Bayi Suka Memanipulasi!


Sumber : cyberjob.cbn.net.id
sumber : Mother And Baby

Bayi juga bisa memanipulasi, lho. Menurut pakar, sebenarnya hal ini normal dan juga sehat. Nah, apa saja manipulasi yang biasa dilakukan bayi, dan trik menghadapinya?

Duh, capeknya bila si kecil begitu manja dan rewel. Anehnya, ia bersikap manja hanya pada kita saja. Kalau dipegang sama pengasuhnya, dia bisa bersikap begitu manis dan anteng.

Bu, Pak, umumnya bayi usia 7 bulan ke atas sudah belajar bagaimana caranya memanipulasi. Ia manja setengah mati, rewel, cengeng untuk suatu tujuan tertentu, yakni menarik perhatian Anda, terutama bila Anda bekerja. Dan seperti semua ibu yang baik, Anda langsung masuk ke dalam perangkapnya. Maksud bapak ibu mungkin baik, tapi kadangkala kita kesulitan juga menanganinya.

Kata ahli, sejumlah manipulasi ini normal dan juga sehat, karena memberi kesempatan pada buah hati untuk mencoba kekuasaannya dalam mengendalikan lingkungan di sekitarnya. Bahkan pada tahap yang peka dan mendasar ini, bayi sudah cukup cerdik untuk melihat bahwa berperan sebagai korban yang ditinggalkan dan terlantar, adalah cara terbaik untuk mendapatkan cinta dan perhatian saat Anda pulang ke rumah. Sebagai orangtua yang bekerja mungkin Anda merasa bersalah harus meninggalkan si kecil seharian bersama pengasuhnya. Naah, si kecil mampu mempermainkan rasa tidak aman dan rasa bersalah dalam diri Anda, serta mendapatkan apa yang ia inginkan dengan cara berulah: manja berlebihan, rewel, cengeng, temper tantrum…

Mencari Perhatian

Pada kenyataannya -baik bayi maupun balita- cenderung bertingkah pada orangtua daripada pengasuhnya, karena mereka merasa lebih nyaman dengan orangtuanya. Mereka tahu dapat mengeluarkan emosi tanpa ada risiko kehilangan cinta. Tetapi sikap ini tidak terjadi karena kebetulan saja, sebab biasanya bayi selalu punya tujuan untuk melakukan itu. Antara lain, untuk mendapatkan perhatian orangtua atau mencoba sebatas mana ‘kesabaran’ orangtuanya. Misalnya, ia menangis minta minum di tengah malam, berkali-kali memoleskan makanannya di kursi -meski telah berulang kali dijelaskan, hingga bermain di tempat-tempat yang sudah kita larang sebelumnya.

Sepanjang kita bisa mengatasinya, gaya manipulasi bayi ini bisa dianggap normal saja. Tapi, jika sikapnya sudah berlebihan dan di luar kendali, tentunya akan merusak perkembangan emosionalnya juga. Jadi, saran ahli, turuti saja ulahnya bila itu masih masuk akal. Mungkin, saat itu dia sedang mencoba mengatakan kalau dia membutuhkan perhatian lebih dari Anda.

Tapi, Ada Batasnya
Lantas, bagaimana Anda harus menyikapinya? Apakah ulahnya ini masih dalam taraf wajar atau sudah di luar kewajaran? Oleh karena itu, Anda perlu menetapkan batasan-batasan terlebih dahulu. Seperti, apakah sudah termasuk di luar batas bila si kecil mulai melanggar keselamatan dan kesehatannya sendiri? Ini memang membutuhkan pemikiran, jangan sampai nanti malahan Anda yang terkecoh dengan kepintarannya memanipulasi. Dan, bila Anda telah mendapatkan batasan itu, cobalah untuk tetap menepatinya.

Biarpun waktu dan perhatian kita adalah hak bayi, tapi batasan waktu tetap harus ada. Ada dua alasan. Pertama, kita perlu waktu untuk diri sendiri dan hal-hal tak terduga. Lagipula, urusan kita sehari bukan cuma bayi, kan? Masih ada pekerjaan rumah tangga, menjawab telepon, belanja, dan lain-lain.

Kedua, bayi perlu mulai belajar memiliki kepercayaan diri. Dan ia akan melakukannya jika kita tidak selalu ada di sisinya setiap kali ia menangis. Misal, bayi memanggil-manggil kita karena bosan. Kalau dilihatnya Anda tidak ada di sana, bayi mungkin akan belajar melihat sekeliling dan mencari sesuatu yang dapat menyenangkan dirinya. Bisa saja, si kecil naik ke atas bantal sambil membayangkan naik mobil? Walau hanya beberapa menit, proses menumbuhkan kemandirian telah dimulai.

Begitu juga bayi yang suka merengek atau menangis setelah bangun tidur. Ada baiknya dibiarkan sendiri beberapa menit. Tahan diri sejenak untuk tidak buru-buru menenangkannya. Si kecil bakal belajar me-manage diri sendiri dalam situasi semacam itu di lain waktu.

Usahakan Jaga Keseimbangan
Bayi mulai merengek? Jangan buru-buru menghambur ke kamarnya, ah. Nanti ia pikir merengek is the best way untuk mencuri perhatian kita setiap saat. Tapi, kelewat tak peduli dengan tangisan bayi juga nggak baik, lho. Sebab bisa tumbuh perasaan tidak aman. Ia pikir, kita tidak peduli sama sekali padanya.

Tapi, menciptakan keseimbangan itu juga penting. Standarnya? Ya aktivitas kita sehari-hari. Bayi perlu diberitahu kalau Anda sedang memasak di dapur, kita harus mematikan kompor dulu sebelum merespons dirinya. Kalau sedang di kamar kecil, bisa memakan waktu beberapa menit sebelum bisa bermain dengannya lagi. Dengan begitu, bayi bisa belajar mengantisipasi situasi yang sama setiap hari. Intinya, penuhi kebutuhan fisik dan psikologis dasar bayi. Tapi pada saat yang sama, bantu bayi membangun kepercayaan diri dan kemandiriannya. b Rahmi/YP

Iklan

2 thoughts on “Bayi Suka Memanipulasi!

  1. Ping-balik: Pengalaman Pertama ‘Marah’ ke 10mo Baby Hilmy « unbelieveableme

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s