Batita berkarakter “Sulit” (Dan Cara Berdamai Dengannya)


SUMBER : Mother And Baby

Hidup bersama batita berkarakter “sulit” bisa melelahkan. Tepi mereka bisa dibantu, kok. Beberapa anak bisa menjadi “sulit” saat melalui tahap peralihan di usia batita. Ada yang akibat karakter bawaan anak, ada juga akibat stres atau penyakit berat pada keluarga. Tetapi percayalah, tingkah laku ini bisa dikelola. Daftar berikut ini membahas kategori temperamen “sulit” dan bagaimana menanganinya. Dengan mengetahui cara menangani mereka, ayah-ibu sekaligus bisa membantu anak mengembangkan aspek positif temperamennya, bukan aspek negatif. Beberapa anak “sulit” cocok dengan salah satu kategori, yang lain bisa menunjukan tingkah laku kombinasi dua atau lebih kategori. Sifat pribadi juga bisa lebih menonjol pada beberapa anak dibanding anak lain.

Anak dengan Aktivitas Sangat Tinggi
Anak-anak ini nggak mau diam, cenderung “liar” dan mudah kehilangan kendali. Positifnya, jika mereka dapat belajar menyalurkan energi yang tinggi itu, kelak mereka akan tumbuh sebagai orang dewasa yang enerjik dan produktif. Teknik penangan, beri mereka kesempatan bermain di luar rumah untuk membakar habis enerjinya. Tapi beri batasan khusus demi keamanan dan kewarasan. Bila tingkah lakunya memanas dan menuncak, tarik anak ke pinggir dan katakan,”Kamu jadi terlalu kasar. Jika kamu tidak mau menenangkan diri, ibu nggak izinkan kamu main di luncuran ini.” (singkirkan permainannya). Jika tingkah laku anak terus memuncak, berikan periode istirahat, misal, lewat relaksasi.

Anak yang Mudah Teralihkan Perhatiannya
Batita memang tidak bisa lama berkonsentrasi, tapi tidak bagus juga kalau dia cepat sekali beralih perhatian dari satu hal ke hal lain – dalam hitungan detik – sehingga tidak mampu mendengar atau memberi perhatian pada orangtua, pengasuh, atau teman. Positifnya, dengan bantuan dan dukungan, anak-anak ini kelak tumbuh menjadi orang dewasa berminat luas. Cara penanganan, secara bertahap kita dapat membantu anak memperpanjang kemampuan konsentrasinya dengan menemukan bidang kegiatan yang sangat mereka minati, misal, hewan, mobil, alam, olahraga, dll. Gunakan ketika Anda memilih buku, film, atau mainannya. Jangan memaksanya memusatkan perhatian lebih lama dari kemampuan. Rumah yang tenang juga membantu anak memusatkan perhatian lebih lama. Lakukan kontak mata jika Anda bicara dengannya, sebagai cara
belajar memusatkan perhatian mendengarkan. Untuk mendapat perhatian penuh, katakan, ”Sini duduk bersama ibu, ibu ingin bicara padamu.” Ambil posisi berhadapan dan katakan, ”Lihat pada Ibu dan dengarkan apa yang mau ibu katakan.”

3. Anak yang Lambat Menyesuaikan Diri
Mereka mendambakan rutinitas dan status quo. Perubahan lingkungan, benda miliknya, atau jadual, akan mengguncang jiwanya. Mereka bisa mengamuk di setiap perubahan! Positifnya, sering mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang mampu bertahan pada bidang atau pekerjaan yang dipilih. Cara penanganan, hindari perubahan tak perlu. Siapkan anak menghadapi perubahan atau peralihan dengan pemberitahuan sedini mungkin, misal, ”Habis makan kita ke taman. Kamu boleh main ayunan satu kali, lalu kita pulang.” Atau, beri tanda di setiap perubahan, misal, bel tanda waktu mandi. Jika perubahan tiba-tiba tak terhindarkan, sabar dan dukunglah anak.

Anak yang Mengundurkan Diri
Mereka mundur, nempel pada ayah-ibu, menangis atau ngamuk bila dipaksa, jika berhadapan dengan orang, tempat, situasi, makanan, atau baju baru. Segi positifnya, mereka akan tumbuh sebagai orang dewasa yang menganalisa setiap situasi secara utuh sebelum “masuk” sehingga cenderung membuat keputusan bijak. Penanganan terbaik seperti anak yang lambat menyesuaikan diri. Beri banyak waktu, dukungan, dan kesabaran bagi mereka untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru.

Anak yang Bersuara Tinggi
Si Ekstrovert ini berpeluang menjalani profesi “menonjol” saat dewasa; marketing, politikus, artis. Tapi sejak kecil kita bisa melatihnya memiliki suara relatif perlahan di dalam ruangan atau mengatur kekerasannya. Salah satu tekniknya, menanggapi suara kerasnya dengan suara berbisik atau volume pelan – yang membuatnya ikut berbisik atau mengecilkan volume suaranya. Beri juga banyak kesempatan dia melatih vokalnya dengan cara yang lebih bisa diterima, misal, menyanyi, menirukan suara hewan, berpantun, dll.

Anak yang Jadualnya Tidak Teratur
Sulit mengetahui kapan mereka tidur, bangun, lapar, marah atau senang karena mereka tidak memiliki jadwal rutin. Itu pula sebabnya anak-anak ini biasanya memiliki masalah tidur. Positifnya, mereka berpotensi menjadi orang dewasa yang piawai menangani situasi tak terduga. Mereka juga bisa sukses dalam profesi yang tidak terikat jam kerja, seperti wartawan, jurnalis TV atau radio, bisnis pertunjukan, atau jasa pelayanan medis. Penanganan terbaik, Jangan berharap anak mengikuti jadual teratur. Bila jadwal ini penting bagi Anda, pertahankan beberapa rutinitas, tapi bila perlu langgarlah rutinitas ini. Misal, jika anak memang tidak lapar saat jam makan siang, tak perlu dipaksa karena bila jadual makannya tiba, toh dia akan lapar dan minta makan. Di malam hari buat rutinitas pengantar tidur, tapi ketika membaringkan anak, jangan memaksanya tidur. Katakan dia hanya perlu berbaring tenang. Bacakan dongeng, putarkan musik lembut sampai dia tertidur sendiri.

Anak dengan Ambang Sensor Rendah atau Sangat Peka
Mereka rewel terhadap segala sesuatu; kaos kaki melipat di dalam sepatu, baju yang sedikit gerah, selai kacang yang terlalu “kasar”, atau es krim yang meleleh. Mereka mungkin juga peka suara, cahaya, warna, rasa, dll. Segi positifnya, kelak mereka dapat memanfaatkan kepekaan inderanya ini secara artistik, kreatif, dan ilmiah. Penanganan terbaik, pengertian dan penerimaan sangat penting. Nyatakan ini pada merera,”Ibu tahu kamu tidak suka kalau jalanan terlalu ramai,” dan tunjukan lewat tindakan. Misal, pilihan baju yang tidak gerah dan gatal, atau sepatu yang praktis sehingga tidak perlu lama-lama mengikat talinya. Kenali makanan favoritnya yang tidak membuatnya rewel. Kecilkan volume radio dan TV, atau redupkan lampu kamarnya.

Anak yang Tidak Gembira
Mereka lebih banyak merengek dan murung dibanding batita lain, juga lebih serius dan pendiam. Tetapi kelak karena keseriusannya, mereka berpotensi sukses secara akademis atau di bidang lain yang membutuhkan keseriusan. Yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah menerima mereka dan mengenali ini bukan salah siapa pun. Kerangka pikir negatif mereka ada di luar kendalinya. Tapi Anda dapat mengurangi masalah dengan menangani temperamen lain yang dimiliki anak pada saat sama. Misal, kurangnya kemampuan menyesuaikan diri – mungkin menjadi penyebab dia tampak tidak bahagia. Selain itu banyaklah tersenyum , mungkin bisa melunakkan hati anak. (BOD/WTETTY)

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s