Jumlah kasus flu babi global capai 1.085


SOURCE cybermed.cbn.net
Health News Tue, 05 May 2009 13:18:00 WIB

New York – Kasus flu babi mencapai 1.085 di seluruh dunia, dengan penyebaran di 21 negara dan setiap wilayah utama di AS, kata pejabat kesehatan.

Di AS, virus H1N1 telah dipastikan melalui tes laboratorium terhadap 286 pasien di sembilan wilayah yang dilacak sensus AS, ungkap U.S Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta. Penyakit tersebut, yang paling banyak terjadi di Kanada, Meksiko dan AS, telah terdeteksi di Amerika Tengah, Amerika Selatan, Eropa, Timur Tengah, Asia dan Selandia Baru.

WHO menyatakan bersiap menghadapi kemungkinan akan semakin parahnya penyakit tersebut, meski ada indikasi virus tersebut tidak akan lebih buruk dari flu musiman. Karena wabah penyakit terjadi di Meksiko, yang terjangkit paling parah, para pejabat kesehatan memfokuskan di Hemisphere Selatan, di mana flu musiman kemungkinan terjadi sebelum vaksin flu babi tersedia.

U.S. CDC melaporkan 286 kasus di 36 negara bagian AS, dengan satu korban meninggal dunia. Jumlah warga yang terjangkit flu di AS meningkat ketika musim flu normal akan berakhir, ujar CDC. Sedikitnya 533 sekolah di 24 negara bagian diliburkan hari ini, yang mengistirahatkan sekitar 330.000 siswa, ujar Departemen Pendidikan AS.

St. Francis Preparatory School di New York, di mana lebih dari 1.000 orang siswanya diperkirakan terinfeksi, hari ini kembali dibuka setelah tutup sejak 27 April. New York telah mengonfirmasikan 73 kasus flu babi, kata Thomas Frieden, pejabat kesehatan kota saat konferensi hari ini.

Pernyataan terjadinya pandemik sangat penting, kata World Health Organization pekan lalu. WHO menaikkan peringkat waspada 6 menjadi 5 pada 29 April dan peningkatan lebih lanjut akan mengindikasikan terjadinya pandemik, mengingatkan pemerintah untuk menjalankan rencana untuk menghambat penyakit tersebut.

WHO, agen PBB yang berbasis di Jenewa, hari ini menambahkan Kolombia dan El Salvador ke dalam daftar negara yang mengonfirmasi kasus flu babi. Negara lainnya adalah Austria, Canada, Kosta Rika, Denmark, Prancis, Jerman, China (Hong Kong), Irlandia, Israel, Italia, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Korea Selatan, Spanyol, Swiss, Inggris dan AS.

Pejabat kesehatan Kanada pada 2 Mei lalu melaporkan kasus pertama penyakit tersebut di dunia yang menular ke babi dari manusia, kemungkinan setelah pekerja pertanian di Provinsi Alberta mengalami sakit ketika melakukan melakukan perjalanan ke Meksiko. Ratusan babi di perternakan tersebut menunjukkan gejala terjangkit strain virus H1N1 yang menjangkiti manusia, lapor Canadian Food Inspection Agency.

Tiga strain virus flu musiman utama yakni H3N2, bentuk lain dari H1N1 dan tipe-B, menyebabkan 250.000 hingga 500.000 orang meninggal di dunia per tahun, lapor WHO. Gejala flu jenis baru ini serupa, yakni gatal-gatal, batuk, dan demam. CDC menyatakan orang-orang yang menderita flu babi kemungkinan juga mengalami diare.

Pihak otoritas menyarankan untuk mencuci tangan, hidup higienis dan diam di rumah ketika sakit sebagai cara yang paling efektif untuk mengontrol penyebarannya. WHO dan CDC mengatakan menutup perbatasan atau membunuh hewan merupakan langkah yang mahal yang tidak akan memperlambat penyebaran flu babi.(t03/er)

Sumber: Bisnis Indonesia

Iklan

One thought on “Jumlah kasus flu babi global capai 1.085

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s