Penderita batuk pilek diminta pakai masker


sumber : cybermed.cbn.net

Jakarta – Menkes Siti Fadilah Supari meminta masyarakat yang menderita batuk pilek dan flu memakai masker supaya bersin yang dialaminya tidak mengenai orang lain.

Hal itu disampaikan saat menjelaskan cara mengatasi isu flu babi (swine flu) yang tengah merebak di Meksiko dan Amerika Serikat. Gejala klinis seseorang terserang flu babi adalah demam tinggi yang mencapai 38 derajat Celcius, batuk pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokkan, napas cepat atau sesak napas, mungkin disertai rasa mual, muntah, dan diare.

“Bila seseorang mengalami hal tersebut, jangan diabaikan dan dianggap sepele. Sebaiknya penderita secepatnya dibawa ke Puskesmas dan ke rumah sakit. Jangan lupa memakaikan masker kepada penderita,” ujarnya.

Flu babi, katanya, adalah penyakit influenza yang disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1, yang dapat ditularkan melalui binatang, terutama babi. “Secara umum penyakit ini mirip dengan influenza (Influenza Like Illness-ILI),” ucap Siti Fadilah.

Masa inkubasi virus ini berkisar 3-5 hari. Cara penularan flu babi ini melalui udara dan dapat juga lewat kontak langsung dengan penderita.

Menurut WHO, flu babi sudah menular dari manusia ke manusia. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk mewaspadai flu babi dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menutup hidung dan mulut apabila bersin, mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas, dan segera memeriksakan kesehatan bila mengalami flu.

Menkes juga menyatakan bahwa Depkes siap menghadapi serbuan virus flu babi bila suatu saat menyerang Indonesia. Sejumlah langkah dan strategi sudah dirancang dan dilakukan untuk mengatasi virus H1N1. “Pemerintah sudah melakukan langkah-langkah kewaspadaan dan pencegahan, agar virus H1N1 tidak masuk dan menyebar ke Indonesia”.

Langkah-langkah tersebut a.l. sudah memasang 10 thermal scanner untuk mendeteksi badan di terminal kedatangan bandara internasional. Mengaktifkan kembali sekitar 80 sentinel untuk surveillance ILI dan Prneomonia, baik dalam bentuk klinik maupun virologi. Menyiapkan obat-obatan yang berhubungan dengan penanggulangan flu babi, yang pada dasarnya adalah Oseltamivir yang sama untuk obat flu burung (H5N1).

Selain itu, kata Menkes, juga menyiapkan 100 rumah sakit rujukan yang sudah ada dengan kemampuan untuk menangani kasus flu babi. Menyiapkan laboratorium untuk pemeriksaan H1N1 di berbagai laboratorium flu burung yang sudah ada. Juga mengadakan simulasi penanggulangan pandemi influenza, yang baru dilakukan pekan lalu di Makassar. (tw)

Sumber: Bisnis Indonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s