Konsumsi Daging untuk Daya Tahan Tubuh


sumber :http://jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=106795

Masyarakat tidak perlu cemas dengan merebaknya virus flu babi atau H1N1. Karena, jika masyarakat menerapkan pola hidup sehat, maka daya tahan tubuh akan meningkat. Menurut ahli gizi Poltekkes Kota Malang I Dewa Nyoman Supariasa, konsumsi makanan yang paling tepat untuk mendongkrak daya tahan tubuh adalah makanan dengan unsur protein dan gampang dicerna. “Bahan makanan yang paling tepat dan memiliki sifat-sifat itu adalah protein hewani. Baik dari daging maupun ikan, jenis apa saja,” ujar Dewa, kemarin. Bisa dari daging sapi, daging kambing, ayam, dan lainnya.

Sedang untuk golongan ikan, semua jenis ikan air laut serta air tawar memiliki nilai protein sangat tinggi. “Kisaran kandungan protein hewani sekitar 14 persen. Ini sangat tinggi dibanding zat lain,” tambah dia.

Hanya saja, komponen protein tinggi itu harus tetap dikombinasikan dengan zat-zat gizi lain. Pasalnya, jika hanya dipenuhi dari unsur protein, maka tubuh tetap tidak bisa memenuhi kebutuhan daya tahan tubuh. Karena penderita flu babi ini erat kaitannya dengan demam dan batuk, maka konsumsi vitamin C mutlak ditingkatkan. “Kalau batuk saja, maka konsumsi vitamin C harus tiga kali lipat dari kebutuhan normal. Jika batuk disertai flu, maka enam kali lipat,” terang pembantu direktur bidang akademik Poltekkes Kota Malang ini.

Hanya saja, jika yang menderita anak-anak atau balita, maka akan lebih aman konsumsi ikan. Juga, tambahan nutrisi lain. Salah satunya adalah growth hormon. Dengan begitu, meski kondisi tubuh anak sedang drop, namun tumbuh kembangnya tidak terganggu.

Kecuali untuk bayi usia nol hingga enam bulan tidak dianjurkan mengonsumsi menu dari bahan-bahan di atas. Karena bayi nol hingga enam bulan cukup dengan ASI (air susu ibu) eksklusif. “Ini penting sekali. Jangan sampai salah memberikan asupan gizi pada anak,” kata Dewa.

Bagaimana dengan menu khusus? Disinggung tentang hal ini, kata Dewa, berdasarkan ketetapan badan kesehatan dunia (WHO, Red), menu seimbang yang paling pas adalah mengadopsi pedoman umum gizi seimbang.

Dalam pedoman itu, ada 13 pesan dasar gizi seimbang. Salah satunya, makanlah beraneka ragam makanan. “Slogan empat sehat lima sempurna tidak berlaku lagi. Pedoman ini telah ditetapkan 1995 lalu dan sejak 2000 sudah diterapkan di Indonesia,” ucapnya.

Karena itu, penekanan makan beranekaragam sangat diperlukan. Pertimbangannya, dengan makan beranekaragam, maka semua kebutuhan zat gizi tubuh terpenuhi. Misalnya, dalam sehari masyarakat hanya mengonsumsi mi instan, maka yang didapat hanya karbohidrat. Sedang protein dan vitamin tidak terpenuhi. “Kandungan gizi dari beragam bahan makanan itu akan saling melengkapi,” tandasnya. (nen/ziz)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s