Balita di Konser Musik


sumber : Mother And Baby

Orangtua umumnya senang memberi pengalaman baru bagi balitanya. Sudah bisakah balita diajak ke keramaian pertandingan olahraga atau konser musik?

Di usia balita anak sudah semakin besar. Mereka kian merindukan pengalaman baru, termasuk yang berbau petualangan. Konser musik atau pertandingan olahraga bisa menjadi alternatif acara yang mengasyikan baginya, lho. Menurut Psikolog Michiko Sibarani M., M.Psi., semakin banyak anak diberi kesempatan mengenal lingkungan baru, semakin peka mereka dalam berinteraksi dengan orang lain. “Artinya mental anak memang harus dilatih dan diberi stimulus berbeda-beda agar keterampilan sosialisasinya tinggi,” jelas dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.

Rangsangan ini, menurut Michiko, sangat perlu dan penting karena lingkungan anak yang terbatas sulit membuatnya berinteraksi. Sebaliknya, ”Rangsangan dari lingkungan akan membuat anak peka terhadap proses sosialisasi, sekaligus dan mengasah keterampilan sosialnya,” tegas Michiko.

Siapkan Si Kecil

Meski penting mengajak balita mengenal lingkungan di luar lingkungan rumah, ada baiknya orangtua mengetahui terlebih dahulu, apakah balita benar-benar siap diajak ke suatu tempat? Sebab kita tahu, sebagian balita masih memiliki sifat kurang kompromi, sulit diduga, disamping emosi yang belum stabil.

Keramaian semacam pertandingan olahraga atau konser musik, misalnya, memang bisa memberi pengalaman baru baginya, tetapi, bukankah ada syarat yang harus dipatuhi di acara-acara semacam itu, seperti harus bisa berbaur dengan suasana, tetap di tempat sebelum acara selesai, dan siap menghadapi kericuhan yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Bagaimana jika balita tiba-tiba bosan, tidak nyaman dengan situasi ramai, bahkan terganggu kesehatannya? Siapkah Anda sendiri mengorbankan kesenangan dan kenaymana menonton pertunjukan gara=gara balita tiba-tiba bertingkah.

Ini hanya sebagian pertimbangan. Jadi sebelum Anda mengeluarkan uang untuk membeli tiket, mungkin ada baiknya memikirkan pertanyaan-pertanyaan berikut ini:,/b>
1. Apakah pertunjukan akan tetap memikat perhatian anak-anak?

Pada umumnya Anda lebih memahami jenis hiburan apa yang disenangi balita Anda dan sanggup membuatnya bertahan. Film kartu biasanya lebih cocok daripada film biasa; panggung boneka, musik dan sandiwara yang menampilkan tokoh berbusana meriah, akan lebih memikat anak daripada drama yang serius. Bahkan jika anak belum dapat mengikuti jalan ceritanya, mereka akan terkagum pada warna-warna yang hidup, tokoh yang menarik, dekor yang menyolok dan musik yang meriah.

Ada konser musik anak-anak yang menampilkan lirik dan suara yang melibatkan anak-anak penontonnya, ada juga yang lebih tepat untuk anak sekolah. Jadi, dapatkan informasi apakah pertunjukan ini cocok untuk anak usia balita sebelum Anda memesan tiket. Semua jenis pertunjukan sirkus akan memikat perhatian anak-anak, tapi pada pertunjukan sulap anak akan kehilangan minat jauh sebelum pesulap mengucapkan kata perpisahannya. Pertunjukan olahraga dalam kecepatan tinggi dapat membuat beberapa anak terpaku pada kursinya, tetapi juga yang tidak menyukainya sama sekali.
2. Apakah pertunjukannya justru akan menakutkan anak?

Ada anak yang senang pada tokoh penyihir dalam film kartun, atau ikan paus yang menelan anak kecil dalam cerita panggung boneka. Tetapi ada juga anak yang malah takut. Ada anak yang enjoy di panggung bersama gajah dan badut, tapi ada juga yang menangis karenanya. Ada anak yang bertepuk tangan dan berteriak memuji bersama penonton lain, ada juga yang justeru menjerit ketakutan mendengar gemuruh suara penonton. Berdasarkan pengalaman lampau, cobalah untuk membayangkan bagaimana kemungkinan reaksi anak terhadap pertunjukan yang Anda rencanakan – dan tentu saja, bersiaplah untuk salah duga.
3. Berapa lama pertunjukan akan berlangsung?

Jelas akan makin baik jika makin pendek programnya. Istirahat yang dijadwalkan dapat membantu membagi sebuah program yang panjang menjadi bagian-bagian program kecil yang dapat “dikunyah” anak, dan memberi kesempatan padanya berlari-lari menyalurkan enerjinya di antara jam-jam duduk.
4. Apakah duduk selama pertunjukan adalah hal yang penting bagi Anda dan anak yang sudah lebih besar?

Jika ya, carilah pengasuh yang dapat menemani balita Anda di rumah, atau bawa serta seseorang yang tidak keberatan untuk tidak mengikuti seluruh program acara, dan jika diperlukan, akan bersedia menemani anak batita Anda bermain di luar.
5. Apakah Anda akan mendapatkan jalan yang mudah untuk ke luar dari ruangan?

Ketika memilih tempat duduk, Anda harus mempertimbangkan kemudahan jalan keluar, dan ini kadang berarti Anda harus duduk di belakang atau dekat gang. Tentu saja jika pandangan yang jelas ke panggung adalah hal penting untuk kenikmatan anak (seperti di sirkus atau panggung boneka), mungkin Anda harus duduk di depan tetapi dekat gang.
6. Apakah ada tempat untuk menunggu sampai pertunjukan usai?

Pastikan ada lobi, taman berumput di depan gedung, taman terdekat, toko, rumah makan, atau tempat umum yang dapat dikunjungi anak lainnya, dimana Anda, anggota keluarga lain, atau pengasuh dapat menunggu bersama balita Anda.
7. Apakah biaya untuk acara yang riskan ini layak dikeluarkan?

Kecuali jika biaya bukan masalah bagi Anda, biasanya tidak bijaksana untuk bertaruh bahwa balita Anda akan duduk mengikuti seluruh acara dari suatu program yang mahal. Anda mungkin perlu pulang lebih awal dan menghabiskan waktu di lobi, atau di luar ruang pertunjukan. (Rahmi/wtaty)

Sumber: Tabloid Ibu AnaK

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s