Menkes: Flu Babi Lebih Tepat Disebut Flu Meksiko


sumber : cybermed.net.id

Yogyakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari mengatakan flu babi atau Swine Influenza lebih tepat disebut flu Meksiko. Alasannya, kalau disebut flu babi dikhawatirkan akan mengganggu perdagangan babi.

“Kurang tepat kalau disebut flu babi karena akan mengganggu perdagangan babi,” ujar Menkes saat dicegat wartawan ketika menghadiri diskusi publik yang di Asri Medical Center (AMC) Jl HOS Cokroaminoto, Yogyakarta, Kamis (30/4/2009).

Dia mengaku kalau virus H1N1 itu berasal dari hewan babi yang bisa menular ke manusia. Namun tingkat keganasannya lebih ganas H5N1 atau flu burung dibanding penyakit yang telah melanda Meksiko itu.

“Karena itu kita tak perlu khawatir berlebihan. Meski bisa menular ke manusia secara luas, tapi angka kematiannya tidak setinggi H5N1,” ungkap dia.

Menurut dia, angka kematian flu babi hanya 6 persen. Bila ada 100 orang menderita hanya 6 orang yang meninggal. Sebaliknya H5N1 bila ada 100 orang menderita di Indonesia maka 80 parsennya akan meninggal.

Dia meminta masyarakat tidak terlalu berlebihan sebab Indonesia sudah terlatih dalam menghadapi penyakit flu yang jauh lebih ganas, H5N1. Flu babi yang memang penyebarannya tapi tak seganas flu burung. “Kita jangan takut tapi harus waspada,” katanya.

Saat ini lanjut dia, Depkes telah memasang detektor temperatur di setiap pintu masuk bandara. Setiap turis yang masuk harus dideteksi panasnya. Kalau panasnya lebih dari 38 derajat celcius, perlu diperiksa lebih lanjut.

“Sebanyak 100 rumah sakit rujukan telah siapkan termasuk puskesmas-puskesmas dan poliklinik di bandara,” kata Fadilah.

Dia juga meminta agar masyarakat tidak melakukan ciuman. Yakni mencium anak, teman atau anggota keluarganya bila sedang terkena flu. Pola hidup sehat seperti melakukan cuci tangan pakai sabun juga harus dilakukan. “Kita hidupkan lagi sentinel-sentinel untuk mengirim sampel influenza ke Depkes,” katanya.

Ketika ditanyakan apakah adanya penyakit flu babi ini adalah permainan negara besar. Dia mengatakan dirinya tidak mengetahui hal itu. “Wah kita tak tahu. Yang penting kita fokus untuk menghadapi penyakit ini dan jangan sampai kena,” pungkas dia.
(bgs/djo)

Sumber: detikcom

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s