi:

Ganti suasana yang lebih nyaman
Bayi bisa tertekan karena bosan dengan situasi atau posisi yang sama. Atau, ia merasa sendirian atau tidak diperhatikan. Kadang bayi juga mendapatkan salah satu bagian tubuhnya terasa sakit. Misalnya, kakinya pegal karena posisi yang salah. Atau badannya sakit karena tempat yang ditempati tidak nyaman (sempit, keras, berpermukaan kasar, dll).

Kasus yang sering terjadi adalah bayi menangis saat didudukkan di kursi makan, bahkan berontak atau menepis makanan yang disodorkan. Jika kursinya nyaman, kemungkinan hal ini disebabkan bayi merasa bosan harus duduk di kursi yang itu-itu juga. Biasanya ini terjadi pada bayi 2-4 bulan.

Untuk mengatasinya, pindahkan kursi makan ke tempat yang berbeda. Pilih tempat yang menarik atau pemandangannya lebih lega. Misalnya pekarangan rumah. Bila masih rewel, ubah lagi posisi kursi. Atau bila perlu pindahkan bayi dari kursi beberapa saat.

Perdengarkan suara-suara lembut
Puisi, lagu-lagu, atau senandung lembut yang bermakna dari mulut ayah atau ibu dapat menenangkan bayi yang rewel. Ada penelitian yang menunjukkan, suara lembut berirama yang keluar dari mulut manusia dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman. Bila mendengar suara-suara seperti itu, bayi umumnya akan lebih kooperatif.

Beri sentuhan
Sentuhan akan membuat bayi yang rewel merasa nyaman. Banyak bayi yang sedang menangis berhenti perlahan saat tangan ibu atau ayahnya menyentuh bagian tubuhnya atau menggendongnya. Cara ini rupanya membuat bayi merasa nyaman karena ia merasa orang terdekatnya selalu berada di sisinya. Jadi, ia merasa terlindungi.

Beri pijatan lembut
Pijatan lembut adalah salah satu bentuk sentuhan. Tapi dengan pijatan, bayi akan merasa hangat karena aliran darahnya lebih lancar. Cara ini bisa digunakan untuk mengatasi bayi yang menangis setiap kali dimasukkan ke dalam bak mandi. Selain merasa nyaman, pijatan membuat bayi rileks, tidak takut atau stres.

Jagalah Emosi Anda

Faktor lain yang menentukan keberhasilan Anda menenangkan bayi rewel adalah sikap yang tepat. Yaitu:

Tetap tenang. Rasa khawatir atau lelah menangani bayi rewel kerap membuat kita panik. Namun sebaiknya Anda tetap tenang, karena sikap panik hanya akan membuat bayi bertambah rewel dan stres.

Pilih penanganan yang tepat. Anda-lah yang lebih mengenal bayi Anda, sehingga Anda pula yang lebih mengetahui penanganan yang paling tepat untuk menanganinya saat rewel.

Konsisten. Sejak nol tahun, bayi harus mendapat pola asuh yang konsisten. Artinya, dalam keadaan rewel sekalipun kita tidak boleh memberi kelonggaran. Cari solusi yang tidak menciptakan masalah baru.

Jaga emosi. Tidak perlu menunggu sampai merasa marah jika bayi menangis terus. Ketika kekesalan sudah muncul, mintalah suami atau anggota keluarga lain menangani bayi. Meninggalkan bayi rewel sejenak biasanya efektif untuk memperbaiki suasana hati. b Mila Meiliasari

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Iklan

4 thoughts on “Bayi Rewel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s